
Seperti biasanya, hari Feng Han diawali dengan awal yang membosankan lalu akhir yang membosankan. Sangat monoton.
Tempat yang bernama .. Kota Bao ini adalah tempat kesekian yang dikunjunginya. Dan karena dia sama sekali tidak memiliki pengetahuan tentang kota yang sedang dipijakinya saat ini, jadi dia benar-benar tidak memiliki tujuan yang jelas.
Feng Han berhenti dan menarik napas dalam, “Sangat mengesalkan! Andai saja dua tahun lalu kau dapat mengalahkan penghianat sialan itu, kau pasti .. pasti, ah..!”
Feng Han melampiaskan kekesalannya kepada helaian-helaian rambut kusutnya yang tak bersalah.
Dia pun melanjutkan langkahnya, dengan pikiran yang mendadak menjadi kosong. Seperti boneka, dia terus berjalan tanpa ekspresi.
“Hei, kemari!”
Melihat panggilannya tidak mendapat tanggapan sama sekali, pemuda yang seusia dengan Feng Han itu pun berjalan mendekatinya.
Feng Han tersentak kala pemuda itu memeluk pundaknya tanpa izin darinya. Tapi sebelum dia dapat membuka mulutnya, pemuda itu mengangkat suara dengan nada riang.
“Perkenalkan, namaku, Lei Kong dari Klan Lei yang tersohor.”
Sekali lagi dia — Lei Kong — tidak mendapat respon yang berarti. Jadi dia tidak dapat berbuat apa-apa selain mendengus lalu memalingkan kepalanya dan membuat jarak antara dirinya dan Feng Han.
“Kenapa?”
“Astaga kau sama sekali tidak tau Klan Lei yang telah kusebutkan?!” Dengan sudut bibir yang berkedut, dia mencondongkan tubuhnya.
“Apa itu?” Feng Han menggaruk tengkuknya dengan senyum canggung.
“Klan Lei! Itu adalah salah satu klan bangsawan yang menguasai Kota Leikang. Kau tidak tau sama sekali?!” Lei Kong mengguncang bahu Feng Han yang hanya bisa mengerjap polos.
“Er .. bisa kau jelaskan?”
“Oke, tapi pertama-tama beritahukan padaku namamu. Seorang pedagang tidak bisa menjual informasi jika tidak mengetahui nama pelanggannya.”
“Namaku Feng Han! Aku hanyalah seorang pengelana pada umumnya jadi kau tidak perlu memandangku terlalu tinggi.”
“Pengelana, ya ..” Dia memandang Feng Han dari atas sampai bawah lalu mengernyit, “Apa kau tidak berbohong? Kau sepertinya tidak terlihat seperti orang biasa sama sekali. Jadi aku menduga kalau kita adalah orang dengan status yang sederajat.”
“Tidak begitu ..”
Meskipun Feng Han tidak tau, tapi Lei Kong dapat merasakan dengan jelas aura bangsawan yang secara alami tertanam dalam diri Feng Han. Maka dari itu dia tidak akan tidak percaya jika Feng Han mengatakan bahwa dia adalah bangsawan.
“Sudahlah! Aku akan menjelaskan segalanya kepadamu jika kau mau ikut bersama denganku.”
“Ke mana?”
“Kasino!”
Kedua manik Feng Han membola sesaat, lalu kembali menenangkan diri dan tersenyum. “Tidak perlu.”
“Tapi aku perlu! Baiklah! tidak akan memberitahukan informasi penting kepadamu jikalau kau masih tidak mau ikut bersama denganku.” Lei Kong melipat tangan di depan dada.
Feng Han menunduk sejenak sebelum mengembalikan tatapannya menuju Lei Kong yang sedari tadi menunggui balasannya.
“Baiklah,” balasnya setelah berpikir cukup lama.
“Oke!”
Lei Kong pun merangkul Feng Han dan membawanya menuju kasino yang dikatakannya sembari memberikan informasi yang diperlukan Feng Han di sepanjang jalan.
Keduanya berjalan melewati orang-orang yang tak terhitung tanpa mempedulikan apakah ada orang yang memperhatikan mereka atau tidak.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian, keduanya tiba di hadapan bangunan yang menjulang tinggi. Karena warna hitam yang mendominasi, Feng Han hampir menduga jika bangun tersebut terbuat dari kayu hitam yang terkenal itu.
“Itu adalah ..”
“Itu terbuat dari besi Blackwood. Itu sangat mirip dengan kayu Baise, ‘kan? Sudah kuduga, kau bukan pengelana biasa.”
Feng Han bisa hanya berdiri tanpa melakukan apapun, apalagi setelah Lei Kong menarik tangannya tanpa izin.
“Tunggu ..!”
Pintu kasino terbuka lebar ketika Lei Kong menendangnya sekuat tenaga. Dari luar keduanya dapat menangkap dengan jelas pergerakan yang terjadi di dalam.
Tindakan yang amat mencolok itu tentunya menarik perhatian yang tidak sedikit. Akibatnya, Feng Han menjadi salah tingkah.
Feng Han tertegun, dia belum pernah merasa secanggung ini meskipun tingkat kultivasinya tidaklah rendah. Ini bukanlah perasaan terantimidasi, tapi ..
“Hai, semuanya! Aku telah membawa orang yang akan bermain bersama kita!” Seru Lei Kong mengangkat tinjunya ke udara.
Itu menarik sahutan keras dari orang-orang yang lain. Seakan-akan, Feng Han bahkan dapat menyimpulkan bahwa mereka adalah keluarga besar dengan mudah.
“Kalian-“ Lei Kong menyela perkataan.
