Miraculous Princess

Miraculous Princess
Ch. 10 - Menjadi Teman


__ADS_3

Mula-mula Rong Huang tidak merasakan perasaan negatif kepada Rong Muxiu, tetapi sekarang dia sudah tidak tahan lagi. Dalam hati dia merutuk tingkah Rong Muxiu yang menurutnya irasional. Dia, Rong Huang hanya melakukan sesuatu yang berbuah baik bagi anak itu. Namun dia!


Apa? Tidur di atas pohon?!


Kau pasti bercanda!


Tidak membuang waktu lagi, Rong Huang menarik lengan Rong Muxiu seerat yang dia bisa. Rasa sakit pun tidak bisa dihindarkan, karena itu Rong Muxiu yang tidak bisa melakukan apa-apa menatap genggaman kasar Rong Huang dengan kening yang berkedut.


Ini adalah konsekuensi dari persetujuannya. Persetujuan yang dibuat berdasarkan situasi dan kemampuan fisiknya yang saat ini tidak mumpuni. Itu karena pemilik sebelumnya tidak pernah terpikir untuk melatih fisiknya.


Rong Muxiu sama sekali tidak paham, sebenarnya apa isi otak terbelakang pemilik sebelumnya itu?


“Kau akan membawaku ke mana?” Tidak ada jawaban, Rong Huang tetap melanjutkan langkahnya tanpa sepatah kata.


Tidak menunggu Rong Huang berpikir, Rong Muxiu menghentikan langkahnya. Membiarkan Rong Huang terpaksa menyeretnya. Tetapi tidakan itu percuma. Meskipun Rong Huang terus menarik dirinya, dia tetap tidak menyadarinya.


“Hei, katakanlah kau akan membawa kita ke mana?”


Rong Huang menyipitkan matanya tanpa suara, dia terus berjalan tanpa henti. Sama seperti pikirannya yang tidak pernah berhenti berkelana. Dia seakan-akan membangun tembok tinggi-tinggi supaya menghalangi dirinya agar bisa masuk ke dalam, begitulah bayangan Rong Muxiu.


Sayang sekali, tidak pernah terpikir dalam benak Rong Muxiu bahwa Rong Huang sedang memanipulasi energi mentalnya, menghalangi jalur masuknya gelombang suara. Rong Huang juga tidak memikirkan diri Rong Muxiu sama sekali. Dia memang kesal tapi kekesalan itu segera ditutupi dengan kegembiraannya.


Kegembiraan atas ajakan kakak pertamanya — Putra Mahkota — mengunjungi toko alkimia yang baru saja dibuka. Dia ingin membeli beberapa elixir khusus yang baru dikembangkan oleh pemiliknya langsung. Dan yang dijual juga tidak kalah kebat. Itu sangat menarik!


Baru saja Rong Huang ingin menjerit senang, tiba-tiba ia merasakan jitakan yang mengenai tengkorak belakangnya. Kepalanya berdenyut sakit. Setelah menghilangkan pengaruh energi mental yang menutupi telinganya, dia pun menoleh dengan pandangan kesal.


“Kenapa?!” Tepat saat itu, Rong Muxiu menarik tangannya lepas dari cengkraman Rong Huang.


“Syukurlah Huang jiejieku yang cantik belum mengalami gangguan telinga,” ujarnya datar dengan tangan yang terlipat di depan dada dan dagu yang diangkat.


“Apa maksudmu belum?!”


Rong Muxiu mengangguk, “Aku mengerti, ternyata Huang jiejie menyumbat telinganya dengan ...” Dia melirik tangan Rong Huang yang terkepal di samping tubuh dan memiringkan kepala, “Energi mental?”


“Kau!” Rong Huang yang tidak bisa menahan kekesalannya, hanya berpikir dia perlu mengguncang bahu Rong Muxiu agar menjadi sedikit lebih kritis. “Astaga aku sedang berpikir tentang betapa menyenangkannya malam yang akan aku dapatkan hari ini, tetapi kau telah menghancurkan imajinasiku itu! Aku tidak punya pilihan selain membawamu ikut denganku!”


Rong Muxiu mundur beberapa langkah dan bertanya, “Kenapa kau harus memikirkanku?”

__ADS_1


Dia tidak langsung menjawab, “Jelas karena kau adalah sepupuku!”


“Apakah kau yakin karena itu?” Rong Muxiu merenung lalu melanjutkan. “Kalau aku menjadi dirimu, aku pasti tidak akan melakukan hal sebodoh itu. Untuk apa aku menolong orang yang tidak kukenal sama sekali?”


Rong Huang mengernyit, “Seseorang tidak harus mengenal satu sama lain ketika menolong. Karena sehabis menolong yang lain orang-orang itu pasti akan mencoba untuk mengenal lebih dalam, ‘kan?”


“Tapi aku tidak pernah meminta pertolonganmu,” elaknya menggeleng.


Rong Huang menatapnya intens, “Kau yakin?”


“Sangat.”


Rong Huang tergelak tawa, “Aku tidak yakin dengan itu. Tapi kau telah menolongku, aku harusnya membalas budi, bukan? Lagian penampilanmu yang tak keruan itu seakan secara tak langsung meminta bantuan kepada yang melihat.” Dia menunjuk pakaian Rong Muxiu yang terlihat kusam dan acak-acak.


