Mertua ku seperti Maduku

Mertua ku seperti Maduku
Bab 12 : Dibandingkan


__ADS_3

Siang itu aku pergi belanja kekota untuk mengisi kebutuhan dapur. Selesai belanja, aku singgah ke kafe sekedar melepas dahaga. Dari kejauhan tempat aku duduk ku lihat postur tubuh seseorang yang sangat familiar duduk sendirian seperti menunggu seseorang. Aku bergegas memasang kaca mata ku dan menggunakan masker ku. Tak berapa lama datang seorang wanita berpakaian seksi sangat menggoda iman lelaki.


Kulihat wanita itu menghampiri meja pria itu dan mereka cipika cipiki. Aku tidak dapat mendengar apa yanga dikatakan mereka. Jadi aku berniat pindah tempat duduk.


Aku duduk dibelakang mas Faisal tanpa dia sadari. Aku sengaja bepura pura swaf foto padahal aku sengaja melakukan nya untuk merekam mereka.


"mas maaf ya sudah membuat mu menunggu" kata wanita itu kudengar.


"ya tidak apa apa, aku juga baru sampai" jawab Faisal sekena nya.


"ada apa mas ngajak aku ketemuan?


"oh itu...ibu menyuruh ku untuk mengajak mu makan siang"


"apa karena ibu mu mas, apa kamu tidak berniat mau metwmu aku"


"eemmm..aku juga mau ketemu sama kamu.


"bagai mana mas, apa kamu mau menikah dengan ku?


"aku sudah punya istri, ya walau pun dia belum bisa memberikan ku anak.


"tapi mas kata kamu dia itu subur,tapi kenapa sampai sekarang istri mu tidak bisa mengandung? Apa dia sebenarnya mandul ya mas?


Mendengar ucapan wanita teman suaminya ku itu, aku merasa sakit.


Deegg..


Apa sebegitunya mertua ku tidak menyukai ku sehingga wanita ini juga berani menghina ku? Bagin ku dengan air mata yang sudah mengembun.


"aku juga tidak tahu, Rita.


"sudah lah mas, mendingan kamu terima saja tawaran ibu mu untuk menikahi ku, aku janji aku akan memberi kan kamu anak.


"aku bingung harus bagai mana mengatakan nya pada Fitri tidak munkin aku meninggalkan nya begitu saja".


"kamu tenang saja mas, semua itu lasti ada jalan nya" kata wanita yang bernama Rita tersebut.

__ADS_1


Jadi mas Faisal sangat menghargai dan menuruti perkataan ibu nya. Sungguh kalian sangat kejam" batin ku.


Aku segera bangkit dan membayar minuman ku. Aku tidak sanggup lagi untuk mendengar kan pembicaraan mereka.


Saat aku sudah berada diluar, aku mencoba menghubungi nomor mas Faisal


[ halo mas ]


[ ya Fit, ada apa ]


[ mas kamu pulang gak makan malam biar aku masakan makanan kesukaan mu ]


[ tidak usah Fit, malam ini aku terlambat pulang karena ada kerjaan ]


[ oh gitu ya mas, kamu sekaramg lagi dimana mas? ]


[ mas lagi dikantor, sudah dulu ya, mas ada kerjaan nih ]


[ ya mas ] aku segera memutus sambungan telepon nya.


Sesampai nya dirumah aku meletak kan belanjaan ku di dapur, lalu aku masuk kedalam kamar. Disana lah aku menangis sejadi jadi nya. Hingga aku tertidur sampai sore.


Saat aku bangun aku melihat mata ku begitu bengkak akibat menangisi nasib ku. Aku lalu masuk kekamar mandi dan membersihkan diri ku. Setelah itu aku memasak untuk makan malam. Sungguh begitu berbeda saat makan dengan hati yang sakit.


