
Rong Muxiu tidak lanjut berbicara dan hanya terdiam menatap sekitar mereka. Dia segera mengalihkan pandangannya ketika menangkap siluet seorang pria yang tertawa bersama pria tua di hadapannya. Saat itu dia merasakan perasaan yang tidak dapat dijelaskan. Semacam firasat buruk.
Lantas dia mengalihkan pandangannya ke punggung Rong Huang yang berjalan tidak jauh di depannya. Rong Muxiu masih belum memutuskan, apakah dia harus memberitahu kepada Rong Huang ataukah tidak? Mengingat situasi sebelumnya, dia pun menggeleng. Tindakan itu tidak tepat, justru itu akan menimbulkan masalah baru.
Lain halnya dengan Rong Huang yang tidak memperhatikan keanehan yang dirasakan oleh Rong Muxiu, dia justru melihat kerumunan yang yang menumpuk mengelilingi sebuah panggung berukuran sedang.
“Muxiu, mau pergi ke sana?” Rong Huang tidak bisa membuka suaranya dengan baik, itu membuat segalanya terasa semakin canggung, ditambah Rong Muxiu sama sekali tidak memperhatikannya.
Rong Huang terbatuk kering untuk menetralkan kecanggungannya. Sialnya, di saat yang sama Rong Muxiu juga ingin mengutarakan sesuatu.
“Aku-“
“Aku-“ Rong Muxiu menarik napas dalam.
“Kau duluan,” pinta Rong Muxiu mengalah.
“Muxiu, kau mau ikut bersamaku untuk melihat acara di sebelah sana?” Rong Muxiu memiringkan kepala dengan mata yang melirik ke kerubungan itu.
“Tidak mau.” Rong Muxiu menggeleng dengan dahi yang mengkerut. Dia terlalu malas untuk menyatu bersama kerumunan seperti itu, apalagi ketika dia memiliki perasaan yang tidak baik. Itu terlalu berisiko.
“Oh, jika kau yang menginginkannya. Maka bayar ganti rugiku tadi siang.”
“Baiklah, baiklah,” Balaka Rong Muxiu pasrah sambil menunduk penuh penyesalan.
Dia berubah pikiran, mungkin jika dia ikut serta dia akan mendapatkan jawabannya.
Lantas Rong Huang berjalan bersama mendekati kerubungan itu dengan wajah yang tenang. Saat keduanya melihat di atas panggung itu terdapat dua orang yang tengah beradu kekuatan, keduanya tersenyum tanpa sebab. Suasana canggung pun kian kabur.
“Huang jiejie, apa kau mau membuktikannya di sini, seberapa kuat kekuatanmu sebenarnya? Jika kau menolak tawaranku kali ini, aku akan mengartikan jika sebenarnya kau sangat lemah.” Kedua tangannya ia lipat di depan dada seraya menatap Rong Huang dengan pandangan meremehkan.
“Siapa takut, aku akan membuktikannya. Lihat saja.” Rong Huang menyeringai.
“Apa kalian ingin mengikuti kompetisi adu kekuatan ini. Kalau kalian ingin silahkan ikut denganku.” Suara kekanakkan itu terdengar di antara mereka.
Rong Muxiu berbalik dengan mata yang terbelalak, dia tidak tau jika anak itu telah berada di dekat mereka sejak lama. Sedangkan Rong Huang hanya tersenyum dan menyapa balik anak itu. Sepertinya Rong Huang mengenalnya.
“Hai,” tidak, Rong Huang tidak mengenalnya. “Aku ingin mengikuti pertandingan ini, hanya aku. Dia tidak memiliki kemampuan spritual untuk mengalahkan orang-orang itu sama sekali.”
“Tidak masalah orang tanpa kemampuan spritual pun dapat melakukan kompetisinya. Lihat orang itu, mereka melakukannya.” Anak itu menoleh ke atas panggung, seorang gadis remaja melakukan kuda-kuda untuk bersiap menyerang seorang lelaki sebaya di hadapannya.
