
Pagi itu cuaca sedikit gerimis, Fitri masih dirumah sedangkan adik nya Maya sudah berangkat ke toko untuk membuka toko. Fitri belum juga berangkat karena motor nya dipakai adik nya ke toko.
Semalaman Fitri memikir kan keinginan mama Aldo yaitu buk Diana yang mengingin kan Fitri menjadi menantu nya. Juga ucapan Aldo yang menyatakan perasaan nya.
Fitri sudah berjanji pada diri nya akan mencoba kembali membuka hati nya untuk pria lain.
Tok tok tok
"sebentar" jawab Fitri dari dalam rumah ketika ada yang mengetuk pintu rumah nya.
Fitri pun berjalan untuk membuka kan pintu.
"mas Aldo" kata Fitri kaget melihat Aldo yang berdiri di depan rumah nya pagi itu dengan seikat buket bunga yang indah.
"selamat pagi calon istri ku, ini untuk mu" kata Aldo memberikan bunga tersebut.
"mas Aldo apaan sih, calon istri dari mana?
Kata Fitri dengan wajah yang sudah bersemu merah".
"emang gak mau disebut calon istri, kalau begitu aku panggil istri ku saja ya" kata Aldo menggoda Fitri.
"udah ah, malu di dengar orang. Mas kesini pagi-pagi mau ngapain?
"mau menjemput calon istri ku, kasihan kan kalau pakai motor lagi gerimis gini"
"tapi mas, aku gak ada minta di jemput loh"
"ya, aku tahu, aku yang berniat buat menjemput kamu, ayo kita berangkat"
"sebentar, aku ambil tas dulu" kata Fitri lalu kembali masuk kedalam rumah.
"ayo mas, aku sudah siap" kata Fitri
"ayo, jawab Aldo lalu bangkit dari duduk nya"
Mereka pun masuk kedalam mobil.
"mas, emang kamu gak terlambat ke kantor kalau menjemput aku? tanya Fitri tidak enak hati".
__ADS_1
"tidak lah, kan aku bos nya siapa yang mau marah"
"betul juga sih, tapi sebagai pemimpin itu kan harus memberikan contoh yang baik buat bawahan nya"
"kamu perhatian banget sih sama aku. Kamu emang sudah pantas menjadi istri aku"
"sudah deh mas, gak usah ngegombal gitu"
"aku gak ngegombal, aku berkata jujur"
"terserah mas aja deh"
"oh ya, nanti siang aku jemput ya, kita makan siang di luar"
"aku gak janji ya mas, soal nya hari ini banyak pesanan di toko"
"ya, baik lah"
Tak berselang lama akhirnya Fitri sampai juga di tempat dia bekerja.
"terima kasih ya mas, sudah mau mengantar kan aku"
"makin ngaco deh, aku masuk dulu ya"
"ya, hati-hati saat memasak ya, jangan sampai kena minyak panas" kata Aldo.
Fitri hanya tersenyum, kemudian masuk kedalam toko nya.
Sedangkan Aldo masih terpaku di dalam mobil melihat senyuman Fitri.
"senyuman nya itu membuat hati ku meleleh, andai saja kamu dengan mudah di takluk kan munkin saat ini kamu sudah jadi istri ku. Tapi tidak apa, aku akan berjuang untuk mendapat kan hati mu, dan aku berjanji akan menjadi pria dan imam yang baik untuk mu" batin Aldo". Kemudian Aldo meninggalkan toko tersebut menuju kantor nya.
Fitri yang melihat mobil Aldo berlalu pergi, hanya tersenyum.
"eh..mbak, kenapa sengum sendiri?awas loh nanti kesambet" kata adik nya Maya.
"Maya, kamu ngageti saja" ujar Fitri.
"habis, dari tadi ku lihat mbak senyam senyum sendiri sambil lihat keluar, emang lihatin siapa sih mbak?
__ADS_1
"kepo...jawab Fitri kemudian berlalu pergi"
"dasar, lagi senang senyum sendiri, coba susah pasti gue yang di cari" gerutu Maya.
Sedangkan Aldo lagi berada diruangan kantor nya sedang memikir kan bagai mana cara mendapat kan hati Fitri.
"lebih baik aku langsung lamar dia saja ke orang tua nya. Aku tidak ingin kehilangan wanita yang aku sukai. Dia adalah wanita yang tangguh dan baik yang pernah aku temui. Ya..lebih baik aku menyusun rencana untuk membuat kejutan" gerutu Aldo.
Tok tok tok
Pintu ruangan Aldo di ketuk dari luar.
"masuk" jawab Aldo.
Ceklek
"permisi bos, ini ada berkas yang harus di selesai kan secepat nya" kata sekretaris Aldo.
"letak kan saja, nanti saya periksa" jawab Aldo tanpa melihat wanita tersebut.
"emm..apa pak bos perlu bantuan?"
"tidak" jawab Aldo singkat.
"munkin pak bos perlu di pijit biar gak lelah" kata sekretaris nya itu"
"Selly, apa kamu mau saya pecat sekarang juga? Kata Aldo dengan wajah garang nya"
Melihat wajah Aldo yang tidak bersahabat membuat nyali Selly langsumg ciut.
"tidak pak, tidak, saya minta maaf, saya keluar dulu, permisi" jawab Selly mengambil langkah seribu.
"huff..untung aku gak langsung di tendang, kalau beneran ditendang, mampus aku "gumam Selly".
"dasar sekretaris gak ada akhlak, untung dia pintar dan bisa di andal kan kalau tidak, sudah aku tendang dari dulu"batin Aldo.
Bersambung.
Maaf ya para pembaca yang baik, author saat ini tidak bisa up tiap hari, dikarena kan mertua author sudah seminggu masuk rumah sakit.🙏🙏
__ADS_1