Ya Allah, kenapa suami ku berubah, apa kah salah ku yang tidak bisa mengandung. Kenapa mertua ku begitu tega terhadap ku. Kemana hati nurani nya pada hal kami sama sama wanita seorang istri" batin ku sambil menyuap nasi yang terasa hambar. Aku menyudahi makan ku dan duduk di ruang keluarga sambil menonton televisi, kulihat jam sudah menunjuk kan pukul sembilan malam, tapi suami ku belum juga pulang. Lelah menunggu aku masuk kedalam kamar.


Aku iseng membuka story whatshap ku, ku lihat postingan adik ipar ku mengatakan mereka sedang berkumpul makan malam dengan calon keluarga baru.


Nyeess...dada ku sakit membaca nya, ku lihat lagi ada foto mereka yang sedang makan malam bersama suami ku dan wanita yang aku lihat tadi siang.


"tega kau mas menyakiti perasaan ku" bati ku.


Sampai jam sebelas malam baru lah suami ku pulang. Dia membuka pintu kamar dan mendapatu ku sedang duduk membaca buku.


"kamu belum tidur? Tanya nya saat melihat diri ku.


"belum mas, kenapa akhir akhir ini kamu sering pulang larut mas? Kutatap netra mata nya yang sedang berbohong itu.

__ADS_1


"ya, akhir akhir ini mas banyak kerjaan. Kata nya sambil membuka kemeja kerja nya. Lalu dia masuk kedalam kamar mandi. Setelah selesai mandi dia berpakaian hanya menggunakan celana pendek dan kaos.


"mas, aku mau bicara dengan mu" kata ku memberani kan diri.


"ya sayang, may bicara apa, kata kan saja.


"begini mas gimana kalau kita konsultasi kedokter untuk program hamil.


Kulihat suami ku terdiam dan berfikir.


"nanti mas fikirkan ya, sekarang ini mas tidak bisa masih banyak kerjaan di kantor" jawab suami ku menghindar, entah kerna apa dia selalu menghindar bila bicara soal konsultasi ke dokter.


"baik lah mas, aku tunggu kamu bila sudah siap" jawab ku lalu aku pun membaringkan tubuh ku dan mulai memejam kan mata.


Pagi itu, aku sudah selesai membuat serapan untuk kami berdua.


"mas serapan dulu yuk" ajak ku pada suami ku saat ku lihat dia keluar dari kamar.


"ya" jawab nya singkat. Lalu mas Faisal memperhatikan aku dari atas sampai bawah.


Lalu dia duduk dan memakan nasi goreng nya yang sudah ku siap kan.


Aku merasa aneh saat suami ku melihat ku seperti itu tapi aku diam saja.


"Fit, kenapa kau terlihat kucel sudah seperti pembantu saja aku lihat" kata suami ku tiba-tiba, dan tidak biasanya dia berbicara dengan sebutan yang tidak biasa.


"emangnya kenapa mas, apa kah ada yang salah dari penampilan ku.


"ya, kenapa kamu tidak seperti wanita yang lain, yang suka besolek.


"mas aku kan dirumah saja, kalau aku bersolek siapa yang akan melihat nya sedangkan kamu seharian dikantor bahkan kadang sampai malam. Aku hanya mau berdandan du depan mu mas. Lagian dari dulu aku sudah seperti ini dan kamu tidak pernah protes mas. Jawab ku dengan panjang lebar tapi tetap dengan nada yang lembut agar tidak menyinggung perasaan suami ku.


"kamu itu ya, kalau dikasi tau gak mau mendengar, sudah lah terserah kamu" kata suami ku bangkit dari duduk nya dan tidak menghabis kan makanan nya. Aku mengejar nya keluar tapi dia sudah pergi dengan menggunakan mobil nya.


"kenapa kamu berubah drastis mas? Selama ini kamu tidak pernah komplein dengan dandanan ku, apa sekarang kamu sudah terpikat dengan wanita diluaran sana, sehingga membanding kan aku dengan mereka" batin ku dan menyeka air mata yang sudah tumpah. Aku segera masuk kedalam rumah, takut ada tetangga yang melihat diri ku yang sedang menangis.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2