Miraculous Princess

Miraculous Princess
Ch. 13 - Masuk dengan Mudah


__ADS_3

Gadis itu memandang gadis yang lebih pendek dari dirinya dengan tatapan kagum. “Kau yang terbaik Rong Muxiu! Aku tidak menyangka jika kau akan menantangnya seperti ini. Padahal orang itu adalah orang yang paling sulit untuk dipengaruhi!”


Gadis berambut hitam itu — Rong Muxiu — hanya menyisipkan rambutnya ke belakang teling dan menjawab dengan cahaya cemerlang. “Aku akan memberitahumu beberapa kuncinya, Huang jiejie yang bodoh.” Rong Huang ingin menyelanya sebelum Rong Muxiu menyambut dengan tatapan sengit dan berkata:


“Jangan berisik, aku akan melanjutkannya.”


“Terserah,” balas Rong Hung mengalihkan pandangannya dengan kasar.


Dia menatap betapa luasnya aula tempat penilaian yang akan mereka lakukan. Namun itu sebanding dengan aula yang ada di Istana Xiaxue. Itu terlihat jelas karena tidak mungkin aula istana dibandingkan dengan aula akademi biasa.


Ada banyak orang-orang yang berbaris untuk menguji apakah mereka pantas untuk masuk ke dalam perpustakaan yang telah dijanjikan.


Tetapi karena ulah yang diperbuat oleh Rong Muxiu, sepertinya orang itu akan menerima persyaratan yang diberikan oleh adik sepupunya sebelumnya.


“Baiklah, aku akan mendengarkan bagaimana orang irasional sepertimu menyelesaikan masalah,” balasnya kesal.


Rong Muxiu melirik Rong Huang dengan tatapan tertegun, tapi dia buru-buru mengalihkan tatapannya dengan senyum yang sangat samar. Sering samarnya, Rong Huang dengan kemampuan memanipulasi energi mental pun tak dapat membacanya.


“Tidak jadi, aku malas melakukannya.”


Sudut mulut Rong Huang berkedut, “Lalu apa maksudmu mengatakan itu sebelumnya?!”


“Tidak ada maksud apapun.” Balas Rong Muxiu malas.


“Astaga, berbicara denganmu lebih mengesalkan daripada berbicara dengan kakakku yang cerewet itu!” Ungkapnya kesal dengan tangan yang terkepal erat.


“Hm? Sudut pandangku berbeda dengan yang kau katakan, kalian justru terlihat sangat mirip di saat seperti ini.” Rong Muxiu menguap dan memandang langit-langit aula dengan pandangan kosong.


“Tentu saja, Rong Muxiu bodoh! Kami ‘kan adalah saudara! Sudah sepastinya kami mirip. Dan .. tunggu, sebelumnya kau mengatakan bahwa kami mirip ‘di saat seperti ini’, apa itu maksudnya?!” Rong Muxiu menutup gendang telinganya malas.


“Kalian sama-sama berisik, sama-sama mengeluhkan kekurangan orang lain yang juga adalah kekurangan diri sendiri, sama-sama mengatakan satu sama lain mengesalkan. Mungkin perbedaan yang paling jelas hanyalah bahwa kakakmu, Pangeran Shi adalah orang yang bijak dan kau tidak.” Sewaktu Rong Muxiu mengatakan potongan-potongan kalimat itu, wajah Rong Huang semakin menggelap.


“Apa maksudmu?!”


“Aku sudah menjawabnya.”


Rong Huang menginjak-injak tempat yang ia tapaki dengan geram. Dia malas dipermainkan seperti ini. Saat Rong Huang mengingat sesuatu, dia kembali mengulangi pertanyaan yang ia ingin tanyakan di dalam benaknya.


“Jawab aku dengan jujur, kenapa kau harus melakukan itu? Karena sebenarnya aku punya cara yang lebih mudah.” Rong Muxiu menoleh dengan ekspresi yang .. rumit.


“Kenapa kau tidak mengatakan itu sebelumnya.” Rong Muxiu melipat tangan di depan dada dengan pandangan serius.


“Aku .. lupa.” Rong Huang membuat cengiran tanpa dosa sambil menggaruk pipinya.


“Tidak berguna!”

__ADS_1


“Aku tidak mengingatnya karena kau mengatakan hal itu menyenangkan bagimu! Itu bukan salahku sama sekali!” Elak Rong Huang.


“Kau menyalahkanku,” balas Rong Muxiu dengan alis yang terangkat.


“Tidak sama sekali!”


Pintu raksasa itu terbuka, seorang pria berperawakan tinggi yang berjalan tanpa ekspresi. Beberapa orang yang melihat sosoknya merasa kagum dalam benak mereka. Karena pria itu merupakan orang yang cukup terkenal dalm dunia kultivator Kekaisaran Rong.


Yang Zhe


Begitulah orang-orang memanggilnya. Rong Muxiu selalu berpikir bahwa orang ini memilki keberadaan yang istimewa. Keberadaan yang dapat membuat orang-orang terdiam dan hanya menatapnya.


“Saya akan memulai tesnya,” saatnya berdiri di depan dia pun berkata dengan lantang, menarik perhatian banyak pihak untuk merasa gugup.


“Muxiu, Huang’er kalian lulus ikutlah orang ini. Dia akan mengantar kalian menuju perpustakaan.” Perkataannya yang blak-blakan itu membuat Rong Huang sedikit kaget dan tentunya orang-orang di aula juga bahkan menjadi lebih kaget.


