
Dari kejauhan Rong Muxiu memperhatikan bahwa kemunculan seorang pria dengan rambut merah mengejutkan banyak pihak. Dia tidak tau identitas luar biasa macam apa yang tersimpan di balik tersebut. Karena tidak mempunyai pilihan lain, dengan malas dia bertanya kepada Rong Huang.
“Hei Huang Jiejie, apa kau tau siapa orang yang berada di sana?” dengan ibu jari ia menunjuk ke arah seorang pria berambut merah yang menatap intens sekelilingnya.
“Sepertinya dia adalah pemilik Restoran ini, Long Haoran, makanya mereka terdiam seperti itu. Apalagi pelayan-pelayan itu, kurasa sebentar lagi mereka akan dieksekusi dingin.”
Rong Muxiu menoleh kembali. Baginya, menyaksikan drama itu memang sangat menyenangkan, sebab dia tidak perlu bersusah payah merasakan apa pun yang diderita oleh pemain-pemain di dalamnya. Dia hanya harus diam dan menyaksikan mereka tanpa beban.
Situasi menjadi semakin menegangkan. Tidak ada yang bersuara, semua orang senyap. Terutama orang-orang yang datang untuk makan di sini. Mereka berharap kedatangan pria itu tidak menambah masalah, melainkan menyelesaikannya agar mereka bisa lanjut makan dengan tenang.
Pria berambut merah —yang disebut Long Haoran — melemparkan tatapan dingin kepada pelayan-pelayan — berseragam hijau — yang berbaris tertunduk. Pelayan-pelayan tidak tau apa yang seharusnya mereka lakukan saat ini, sikap apa yang harus mereka tunjukkan kepada pemilik mereka?
“Tuan, saya melihat dengan mata kepala saya sendiri. Mereka, orang-orang itu duluan ‘lah yang menindas anak-anak muda itu.” Seorang pria maju ke depan mengutarakan kebohongan dan menunjuk pria tua ekstrentik bersama pria muda dengan topeng itu sambil membungkuk hormat.
Pemuda itu terdiam, dia mengernyit ketika memandang bingung pelayan itu. Dia tidak mengerti alasan mengapa pelayan itu menyalahkan dirinya. Dia pun akhirnya menyerah, dia sudah terlalu malas untuk meladeni orang-orang yang tidak memiliki prinsip mereka sendiri.
Penjilat
Long Haoran tersenyum sinis dan bertanya dengan sarkas, “Apakah Tuan ini pernah bertanya kepadamu?”
Pelayan itu tersadar, ia pun terbelalak. “Maafkan yang rendah ini Tuan, saya mohon pengampunan Tuan.” Pelayan itu lekas melakukan kowtow.
“Heh, kau melakukan satu kesalahan tetapi masih semudah itu kau meminta ampun?”
Pelayan itu tetap bersikeras melakukan kowtow sebelum pria itu memanggil pelayan pribadi miliknya untuk mendisiplinkan baik-baik pelayan itu. Long Haoran juga tidak pernah memprediksi semisal situasinya akan menjadi lebih merepotkan dibandingkan yang ia kira.
“Kalian benar-benar sangat tidak masuk akal. Pernahkah kalian berpikir jika tingkah impulsif kalian akan menimbulkan masalah di masa depan?” Long Haoran berbalik menatap kelima orang itu sembari memijit pelipisnya.
“Tuan! Kami tidak bersalah! Mereka yang bersalah, kami tidak bisa melakukan apapun sama sekali sejak awal! Mereka ‘lah yang sebenarnya menindas kami di sini,” salah seorang gadis dengan tampang tidak bersalah maju dan mengungkap ketidaksetujuannya dengan dramatis.
Ia pun bersujud, “Tolong berikan kepada kami bantuan Anda, Tuan!”
Serentak, seolah tindakan tersebut telah direncanakan. Mereka serentak bersujud dan mengulangi secara persis pernyataan gadis itu.
