
Satu minggu sudah berlalu, hari ini hari pernikahan Faisal yang kedua. Kini mereka sudah sah menjadi sepasang suami istri.
"mas, kita akan tinggal dirumah mu kan? Kata Rita yang bergelayut manja dilengan suami nya itu.
"ya Rit, setelah selesai acara ini, kita akan pulang kerumah ku, dan kita bebas melakukan apa pun" kata Faisal mengedip kan sebelah mata nya.
"ah mas, bisa saja membuat aku malu" kata Rita dengan wajah yang memerah.
Banyak tamu undangan yang hadir, sehingga acara nya pun selesai sampai malam.
"buk, kami pulang kerumah ku saja nya, Rita sudah sangat lelah, kasihan dia sedang hamil" kata Faisal yang sepertinya sudah tidak sabar ingin berduaan dengan istri baru nya itu.
"ya, kalian pulang saja, ibu lihat Rita juga sangat kelelahan, seharian ini banyak berdiri menyambut tamu yang datang.
"ya buk, pak, kami pulang dulu ya. Pamit mereka berdua pada orang tuanya.
Tidak perlu menunggu lama, mereka pun sampai di rumah kediaman mereka. Rita masuk kedalam kamar pengantin.
"kamar mu, luas juga ya mas" kata Rita yang mengedar kan pandangan nya kesetiap sudut kamar.
"ya, ini sengaja aku bangun untuk kamar utama.
"mas, aku mandi dulu ya, sudah gerah banget, lengket lagi" kata Rita yang bangkit dari tiduran nya dan masuk kedalam kamar mandi.
Setelah Rita selesai mandi, kini giliran Faisal yang mandi. Sepuluh menit cukup untuk Faisal menghabiskan waktu di kamar mandi. Dia keluar dengan menggunakan handuk dan rambut yang sedikit basah. Rita yang melihat suami nya keluar kamar mandi, menelan saliva nya, dia sangat terpesona dengan tubuh suami nya yang bagus itu.
Faisal yang menyadari nya langsung mendekat.
"sayang, apa kamu pengen memegang perut mas" kata Faisal menarik tangan Rita dan meletak kan nya di perut nya.
"mas perut mu sungguh bagus" kata Rita mengelus perut sispeck itu.
Faisal yang merasakan usapan manja diperut nya, membuat pusaka nya berdiri tegak, semua itu tak luput dari pandangan istri nya.
"mas, kenapa dia berdiri?
"Rita sayang, kamu sudah membangun kan nya, sekarang kamu harus bertanggung jawab" kata Faisal dengan sengaja menjatuhkan handuk nya. Tak bisa dipungkiri jika keperkasaan Faisal sangat kuat sehingga terkadang Rita merasa kewalahan dibuat Faisal.
"mas kamu sengaja ya melepaskan handuk mu" kata Rita yang mata nya melotot sempurna melihat benda pusaka itu. Tanpa sadar tangan nya mengelus benda itu membuat Faisal melayang.
"sayang, aku sudah tidak sabar, sedari tadi aku sudah menahan nya" ukar Faisal yang merebah kan tubuh istri nya ditempat tidur. Sehingga terjadi lah penyatuan diantara mereka.
*****
Pagi itu mereka bangun sangat siang. Faisal segera membangun kan istri nya.
"Rit, Rita, bangun. Ini sudah siang, mas lapar tolong buat kan makan ya.
__ADS_1
"ya mas, bentar ya" kata Rita yang bangkit dengan malas. Dia langsung membersihkan tubuh nya, selesai itu membuat makanan untuk mereka berdua.
Sebulan sudah berlalu, pernikahan mereka berjalan seperti air mengalir. Sekarang Rita juga sudah kembali aktif bekerja disebuah kantor pemerintahan.
Sedangkan ditempat lain, Fitri sedang sibuk dengan kegiatan nya yang sedang membuat kue pesanan orang. Semakin lama orderan kue kotak Fitri semakin maju. Beruntung Fitri mempunyai adik yang sangat pandai dalam pemasaran produk. Setiap hari mereka membuat kue kotak. Sedikit demi sedikit Fitri sudah mengumpul kan uang hasil kerja kerasnya. Dia berencana ingin membuka toko kue kecil kecilan saja.
"kak, kue nya sudah selesai dikemas, apa mau aku bantu mengantar kan nya? Tawar Maya adik nya Fitri.
"gak usah biar kakak saja, kamu antar yang dekat dekat sini saja"
"baik lah kak, aku pergi dulu ya" ujar Maya pamit kepada kakak nya.
Alhamdulillah, semua usaha ku menghasilkan uang yang bisa aku tabung. Gumam Fitri menatap tumpukan kotak kue yang siap di antar kepemilik nya. "terima kasih ya Allah setiap usaha tidak akan pernah menghianati hasil nya. Beruntung aku cepat lepas dari mas Faisal, sehingga aku bisa berdikari sendiri. Sudah siang ternyata, lebih baik aku sholat Zhuhur dulu baru aku mengantarkan pesanan ini" gumam Fitri bangkit dari duduk nya dan pergi masuk kedalam kamar nya untuk melaksanakan kewajiban nya sebagai muslimah.
Selesai sholat, aku pergi mengantarkan pesanan konsumen ku. Aku sangat terharu ketika mendapatkan uang dari hasil jerih payah ku. Selesai mengantar kan orderan konsumen, aku berniat pergi ke supermarket untuk membeli bahan bahan kue ku yang sudah habis. Saat memilih bahan kue, aku mendengar suara seseorang yang sangat aku kenal. Mereka adalah mantan suami ku dan istri baru nya yang sudah hamil besar. Beruntung mereka tidak melihat diri ku. Aku segera pindah dari tempat aku berdiri agar kami tidak bertemu. Jujur saja aku masih sangat sakit hati dengan mereka. Ku lihat mereka menuju meja kasir membayar belanjaan nya dan setelah itu mereka keluar menuju mobil mereka yang terparkir, untung saja sepeda motor yang ku pakai punya adik ku, sehingga mantan suami ku itu tidak tahu kalau aku berada didalam supermarket.