Rong Huang menyipitkan mata dan melihat bahwa lelaki muda itu tidak memiliki kekuatan spritual meskipun memiliki kemampuan fisik yang tinggi. Itu bisa menjadi celah yang besar bagi kultivator untuk menyerangnya.
“Tidak, aku tetap tidak ikut.”
“Kenapa? Apa kau takut?” Anak kecil itu tersenyum tipis.
“Aku benci pertarungan, jadi jangan paksa aku.” Rong Huang seketika itu berbalik dengan ekspresi mual di wajahnya.
“Baik, karena kau adalah pencinta kedamaian maka aku tidak akan memaksamu ke dalam kompetisi ini.” Anak kecil itu mengangguk dan menarik tangan Rong Huang riang.
“Ikut denganku.”
“Huang jiejie! Hati-hati!” Seru Rong Muxiu dari kejauhan dengan tangan yang terangkat.
Ketika Rong Huang lenyap dari pandangannya, Ronh Muxiu mulai mempertimbangkan beberapa deduksinya yang menyatakan kemungkinan situasi yang buruk akan terjadi di tempat ini. Jadi dia harus melihat beberapa hal terlebih dulu.
Indra penciumannya menangkap bau anyir yang begitu kuat yang berada tidak jauh darinya. Tetapi itu tidak berasal dari atas panggung, karena dia telah melihat bahwa orang-orang itu di atas sana tidak menderita luka yang begitu parah, dia pun menduga bau itu berasal dari tempat yang lain, tidak jauh dari sini.
__ADS_1
“Pertandingan antara Qin’er dan Xiaopang dimulai,” ucap lantang wasit itu memulai pertandingan.
Sementara Rong Muxiu sedang menyipitkan matanya ke arah lain. Firasatnya mengatakan jika bau anyir itu adalah tanda bahwa kemalangan akan terjadi dalam waktu dekat.
Tapi dia tak mengindahkan pikirannya dengan menggeleng berulang kali. Lalu dia mengembalikan pandangannya ke atas panggung. Rong Muxiu tidak bisa melihat secara keseluruhan bagaimana pertarungan berlangsung karena tingginya yang terlalu kecil.
Dia harus memperbaiki tubuhnya secepat mungkin!
Mau bagaimana lagi, karena dia sudah berada di sini sebaiknya dia memanfaatkan segalanya sebaik mungkin.
“Hei, apakah kalian ingin bertaruh? Jika kalian ingin, mari kita lakukan. Akan menjadi sangat membosankan bukan, jika orang-orang hanya terus menyaksikan tanpa melakukan sesuatu?” Rong Muxiu berkecak pinggang menatap orang-orang yang saling berbisik.
Orang-orang yang saling berbisik itu pun menoleh ke arah Rong Muxiu yang tersenyum dengan pandangan bingung. Melihat bahwa Rong Muxiu memiliki sinar kepercayaan diri di wajahnya, orang-orang itu pun mulai percaya akan pernyataan yang gadis itu buat sebelumnya.
“Menurut kalian siapa yang akan menang?” Suara malas Rong Muxiu terdengar mencapai telinga mereka. Itu membangkitkan semangat beberapa orang.
Tidak ada yang menjawab.
Sesuai dugaan. Rong Muxiu menarik cincin kristal ungu yang diberikan oleh pria tua itu dari dalam saku yang menggantung di pinggangnya lalu berkata, “Aku akan memberikan kepada kalian cincin ini beserta koin emas yang kubawa jika kalian sanggup menerima tantangan ini.”
Orang-orang dipenuhi oleh kegemparan dan ketidakpercayaan. Tidak mungkin! Bagaimana bisa harta itu diberikan kepada seorang gadis kecil! Cincin itu .. adalah harta Akademi Heaven’S Star yang terkenal!
