Mertua ku seperti Maduku

Mertua ku seperti Maduku
Bab 7: serapan bersama


__ADS_3

Pagi itu Fitri bangun dengan cepat karena harus membuatkan serapan buat suami nya. Setelah membersihkan diri, Fitri keluar kamar menuju dapur.


"Loh, ibu kok udah ada di dapur? "


"Ya Fit, ayah kamu udah laper katanya. Jadi ibu buat kan nasi goreng. Kamu susun aja piring di meja makan ya".


"Ya buk. Fitri mengambil piring dan meletakkan di atas meja.


Selesai menghidangkan serapan pagi, Fitri kembali ke kamar membangunkan suami nya.


"Mas...mas ayo bangun" ucap Fitri lembut.


"hemm..bentar sayang lima menit lagi".


"Mas ini udah jam tujuh ayo kita serapan, ayah dan ibu sudah menunggu.


Faisal membuka mata nya, yang pertama dilihat nya adalah kecantikan istri nya.


"selamat pagi istri ku"


"pagi mas" jawab Fitri tersenyum manis.


Mas mandi dulu ya biar aku siapkan baju ganti nya mas.


"Ya sayang, makasih ya.


Cuup


Faisal mencium kening istri nya dan melangkah menuju kamar mandi.


Fitri duduk termenung mengingat kejadian malam tadi, sungguh dia sudah menjadi istri yang seutuh nya.


Cekklekk


Faisal keluar dari kamar mandi, Fitri menoleh ke arah nya.


"Sayang kenapa melamun?

__ADS_1


"gak kok mas, aku lagi nungguin kamu mas.


Ini mas baju nya, kata Fitri yang langsung bangkit membersihkan tempat tidur mereka.


Faisal menoleh ke arah Fitri lalu melihat seprei yang ada bekas bercak darah nya.


"Sayang, makasih ya kamu sudah menjaga nya untuk mas"


"Ya mas, itu sudah kewajiban seorang wanita untuk menjaga harta berharganya buat suami nya kelak.


Ayo mas kita keluar, munkin mereka sudah selesai serapan, ucap Fitri.


"Ayo duduk nak Faisal, ucap ayah.


"Ya yah,"


Fitri melayani suami nya mengambilkan nasi dan lauk nya. Ibu dan ayah tersenyum melihat pasangan pengantin baru itu.


"Nak Faisal makan yang banyak gak usah sungkan " kata ayah.


"Ayah dan ibu kedepan dulu ya masih ada yang mau di rapihin, kalian lanjutkan makan ya" kata ibu.


"Ya buk, nanti kita menyusul " jawab Faisal.


Mereka melanjutkan makan nya. Selesai serapan Fitri dan Faisal menyusul orang tua nya kedepan dan ikut membantu ayah membersihkan halaman rumah.


"duh..pengantin baru udah seger aja nih" kata ibu-ibu tetangga.


"Gimana tidur nya nak Faisal nyenyak kan udah ada guling nya, kata ibu-ibu menggoda Faisal.


"Ya nyenyak lah buk, wong guling nya hidup bisa gerak" jawab ibu yang satu nya.


Faisal hanya tersenyum mendengar ocehan ibu-ibu tetangga itu.


Setelah selesai Faisal kembali masuk ke dalam rumah karena siang itu mereka akan ke rumah orang tua Faisal dan tinggal disana untuk sementara waktu.


Selesai makan siang mereka pun pamit pada orang tua nya.

__ADS_1


"Sayang kamu sudah siap belum? tanya Faisal"


"Sudah mas" ini koper nya.


"Gak ada yang tertinggal kan? Keperluan kamu sudah kamu masukkan sayang?.


"Sudah mas, semuanya sudah aman"


"Ya sudah ayo kita berangkat sekarang"


Mereka pun keluar kamar menghampiri orang tua nya yang duduk di ruang depan.


"Kalian jadi pergi, kok cepat banget, kata ibu sedih.


"Ya buk, besok mas Faisal udah masuk kerja.


"Fitri,,ingat ya pesan ibu jadi istri itu harus patuh sama suami dan keluarga nya. Layani suami kamu dengan baik kerna syurga istri itu ada pada suami.


"Ya buk, Fitri akan selalu ingat nasehat ibu"


"Nak Faisal tolong jaga putri ayah, kalau Fitri suatu saat buat salah tegur lah dia nasehati dengan baik tapi jangan sesekali sampai tangan mu ke istri mu" nasehat ayah.


"Ya yah, ayah tidak usah khawatir aku akan menjaga dan menyayangi Fitri sepenuh hati ku".


"Kalau ada waktu datang lah kemari nak, rumah ini selalu terbuka untuk kalian.


"Ya buk, Maya kamu jaga ibu dan ayah ya" kata Fitri sedih karena harus berpisah dengan orang tuanya.


"Ya kak, kakak tenang aja"


"Buk kita berangkat dulu ya" kata Faisal.


"Ya nak, hati-hati dijalan"


Mereka pun pamitan dan menyalam ibu dan ayah.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2