Miraculous Princess

Miraculous Princess
Ch. 20 - Penghianatan


__ADS_3

Rong Huang mengikuti pria paruh baya itu dengan teknik flash shadow step ‘nya sehingga kecepatannya sudah tak main-main lagi. Tetapi dia masih harus mengendalikan langkahnya agar tidak terlalu cepat melebihi kecepatan pria paruh baya yang dikejarnya.


Sesuai rencana Rong Huang, kali ini dia menyembunyikan fluktuasi qi-nya dengan suatu teknik yang dia pelajari dari kakaknya.


Setelah beberapa lama mengikuti pelarian pria itu, akhirnya pria itu berhenti di tempat yang lebih gelap dari sebelumnya. Rong Huang menjumpai banyak pohon dan tumbuhan di sekitar sini.


Mungkin ini adalah perbatasan antara Kota Bao dan hutan Xiannu. Oh, tidak ini berbahaya.


Kakaknya pernah menceritakan bahwa spirit beast yang ada di dalamnya lebih kuat dari hutan-hutan yang lain. Yang paling lemah adalah sprit beast tingkat 2.


Itu sangat berbahaya!


Spirit beast dibagi atas 10 tingkat. Jika lebih dari itu, spirit beast tersebut akan disebut dengan nama mystical beast atau yang lebih kuat mythological beast.


Spirit beast tingkat 1 sebanding dengan kultivator yang berada di ranah qi condensation tingkat 1-9, dan spirit beast tingkat 2 sebanding dengannya bahkan lebih kuat.


Meskipun perbatasan di antaranya telah dipasangkan formasi oleh formationer satu-satunya di Kerajaan Xiaxue, tapi tidak menutup kemungkinan formasi tersebut dapat dipatahkan.


Rong Huang mengerjap untuk mengembalikan fokusnya. Dia menajamkan pendengara dan penglihatannya ketika bersembunyi di balik batu yang berada tidak jauh dari sana.


“Tuan, budak yang telah Anda berikan telah dirampas oleh sekelompok orang.” Terdengar suara bentrokan di tanah. Pria paruh baya itu bersujud di hadapan pria lainnya.


“Kenapa kau datang kepadaku di malam seperti ini?!”


Mata Rong Huang melebar, dia mengenal baik-baik siapa pelaku suara ini. Rahangnya mengeras bersama kepalan tangannya yang sudah terasa gatal untuk menghajar sisi lain.


“A-ada dua orang gadis kecil yang merampasnya.”


“Apa?! Jika benar kenapa kau tidak merampasnya balik, idiot. Sampah gila, jika kau ke sini tanpa berpikir panjang mereka bisa mengikutimu dari belakang tanpa kau tau!” Orang yang dikenal Rong Huang menginjak-injak tubuh pria paruh baya itu.


Pria paruh baya itu lantas mendongak dengan senyum bodoh, “Saya rasa itu tidak akan terjadi tuan sebab sepanjang perjalanan saya ke sini. Saya tidak merasakan adanya fluktuasi qi sama sekali.”


“Idiot,” dia menendang wajah pria paruh baya itu hingga mengeluarkan darah dari hidung serta mulutnya.


“Dia, gadis yang lebih tua jauh lebih kuat dariku, tuan,” ujar pria itu di sela ringisannya.


“Maka dari itu! Kenapa kau datang ke sini! Jika dia jauh lebih kuat daripada dirimu, dia juga akan memiliki cara untuk mengikutimu sampai ke sini.” Pria yang jatuh terjerahap itu mendongak dengan bada yang terputar.

__ADS_1


Dia baru menyadarinya! Kemungkinan besar gadis itu berada di sini dan mendengar percakapan mereka sekarang!


Dia mendengar tuannya tertawa tiba-tiba, “Bangsawan idiot sepertimu sebelumnya mencoba menindasku?! Tidak bisa dipercaya! Aku bukanlah sampah seperti kalian!”


Pria paruh baya itu tertegun. Otaknya menjadi kosong, seakan-akan dia telah melupakan hal-hal penting dalam hidupnya. Tatapannya berubah kosong saat dia membiarkan tubuhnya tertelungkup seperti semula.


“Apa?! Mereka tidak membuat elixir gelap yang lebih membuatkan untukku?!” Serunya membelalakkan mata dengan kedua kaki yang bergetar panik.


Ada ketakutan dalam hatinya. Bagaimana jika orang ini mendapatkan kesadarannya dan mendapatkan kekuatan untuk menindasnya balik.


Tiba-tiba dia merasakan lehernya telah dicekik oleh seseorang. Seseorang yang memiliki tangan putih dan halus seindah porselen.


“Bai Ru, kau ditangkap atas penghiatan yang telah kau lakukan,” suara itu masuk ke dalam telinganya menimbulkan getaran kecil.


Dia mengenal suara ini, ini adalah suara sang putri. Kenapa dia berada di sini?! Padahal Raja Zhijiu telah mengangkat kakinya untuk melakukan rapat di ibu kota Kekaisaran Rong.


Bai Ru mundur beberapa langkah ke belakang dengan tatapan waspada. Dia menangkap tatapan intimidasi putri Kerajaan Xiaxue yang ditujukan kepadanya.


Dulu dia sering melihat tatapan intimidasi ini ketika ditujukan kepada orang-orang yang ditangkap karena dituduh bersiasat menurunkan Raja Zhijiu dari takhtanya.


