
Fitri tak habis fikir dengan keluarga mantan mertua nya itu, sudah salah tapi gak mau disalah kan.
"aku heran, kenapa ya ada manusia seperti mereka, sudah tahu anak nya yang salah, tapi masih saja di bela, beruntung aku tidak bagian dari keluarga mereka lagi.
Sedangkan ditempat pesta yang dihadiri Faosal dan Rita, terlihat mereka sedang berbincang bincang sebentar dengan tuan rumah. Dan selesai berbincang, mereka mencari tempat duduk dan menikmati makanan yang sudah di sedia kan.
"mas, kita duduk disana saja ya" kata Rita menunjuk meja kosong.
"ya ayo kita kesana" kata Faisal.
Rita dan Faisal duduk dimeja yang kosong tersebut sambil membawa kotak kue.
"mas kelihatan nya kue nya enak, coba deh aku cicipin dulu"
Rita pun mengambil salah satu kue yang ada di dalam kotak dan memakan nya.
"heemmm..kue nya enak mas, coba deh kamu rasa"
Faisal membuka kotak kue yang dihadapan nya lalu mengambil salah satu dan memakan nya.
"iya, kue nya enak seperti nya ini bukan kue rumahan, ini pasti buatan toko yang sudah profesional"
"ya mas, aku jadi mau nambah lagi"
"ya sudah, ambil saja sana, itu masih banyak kok disediakan"
Mereka tidak sadar, kalau kue yang mereka makan itu buatan tangan Fitri. Bahkan mereka sudah memuji rasa kue tersebut.
Selesai menikmati makanan yang disedia kan, Faisal dan istri nya pamitan kepada tuan rumah untuk pulang.
Di perjalanan mereka melihat toko kue yang ramai pengunjung.
"mas, seperti nya itu toko kue baru buka deh, coba kamu perhatikan pengunjung nya sangat ramai, pasti kue nya enak" kata Rita
"ya seperti nya begitu, apa kamu mau mampir?
"nanti saja deh mas, aku sangat lelah hari ini. Rasa nya aku mau tiduran"
"kalau gitu kita pulang saja, kasihan anak kita di dalam juga pasti sudah lelah"
"ya mas, kita pulang saja"
Faisal kembali melajukan mobil nya menuju rumah mereka.
"itu sepertinya mobil mas Faisal, sedang apa mereka di sana,kenapa melihat kearah toko ku" batin ku memperhatikan mobil mantan suami ku itu.
Tak berapa lama mobil itu pun pergi meninggalkan tempat tersebut.
__ADS_1
"syukur lah mereka pergi" batin ku.
Aku pun kembali merapikan susunan rak roti ku. Hari ini banyak pengunjumg yang datang.
Hikss...hiksss...suara anak kecil terdengar ditelinga ku. Aku segera mencari asal suara itu, dan aku menemukan seorang anak perempuan berusia sekitar empat tahun yang duduk didepan toko ku.
"sayang kenapa kamu menangis" tanya ku menghampiri gadis kecil itu.
"hikss..hikss..aku gak tahu jalan pulang tante"
"kamu kesini sama siapa?"
"tadi aku sedang bermain tapi aku kesasar" jawab gadis kecil itu.
"kalau gitu kamu diam disini saja dulu, munkin orang tua mu lagi mencari mu"
"ya tante, tapi aku haus"
"bentar ya tante ambil kan minum dulu" kata ku lalu masyk kedalam mengambil sebotol air mineral dan sebungkus roti.
"ini sayang, diminum dulu"
"makasih ya tante"
"oh ya kenal kan nama tante Fitri, kalau nama kamu siapa?"
"wah..nama kamu bagus banget ya, gimana kalau kita masuk kedalam disini panas banget"
"ya tante"
Aku pun mengajak gadis kecil itu masuk kedalam toko ku. Ku lihat dia sangat lelah menangis, saat didalam ku biar kan dia bermain karena ditoko ku juga tersedia area bermain untuk anak-anak yang datang bersama orang tua nya.
"sayang, apa kamu lapar?
Gadis itu diam tidak menjawab, wajah nya ditunduk kan nya munkin dia malu untuk menjawab.
"kata kan saja, tadi tante memasak ayam goreng, apa kamu mau merasakan masakan tante? Dengan lembut ku raih gadis kecil itu.
"apa aku boleh meminta nya tante?
"boleh dong, kan tante yang menawarkan"
"kata nenek aku, kita tidak boleh meminta sesuatu apa pun dari orang lain.
"kamu kan bukan minta, tapi tante yang memberi kan, gimana apa kamu mau?"
"ya tante, sebenar nya aku juga lapar"
__ADS_1
"ayo ikut tante, kita ke dapur mengambil makanan nya"
Aku membawa gadis kecil itu menuju dapur, sesampai nya di dapur anak itu aku duduk kan di meja makan, lalu aku mengambil nasi dan ayam goreng.
"sayang, ini dimakan ya, kalau kurang kamu boleh kok nambah ayam dan nasi nya"
"makasih ya tante cantik"
"ya, ayo di makan"
Anak itu pun memakan makanan nya dengan lahap, seperti nya gadis kecil itu sudah terbiasa makan sendiri tanpa di bantu.
"kak, siapa anak kecil ini? Kata Maya yang datang dari depan"
"dia nama nya Sila, seperti nya dia kesasar dan gak tahu jalan pulang"
"kasihan ya kak, masih kecil udah di biar kan orang tua nya bermain tanpa pengawasan"
"tante, aku sudah selesai makan"
"oh iya, apa kamu mau nambah lagi?
"tidak tante cantik,sebenar nya aku mau pulang" kata gadis kecil itu tertunduk sendu.
"sayang apa kamu tahu dimana rumah mu, atau nama orang tua mu?
"aku gak tahu alamat rumah ku, tapi rumah ku itu sangat besar dan cantik, dan memiliki tembok yang tinggi. Aku tinggal bersama nenek dan Om ku juga tante ku"
"apa kamu tidak tinggal dengan orang tua mu?
"sebenar nya orang tua ku sudah meninggal tante" kata gadis kecil itu menangis.
"maaf ya tante tidak tahu, gimana kalau kamu disini saja untuk sementara waktu menunggu nenek mu datang mencari" kata ku memeluk nya dan memberi nya kenyamanan.
"terima kasih ya tante, apa aku boleh memanggil tante mama?"
Aku sangat kaget dengan permintaan anak itu, tapi aku anggap itu hanya lelucon anak kecil
"boleh, terserah kamu saja sayang, kalau kamu lelah kamu boleh tidur dulu disini"
Aku lalu membawa anak itu masuk keruangan ku dan membaringkan nya disofa panjang.
Tak lama kemudian anak itu pun tertidur, munkin kelelahan menangis pikir ku.
Untuk sementara waktu urusan depan toko ku serah kan dengan Maya. Aku bingung bagai mana cara ku membantu anak ini agar bisa kembali ke keluarga nya. Sedang kan aku juga baru di daerah ini. Lama berfikir akgir nya aku mendapat ide. Aku akan melapor kepada ketua Rt setempat setelah anak ini bangun.
Bersambung
__ADS_1