“Kuperingatkan sekali lagi, meskipun aku tidak bisa memanipulasi qi, aku masih dapat menjatuhkan menjatuhkan kalian dengan mudah,” seringaian itu mengembang semakin besar.
“Jika kau bisa, hadapi seranganku!”
Seorang pria yang memiliki tubuh penuh otot berlari dengan kecepatan maksimalnya mendekati Rong Muxiu dengan ancang-ancang akan melayangkan tinju. Rong Muxiu pun tersenyum tipis, lalu mundur selangkah ke samping dari tempatnya semula.
“Astaga, dasar otak otot,” gumamnya melihat pria itu terlempar hingga tersungkur ke tanah.
Dia pun menepuk-belum tangannya dan berkata tanpa beban, “Inilah yang akan terjadi jika orang bodoh beraksi tanpa pikir panjang, astaga padahal aku ‘kan pencinta kedamaian.”
Rong Muxiu berbalik menatap orang-orang itu dengan mata yang melengkung dipenuhi cahaya bulan, “Ayo kita bertaruh, oke?”
“Pertandingan berakhir!” Seru seorang wasit yang berdiri di atas panggung seraya memberikan isyarat dengan tangannya.
“Qing’er kalah dan Xiaopang menang!” Suara itu menginterupsi kekagetan beberapa orang.
Tidak dapat dipercaya! Seorang pemuda tanpa kemampuan spritual mengalahkan seorang gadis yang memiliki kemampuan spritual qi condensation tingkat kelima!
“Selanjutnya adalah pertarungan antara He Long dan Fei Yang!” Wajah semangat wasit itu beralih menatap kerumunan sekitar dengan raut penasaran.
“Siapa yang akan menang?! Apakah itu He Long? Ataukah Fei Yang?”
Rong Muxiu menguap malas menatap orang-orang yang memiliki raut penasaran di wajahnya. Oh, sepertinya situasi benar-benar terbalik untuk dirinya.
“Baiklah kita mulai pertandingannya!”
“1 ..”
Rong Muxiu meraih kertas dari dalam saku yang sama tempat dia meletakkan cincin kristal ungu itu. Dalam hati dia terkekeh, ternyata membawa beberapa lembar perkamen dan kuas serta tinta memang tidaklah sia-sia.
“2 ..”
Rong Muxiu mengulum senyum, “Ambil dan tulis nama kalian dan siapa yang kalian pilih.”
“3!”
__ADS_1
Pertarungan dimulai, pria dengan janggut di sisi kiri — Fei Yang — mengambil pedang dari sarung yang tersemat di belakang punggungnya. Lalu memasang kuda-kuda dengan mata pedang yang terbalik.
Pria di sisi kanan — He Long — melakukan hal hal yang sama. Bedanya, dia tidak memegang apa-apa.
“Menurutmu siapa yang menang?” Rong Muxiu menaikkan alisnya dan melirik malas orang yang tengah memegang perkamen yang telah diberikannya.
“Fei Yang,” balas orang itu yakin, lalu memberikan kuas serta perkamen itu ke tangan orang yang lain.
Rong Muxiu membelai dagunya dan membalas riang, “Kalau begitu aku memilih pria tua yang ada di sisi kiri! Karena kelihatannya dia begitu yakin pada dirinya sendiri.”
Orang itu tersenyum sangat samar.
“Bagaimana kau akan membagikan hartamu jika kau kalah?”
Rong Muxiu menjawab dengan tenang, “Aku akan memberikan uang kepada mereka .. masing-masing .. er .. dua puluh koin emas. Dan untuk cincin kristal ungu itu akan kuberikan kepada orang yang paling yakin dengan taruhannya. Dengan kata lain, orang itu harus mempertaruhkan lebih banyak uang.”
Orang-orang yang mendengar perkataan Rong Muxiu menunjukkan wajah yang bersemangat. Aih, mereka tidak pandai menutup-nutupi apa yang mereka pikirkan. Apakah orang-orang bodoh itu tidak pernah sekalipun mewaspadai Rong Muxiu yang menatap malas itu?
