Mertua ku seperti Maduku

Mertua ku seperti Maduku
Pindah


__ADS_3

Aku berkemas memasukan barang barang ku kedalam tas. Dan tak lupa juga aku mengambil peralatan masak ku yang kubeli sendiri. Saat aku mau kedapur, aku berpapasan dengan mas Faisal.


"aku memperbolehkan mu tinggal disini untuk sementara waktu sebelum kau mendapat kan rumah kontrakan" kats Mas Faisal dengan menatap ku, tapi ku perhatikan tatapan nya itu seperti tatapan penyesalan. Bukan tatapan kebencian.


"baik mas, terima kasih, secepat nya aku akan mencari kontrakan.


"ini uang belanja mu bulan ini yang belum aku beri kan. Aku tidak mau dikatakan suami yang tidak bertanggung jawab.


Kutatap uang yang ditangan mas Faisal itu, aku bimbang untuk menerima nya.


"ambil lah, ini masih hak mu sebelum kita berpisah"


Dengan terpaksa aku mengambil uang itu.


"terima kasih mas, semoga tidak ada penyesalan diantara kita setelah kita berpisah. Hampir empat tahun kita bersama, hanya karena orang lain sehingga kita berpisah. Semoga dengan kejadian ini orang tua mu tidak lagi merendah kan diri ku dan keluarga ku. Dan semoga orang tua mu mendapat kan apa yang dia ingin kan


" setelah berkata begitu aku melanjutkan langkah ku ke kamar, aku mengurungkan niat ku untuk kedapur.


Di dalam kamar aku melihat uang yang diberikan mas Faisal, ku hitung jumlah nya sekitar tiga juta. Bulan lalu mas Faisak hanya memberikan dua juta tapi entah kenapa bulan ini dia memberu lebih. Ku syukuri saja semua nya, ini bisa ku gunakan untuk membayar rumah sewa juga modal ku untuk berjualan. Ku dengar mobil mas Faisal pergi meninggalkan halaman.


*****


Sore itu ternyata mas Faisal menemui wanita selingkuhan nya.


"Rita, maaf aku terlambat"


"tidak apa apa mas, aku juga baru sampai" jawab wanita itu yang bernama Rita.


"Rita, apa kamu ada menemui istri ku dirumah?.


"ya mas, aku mebemui istri mu, lebih tepat nya mantan istri mu mas. Kata Rita menekan kan kata mantan istri.


"ya, aku tahu, tapi ada apa kau menemui nya?


"aku hanya mengatakan pada nya kalau aku hamik anak kamu mas. Dia sangat marah bahkan dia menampar aku mas, karena tidak terima kalau aku mengandung anak kamu.


"apa benar kamu hamil anak aku? Kata Faisal yang sangat terkejut.


"ya mas, ini bukti nya" kata Rita mengeluarkan sebuah tespeck bergaris dua merah.


Faisal mengambil tespack itu dan melihat nya sebuah senyuman terukir di wajah nya.

__ADS_1


"jadi kamu benaran hamil Rit, aku akan segera menjadi ayah? Kata Faisal dengan girang. Kebahagian nya tidak dapat di sembunyi kan nya.


"ya mas, kamu percaya kan sama aku sekarang kalau aku bisa hamil anak kamu.


"ya, sekarang kita temui keluarga ku untuk membahas pernikahan kita" kata Faisal lalu bangkit dari duduk nya.


"baik mas, lebih cepat lebih baik, sebelum perut ku membesar.


"ya, ayo kita pergi" kata Faisal menggandeng tangan Rita.


Faisal melajutak mobil nya dijalan raya yang lenggang itu menuju rumah orang tua nya.


"assalamu'alaikum ibu"


"wa'alaikumsalam, Faisal, Rita, kalian datang, mari masuk" kata Ibu Faisal menyambut anak dan calon menantu baru nya itu dengan gembira.


"ayo duduk dulu, kemala buat kan minum untuk kakak mu dan calon kakak ipar mu ya" kata ibu menyuruh sang anak gadis.


