Mertua ku seperti Maduku

Mertua ku seperti Maduku
Amplop Putih


__ADS_3

Pagi itu, aku tidak keluar daru kamar, setelah ku dengar suara mobil suami ku pergi, baru aku keluar. Aku sudah bertekat untuk berpisah dari mas Faisal. Hanya saja dia belum juga menjatuh kan talak. Antah apa yang dipikirkan nya. Aku pun kembali masuk kedalam kamar dimana aku biasa tidur. Ku pandangi setiap sudut kamar itu, sungguh banyak kenangan yang sudah terlewat kan. Aku masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri. Selesai mandi aku menuju dapur membuat serapan untuk ku. Bagai mana pun aku butuh energi untuk mendengarkan ocehan mertua ku bila suatu saat datang tiba-tiba.


Dua bulan sudah berlalu, aku tidak pernah lagi tidur satu kamar dengan mas Faisal. Aku juga tidak pernah memasak kan nya serapan dan juga makan malam. Pagi itu aku masuk kedalam kamar mas Faisal, dulu kamar itu milik kami berdua, tapi sekarang hanya mas Faisal yang menempati. Tidak sengaja aku melihat laci nakas yang sedikit terbuka. Tanpa rasa curiga aku mendekati laci itu berniat ingin menutup nya. Saat akan menutup aku melihat sebuah amplop bertuluskan logo rumah sakit. Tapi seperti nya amplop itu belum dibaca suami ku.


Aku membolak balik amplop itu, rasa penasaran pun timbul. Dengan perlahan aku membuka amplop itu. Ku baca isi nya betapa terkejutnya aku, disurat itu tertulis kalau mas Faisal lah yang bermasalah dengan reproduksi nya, atau bisa di katakan mas Faisal tidak akan bisa memiliki keturunan. Aku terduduk lemas diatas tempat tidur. Betapa teganya keluarga mertua ku yang mengatakan aku lah yang mandul. "sepertinya mas Faisal belum membuka surat ini lebih baik aku simpan saja suatu saat ini akan berguna buat ku" batin ku berpikiran seperti itu tidak lah salah. Aku keluar dari kamar tersebut bergegas masuk kedalam kamar tamu. Aku menyimpan surat itu di dalam lipatan baju. Agar mas Faisal tidak bisa menemukan nya.


Dreettt...dreet...


Ponsel ku berbunyi, kulihat nomor tanpa nama.


[ halo ] kata ku


[ halo ini dengan buk Fitri ya ] kata seseorang di seberang telepon.


[ ya, ini siapa ya? ]


[ maaf buk sudah mengganggu, saya buk Titin, may mesan kue kotak buatan buk Fitri]


[ oh, boleh buk, mau berapa kotak ya? ]


[ saya mau seratus kotak buk, tolong diantar ya buk Fitri, dua hari lagi saya ada arisan dirumah ]


[ baik buk, dua hari lagi kan, tolong kitim alamat nya ya buk]


[Ya buk, nanti sekalian saya transfer uang nya]


[ baik buk, terima kasih sudah percaya dengan saya ] sambungan telepon pun terputus.

__ADS_1


Alhamdulillah, masih ada yamg percaya dengan ku. Disaat ujian bertubi tubi, tapi Allah masih memberi ku rezeki. Aku sungguh bersyukur, semoga suatu saat keinginan ku memiliki toko kue segera tercapai" batin ku penuh kebahagiaan.


Tak berapa lama ponsel ku pun kembali berdering, ternyata itu dari teman ku semasa sekolah putih abu abu dulu, ternyata dia mau mesan kue kotak buatan ku untuk acara syukuran dirumah nya. Hari ini aku mendapat pesanan kue kotak cukup banyak. Aku segera menghubungi adik ku, supaya besok datang kerumah ku bersama ibu untuk membantu ku membuat kue. Beruntung keluarga ku mau menolong sehingga aku tidak kerepotan dengan pesanan orang.


Malam ini aku sendirian dirumah, karena mas Faisal sedang dinas luar kota kata nya selama satu minggu. Ini malam kedua dia tidak dirumah.


Keesokan paginya adik dan ibu ku datang, ku sambut mereka dengan senyuman terbaik ku. Ku ajak mereka duduk di ruang keluarga dan kubuatkan minuman serta cemilan.


"Fit, kamu sehat kan?tanya ibu menatap diriku lekat.


"Sehat buk, ibu sama ayah sehat kan?


"kami sehat, hanya saja hati kami yang tak sehat" kata ibu ku berteka teki.


"maksud ibu hati siapa yang tak sehat?


Aku tertunduk diam mendengar ucapan ibu, apakah ibu sudah tahu tentang keadaan rumah tangga ku? Batin ku.


"Fit, katakan pada ibu, siapa wanita yang bersama suami mu itu?


Seketika aku mengangkat wajah ku. "aku tidak tahu buk, munkin dia wanita pilihan mertua ku untuk menjadi istri kedua mas Faisal" jawab ku jujur, tidak ada guna nya lagi rasa ku berbohong pada ibu.


"kenapa kamu tidak cerita sama ibu dan ayah, kalau suami kamu sudah berselingkuh?


"maaf buk, aku tidak mau membuat kalian menderita dengan mengetahuk keadaan rumah tangga ku.


"jadi apa sekarang rencana mu?

__ADS_1


"aku juga tidak tahu buk, sampai sekarang mas Faisal tidak pernah menyapa kublagi. Hanya sesekali dia menyapa ku jika ingin bertanya dan kami juga sudah tidur terpisah. Kata ku menjelaskan pada ibu.


"apa sampai separah itu Fit, apa tidak bisa lagi dipertahan kan?


"tidak buk jawab ku. Lalu aku menceritak semua kejadian nya.


"astaghfirullah,,sebaik nya kamu minta cerai saja Fit, ibu tidak mau anak ibu tinggal bersama pria pezina.


"ya buk, nanti kalau mas Faisal pulang dari luar kota, aku akan meminta cerai buk.


Akhirnya percakapan kami pun selesai. Kami mulai membuat adonan kue untuk dua ratus lima puluh kotak hari ini. Sebagian yang sudah masak aku antar ketempat tujuan. Selebih nya ibu dan adik ku yang mengurus didapur.


Alhamdulillah, akhirnya selesai juga kata ku saat sudah kembali kerumah. Aku duduk di lantai sambil meluruskan kaki ku.


"kak, tadi aku sempat fotoin kue kotak nya. Ada teman aku yang mau mesan, untuk tiga hari lagi." kata Maya adik ku. Dia sangat pandai mempromosikan jualan kue kotak ku.


"syukur lah, setidak nya ada pemasukan. Bisa kakak simpan untuk buka usaha toko kue"


"ya kak, nanti kalau toko kue kakak sudah jadi, aku akan kerja sama kakak ditoko.


Ibu hanya menjadi pendengar saja.


"Fit, gimana kalau ibu bantu kamu buka usaha toko kue, ibu masih punya sawah yang bisa dijual" kata ibu menatap ku iba.


"tidak usah dulu buk, nanti setelah proses perpisahan ku berhasil, baru aku pikirkan


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2