Setelah beberapa detik, masih belum ada yang melayangkan serangan kepada yang lain. Masing-masing dari mereka masih memasang kuda-kuda yang kokoh. Seakan-akan tindakan itu mengatakan perturan baru, “Yang memulai lebih dulu akan kalah lebih awal.”
Sampai akhirnya keduanya berpikir serentak melancarkan aksi. Namun Fei Yang memiliki kecepatan yang jauh lebih cepat daripada He Long sehingga He Long disudutkan dengan cepat.
Saat Fei Yang melemparkan serangan dengan pedang yang telah diintegrasikan dengan qi, He Long menghindar lalu membalas dengan tinju tepat di atas kepala Fei Yang. Lantas Fei Yang yang telah murka akibat diprovokasi oleh He Long melakukan serangan beruntun.
“Benar-benar bodoh,” gumam Rong Muxiu tanpa mengalihkan pandangannya.
He Long nyaris terjatuh ke luar panggung, tapi dia menghindar dengan qi yang ia buat menjadi padat di udara, membuat udara seakan lebih padat dan padat dibandingkan sebelumnya.
Sejauh ini keduanya sama sekali belum melakukan serangan atau teknik khusus. Fei Yang dengan serangan agresifnya dan He Long dengan kemampuan yang baik dalam mengendalikan qi di udara, mereka saling menyudutkan.
Ketika He Long melakukan tendangan ke titik fatal tubuh, dada. Fei Yang terpental mundur lalu memuntahkan darah. Matanya membola saat melihat cairan pekat berwarna merah yang mengalir di lantai panggung itu.
Tetapi dia belum menyerah!
Sambil memegang dada untuk menahan sakit, dia bangkit dan menatap He Long penuh dendam. Dia mengambil pedangnya pedangnya, lalu membalikkan mata pedang ke depan.
“Oh tidak, sepertinya akan terjadi pertarungan hidup dan mati di sini,” gumam Rong Muxiu tanpa daya.
He Long menatap waspada dengan kuda-kuda yang matang, sepertinya dia akan meluncurkan teknik khusus. Atau tidak?
Fei Yang berlari ke arah He Long dengan marah lalu berteriak, “Earth Demonic Technique: Destruction Earthquake!”
Fei Yang menghentakkan kakinya di atas panggung, itu membuat gelombang getaran yang tak main-main. Tanah di sekitar menjadi retak bahkan beberapa batu berhasil dibuat melayang di udara oleh qi Fei Yang melayang di udara. Namun anehnya panggung itu sama sekali tidak roboh.
Sebelum Fei Yang berhasil mengendalikan batu-batu itu untuk mencapai He Long, He Long membalas serangan, “Sound Vibrations Technique: Sound Reflection!”
Udara bergetar hebat, itu menimbulkan siaran lengkingan yang amat dahsyat. Tapi orang-orang yang berada di luar — selain Rong Muxiu — hanya melihat bagaimana bebatuan yang berhasil diangkat oleh Fei Yang jatuh ke tanah begitu saja.
He Long mengambil kesempatan saat Fei Yang lengah, dia membungkuk dan berlari dengan kecepatan yang tinggi lalu melompat tepat di bawah dagu Fei Yang untuk mendaratkan tinju telak ke atas dagunya.
Fei Yang memuntahkan darah sekali lagi. Namun kali ini dia benar-benar kehilangan kesadarannya.
Wasit tertegun sejenak lalu berteriak dengan lantang, “Pertandingan berakhir! Fei Yang kalah dan He Long menang!”
Orang-orang yang mendukung Fei Yang sebelumnya pun mengeluh. Mereka merasa telah diperdaya. Rong Muxiu pun berbalik dengan tatapan riang.
“Sini serahkan semua taruhan yang telah kalian berikan kepadaku.”
__ADS_1
[ To Be Continued ]