Miraculous Princess

Miraculous Princess
Ch. 14 - Belajar Bertahan Hidup


__ADS_3

Gadis itu tengah membaca buku tanpa ekspresi. Muridnya bergerak dengan kecepatan yang tidak biasa. Setelah menyelesaikan satu halaman ia pun membuka halaman lain. Tanpa suara, segalanya hening.


Terdapat dua tumpukan buku tidak jauh dari tempatnya berada dengan tumpukan pertama terdiri atas buku-buku yang telah dipilahnya dari rak buku dan tumpukkan kedua terdiri atas buku-buku tumpukan pertama yang telah dia selesaikan. Demikian, semakin lama semakin banyak buku yang menumpuk di sisi kedua.


Jika ada orang lain selain dirinya di sini, maka orang itu akan memuntahkan darah atas ketidakpecayaannya. Karena gadis itu membaca buku dengan kecepatan yang tidak normal namun matanya tidak pernah terlihat berhenti sedetik pun, kecuali saat dia meraih buku baru dari tumpukan pertama.


Syukurlah tidak ada orang lain, itu memberikannya manfaat yang cukup banyak. Misalnya tidak ada yang akan mengernyit saat melihat kebiasaannya, tidak ada yang akan berisik sehingga mengganggu konsentrasinya, atau bahkan tidak ada yang menjadi begitu menyebalkan karena dia tidak mempedulikan sekitar.


Sebab beberapa saat sebelumnya dia diberitahu oleh pria berpakaian putih itu bahwa dia dan Rong Huang tidak bisa berada di ruangan yang sama. Lantaran ruangan perpustakaan ini memiliki keistimewaan, yakni dapat menggandakan ruang yang sama dalam waktu bersamaan saat orang dengan jiwa yang berbeda memasuki perpustakaan ini


Mengesankan. Jelas sekali ini tidak akan menjadi begitu sederhana, akademi ini agak menyimpang daripada yang lain.


Sehabis dia selesai membolak-balik buku-buku di tumpukan pertama, otaknya mulai memproses informasi yang diterimanya.


Memang benar, ada beberapa kemiripan antara dunia ini dan dunia di kehidupannya yang lalu. Tapi dia masih masih tidak mengerti, kenapa jiwanya bisa melakukan fusi dengan tubuh ini?


Apa kesamaan yang menjadi kualifikasinya?!


Ini menyebalkan! Pernyataan dalam benaknya itu seakan-akan memiliki makna bahwa dia adalah orang yang bodoh.


Jika dia disamakan dengan orang yang bahkan tidak memiliki pikiran yang tetap, impulsif, tidak kompeten, terutama lagi dia bodoh. Itu tidak bisa diterima! Rong Muxiu menarik napas panjang.


setidaknya pemilik sebelumnya tidak akan terlalu bodoh sampai-sampai dia tidak bisa membaca sedikit pun.


Setidaknya dia mengetahui beberapa hal umum dan khusus yang tidak pernah diketahui pemilik sebelumnya. Dia mulai tau bagaimana dunia kultivasi itu sebenarnya, dia pun mulai tau seberapa rumit dunia yang dia jalani saat ini.

__ADS_1


Terutama dalam hal kultivasi. Kultivasi terjadi ketika sesorang menyerap energi misterius yang disebut qi. Semakin sering seseorang meningkatkan kekuatannya maka kapasitas qi dalam lautan qi yang berada di dantian akan meningkat. Dengan kata lain jika dantiannya benar-benar diblokir maka dia tidak akan bisa berkultivasi.


Tingkat kultivasi dibagi menjadi 7 ranah yang bertahap dan tingkat kesulitan setiap ranah untuk menerobos akan terus meningkat. Dengan tingkatan yang dibagi lagi serupa menjadi 9 tingkatan.


Ranah pertama adalah ranah qi condensation. Setiap kali seorang kultivator berhasil menerobos tingkat yang lebih tinggi, maka kemampuannya dalam memanipulasi qi atau merubah qi yang abstrak ke bentuk yang konkret akan meningkat. Ini mengingatkannya pada energi mental, dalam hal ini keduanya terlihat mirip.


Ranah kedua adalah ranah foundation stabilization. Saat kultivator memasuki ranah ini untuk pertama kali, maka fondasi qi nya akan distabilisasikan. Sama halnya ketika tingkatan dalam ranah itu meningkat.


Ranah ketiga adalah ranah body refining. Tubuh — daging, tulang, organ-organ dalam maupun luar, merindian, vitalitas dan sebagainya — milik kultivator akan ditempa kembali. Jadi di ranah ini, kemampuan eksternal tubuh ‘lah yang lebih ditingkatkan.


Ranah keempat adalah ranah core formation. Pada tahap ini inti dari lautan qi akan terbentuk, demikian ‘lah seorang kultivator akan mendapatkan atributnya. Karena keistimewaan itulah tidak banyak orang yang berhasil mencapai tahap ini di Kekaisaran Rong maupun Benua Liuxing.


Ranah kelima adalah ranah spirit purification. Roh akan dimurnikan sehingga vitalitas dan qi yang dikumpulkan dapat lebih banyak daripada sebelumnya.


