Miraculous Princess

Miraculous Princess
Ch. 26 - Penyanderaan


__ADS_3

Kegelapan menguasai jarak pandang. Udara lembab yang membuat sesak napas. Setidaknya itulah yang dipikirkan oleh pemuda itu, Feng Han setelah mendapatkan kesadarannya kembali.


Rantai besi yang mengekang tangan dan kakinyanya seperti borgol. Ia melihat rantai itu melekat dengan dinding seperti telah menyatu sejak awal pembuatannya. Itu membuat ruang gerak Feng Han semakin terbatas. Namun jangan remehkan dirinya yang merupakan pendatang dari benua lain. Senyum ditariknya ketika dia menunduk menatap lantai dingin penjara.


"Eagle eyes," bisiknya untuk mengaktifkan teknik penglihatannya.


Eagle eyes, teknik penglihatan yang merupakan hasil mutasi dari sinkronisasi antara mata dan jantung di saat bersamaan secara konstan. Dengan menjadikan energi mental sebagai pengendali atas aliran darah dari jantung ke otak dan dari mata ke otak demi meningkatkan kualitas penglihatan sesuai keinginan secara tidak langsung. Ini adalah teknik terumit dan paling beresiko yang pernah dikembangkan oleh ayah dan ibunya sewaktu hidup. Jadi dia harus mengerahkan seluruh konsentrasinya.


Pandangannya menjadi cerah. Segalanya terlihat semakin jelas karena jangkauan yang diperluas dan retina yang diperkuat. Entah itu lumut yang membuat timbunan di dekatnya, atau orang-orang yang duduk sama seperti yang terjadi padanya beberapa saat lalu. Gerakan kecil dari seseorang menimbulkan bunyi kecil. Dia berbalik dengan pandangan tajam.


Senyap


Orang-orang itu masih terlelap tanpa terusik sama sekali, seperti anak-anak yang dibuai oleh lagu pengantar tidur. Feng Han pun mencoba sesuatu. Dinyalakannya secerca cahaya tipis di pergelangan tangannya hingga nyaris membentuk sesuatu tapi kemudian pecah menjadi fragmen-fragmen halus.


"Tck," decaknya mengerutkan dahi dengan ekspresi kesal.


Qi miliknya otomatis dibatalkan ketika telah merambat membentuk partikel nyata di udara. Tunggu, masih ada cara lain selain dengan menggunakan perantara qi. Oleh karena itu, Feng Han sendiri agak terkejut ketika mengetahui bahwa anggota sekte blood ocean yang reputasinya mencapai telinga orang-orang di Benua Yunshi, akan seceroboh ini.


Matanya dipenuhi kilau samar. Dia pun menutup kedua matanya — mengumpulkan konsentrasi perlahan. Selang beberapa menit berlalu, peluh membasahi wajah Feng Han, namun pemuda itu tak kunjung membuat gerakan. Senyum terlukis sekali lagi, matanya mendadak terbuka, dengan cahaya yang lebih menyilaukan.


Krek, ccha


Besi Newskey yang merupakan material yang mampu membatalkan qi dan menahan tenaga seratus orang, hancur begitu saja di bawah kekuatan energi mental Feng Han. Saat dia menoleh ke arah lain dengan ekspresi berseri-seri, dia terkejut. Ada seorang gadis yang memperhatikan gerak-geriknya dengan tatapan malas.

__ADS_1


"Ke-"


Gadis itu membisikkan kata ‘diam’ tanpa suara kepada Feng Han dengan seulas senyum yang tak pernah luntur. Bahkan karenanya Feng Han jadi mengira bahwa gadis itu menjadi sinting karena terlalu lama terkurung dalam penjara. Lagi pula, untuk apa tersenyum saat keselamatanmu sendiri tak dapat kau pastikan? Tersenyum karena bertemu kematian?


"Woah, tak kusangka kau mampu menghancurkan itu dengan mudah. Tapi setahuku lebih mudah lagi jika mencampurkan materi besi Newskey dengan minyak," bisik gadis itu.


Biar pun gadis itu tidak mengatakannya, Feng Han juga tau — besi Newskey bukanlah material absolut yang bisa dibandingkan besi roh tingkat atas di luar sana, sebab besi Newskey juga memiliki kelemahan fatal sesuai yang gadis itu katakan. Tapi minyak yang dimaksudnya adalah barang spritual yang amat langkah.


