
Rong Muxiu mendesis, “Aku tidak mengerti sama sekali tentang apa yang kau jelaskan sebelumnya. Kenapa One Thousand Treasure Trade mengambilku sebagai barang lelang padahal aku yang diperbudak sesuai jenis ketiga yang kau katakan sebelumnya? Ini sangat membingungkan.”
Berpikir kembali, beberapa hari yang lalu memang lebih merepotkan daripada kehidupan pemilik sebelumnya yang senang mengejar pria-pria tampan di ibu kota. Selain itu, dia sangat sial! Saking sialnya sampai harus terjebak dengan masalah rumit Kerajaan Xiaxue.
“Ayahku, sang raja adalah orang yang bertanggung jawab atas masalahnya sendiri seperti yang kubilang beberapa saat yang lalu. Dia tidak pernah mencampuri urusan wilayah lain meskipun Kaisar adalah orang dengan memiliki status yang lebih tinggi daripada dirinya. Jadi itu adalah salahmu karena tidak menjaga diri dan salah Kaisar karena tidak menyelidiki masalah ini.”
“Jadi maksudmu karena Raja Zhijiu adalah raja yang egois, begitu?”
“Tidak sama sekali. Selain itu, jika berpikir lurus, pasti kau berpikir ada individu atau kelompok tertentu yang mengaku sebagai penanggung jawabmu dan mengatakan bahwa kau sendiri yang ingin menjual diri,” Rong Huang melirik penyiksaan yang terjadi tidak jauh dari mereka.
Rong Huang mulai berpikir. Dari awal sampai akhir dia tau Rong Muxiu sepertinya tidak ingin menolong budak itu. Tapi dia berbeda! Tidak ada yang boleh melanggar peraturan yang dibuat oleh Ayahnya dalam wilayah kekuasaan Kearajaan Xiaxue!
Rong Muxiu mengawasi persilihan air muka Rong Huang, lalu dia menoleh ke arah objek yang disaksikan keduanya sedari tadi. Oh, dia ingin ..
“Jangan bilang kau berniat menolongnya tanpa rencana,”
“Memang.” Tanpa beban Rong Huang mengangguk singkat.
Rong Muxiu mengernyit. Jika dia akan melakukan hal nekad seperti itu, kenapa sebelumnya Rong Huang yang meminta dirinya untuk mengikuti mereka tanpa suara?!
“Terlalu berisiko, kau tau itu ‘kan?!”
Rong Huang berdecak, “Karena temperamenmu itulah mengapa ibuku membencimu, Rong Muxiu.” Rong Huang akhirnya meludahkan kata-kata yang ingin dia katakan sejak lama.
Di mana letak kesalahannya?!
Dia hanya mengingatkan jika Rong Huang tidak bisa dibiarkan bertindak terlalu nekad!
Tetapi ketika mendengar perkataan Rong Huang, Rong Muxiu akhirnya mengerti alasan mengapa ibu Rong Huang yang dia perkiraan tajam menilai orang lain kelihatan tidak menyukainya.
Sudahlah, lagipula dia tidak terlalu peduli akan hal tersebut. Bahkan di kehidupan sebelumnya tidak ada yang pernah tulus kepadanya.
“Aku tidak peduli,” Rong Muxiu menggeleng pelan lalu melipat tangannya di depan dada dengan sorot malas. “Kau yakin ingin menyelamatkannya? Tapi kupikir lebih baik kau mengikutinya dulu. Persis setelah kau menemukan siapa dalang sebenarnya.”
“Tidak perlu. Akan lebih menyakitkan jika anak itu terus dicambuk seperti itu tanpa pernah berhenti.”
Rong Muxiu mendesah malas. Rong Huang terlalu naluriah jika dihadapkan dengan situasi seperti ini. Rong Muxiu yang realistis pun tidak memiliki pilihan lain selain mengulurkan tangan dalam menyelamatkan bocah yang asal-usulnya tidak jelas itu.
“Mau bagaimana lagi, aku ‘kan tidak suka menjadi antagonis yang terlalu bejat seperti itu,” gumamnya tanpa suara.
Lantas Rong Muxiu berbalik ke arah Rong Huang yang terus mengawasi lalu berkata, “Aku akan membantumu.”
“Bagaimana aku bisa percaya?!”
Rong Muxiu meletakkan tangannya di depan bibir, “Ssst,”
__ADS_1
“Kau tidak akan membantunya sama sekali jika kau gegabah, sebaliknya kau justru akan menyulitkannya lebih jauh. Jika aku menjadi dia, aku akan membencimu seumur hidup karena menantang Tuanku tanpa perencanaan yang strategis.” Rong Huang menoleh ke arah Rong Muxiu dengan tatapan terharu.
“Terima kasih, Muxiu!” Rong Huang memberi pelukan kepada Rong Muxiu yang terpatung.
“Apa kau menderita bipolar?!” Ia mendorong Rong Huang dengan dengan alis yang terpaut.
“Apa itu bipolar?” Rong Huang yang sempat kesal sekali lagi memiringkan kepala.
“Bukan apa-apa.”
Ah, tidak mungkin orang-orang di dunia ini dapat menderita penyakit mental. Lagipula kultivator pada umumnya harus memiliki kondisi mental yang kondusif agar bisa berkutivasi tanpa hambatan.
Rong Muxiu melirik kedua manik Rong Huang yang berbinar penuh semangat, “Tapi apa yang akan kudapatkan jika aku membantumu?”
“Aku akan membantumu menyelesaikan satu masalah utama yang kau miliki. Misalnya .. membantumu mencari cara untuk pulang.”
“Oke, tidak masalah,” seringaian tipis merekah sekali lagi.
