Miraculous Princess

Miraculous Princess
Ch. 22 - Rencana Rong Muxiu


__ADS_3

“Siapa kau?!” Gadis itu bersuara dingin.


Dalam sekejap sinar tajam dari pedang yang dipegang gadis itu nyaris menekan leher Rong Muxiu. Rong Muxiu pun menoleh dengan hati-hati dan menatap dengan senyum yang tidak mencapai matanya.


“Kau melupakanku?”


Gadis itu membeku sejenak saat mendengarkan Rong Muxiu yang berkata dengan suara malasnya.


“Siapa?!”


Rong Muxiu memutar matanya lalu merendahkan tubuhnya hingga nyaris berjongkok dan melompat mundur beberapa langkah. Gadis itu tersentak karena gerakan lihai Rong Muxiu yang tidak diwaspadainya.


“Kau ..”


ia mengingatnya!


Dia pasti adalah gadis yang menawarkan taruhan itu


“Sudah ingat?” Rong Muxiu bangkit dan tersenyum.


“Kau mengingat siapa orang yang aku pertaruhkan, tapi kau tidak mengingatku, aneh.” Rong Muxiu membuang mukanya ke samping sambil mendesah tak berdaya.


Gadis itu menarik pedangnya masuk ke dalam sarung pedang di pinggangnya. Rong Muxiu tidak membuka suara, melainkan hanya mengamati gadis itu dengan seksama.


“Sudah selesai?” Ketika suara dingin gadis itu mencapai telinganya, Rong Muxiu melebarkan senyum.


Dia mengelus dagunya dan melanjutkan dengan suara pelan, “Sekte Blood Ocean .. sekte sesat yang mengikuti ajaran ras iblis kuno, kah? Pft,”


Gadis itu menambahkan rasa dingin dalam pandangannya, memberikan Rong Muxiu lebih banyak tekanan, tetapi itu tidak berjalan sesuai rencananya. Alih-alih ketakutan, Rong Muxiu malah melanjutkan tanpa masalah.


“Kalian adalah sekelompok orang bodoh yang berkata bahwa kalian memperjuangkan keadilan meski harus kalian berkhianat pada dunia. Sangat menggelikan!”


“Apa maumu?! Jawab!” Gadis itu mendelik dingin.


Rong Muxiu dengan gayanya yang mengesalkan menguap malas, “Membosankan.”


“Hah?” Gadis itu memincingkan matanya.


“Kau bahkan lebih parah daripada orang tua berambut pirang yang kutemui sebelumnya.” Rong Muxiu meregangkan tubuhnya malas, “Itu artinya karaktermu lebih lemah darinya atau bisa saja karakter pria itu yang lebih kuat darimu. Menyedihkan,”


“Hentikan bualanmu!” Tendangan gadis itu mencapai perut Rong Muxiu dan melontarkannya hingga beberapa meter jauhnya.


Rong Muxiu menahan perih di perutnya dan bangkit dengan senyum yang semakin melebar. “Kau bahkan tidak bisa menahan emosimu, itu artinya kau lebih buruk, bukan?”


“Omong kosong!”


“Tapi ..” Rong Muxiu menyipitkan matanya, “Kau adalah satu-satunya orang yang mempertaruhkan Huang jiejie sebagai pemenang. Itu artinya kau dari awal sudah tau Rong Huang ada di sini. Dan karena informasi ini, aku bisa memastikan bahwa kau bukanlah orang pada umumnya, aneh.”

__ADS_1


Tekanan udara semakin kuat, Rong Muxiu yang tersenyum lebar dan gadis itu yang menatapnya nyalang. Sesaat kemudian dia menggerakkan pedangnya dengan kecepatan kilat.


Sementara Rong Muxiu yang tidak dapat mengolah qi, dipaksa menghindari setiap serangan yang didaratkan pada tubuhnya. Baiknya, dia dapat menghindari setiap serangan gadis itu dengan gerakan yang cekatan dan tangkas.


Rong Muxiu berpikir, dia memikirkan gerakan-gerakan apa yang dapat memicu balasan ceroboh dari gadis itu. Tetapi karena tubuhnya tidak sekuat yang dia pikirkan, darah terciprat karena gerakannya yang melambat di tengah-tengah.


Rong Muxiu kembali menahan sakit di lengannnya, sekelebat ingatan buruk di kehidupan masa lalunya menghampiri. Meledakkan emosi Rong Muxiu menjadi lebih kompleks dari sebelumnya.


Karena itu, serangan-serangan sukses dari gadis itu semakin banyak seiring berjalannya pertarungan tak seimbang di antara mereka.


Kali ini, Rong Muxiu benar-benar tidak berguna. Setiap serangan yang dia berikan tidak menghasilkan keuntungan justru kerugian baginya.


Demikian dia mengambil langkah mundur dengan tangan yang terkepal kuat dan rahang yang bentrok satu sama lain. Rong Muxiu menatap tubuhnya sendiri penuh kebencian.


Kenapa dia tidak mahir dalam seni bela diri?!


Ah, itu karena kondisi fisiknya yang terlalu lemah


Dia yang memiliki kemampuan menyalin bakat orang lain dalam sekali lihat, baca, ataupun dengar. Tidak akan pernah bisa melakukannya jika tidak pernah mempraktekkannya.


Rong Muxiu menatap tajam bayangannya yang berdiri dengan senyum bangga. Udara arogansi mengelilingi tubuhnya yang menatap Rong Muxiu dengan tatapan merendahkan.


“Kau kalah,” ujarnya dingin dengan penuh penekanan.


