
Azan subuh berkumandang, aku segera bangkit dan masuk ke kamar mandi, setelah berwudhu aku memakai mukena dan melaksanakan kewajiban ku terhadap sang pencipta. Disujud terakhir ku, aku berdoa agar aku mendapatkan jalan keluar dalam masalah rumah tangga ku. Selesai sholat aku keluar kamar dan menuju ruang keluarga. Ku lihat pintu kamar tamu yang ditempati suami terbuka sedikit. Dengan perlahan ku buka pintu itu, ku perhatikan suami ku yang sedang tidur dengan pulas nya.
"ya Allah, sampai kapan aku harus begini, punya suami tapi seperti tidak punya suami. Mana lagi mertua ku yang selalu membenci ku, entah apa kesalahan ku terhadap mereka, munkin Allah sengaja belum memberi ku anak agar aku tahu bagai mana sifat suami ku dan keluarga ku" batin ku setetes air mata mengalir dipipi ku. Aku bergegas menuju dapur dan seperti biasa membuat serapan untuk kami berdua. Teh panas sudah terhidang dimeja makan, ku tunggu suami ku yang sedang bersiap di dalam kamar. Saat ini aku berusaha untuk mempertahan kan rumah tangga ku.
"mas, ayo serapan dulu" kata ku saat ku lihat suami ku keluar kamar.
Tanpa menjawab mas Faisal duduk dan menyuap nasi goreng yang sudah ku buat dan meminum teh hangat tersebut. Aku merasa senang karena pagi ini serapan yang aku buat di makan oleh suami ku. Sudah beberapa hari suami ku tidak serapan di rumah.
"ini uang belanja bulan ini" kata mas Faisal setelah selesai serapan.
Aku membuka amplop coklat itu dan melihat isi nya " mas, kenapa uang belanja bulan ini sedikit?
"aku lagi membutuh kan uang, maka nya aku potong uang belanja mu dulu. Setelah berkata begitu mas Faisal pergi meninggalkan aku yang masih mencerna ucapan nya.
"aku tahu mas, kamu membutuhkan uang hanya untuk bersenang senang dengan wanita pilihan orang tua mu" kata ku sambil mengusap air mata ku.
Aku bangkit dan dari duduk ku dan mengambil piring kotir untuk ku cuci.
Siang itu pejerjaan ku sebagai ibu rumah tangga sudah selesai. Aku duduk di ruang keluarga sambil menonton televisi.
Tok tok tok
Suara pintu rumah ku di ketuk dari luar.
Ceklek..
"ibu" kata ku terkejut. Ibu mertua ky datang bersama anak perempuan nya.
"mana Faisal?" tanya ibu mertua ku, dan masuk kedalam rumah sebelum aku persilah kan. Mereka berdua duduk di ruang tamu.
"mas Faisal sedang di kantor buk" ku jawab dengan sopan. "aku buatkan minum dulu ya buk" kata ku yang akan berjalan menuju dapur.
"tidak usah, kami datang kesini hanya ingin memberi tahu mu. Kata ibu mertua ku denga nada tinggi.
__ADS_1
"memberi tahu apa ya buk?
"aku ingin kamu meninggalkan anak ku" kata ibu mertua ku membuat hati ku sepertu ditusuk pisau sakitnya.
"buk, mas Faisal itu suami ku buk, mana munkin aku meninggalkan nya"
"bisa, kamu bisa meninggalkan anak saya, apa susah nya? Apa kamu takut hidup miskin seperti keluarga mu? Sudah cukup anak ku memberikan uang nya untuk wanita mandul seperti mu.
"ibu aku bukan wanita mandul, aku sehat buk, hanya saja Allah belum menitipkan rezeki itu pada kami.
"alah..gak usah bawa-bawa nama Allah. Jadi kamu menuduh anak saya yang mandul? Gitu?.
"tidak buk" jawab ku yang tidak bisa berkata apa pun. Perkataan mertua ku sungguh menyakitkan. Kalau boleh memilih aku juga ingin punya anak sesegera munkin, tapi takdir berkata lain.