"ada berita apa kalian berdua kemari?


"begini buk, aku akan segera menikahi Rita karena dia sedang mengandung anak ku" kata Faisal tanpa basa basi.


"ya buk, aku sedang mengandung calon cucu ibu" kata Rita yang menjawab


"akhirnya ibu punya cucu. Sudah lama ibu menanti kan momen ini. Kenapa gak dari dulu saja kalian menikah. Beruntung kamu pisah dengan wanita mandul itu Sal, kalau kamu tetap sama dia, kapan ibu bisa punya cucu" kata ibu yang nampak gembira.


"ini kak silah kan diminum" kata Kemala datang membawa nampan berisikan teh manis.


"ya, terima kasih ya mala" jawab Rita dengan senyum yang mengembang.


"jadi kapan kalian akan menikah?


"secepat nya buk, setelah urusan ku dengan Fitri selesai.


"bagus lah, ibu akan mempersiap kan semuanya.


"terima kasih ya buk" jawab Rita dengan raut bahagia.


Aku bergegas keluar dari rumah mantan suami ku itu, walau pun dia memberi ku tenggang waktu untuk aku tinggal disana, tapi aku tidak mau. Aku tidak mau lagi tinggal satu atap dengan pria yang sudah tidak menghargai diri ku. Aku menarik tuas gas sepeda motor ku menuju kontrakan yang kulihat dimedia sosial.


Sekitar satu jam lebih aku berkendara, sampai lah aku di rumah kontrakan tersebut.

__ADS_1


Aku menemui pemilik kontrakan itu.


"permisi buk, apa betul rumah ini di kintrak kan?


"ya neng, apa neng yang menghubungi saya tadi?


"ya buk, saya Fitri"


"oh saya buk Dina pemilik kontrakan ini.


Setelah bernegosiasi dengan harga yang sudah di sepakati, akhirnya aku bisa beristirahat di rumah yang cukup lumayan besar untuk aku tempati. Tempat tidur dan peralatan dapur yang seada nya sudah tersedia.


Ternyata rumah itu sudah dibersihkan oleh pemilik nya sehingga aku tudak perlu repot untuk beberes. Aku masuk ke dalam kamar mengemasi barang barang ku.


Tak terasa mata ini pun diserang kantuk dan aku pun tertidur entah berapa jam.


Saat aku terbangun, aku melihat keluar ternyata sudah malam, dan ku ambil ponsel ku dan ku lihat jam ternyata sudah pukul delapan lewat. Aku segera masuk kamar mandi, setelah selesai aku memasak mie instan yang sempat ku beli di warung dekat kontrakan ku tadi sore.


Selesai makan anku duduk di tepi ranjang yang berukuran hanya muat untuk ku seorang. Ku lihat ponsel ku tidak ada pesan dari siapa pun. Dan akhirnya aku memutuskan untuk menghubungi orang tua ku.


[ Assalamu'alaikum buk ]


[Wa'alaikum salam Fit, gimana kabar mu?]


[aku baik buk, buk aku sudah pisah dengan mas Faisal buk]


[ yang sabar ya ndok, sekarang apa keputusan mu kedepan nya ]


[aku mau berjualan kue saja dulu buk, sekarang aku sudah pindak kekontrakan buk, nanti aku kirim alamat nya supaya ibu bisa datang]


[ya Fit, kamu baik baik disana ya. Jaga diri mu dari pandangan lelaki. Karena wanita yang tidak bersuami itu selalu di pandang rendah oleh orang lain].


[ ya buk, doain aku ya buk, agar aku kuat menjalani hidup ku yang sekarang]


[ ya, ibu selalu mendoa kan mu, sekarang sudah malam, lebih baik kamu istirahat. Besok ibu akan datang bersama adik mu]


[ya buk, aku tutup dulu telpon nya ya buk]


Akhirnya aku lega sudah mengabari keluarga ku, dan aku pun mengirim alamat ku yang baru kepada orang tua ku.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2