Gadis itu pun mendekat dengan tatapan dingin, “Kau sudah kalah, Rong Muxiu — putri keempat yang dirumorkan sebagai sampah yang sia-sia — telah merendahkan orang lain dengan mengatakan bahwa mereka adalah orang yang bodoh. Untuk apa kau melakukannya? Untuk membuat orang lain mengakui bahwa kau itu orang yang cerdas meskipun pada kenyataannya kau ‘lah yang membodohi dirimu sendiri?”


Dan pikirannya hanya mencari-cari bagian dari memori Indah di kehidupannya yang lalu. Tapi tidak ada, sama sekali tidak ada.


Dulu, Rong Muxiu hanyalah gadis biasa yang dibuang di jalanan oleh orangtuanya sewaktu bayi. Karena hidup di bawah naungan kemiskinan, dia pun membuat resolusi cerdik untuk mengumpulkan uang.


Terkadang mencuri dari orang lain


Terkadang meminta dari orang lain


Terkadang ..


Memanfaatkan orang lain.


Rong Muxiu membuat lengkungan yang tak dapat dimengerti gadis itu ketika dia berada semakin dekat dengan Rong Muxiu.


Dia tersenyum?


Rong Muxiu mendongak, “Kalah!”


• • •


Beberapa saat yang lalu

__ADS_1


Rong Huang tersungkur ke tanah hingga memuntahkan seteguk darah. Tatapannya menjadi kosong ketika bertemu dengan tanah. Dengan tangan yang bergetar hebat, dia menahan dirinya untuk tertelungkup.


“Tidak bisa dipercaya, Huang jiejie yang hebat tidak bisa memberikan perlawanan yang berarti,” Rong Huang berbalik dengan mata yang membulat tak percaya.


Dilihatnya Rong Muxiu yang melipat lengan di depan dada dan memandanginya dengan tatapan datar.


Sebelumnya, atas permintaan Rong Huang, Rong Muxiu membawa budak jenis ketiga itu ke suatu tempat dan mengobati luka-lukanya. Lantas apa yang diperbuat bocah irasional ini di sini?!


“Aku di sini karena Huang jiejie itu tidak bisa dipercaya sama sekali. Lagi pula apa kau tau alasan mengapa bakat yang kau bangga-banggakan itu tidak berguna saat ini? Ya, itu karena kau terlalu impulsif dan terlalu percaya diri untuk sesuatu yang tidak bisa kau kontrol. Dan sekarang lihatlah dirimu sendiri, menyedihkan!”


Rong Huang mendelik, tapi Rong Muxiu tidak menggubris itu sama sekali. “Bukannya kau memiliki cincin kristal ungu itu? Kenapa tidak memakainya, bodoh?!”


Mata Rong Huang bersinar, ternyata sebelumnya dia telah melupakan sesuatu yang begitu penting. Kali ini dia akan menghargai saran kasar dari junior irasionalnya ini.


Dilihatnya Rong Muxiu yang bergerak meraih cincin berwarna ungu dari dalam sakunya dan memberikan itu kepadanya. Rong Huang tidak bisa membantu dan mendongakkan kepalanya miring.


“Pakai itu, kau ‘kan sudah kehilangan tas penyimpananmu.” Rong Huang mengerjap lalu melirik pinggangnya.


Rong Muxiu mendesah pelan, “Astaga, cepat gunakan itu, Rong Huang bodoh!”


Rong Huang melayangkan tatapan nyalang sebelum menyambar cincin kristal ungu yang disodorkan Rong Muxiu.


Saat cincin kristal itu bersentuhan dengan darah yang ada di tangannya, itu membuat cahaya samar. Demikian Rong Huang merasakan vitalitasnya kembali terisi.


Cincin kristal ungu adalah cincin unik yang hanya dapat dibuat oleh kepala sekolah akademi Heaven’s Star. Cincin ini dapat mengembalikan vitalitas dan mempercepat qi masuk ke dalam merindian.


Rong Muxiu mengulum senyum tipis, “Aku tau, meskipun spirit beast itu adalah spirit beast tingkat 3, kau pasti bisa mengalahkannya, Huang jiejie!”


Nada riang itu membuat Ring Huang nyaris memuntahkan darah, dia pun menatap balik Rong Muxiu dengan tatapan aneh.


Lagi pula bagaimana gadis ini dapat menebak tingkatan spirit beast yang ada di sana sedangkan dia tidak dapat mengolah qi sama sekali. Jika dia benar-benar bisa, apa yang akan terjadi jika dia sudah dapat mengolah qi kembali.


Tapi ..


Itu tidak mungkin!


“Jangan melebih-lebihkan, aku tau apa yang kau pikirkan! Wahai Rong Huang yang bodoh, aku tidak sehebat yang kau pikirkan sama sekali.”


Rong Huang memutar matanya lalu mengembalikan konsentrasinya dalam menyerap energi qi dari cincin kristal ungu tersebut.


“Aku punya rencana,” lirihan itu menarik Rong Huang untuk menoleh dengan tatapan bingung.


“Kau hanya perlu memenangkan pertarungan melawan spirit beast itu. Secara sederhana, titik lemahnya adalah ...” Lantas Rong Muxiu membisikkan kata yang membuat Rong Huang tidak bisa tidak membuka suara.


“Ap-” sesaat setelah Rong Huang bangkit, Rong Muxiu pun membekap mulutnya dengan tatapan dingin. “Ssst,” Rong Huang menatapnya penuh ketidaksetujuan.


Rong Muxiu mengulum senyum “Tenang saja, aku punya rencana.”

__ADS_1


[ To Be Continued ]


__ADS_2