“Terima kasih.” Rong Muxiu menunduk, lalu meninggalkan tempatnya.


Melihat Rong Huang yang menjadi agak canggung, Rong Muxiu berdecih. Sementara Rong Huang dengan menunduk dengan kaku dan berkata hal yang sama.


Saat Rong Huang mendongak mengembalikan posisinya. Terdapat dua benda yang jatuh ke lantai. Itu menarik perhatian banyak orang. Ia pun berjongkok dan mengambil dua buah cincin yang diberikan oleh kakek tua waktu itu.


“Cincin itu!”


“Itu adalah milik Kepala Sekolah Akademi Heaven’s Star, mengapa itu ada padanya?!”


“Tapi jika cincin itu masih berada di tangan mereka. Lalu bagaimana cara mereka bisa masuk dengan mudah?”


Terdengar bisik-bisik dari beberapa orang yang berada di tempat paling dekat dengan Rong Huang. Oh tidak! Dia membuat kesalahan!


Ia mendongak mencari-cari sosok Rong Muxiu yang tidak sudi menatapnya. Rong Muxiu hanya berbincang dengan orang berpakaian putih yang diperintahkan oleh Yang Zhe.


“Diam!” Satu mata itu menghentikan suara-suara mereka seketika. “Apakah mereka masuk ke sana karena benda itu ataupun tidak, itu takkan membuat perbedaan. Jadi diam saja.”


Segalanya menjadi hening. Rong Huang mengambil kesempatan untuk berjalan menuju Rong Muxiu. Dia tidak masalah jika orang-orang tidak berguna ini mengejeknya atau apapun itu. Asal Rong Muxiu tidak membencinya.


“Muxiu, aku minta maaf.” Rong Huang menunduk di hadapan Rong Muxiu.


Rong Muxiu berbalik dan bertanya dengan bingung. “Kenapa?”


“Aku telah membuatmu harus bekerja keras untuk mendapatkan cara untuk masuk ke perpustakaan itu. Tidak hanya itu, aku juga menyalahkanmu.”


Rong Muxiu mengembangkan senyum, “Karena Huang jiejieku adalah orang yang bodoh maka aku akan memaafkannya.”


“Apa? Bodoh?!”

__ADS_1


Rong Muxiu menutup mulutnya tanpa rasa bersalah, “Maaf, sengaja.”


Rong Huang membuang pandangan dari Rong Muxiu setelah mendengus kesal. Dia merasa bahwa Rong Muxiu sudah terlalu sering mempermainkannya. Tetapi dia memikirkan 3 kata setelah itu.


“Jadi, berikan cincin itu.” Rong Muxiu melirik sakunya.


Tak tau malu


“Apa?”


“Serahkan itu,”


“Kenapa aku haru melakukannya?” Rong Muxiu memuat matanya.


“Jangan mempersulit keadaan dan berikan itu kepadaku. Lagipula itu milikku bukan? Cincin yang diberikan oleh lelaki tua itu?”


Rong Huang terdiam.


“Tak tau malu,” cibirnya tanpa suara, sementara tangannya terangkat untuk memberikan cincin itu kepada Rong Muxiu.


“Kau tidak mengucapkan terima kasih?” Rong Huang menggertak giginya menatap Rong Muxiu.


“Tidak, karena itu seharusnya milikku,”


Tidak ada yang membuka suara. Suasananya tiba-tiba menjadi canggung. Dan seperti biasa, Rong Huang akan memakai tekniknya untuk mengabaikan Rong Muxiu.


“Saya akan mengantarkan kalian menuju perpustakaan yang telah disebutkan oleh Tuan sebelumnya,” jelas seorang pria dengan pakaian putih menunduk hormat.


“Baik,”


“Baiklah.”


• • •


Yang Zhe menatap datar orang di hadapannya, seorang pria tua dengan kaca mata tengah menikmati tehnya tanpa suara. Yang Zhe pun tidak berpikir untuk mengganggu pria tersebut untuk sementara waktu.


Keduanya hanya diam dan hening di dalam ruangan berwarna hijau tua dan beberapa barang yang mengisi seperti meja, kursi, lemari buku, dan karpet bulu harimau yang terbentang melapisi lantai. Ruangan yang sederhana namun terkesan serius.


“Jadi, apa yang terjadi?” Setelah meletakkan cangkir tehnya ia bertanya dengan senyum samar.


“Ada dua orang yang bernama Muxiu dan Huang’er, mereka masuk dengan cara membuat taruhan bersama saya. Mereka menang dan saya mengeluarkan seorang murid bangsawan.” Ekspresi kerasnya sangat kontras dengan wajah rupawan dan intonasi rendah hati miliknya.


“Hm? Mereka tidak masuk dengan cincin yang kuberikan?” Pria tua itu mengernyit lalu mengambil cangkir tehnya untuk digoyang-goyangkan.


“Sepertinya ini karena anak yang bernama Huang ‘er yang tidak memberitahukan kepada Muxiu bahwa dia memiliki cincin itu. Dan akhirnya Muxiu membuat rencana untuk membongkar alasan mengapa Bai Hong, putra walikota bergabung dengan kelompok bangsawan itu.”

__ADS_1


“Oh, begitu? Terdengar menarik, bisa kau ceritakan?”


[ To Be Continued ]


__ADS_2