Selesai berbelanja, aku memutuskan untuk pulang. Karena waktu juga sudah menjelang sore. Sekarang aku tinggal di kontrakan ditemani adik ku. Sedangkan ibu dan ayah ku masih tetap tinggal di rag mereka. Kontrakan ku dengan rumah orang tua ku hanya butuh waktu dua jam saja untuk menempuh perjalanan.
"assalamu'alaikum" kata ku
"wa'alaikum salam, kakak sudah pulang" sambut adik ku.
"ya, tadi kakak belanja kebutuhan kita dan membeli bahan kue yang sudah habis.
"oh ya kak, tadi ada yang nelpon, kata nya dia mau mesan kue kotak sebanyak tiga ratus kotak kak, kalau kakak sanggup dia akan transfer uang muka nya"
"kapan mereka mau diantar?
"ok, mana nomor telpon nya?
"ini kak" kata Maya memberikan ponsel nya.
Lalu aku menghubungi nomor tersebut, aku menyetujui permintaan mereka tiga ratus kotak kue. Dan mereka juga mentransfer uang muka nya.
"Maya, apa besok ada orderan?
"ada kak, lima puluh kotak untuk buk Rt dan lima puluh untuk orang tua teman ku" unar Maya.
"ya sudah, kita buat semua pesanan itu, kamu close order saja dulu kalau ada yang mau pesan ya, takut nya nanti kita tidak sanggup, dan kakak akan meminta bantuan beberapa tetangga besok untuk menolong kita.
"baik kak semangat" kata Maya dengan gaya centil nya.
Selesai bicara dengan adik ku, aku langsung mendatangi rumah tetangga ku yang biasa membantu ku saat orderan membludak. Beruntung mereka sangat ringan tangan.
Keesokan pagi nya, tiga orang ibu ibu yang sudah ku mintai tolong sudah datang. Mereka sangat bersemangat mengerjakan pekerjaan nya. Aku berniat jika aku memiliki toko kue sendiri, aku akan merekrut mereka jadi anggota ku. Kue yang sudah selesai dikemas, diantar terlebih dahulu ke pembeli nya. Maya yang bertugas untuk mengantar kue kue itu. Karena hanya sedikit cuma lima puluh kotak. Saat pesanan yang akan ku antar ke gedung perkantoran itu, aku menyewa mobil tetangga. Karena tidak munkin aku menggunakan sepeda motor membawa tiga ratus kotak kue.
Jam tiga sore aku sudah samapi di kantor tersebut. Sebuah kantor yang sangat terkenal di kota itu. Gedung yang tinggi dengan nama Bintang Group. Dalam sekejap aku terpana melihat luas nya kantor tersebut. Lamunan ku pun di buyarkan oleh seorang securite.
__ADS_1
"permisi mbak, ada yang bisa saya bantu" sapa securite itu dengan ramah.
"eh..maaf pak, saya mau mengantar kan pesanan kue kotak atas nama buk Bela.
"oh silah kan masuk mbak, mari saya tolong membawa nya.
"terima kasih pak, sebentar saya keluarkan dulu dari mobil" jawab Fitri berlalu menuju pintu mobil.
"mari mbak ikuti saya"
"ya pak" jawab Fitri yang berjalan dibelakang pak satpam .
"permisi buk Bela, ada yang ngantar kue kotak pesanan ibu" kata pak satpam saat kami sampai di ruangan yang cukup besar.
"oh silahkan masuk, letak kan saja kue nya di situ ya pak" kata buk Bela menunjuk meja yang ada di ruangan nya.
"saya permisi dulu buk"
"ya pak, terima kasih ya.
"apa mbak yang nama nya Fitri? Tanya Bela dengan ramah
"ya buk, saya sendiri.
"apa mbak yang membuat kue ini?
"ya buk, saya sendiri yang membuat nya dubantu dengan adik saya dan beberapa tetangga kalau orderan nya banyak" jawab Fitri dengan sopan.
"apa saya boleh mencicipi nya terlebih dahulu?
"boleh buk, kebetulan kue nya saya lebih kan, sebentar saya ambil kan dulu" ujar Fitri bangkit mengambil kue kotak tersebut.
Kemudian Aku kembali lagi dengan membawa sekotak kue
"ini buk, ibu boleh menyicipi nya"
Bela kemudian mengambil kotak itu dari tangan Fitri dan membuka kotak lalu menyicipi kue nya.
"hhmm..kue buatan mu sangat enak, manis nya juga dari gula asli.
"terima kasih, kalau ibu suka. Saya selalu membuat kue dari bahan yang baik dan bagus buk.
"baik lah karena saya menyukai kue buatan mu, saya akan membayar lebih sisa uang nya. Ini kamu hitung dulu sisa uang yang kita sepakati dan ini bonus buat kamu" kata Bela memberikan dua amplop untuk Fitri.
"terima kasih buk, semoga kedepan nya kita bisa bekerja sama" jawab ku, kemudian aku pamit untuk pulang.
Fitri keluar dari kantor tersebut dengan wajah yang semringah. Fitri berjalan dengan setengah berlari, karena tidak enak dengan pemilik mobil yang dia sewa.
__ADS_1
Bruggkk..
Bersambung