• • •
Setiap orang pasti menginginkan suatu kemudahan dalam hidupnya. Karena dengan kemudahan tersebutlah kesulitan akan berkurang. Jika ada yang lebih mudah, kenapa ambil yang lebih sulit, ‘kan?
Dan begitulah yang dipikirkan pria itu ketika menyapu tubuh bocah di hadapannya. Dia merasakan semacam kepuasan yang tak dapat dijelaskan.
Dengan dalih bahwa bocah itu melanggar apa yang telah dikatakannya. Sebagai Tuan, dia pun akan memberikannya hukuman, meskipun kesalahan yang diperbuatnya adalah kesalah sepele saja.
Karena mereka bisa berbuat sepuas hati kepada budak mereka jika itu adalah budak jenis ketiga. Sebab jika itu adalah budak jenis kedua atau pertama.
Bawahan langsung dari raja akan mengambil tindakan tegas atas kekerasan apapun yang dilakukan oleh majikan budak jenis pertama dan kedua.
Hal itu terjadi demi menstabilisasikan hak hidup manusia di Kerajaan Xiaxue. Budak tidak sepantasnya dijadikan sebagai target siksaan demi kepentingan sesaat.
Maka dari itu Raja Zhijiu membuat peraturan yang mengatasnamakan hak hidup budak. Bawahan langsung dari raja akan mengecek keadaan budak jenis pertama dan kedua setiap hari secara konstan.
Jika dia menerima kekerasan selain karena sang budak melakukan kesalahan fatal. Maka bangsawan tersebut akan menerima hukuman seperti penurunan jabatan atau semacamnya.
Ini adalah aturan yang jarang diketahui oleh orang-orang biasa. Oleh sebab itu hanya para bangsawan ‘lah yang tau bagaimana harus unjuk ketidaksetujuan di depan raja.
Misalnya dengan melanggar aturan tersebut.
Pria itu menyeringai tipis lantas menghantamkan cambuk yang terbuat dari rotan. Anak lelaki yang berada di bawah cambukan a tidak dapat melakukan apapun selain meronta-ronta dan meraung meminta maaf.
“Tuan, m-maafkan budak yang tidak berguna ini! Budak ini, p-pasti tidak akan mengulangi kesalahan yang sama lagi!” Serunya di sela-sela menerima cambukan dari tuannya.
Ia bersujud meminta ampun meskipun dalam benaknya dia tau bahwa tindakan yang coba dilakukannya tidak akan memberikan efek apapun.
__ADS_1
“Itu karena kau pantas menerima ini! Memang siapa yang menyuruhmu untuk menyapaku di depan orang-orang itu?! Kenapa kau melakukannya?!” Tangannya masih bergerak melayangkan cambukan yang semakin terasa menyakitkan di kulit bocah itu.
Bocah itu tidak bisa melakukan apapun dengan kondisinya sekarang. Tetapi saat matanya yang perlahan mengabur menangkap bayangan yang melambai kepadanya, dia pin membuat senyum tipis.
.. sepertinya berharap tidak pernah sia-sia.
“Hah?! Kau tertidur?!” Pria paruh baya itu menendang tubuhnya dengan tatapan jijik lalu meludah ke tanah.
Dia tiba-tiba merasakan fluktuasi qi di udara dengan indranya yang tajam. Tetapi setelah dia menoleh ke sana ke mari, dia masih tidak menemukan siapapun.
“Siapa itu?!”
Tidak ada yang menjawab. Yang terasa di udara hanyalah fluktuasi qi tidak biasa yang telah dibuat oleh seseorang.
“Hei paman,” seorang gadis kecil keluar dari semak-semak dan menyapa dengan senyum ringan.
“Aku kehilangan ayahku, apakah paman bisa membantu mencarinya?”
Pria paruh baya itu lantas membalas dengan ramah, “Ayahmu? Paman tidak melihat ayahmu sebelumnya, nona muda.”
Gadis itu — Rong Muxiu — melebarkan senyum, “Berbaliklah,”
Pria paruh baya itu awalnya mengernyit sejenak, namun berbalik ketika yakin bahwa gadis kecil seperti gadis itu tidak akan bisa melakukan sesuatu yang merugikan padanya di dalam kegelapan.
Tunggu, di dalam kegelapan?!
Lantas kenapa gadis kecil itu bisa melihat dirinya dengan jelas. Dia dapat memanipulasi qi sampai ke tingkat dari fluktuasi qi yang dia rasakan sebelumnya?!
Baru beberapa saat dia menoleh tak sempurna, dia segera menoleh untuk melihat Rong Muxiu yang menyeringai sambil menyipitkan matanya.
“Kena, deh.”
Pria paruh baya itu refleks memanipulasi qi-nya untuk menambah kekuatan kakinya. Dia bergerak cepat mundur beberapa langkah ke samping.
Dia melihat seorang gadis lebih tua yang memapah tubuh budaknya. Gadis itu menengok ke arahnya dan bertanya, “Paman, kami akan menangkapmu, ya?”
Wajah pria paruh baya itu memucat saat melihat tatapan Rong Huang yang menggelap ketika memandanginya. Tanpa pikir panjang dia segera melarikan diri.
Rong Huang lantas meminta Rong Muxiu menggantikannya untuk mengangkat bocah itu. Dan pergi begitu saja.
“Orang yang gegabah memang yang paling mudah diperdaya,” ia menjilat area bibirnya dengan kilatan menyeramkan.
Kemudian Rong Muxiu melirik tubuh bocah itu. Seketika tau apa yang akan dia lakukan pada tubuh bocah satu ini.
[ To Be Continued ]
__ADS_1
Argh! Saia bingung banget pas bagian awalnya, terlalu bertele-tele. Tapi saia tidak punya ide dan waktu untuk merombaknya kembali. Kalau pusing skip aja.