“Rong Muxiu, apa kau tidak merasa khawatir? Jika kita terus berada di sini kita bisa-bisa terkena masalah, tidakkah kau membenci masalah semacam itu?”
Rong Muxiu dengan tenang memiringkan kepalanya dan menatap Rong Huang penuh humor, “Apa yang kau bicarakan? Bukankah kau sendiri sama sekali tidak gentar menghadapi situasi seperti ini. Sebaliknya kau terlihat bersemangat menantikan apa yang akan terjadi.”
“Cerdas,” selepas dia mengatakan itu, Rong Huang segera menyesal. Karena Rong Muxiu membalasnya dengan bangga seakan-akan dia adalah orang yang paling jenius di muka bumi ini.
“Tentu saja, aku-“
“Tidak jadi, aku menarik perkataanku.” Rong Huang memotong perkataan Rong Muxiu sebelum gadis itu berhasil menyelesaikan bualannya.
__ADS_1
“Menyebalkan,” gumam Ring Muxiu melirik malas Rong Huang yang tersenyum puas.
Terdengar tawa terbahak-bahak yang berasal dari pria berambut merah itu, “Hahahah, aku tidak bisa menahannya, Ye Chao. Mereka benar-benar percaya bahwa kau hanyalah pria tua aneh yang bodoh.”
Pria tua itu — Ye Chao — mendelik sebal, identitas yang dijaga olehnya beberapa saat uang lalu benar-benar dibongkar terang-terangan oleh teman lamanya. Lebih parahnya lagi, dia mengejeknya terang-terangan di muka umum.
“Ye Chao, sejak kau memasuki ranah controlling nature sekalipun kau sama sekali tidak pernah memulihkan penampilanmu. Dan, ya, aku yakin dia adalah murid yang kau bicarakan itu ‘kan? Memang Kejeniusan yang kau katakan kepadaku itu bukan isapan jempol semata,”
Jenius?
Seseorang yang diakui oleh pemilik Restoran Lao Bao — Long Haoran — kejeniusannya secara pasti adalah orang yang tidak sederhana. Apalagi pemuda itu merupakan murid yang diterima oleh Ye Chao.
“Huang Jiejie, siapa itu Ye Chao yang mereka maksud? Pria tua mesum itu?”
“Jangan menyebutnya seperti itu, jika penggemar-penggemarnya mendengarmu mengatai idolanya mereka akan menghabisimu yang tidak memiliki qi ini.” Rong Huang memandang Ye Chao yang duduk dari kejauhan lalu melanjutkan, “Ye Chao adalah seorang kultivator yang berhasil mencapai ranah tertinggi dan menjadi salah satu dari orang-orang terkuat di Benua Liuxing.” Jelasnya.
“Oh .. pantas.”
“Diamlah kau, Long Haoran!”
“Nama muridmu pun terdengar keren, Yun Liangfan kalau tidak salah. Benar-bernar jenius menentang surga, tidak seperti gurunya. Misalkan kau hanyalah guru cadangannya itu sama sekali tidak akan mengherankan.”
gumam Long Haoran tidak peduli.
“Aduh, pria tua yang menyusahkan,” gumam Ling Haoran, kemudian mengumumkan dengan lantang, “Kembalilah. Untuk sementara Restoran Lao Bao tutup.”
Banyak orang-orang yang berbisik tidak setuju. Mereka sebelumnya ingin mengisi perut mereka sampai puas, namun tidak ada yang menyangka jika bangsawan-bangsawan muda yang tidak masuk akal itu akan menunjukkan kebodohan mereka begitu saja. Tentu saja itu sepenuhnya bukan kesalahan mereka!
Tapi ketidaksetujuan mereka tidak pernah digubris sama sekali.
“B-bagaimana dengan kami?” Long Haoran melirik kelompok bangsawan itu dengan tatapan jijik.
“Blacklist mereka yang berpartisipasi dalam keributan ini beserta keluarga mereka dari daftar tamu, kecuali dua orang ini.” Manajer itu hanya mengangguk, lalu mundur perlahan.