“Pria tua, ini adalah orang jenius yang telah kubicarakan!” Dia menepuk pundak Feng Han dengan dagu yang diangkatnya tinggi-tinggi.
Feng Han kembali menelan perkataan bersama ludah-ludah yang telah tertampung lama di dalam tenggorokannya.
“Ya, ‘kan?” Tidak ada yang mendengar tapi Feng Han berbeda, “Ini adalah bayaran atas informasi yang telah kuberikan, jadi bertingkalah seakan-akan kau telah memenangkan permainan ini. Aku akan membantumu.”
Tapi ..
Dia sudah berhenti berjudi!
“Apa yang kalian lakukan di situ! Mulailah permainan yang telah kau janjikan, adik Lei!” Seru salah seorang pria dengan kumis tebal.
“Kau tau apa yang harus dilakukan, ‘kan? Tolong, ya.” Feng Han menatap Lei Kong yang berjalan meninggalkannya dengan tatapan kosong.
Dia harus bagaimana?
“Kemarilah, Feng Han!” Feng Han menoleh — mengikuti suara berat yang memanggil namanya.
“Sini, sini.” Pria berotot yang berkulit gelap menarik dirinya, hingga dia nyaris terjungkal ke depan.
“Eh,”
Pria itu pun berhasil menariknya menuju meja tempat *** Kong bersenda gurau bersama orang-orang yang sedikit lebih tua dari dirinya.
Pria itu menggebrak meja dan berseru, “Manajer, kemarilah!”
Feng Han memandang lurus sorang pria dengan baju formal yang berjalan mendekat dengan tubuh yang gemetar.
“B-baik?”
“Feng Han, serahkan kepingan koinmu. Kita akan bermain!”
Feng Han tidak mengeluarkan uangnya dan hanya menatap pria itu dengan dahi yang berkedut. Dia tidak mengerti maksud pria itu yang sebenarnya.
“Keluarkan koinmu,” ulang Lei Kong sambil menopang dagunya.
Feng Han tersadar. Dengan kikuk dia pun mengambil beberapa keping koin dengan warna yang menbuat mata pria itu seketika menjadi cerah. Lalu menyerahkannya kepada sang manajer.
__ADS_1
Koin emas!
“Nak, ternyata kau berada juga, ya?”
“Tidak, ini tidak seberapa.Hanya 5 keping koin emas, tidak lebih.”
“Sesuai kataku kan, pria tua. Dia itu adalah orang yang tidak biasa. Tidak mungkin aku akan mengajak orang yang derajatnya lebih rendah dariku, ‘kan?” Lei Kong menyahut dengan raut bangga.
“Sudahlah, mulai saja permainannya!” Seru pria itu sambil melemparkan beberapa koin perak kepada manajer.
“Permisi .. bukankah itu melanggar aturan? Jika ingin bermain, bukankah Anda harus menyerahkan koin emas sama sepertiku?” Feng Han mendongak dengan tatapan ragu.
“Tidak pernah ada aturan seperti itu!”
Dia telah ditipu! Telah dijebak!
Feng Han menggigit bibirnya putus asa. Sepertinya dia tidak memiliki jalan lain selain memenangkan perjudian ini dan pergi begitu saja.
Setelah Lei Kong dan kawan-kawannya menyingkir, Feng Han dan pria paruh baya itu pun berdiri berhadapan dengan set judi di tengah-tengah.
Permainan dimulai, perjudian dimulai. Sementara Feng Han tidak melewatkan gerakan pria yang berantakan. Karena itu dia semakin yakin jika dia akan menang telak kali ini.
Tetapi saat dia memasukkan tipuan, entah bagaimana bukannya dia yang menang tetapi pria tua itulah yang berhasil menipunya.
“Sekali lagi!” Seru Feng Han sembari mengeluarka nominal koin yang sama.
Keringat dingin semakin berderai setiap kali dia mengalami kekalahan. Feng Han pun tidak dapat membantu tapi menghapus keringatnya.
Seseorang yang belum pernah ditipu tidak akan dapat menjadi seorang pedagang yang baik, ‘kan?
Itu percuma.
Dia tetap mengalami kekalahan yang serupa.
“Terakhir kalinya!”
Maka dari itu, jika taktik pertama gagal, dia akan mengeluarkan taktik yang lain.
Sedang di permainan kali ini, di ronde yang kesekian, pria paruh baya itu tanpa sebab menjadi begitu tegang.
Dia tidak pernah merasakan intimidasi macam ini ketika bertemu orang luar. Dia pun bertanya-tanya, apakah anak muda ini memiliki tingkat kultivasi jauh melampauinya?
Dia telah berhasil memenangkan 5 permainan beruturut-turut sehingga nominal uang yang dimilikinya saat ini adalah 20 koin emas 3 koin perak.
Jika dia kalah, maka ..
Semua itu akan menjadi miliknya.
Ini adalah ketidakadilan!
“Permainan ini tidak adil sama sekali!” Sentak kalimat itu membangkitkan tanda tanyan bagi yang lain.
“Itu bukannya tidak adil sama sekali, pria tua! Kalau memang tidak adil maka aku akan menambahkan. Kau menang dalam permainan kali ini, kau akan mendapatkan jackpot dan jika Feng Han yang berhasil memenangkannya, maka dia akan mendapatkan 80% dari nominal yang kau pegang!”
Setelah beberapa kalimat dari Lei Kong, keduanya kembali melanjutkan permainan.
Pria itu kali ini bermain lebih tegang dari biasanya, alhasil ..
Feng Han berhasil memenangkan permainan kali ini dan mendapatkan 16 keping koin emas 2 keping koin perak.
__ADS_1
[ To Be Continued ]