“Sebenarnya aku juga tidak yakin, apakah kau benar-benar ingin menolongku? Kau sudah menolongku dengan membantuku mengisi perutku, jadi kita sudah impas.”


“Kita adalah sepupu! Seperti yang kukatakan sebelumnya, sudah sepantasnya bagiku untuk menolong adik sepupuku yang kesulitan.” Lama-kelamaan berbasa-basi dengan Rong Muxiu membuat Rong Huang menjadi semakin malas.


Karena bosan ia melirik langit yang berwarna kejinggaan. Benar kata Rong Muxiu sebelumnya, ternyata matahari benar-benar akan tenggelam. Dia harus menyelesaikan masalah konyol ini secepatnya dan mengajak gadis irasional satu ini untuk mengikutinya bertemu kakak pertamanya.


“Ah, benar-benar merepotkan!” Rong Huang menarik tangan Rong Muxiu sekali lagi. “Ikut denganku!”


Sebelumnya ...


Tidak pernah seperti ini.


• • •


Malam telah tiba. Tidak seperti biasanya, bulan nampak bersinar sendirian di tengah langit gelap gulita. Tidak seperti biasanya pula ruangan pribadi Putra Mahkota, Rong Shi diisi oleh suara perdebatan.


Kakak-adik itu — Rong Shi dan Rong Huang —berdebat hebat. Pasalnya Rong Huang ingin pergi ke toko alkimia yang baru saja dibuka malam ini juga. Tetapi Rong Shi tidak menerima keinginannya itu.


“Kakak ‘kan sudah janji akan pergi bersama denganku mengunjungi toko itu malam ini!” Rong Huang Bangkit dari kursinya, memandang Rong Shi tajam.


“Hah? Aku tidak mengatakan bahwa aku akan menemanimu malam ini,” sanggah Rong Shi sambil menggeleng berulang kali.


Tiba-tiba Rong Muxiu yang dari tadi terdiam dan duduk di samping Rong Huang merasakan firasat buruk. Saat Rong Huang meliriknya, saat itu ‘lah Rong Huang menyadari apa yang akan segera terjadi.

__ADS_1


“Ngomong-ngomong, kak. Perkenalkan dia adalah teman baruku namanya-”


“Muxiu, salam kenal. Maaf saya memotong perkataan Anda, Tuan Putri.” Senyum di wajah Rong Muxiu entah mengapa membuat Rong Huang merasa jijik.


“Oh, nama yang bagus,” pujinya ringan. “Tolong jaga anak ini, Rong Huang terkadang agak menyebalkan. Dia sering melakukan hal-hal aneh seperti memaksa orang lain untuk memberikan bantuan kepada orang lain. Aku paham bagaimana posisimu di sini.” Tuturnya yang mendapatkan tatapan tajam dari Ring Huang.


“Kakak!” Rong Shi tertawa puas.


“Jadi, kak.”


“Izinkan aku untuk pergi bersama dengannya ke toko alkimia itu,” sambung Rong Shi selaras.


“Kakakku memang yang terbaik.” Dia tersenyum lebar lalu duduk kembali.


“Tapi tanya kepadanya, apakah dia setuju ingin ikut denganmu atau tidak,”


“Tentu saja dia akan menyetujui keinginanku,”


Rong Huang hanya terdiam di tengah perdebatan ini. Dia tidak tau banyak soal perasaan kekeluargaan atau semacam itu. Sebab di kehidupan sebelumnya dia telah dibuang oleh Ibunya sejak ia masih bayi. Oleh karena itu dia sama sekali tidak bisa melakukan apapun di bawah atmosfer harmonis ini.


“Kau benar-benar pemaksa, Huang’er! Dia sepertinya benar-benar terintimidasi olehmu. Apa kau tau apa yang akan Ayah katakan jikalau beliau mendengar paksaan jahat yang kau lakukan kepadanya,”


“Bagaimana kakak bisa tau satu itu!”


“Tebakan, dan sepertinya aku benar.”


Peluang Rong Shi untuk mengetahui identitas Rong Muxiu semakin tinggi. Atau mungkin dia mengetahui identitas Rong Muxiu dari awal.


Seakan-akan bisa membaca pikiran Rong Muxiu, Rong Shi tersenyum dan berkata. “Putri idiot yang mereka bicarakan benar-benar tidak terlihat seperti yang dikatakan. Sebaliknya, dia adalah pribadi yang tenang dan sopan.”


Rong Muxiu tidak bisa memberikan reaksi terkejut. Dia hanya terdiam, memperhatikan setiap pergerakan yang terjadi di ruangan ini. Hal itu membangkitkan ketertarikan sang Putra Mahkota.


Dia bertopang dagu, “Kau sepertinya tidak terkejut sama sekali. Sama seperti yang kau pikirkan, segala hal yang diketahui oleh Rong Huang pasti akan diketahui olehku.”


“Saya tidak dapat menolak apa yang Anda pikirkan Pangeran. Saya hanya berpikir haruskah saya menerima tawaran Rong Huang. Soalnya dia ‘lah yang telah menyeretku ke sini.” Busur indah berhasil ia bangkitkan.


“Sudahlah!” Rong Huang bangkit dengan tampang kesal, “Jadi kau mau menerima tawaranku atau tidak?”

__ADS_1


“Terima.”


[ To Be Continued ]


__ADS_2