“Jadi, apa tujuan kalian untuk mengunjungi restoranku?”
“Makan.” Singkat kata Long Haoran meminta mereka untuk mengikutinya ke lantai teratas untuk menikmati hidangan yang telah disiapkan.
“Rong Muxiu, kau akan ke mana setelah ini?” Dia melirik Rong Muxiu yang menguap malas dan bangkit dari zona nyamannya.
“Mencari pohon,”
“Mencari pohon .. tunggu kau serius untuk mencari pohon di tengah hari yang membara seperti ini?!”
__ADS_1
“Jangan terlalu berlebihan, matahari akan terbenam tidak lama lagi.” Ia memutar matanya.
“Tidak, tidak tidak. Kau ikut aku sekarang.” Sebelum kesadaran Rong Muxiu kembali sepenuhnya, Rong Huang telah lebih dulu menarik lengannya keluar dari restoran Lao Bao.
• • •
“Katakan, apa yang sebenarnya kalian cari di sini?”
“Ingin tau?” Ye Chao melirik Long Haoran yang duduk di hadapannya.
“Tentu saja,”
“Kami ingin menemukan mythological beast burung vermillion di benua ini.” Long Haoran tidak bereaksi sebelum dia mengulangi baik-baik kalimat yang disampaikan oleh teman lamanya yang satu ini.
Dia tau kemungkinan seperti itu sangatlah mustahil. Meskipun Ye Chao terlihat aneh, dia adalah orang yang lebih masuk akal dibandingkan orang-orang pada umumnya. Hanya saja, di tidak dapat mempercayai teori yang dibuat berdasarkan hipotesis tanpa bukti seperti itu. Sangat tidak masuk akal!
“Bagaimana kau bisa yakin?”
“Ini memang terdengar sedikit menyimpang karena di luar sana mythological beast adalah jenis spritual beast yang bahkan lebih langkah daripada mystical beast sekalipun. Tapi bagaimana jika mereka yang berasal dari atas yang memberitahukannya secara pribadi?”
“Siapa yang memberitahumu?”
“Tuan anak itu yang mengatakannya,” tanpa beban Ye Chao menunjuk Yun Liangfan yang termenung.
“Dia?”
Sejak Long Haorang menemukan Yun Liangfan sebagai jenius yang melawan surga. Long Haoran sudah menduga-duga, orang hebat macam apa yang menjadi Tuan pemuda itu. Tapi dia tidak pernah sampai ke titik untuk mencurigai orang-orang atas.
“Apa fakta yang mendukung benar atau tidaknya spekulasimu tersebut?”
Kali ini bukan Ye Chao yang menjawab, melainkan Yun Liangfan yang sedari tadi terdiam. “Karena pada dasarnya api burung vermillion berbeda dari sprit beast ataupun mystical beast beratribut api pada umumnya. Oleh karena itu ketika mereka mencapai tingkat yang sama dengan mystical beast, kekuatan kedua jenis itu akan berbeda jauh.”
“Kenapa harus burung vermillion? Kenapa bukan Phoenix? Burung vermillion ‘kan seharusnya adalah penjaga selatan.”
“Apinya. Saya memiliki api dari burung vermillion dan ketika saya berada di Benua Liuxing, api itu bereaksi. Burung vermillion juga tidak perlu memilih untuk selalu berada di selatan. Asalkan tempat itu panas, persyaratan tinggalnya sudah terpenuhi.”
“Jadi maksudmu di suatu tempat paling panas di Benua ini, burung vermillion bersembunyi?”
“Ya.”
“Berarti itu berada di bagian timur Benua Liuxing. Kekaisaran Long.” Long Haoran membelai dagunya pelan saat ia bergumam dengan tatapan kosong.
[ To Be Continued ]
__ADS_1
Sorry, saya mengulang karena tiba-tiba chapternya itu kehapus. Tapi saya tidak tau kenapa itu bisa terjadi. Jadi saya menulis ulang dengan alur yang hampir sama, tetapi gaya bahasanya jauh berbeda dari sebelumnya.