"aku tidak mau tahu secepat nya kau harus berpisah dengan Faisal karena aku akan menikah kan nya dengan wanita yang selevel dengan kami dan paling penting wanita itu tidak mandul. Kalau kau tidak mau meminta cerai, maka aku akan berusaha membuat Faisal mencerai kan mu.
"sudah lah buk, kalau dia tidak mau bercerai dengan kak Faisal, mendingan suruh saja kak Faisal memadunya buk" kata anak perempuan mertua ku itu.
"ya, kamu benar, dengan begitu dia akan mundur sendiri, dasar wanita tidak tahu malu" kata ibu mertua ku lalu pergi meninggalkan rumah ku.
****
Malam itu suami ku pulang jam sepuluh malam, aku masih setia menunggu nya pulang.
"mas, kamu sudah pulang, mau aku siapkan makan malam? Tanya ku dengan suara lembut seperti tidak terjadi apa apa.
"ya "jawab mas Faisal singkat.
Aku mengambil tas kerja nya dan meletak kan di atas sofa, lalu aku masuk kedapur untuk menyiapkan makan malam suami ku. Beruntung makanan nya masih hangat jadi aku tidak perlu memanaskan nya lagi.
Selesai makan mas Faisal langsung masuk kamar, dan aku pun segera menyusul nya setelah akuencuci piring kotor. Saat aku mau membuka pintu kamar, ku dengar suami ku sedang berbicara melalui sambungan telepon. Sepertinya dia sedang bicara dengan seorang wanita. Ku urung kan niat ku untuk masuk.
[ ya kamu yang sabar ya, aku akan segera meninggalkan istri ku ] kata mas Faisal.
__ADS_1
[ tapi aku tidak tahu bagai mana cara nya, karena selama ini dia selalu nurut sama aku ]
[ sayang, kamu yang sabar dong, aku juga sudah tidak sabar ingin menikmati malam indah itu lagi bersama mu ]
Astaghfirullah...aku sangat kaget mendengar ucapan suami ku, apa selama ini mereka telah melakukan hubungan terlarang" pikir ku.
[ ya, kamu tenang saja, aku sudah tidak menyentuh istri ku, keperkasaan ku hanya untu kamu sayang ]
[ kamu sangat menggoda saat di atas ranjang, dan permainan mu itu membuat aku melayang].
[sudah dulu ya, nantu istri ku masuk, selamat malam sayang].
Ku dengar semua percakapan mereka, ternyata selama ini aku sudah di bohongi habis habisan. Sungguh perbuatan merwka sangat memalukan. Bahkan mereka sudah melakukan hubungan layak nya suami istri. Aku membuka pintu seakan tidak mendengar percakapan mereka.
"mas, kenapa kamu selalu pulang larut malam? Tanya ku saat aku duduk disamping nya.
"aku banyak kerjaan Fit, maka nya aku pulang malam.
"mas, kamu tidak sedang berbohong kan? Selama empat tahun lebih kita bersama aku mengenal mu dengan baik mas. Kapan kau jujur dan kapan kau membohongi ku" kutatap netra mata suami ku denga tatapan yang sendu.
"aku tidak berbohong dengan mu fit"
"mas, jika kau punya wanita lain seperti yang dikatakan ibu mu, aku ikhlas mas kamu tinggalkan, dari pada aku hidup bersama kamu tapi di madu.
Mas Faisal menatap ku lama.
"apa ibu ku ada cerita sesuatu sama kamu?
"ya mas, tadi siang ibu datang bersama adik mu. Ibu meminta ku meninggalkan mu, tapi aku menjawab tidak mau. Dan ibu juga mengatakan kalau mereka akan menikah kan mu dengan wanita pilihan mereka.
Apa semua perkataan ibu itu benar mas?
"ya " hanya itu yang keluar daribmulut suamu ku.
__ADS_1
Aku terdiam beberapa saat. " baik lah mas, aku tunggu keputusan dari mu" kata ku lalu keluar kamar, dan aku masuk kedalam kamar tamu. Disana tangis ku pun pecah yang sudah kutahan sedari tadi.