Pertarungan tak dapat dihindarkan. Rong Huang berlari mendekati Bai Ru dengan gerakan yang nampak ugal-ugalan. Namun Bai Ru dengan pengalamannya dapat membalas serangan yang diberikan oleh Rong Huang.


Bai Ru membalas dengan gerakan unik miliknya lalu mencari saat yang tepat untuk mendaratkan jurus rahasia yang dia miliki di atas tubuh Rong Huang.


“Explosive Kick!” Bai Ru yang telah mengumpulkan qi yang terkonsentrasi di kaki kanannya, melemparkan qi itu dalam bentuk tendangan.


Rong Huang terpelanting jauh hingga dia terbatuk meludakan darah. Pandangannya berangsur-angsur menjadi lebih tajam dan dingin dari sebelumnya. Dia bangkit dan membersihkan kotoran debu yang melekat di pakaiannya.


“Putri yang konsekuen, kau tidak akan bisa mengalahkanku dengan kemampuanmu yang seperti ini.” Dia menoleh ke samping dan meludah, “Sangat payah!”


Rong Huang menenangkan dirinya, dia tidak boleh terprovokasi oleh perkataan Bai Ru tua yang tidak dipikir panjang. Rong Huang membuka kelopak matanya, nampak cahaya merah Scarlet samar yang menguar dari tubuh Rong Huang.


“Heh? Tuan putri kita akan menggunakan energi mentalnya, ya?” Bai Ru tersenyum lebar dengan mata yang melebar senang.


Rong Huang melirik tajam, Bai Ru terpatung. Tubuhnya tidak bisa bergerak karena energi mental yang dikeluarkan oleh Rong Huang memberikan setrum nyata pada mentalnya.


Rong Huang tersenyum tipis, Bai Rong rupanya tidak memiliki kemampuan mental yang baik. Tidak ada yang berubah sama sekali.

__ADS_1


Dia pun berlari memotong angin seperti teknik yang dia gunakan melawan Ouyang Zhou sebelumnya. Manik keunguannya kini tidak dapat disembunyikan, keduanya bersinar dalam kegelapan dengan percikan dingin.


Pertarungan dilanjutkan. Bai Ru tidak baik dalam membalas sehingga dia dengan mudah disudutkan oleh Rong Huang dengan kecepatan kilatnya.


Gerakan Rong Huang sangat ringan dan ringan ketika masuk ke mata Bai Ru yang tidak bisa menyerang secara leluasa akibat tekanan energi mental yang Rong Huang keluarkan.


Sejak pertarungan sesi kedua ini sudah terlihat jelas perbedaan level Bai Ru dan Rong Huang. Bagaikan bumi yang mencoba menandingi langit.


Bai Ru memberikan perlawanan lebih lemah secara signifikan. Rong Huang dengan mudah memukul mundur Bai Ru hingga terlontar menghantam formasi yang membatasi antara Kota Bao dan hutan Xiannu.


“Bai Ru, meskipun ayahku telah mempercayakan posisi ini kepada dirimu. Putri ini tidak pernah mengakuimu sebagai wali kota sejak awal.” Rong Huang mendekat dengan dagu yang diangkat tinggi-tinggi untuk memberikan tatapan merendahkan kepada Bai Ru.


“Pria tua yang kasar!” Rong Huang menjatuhkan kakinya di atas perut Bai Ru.


Rong Huang menggeram dan memutar kakinya, di atas itu dia pun menitikberatkan berat tubuhnya di sana. Karenanya darah meluncur dari mulut Bai Ru.


“Y-yang Mulia tidak memberikan kesetaraan status itu kepadaku .. jadi kenapa aku harus menjalankan jabatanku?” Senyum tercetak dengan wajah kesakitan yang tidak ditutup-tutupi sama sekali.


Tiba-tiba muncul ledakan yang membuat Rong Huang spontan melompat mundur beberapa meter dari tubuh Bai Ru. Matanya membola penuh kekesalan.


Sekarang siapa lagi yang berani mengganggu aksinya?!


Seorang pria dengan gadis yang sebaya dengan Rong Huang berdiri di depan Bai Ru. Nampak keduanya memakai topeng hitam yang menutupi wajah sehingga Rong Huang tak dapat menerka siapa identitas individu keduanya.


Tetapi dia tau kelompok macam apa yang mengenakan seragam dan topeng seperti ini.


“Rupanya putri Kerajan Xiaxue memiliki terlalu banyak waktu luang, ya?” Pria itu mengangguk-angguk dengan gerakan yang tak dapat ditebak.


Sedang gadis yang lain berjongkok mencondongkan wajahnya yang tertutup topeng di depan tubuh Bai Ru.


“Tsk, tsk, tsk. Dia tidak pernah mendengarkanmu kemarin saudara Yu,” keluhnya sambil menepikan rambut di belakang telinga dan menggelengkan kepala.


“Tak apa, patriak juga bilang bahwa kita hanya harus mengikuti arus,” balas pria itu dengan nada riang.


“Jadi?” Gadis itu berbalik ke arah Rong Huang. “Apakah kita harus menangkap dan membunuh putri raja ini di sini?”


Rong Huang menggertak geram. Dalam benak, ingin sekali dia membuka topeng sialan itu dan melayangkan tamparan ke wajah gadis brengsek ini sekarang juga!

__ADS_1


Berani-beraninya mereka merencanakan pembunuhan kepadanya!


[ To Be Continued ]


__ADS_2