Ranah keenam adalah ranah soul reinforce. Memperkuat jiwa, itu berarti di ranah ini jiwa akan diperkuat.


Selain itu ada beberapa faktor yang dapat mengarungi bahkan mengehentikan kecepatan kultivasi. Itu disebut sebagai kesalahan berkultivasi. Beberapa di antarabya adalah melakukan posisi duduk yang salah, meminum dan atau elixir yang salah atau berlebihan, tidak bisa menyerap qi karena memiliki kondisi mental yang tidak baik, atau saja dantian mengalami kerusakan saat bertarung.


Selain kultivator, di dunia ini ternyata ada beberapa profesi yang sama berpengaruhnya, seperti alchemist, blacksmith, beast tamer, manipulator, dan terakhir formationer. Di antaranya yang paling banyak adalah manipulator dan yang paling sedikit adalah formationer.


Jujur saja, Rong Muxiu tertarik pada hampir seluruh profesi di dunia ini. Baginya itu benar-benar menantang. Itu karena dia melakukan hal yang sama di kehidupan sebelumnya — menguasai seluruh profesi — kecuali hal-hal yang berhubungan dengan olahraga karena dulu tubuhnya sangat rentan.


Maka dari itu dia memiliki kebiasaan untuk menghafal seluruh buku yang acak untuk digunakan di masa depan. Kekuatan mengingatnya tidak tertandingi, sangat menyimpang!


Rong Muxiu menguap seraya bangkit dari duduknya. Lantas dia mengembalikan buku-buku itu ke tempatnya seperti semula. Dia pun berjalan mengitari perpustakaan untuk mengambil lebih banyak buku secara acak dan menumpuk buku-buku itu di salah satu pelukan tangannya. Kemudian membaca tumpukan itu sampai habis.

__ADS_1


Tidak terasa, beberapa saat telah berlalu sejak Rong Muxiu membuka-buka buku itu tanpa ekspresi. Mungkin hari telah gelap, tapi Rong Muxiu belum bermaksud untuk meninggalkan perpustakaan itu. Mungkin dia berniat untuk membaca seluruh buku yang berada di perpustakaan itu sampai tuntas.


Lebih baiknya lagi, durasi waktu setelah Rong Muxiu sama sekali tidak dihitung. Dengan kata lain, Rong Muxiu bisa masuk dan keluar kapan saja. Rong Muxiu membuat seringaian samar. Dia rupanya tidak main-main dengan kelimat ‘belajar sampai mati’.


Dalam hal ini pepatah yang mengatakan, ‘tujuan belajar adalah memahami semangatnya dan bukan hasilnya’ benar-benar diberlakukan.


Setelah puas membaca hampir seluruh buku di perpustakaan ini. Matanya benar-benar sayu tetapi vitalitas di dalamnya membuat kedua murid itu menjadi cerah kembali.


Dia mengambil posisi duduk bersila untuk melakukan kultivasi sesuai teori yang tertulis di atas kertas. Posisi duduk seperti lotus dengan nafas yang diambil dalam-dalam dari udara.


Rong Muxiu merilekskan otot-otot serta persendian tubuhnya. Lalu beralih mengosongkan pikirannya. Dia mengikuti tulisan-tulisan yang tertera dalam buku secara sempurna.


Tetapi saat dia merasakan ada semacam energi yang masuk ke dalam tubuhnya, itu lenyap seketika. Seakan-akan tubuhnya memiliki lubang hitam yang menyerap energi itu.


Dia mengerti. Rupanya alasannya bukan karena dantiannya telah diblokir, melainkan karena dia tidak bisa menyimpan qi dalam dantiannya atau dantiannya ‘lah yang terlalu banyak menyerap qi dengan alasan bahwa intensitas yang diserapnya itu belum mencukupi.


Rong Muxiu membelai dagunya dengan keringat yang menetes melalui pelipisnya. Dia tidak berpikir akan menjadi serumit ini. Jika saja dantiannya diblokir, maka dia dapat memperbaikinya seperti semula. Sebab dantian hanya akan terblokir jika itu terkena racun.


Setelah berusaha keras mengumpulkan qi. Dia bena-benar kelelahan, usahanya sia-sia. Kantuk menjarah dirinya. Dia tidak bisa menahan untuk tidak tertidur. Lambat laun, dia tertidur dengan posisi duduk sambil bersandar di rak buku sesudah mematikan lampu kristal di sampingnya.


Malam semakin larut. Pintu perpustakaan terbuka tanpa suara. Nampak siluet seorang pria muda menyelinap masuk ke dalam. Karena gelap, penampilannya sangat samar di udara.


Saat pria muda itu menemukan Rong Muxiu yang tertidur dia menampilkan air muka terkejut. Ada semacam percikan kecil dalam hatinya, dia tidak dapat menjelaskan apa jenis itu.


Tetapi dia cepat-cepat menyelesaikan masalahnya dan menghilang di tengah gelapnya malam.

__ADS_1


[ To Be Continued ]


__ADS_2