
"Tante Fitri" teriak anak kecil memanggil Fitri.
Fitri yang merasa nama nya dipanggil langsumg melihat kebelakang.
"Sila" ucap Fitri melihat gadis kecil itu berlari kearah nya.
"tante cantik sedang apa di kantor Daddy aku"
"Tante lagi mengantar kan pesanan kue kotak sayang" jawab Fitri kemudian melihat kearah pria yang berdiri dibelakang Sila. Tatapan mereka bertemu.
"kenapa jantung ku berdebar seperti ini" batin Fitri"
"ada apa dengan jantung ku yang berdebar cepat seperti ini" batin Aldo.
Fitri langsung memutus tatapan mata nya dengan Aldo.
"sial, kenapa aku deg deg an saat bertemu dengan Fitri ya" batin Aldo.
"Sila, sedang apa disini? Tanya Fitri"
"aku sedang main di kantor Daddy tante"
"Sila, ayo kita pulang nanti nenek kelamaan menunggu"ucap Aldo.
"bentar Dad" kata Sila
"tante, mau gak ikut kerumah aku?"
"sayang, maaf ya tante gak bisa ikut, soal nya tante harus kerja lagi" kata Fitri menolak ajakan Sila.
"ya udah deh tante, tapi kapan-kapan kita main sama ya tan, aku kangen masakan tante"
"ya, nanti kalau ada waktu tante akan ajak kamu main dan tante masakin ayamngorwng yang enak"kata Fitri.
"beneran ya tante?"
"ya, tante janji sekarang kamu pulang dulu ya, tante juga mau langsung ke tempat kerja"
"oke tante, bay.." Sila pun berlalu pergi begitu juga Fitri dan teman nya.
*****
Selama dalam perjalanan menuju pulang, Aldo masih saja memikir kan Fitri.
__ADS_1
"senyum nya itu sungguh manis, baru kali ini ada wanita yang membuat ku berdebar. Sepertinya dia wanita yang baik dan pekerja keras, dan sepertinya dia juga bukan tipe wanita yang matrealistis" batin Aldo dalam lamunan nya.
"Dad..daddy" kata Sila membuyarkan lamunan Aldo.
"ya sayang, apa kamu mau sesuatu?
"tidak dad, hanya saja aku pengin main kerumah tante Fitri dia itu sangat baik"
"oh ya, kenapa kamu bilang dia baik?"
"ya dad, waktu aku kesasar itu, dia tang nolongin aku, memberi aku makan dan minum, daddy tahu gak?"
"gak, daddy gak tahu"
"ih daddy, aku kan belum selesai ngomong"
"iya iya kata kan"
"tante Fitri sangat pintar memasak loh Dad, masakan nya sangat enak. Bahkan kue yang di jual ditokonya, dia sendiri yang buat dad"
"oh ya, terus apa lagi yang kalian lakukan? Tanya Aldo penasaran"
"tante Fitri mengajak aku pulang kerumah nya, lalu dia membelikan aku baju ganti. Bahkan dia mengajak ku sholat subuh dad"
"bukan dad, tapi aku yang bangun sendiri, saat aku melihat tante Fitri mau sholat, aku memanggilnya dan aku beranya apa aku boleh ikut sholat juga"
"terus apa dia mengijinnkan mu? Tanya Aldo"
"iya dad, tante Fitri bahkan mengajari ku cara berwudhu"
"ternyata dia wanita yang baik" gumam Aldo yang masih bisa di dengar Sila.
"ya dad, dia wanita yang baik. Aku mau mama seperti tante Fitri"
Mendengar ucapan Sila, sontak membuat Aldo merem mobil nya. Beruntung tidak ada mobil dibelakang nya.
"daddy, kenapa merem tiba-tiba? Kalau kita tabrakan gimana?
"sayang apa yang kamu kata kan tadi, kamu beneran mau mama seperti tante Fitri?
"ya dad, bahkan aku sudah menganggap nya sebagai mama aku, dan tante Fitri tidak keberatan"
Aldi kembali melajukan mobil nya menuju rumah, dia tidak lagi menanggapi ucapan Sila. Aldo larut dengan pikiran nya sendiri.
__ADS_1
Sedangkan ditempat lain tepat nya dirumah keluarga Faisal, orang tua nya sedang asik menikmati kue yang dibawakan Rita.
"heemm..kue nya enak sekali, kalian beli dimana sih kue ini? Tanya buk Murni"
"iya Buk, lue nya enak. Aku jadi mau makan terus" ujar Kemala adik nya Faisal.
Rita yang mendengar nya kembali memasang wajah masam.
"Rita, kalian beli dimana kue ini? Tanya buk Murni lagi"
"di tempat mantan menantu ibu itu" kata Rita
"mantan menantu, maksud kamu Fitri yang menjual kue ini?
"iya buk, dia bahkan membuka toko kue di dekat komplek perumahan elit. Bahkan toko nya itu sangat ramai pembelinya"
"kok bisa, dari mana dia mendapat kan uang sebanyak itu? Faisal apa kamu memberi kan wanita kampungan itu uang harta gono gini? Tanya buk Murni mencecar anak nya.
Rita yang mendengar nya langsumg melihat kearah suami nya.
"ibu, itu tidak munkin. Aku tidak pernah memberikan dia sepeser uang setelah berpisah" jawab Faisal.
"jadi dari mana dia mendapat kan uang sehingga bisa memvuka toko kue"
"iya mas, apa kamu diam-diam ngasi uang ke wanita kampung itu? Kata Rita"
"aku tidak pernah memberi nya uang" kata Faisal menyangkal tuduhan ibu nya dan juga istri nya.
"jadi dari mana dia mendapat kan uang, apa dia jual diri ya, untuk memenuhi kebutuhan hidup nya" kata Rita.
" kamu benar Rita, munkin wanita kampung itu jual diri" kata ibu Murni.
"terserah dia mau mendapat kan uang dari mana buk, yang penting dia tidak mengusik hidup kita" kata Faisal.
"ibu heran, kenapa bisa kamu dulu menikah dengan wanita kampung seperti itu"
"munkin saat itu mata ku buram buk" kata Faisal sekena nya.
"alah..alasan saja. Kamu itu gak pandai memilih wanita. Lihat samapi sekarang kamu tidakemiliki anak dengan nya"
"mana aku tahu buk jika dia wanita yang tidak subur"
"bagus juga kalian tidak sempat memiliki anak, jadi ibu tidak ada alasan untuk mempertahan kan dia jadi menantu ibu"
__ADS_1
Bersambung