Mertua ku seperti Maduku

Mertua ku seperti Maduku
Surat cerai


__ADS_3

Seminggu sudah berlalu, usaha rumahan ku berjalan lancar, setiap hari ada saja orderan kue kotak yang masuk. Hari ini hari dimana suami ku pulang kerumah, aku sudah tidak sabar ingin meminta pisah dari nya.


Suara deruan mobil terdengar di halaman. Ku lihat dari jendela ternyata suami ku sudah sampai, aku bergegas membuka pintu rumah.


"gimana kabar kamu mas? Tanya ku hanya berbasa basi.


"baik, buatkan aku kopi" kata suami ku.


"ya mas" jawab ku, lalu pergi kedapur membuatkan kopi untuk nya.


Aku masuk kedalam kamar membawa secangkir kopi, kulihat mas Faisal masih didalam kamar mandi. Aku duduk ditepi ranjang menunggu dia selesai mandi.


Aku sibuk memaikan ponsel ku, kulihat ada pesan dari adik ku, mengabatkan kalau orang tua teman nya mau mesan kue kotak seratus kotak. Sampai aku tak sadar kalau suami ku sudah duduk didepan ku meminum kopi nya.


"mas aku mau bicara"


"kata kan? Jawab nya


"mas, bagai mana kelanjutan rumah tangga kita, semakin hari semakin tidak bernyawa ku rasa.


"jadi kamu mau apa? Tanya nya pada ku menatap lekat wajah ku.


"kalau mas sudah tidak mencintai ku, maka cerai kan aku. Agar mas bisa menikah dengan wanita pilihan orang tua mas" kata ku mantap tanpa ada rasa gugup sedikit pun.


"baik lah, aku akan mengurus semuanya" kata mas Faisal lalu beranjak naik ketempat tidur. Aku pun keluar dari kamar itu menuju kamar tamu yang selama ini menjadi tempat ku.


Didalam kamar, aku termenung, betapa mudah nya dia mengiyakan permintaan ku. Sungguh pernikahan ku sudah hancur ternyata sejak aku menjadi istri mas Faisal. Semua itu karena mertua ku yang tidak merestui pernikahan kami.


Siang itu aku baru saja selesai mengantar pesanan kue kotak ke dusun sebelah.


Tok tok tok

__ADS_1


Aku membuka pintu, kulihat seorang wanita muda memakai pakaian kekurangan bahan sedang berdiri di depan pintu rumah ku.


"maaf mbak, cari siapa ya? Tanya ku, memindai wanita itu dari atas sampai bawah, ternyata ku lihat perut nya sedikit berisi.


"apa kamu Fitri istri nya mas Faisal" kata nya melihat penampilan ku.


"ya mbak, silah kan masuk"


Wanita itu masuk dan langsung duduk disofa.


"Ada keperkuan apa ya mbak? Aku menatap wajah wanita itu, ternyata dia adalah selingkuhan suami ku


"aku ingin berbicara dengan mu"


"oh ya, kata kan saja mbak" aku santai saja menghadapi selingkuhan suami ku itu.


"aku sedang mengandung anak mas Faisal, jadi ku harap kamu lebih baik pergi daribkehidupan ayah calon anak ku ini" kata wanita itu sambil mengelus elus perutnya.


"oh ya, apa itu betul anak suami saya yang ada di perut anda? Kata ku sambil tersenyum misteri.


"ya jelas lah ini anak mas Faisal, buktinya perut saya sudah mulai membesar, itu tanda nya saya lagi hamil. Kamu iri pada saya yang bisa hamil, tidak seperti kamu yang mandul.


Kata-kata wanita itu sungguh menohok hati Fitri. Saya lebih baik tidak hamil, dari pada saya harus hamil dari suami orang yang masih memiliki istri. Ucap Fitri menyindir wanita itu.


"kamu menyindir saya ya? Kata wanita itu mulai emosi.


"tidak, saya tidak menyindir siapa pun, lebih baik mbak pergi dari rumah saya, bagai mana pun saya tidak percaya jika yang mbak kandung itu anak mas Faisal.


Wajah wanita itu seketika berubah, seperti kaget mendengar ucapan Fitri. Tapi dia segera menguasai diri nya agar tidak terlihat kalau dia sedang bersandiwara.


"tapi mbak tenang saja, saya sudah meminta mas Faisal mencerai kan saya. Munkin mas Faisal sedang mengurus surat surat nya.

__ADS_1


"bagus lah, setidak nya aku akan menjadi istri mas Faisal satu satu satu nya" ujar wanita itu, lalu bangkit dari duduk nya dan pergi meninggalkan rumah ku.


Aku duduk terdiam dengan pikiran ku yang bercabang cabang "bagai mana wanita itu bisa hamil, sedangkan mas Faisal di nyatakan mandul. Apa ada kesalahan diagnosa dokter atau wanita itu yang sedang berbohong" pikir ku mencerna semua nya.


Dua minggu sudah berlau dari kedatangan wanita itu. Hari ini mas Faisal pulang lebih awal. Aku juga heran kenapa dia pulang cepat tidak seperti biasanya. Mas Faisal berdiri didepan ku mengulurkan sebuah map.


" ini tanda tangani surat perceraian kita"


Aku sangat kaget mendengarnya, jadi ini alasan nya pulang lebih awal.


Aku mengambil map itu dari tangan nya, disana ku baca kalau aku tidak mendapatkan apa pun karena rumah yang kami tempati ini memang milik mas Faisal.


"baik lah mas, aku juga sudah tidak sanggup bila harus bersama mu, sedang kan kau sudah memiliki wanita yang sedang mengandung anak mu" kata kata ku itu ternyata mengundang perhatian suami ku.


"apa yang kau kata kan? Kata suami ku lebih tepat nya mantan suami. Dia kelihatan bingung.


"kau tidak usah berpura pura lagi mas, aku tahu semua nya, kau sudah sering melakukan hubungan layak nya suami istri bersama wanita mu itu, sehingga dia sekarang sedang mengandung anak mu.


Kutatap mas Faisal yang tidak bergeming, dia kelihatan bingung.


"ini mas, aku sudah menandatangani surat cerai ini, secepatnya aku akan keluar dari rumah mu ini. Kau tenang saja aku tidak akan meminta sedikit pun harta mu".


Aku meletak kan map tersebut diatas meja, kemudian aku masuk kedalam kamar ku untuk mengemas barang barang ku. Saat aku keluar, akubmasih melihat mas Faisal termenung di ruang keluarga.


"mas, kupanggil dia yang sedang melamun.


"ada apa? Kata nya tanpa melihat ku.


"aku tidak akan meminta hartamu, tapi apa kah aku boleh membawa peralatan ku untuk membuat kue. Itu aku beli dari hasil jualan kue ku" kata ku menyampai kan apa yang seharus nya menjadi milik ku.


Mas Faisal menatap ku " bawa lah, apa yang kau ingin kan jika itu memang hak mu. Setelah mengatakan itu, mas Faisal masuk kedalam kamar nya.

__ADS_1


__ADS_2