Feng Han terdiam. Entah apa yang harus dilakukannya, tertawa atau menangis? Tidak salah lagi, gadis ini pasti sinting. Tapi, dari mana dia tahu bahwa Feng Han membawa minyak Four Season? Sayangnya sebelum Feng Han berhasil membuka mulut dan mengutarakan kejenuhannya, terdengar derap kaki yang bergerak mendekati tempat mereka.


"Kau dengar itui?"


"Tidak."


"Argh, bagaimana kau mendengarnya padahal kau sendiri tertidur pulas."


“Hei, tidak ada gunanya kau membenci mereka. Anjing akan setia kepada pemilknya dan dia akan pun akan mewarisi wataknya setelah sekian lama bersama.”


“Hei, siapa di sana?!”


Feng Han melemparkan pandangan kesal pada gadis itu lalu segeramencari cara untuk bersembunyi dari penjaga-penjaga kotor itu. Dia pun menyeret kakinya, dan menempelkan tubuhnya ke sisi dinding dengan awas. Sedang gadis itu tidak melakukan usaha apapun untuk menghindari mereka selain duduk bersandar di dinding dengan tangan yang dirantai.


Kini tak ada topeng yang menjadi ciri khas mereka menutupi wajahnya. Makanya wajah penuh bekas luka miliknya tak bisa ditutup-tutupi lagi. Kondisi muka penjaga yang lain tak jauh berbeda, hanya saja memiliki tambahan berupa lapisan lemak yang berlebihan. Gadis itu sendiri yakin, jika penjaga-penjaga itu ingin melakukan tindakan, pasti akan sangat sukar tak ketahuan sebab penampilan mereka yang menyerupai penjahat.

__ADS_1


Penjaga gemuk itu celengak-celinguk memperhatikan penjara-penjara gelap dengan mata yang menyipit. Senandungan kecil yang terdengar mengerikan terungkap di setiap langkahnya. Penjaga yang lain menjejakkan kakinya di tempat yang sama dengan irama teratur. Setelah bosan menunggu, dia pun berdecak.


“Kenapa kau lama sekali?! Padahal tinggal mengecek dengan begitu mudah. Mengapa kau membuat pekerjaan mudah menjadi sulit? Kau bodoh, ya?!”


“Aish, kenapa aku harus mendengarkanmu tukang tidur?! Pergi sana dan lanjutkan lalu tidurmu yang belum selesai.”


“Ha?! Sekarang kau dengan seenaknya memerintahku. Memang kau memiliki hak untuk melakukan itu?! Dasar gendut!”


“Terserahku, akan kulihat di sebelah sana.”


Penjaga gemuk itu pun berjalan menuju ruang penjara yang ditunjuknya. Ruangan yang lebih sunyi, gelap, penuh lumut dari pada yang lain. Feng Han merasakan bagaimana detak jantungnya melaju. Dia pun menggertakkan giginya untuk menahan rasa gugup dalam diri.


Netra tajam pria gemuk itu mencangkup segala sisi tanpa masalah, terlepas dari intensitas cahaya minim yang diterima oleh retinanya. Sehingga dilihatnya 5 orang yang terbaring bersandar ke dinding tanpa kesadaran dan tanpa pergerakan sedikit pun.


Gadis berparas cantik yang bersandar di tubuh gadis lain yang menunduk dengan lengan yang meregang ke belakang. Senyum merekah dengan tatapan yang menyipit. Ekspresi mesum ditampilkan olehnya secara tak sadar sebab pikiran yang berputar mengenai bagaimana dirinya bercinta dengan gadis di rumah bordil.


“Uhuk ... ehem.”


Suara batuk kering dari belakangnya, bergema hingga mencapai telinganya dengan dengungan samar. Pria gemuk itu pun berbalik.


“Tidak ada siapa pun.”


Mata Feng Han membola selama beberapa saat, nafasny tertahan di tenggorokan, bahkan tak pernah terjadi pertukaran udara sama sekali. Nyaris saja. Jika Feng Han terlambat sedikit saja, dia pasti akan mati. Feng Han melirik bahan-bahan yang sekiranya menjadi tempat di mana pria gemuk tadi melihat keberadaan gadis cantik.

__ADS_1


. . .


[ To Be Continued ]


__ADS_2