Miraculous Princess

Miraculous Princess
Ch. 12 - Konflik Kecil-kecilan


__ADS_3

“Aku pergi dulu, ya, kak!” Seru Rong Muxiu berlalu pergi.


Rong Muxiu pun menarik lengan Rong Huang yang terpaku pada dirinya. Tetapi Rong Muxiu tidak mempedulikan itu sama sekali, dia tetap melanjutkan langkah lebarnya tanpa ekspresi.


Lain halnya dengan lelaki itu, dia mematung kaku, dia tidak tau harus merespon seperti apa. Saat lelaki itu mengembalikan kesadarannya seperti sedia kala. Dia pun mulai merenung dengan manik yang berkeliaran tak tentu arah.


Ia berpikir bahwa ulahnya beserta teman-temannya kemarin sepertinya menghasilkan akhir yang benar-benar buruk, ia merasa sangat tidak nyaman. Seperti ada banyak orang yang sedang mengawasinya.


Ditambah tatapan menusuk orang-orang itu menatapnya, sepertinya ada beberapa orang yang ingin mengintimidasinya. Tebakan itu membuat bulu kuduknya berdiri. Dia tidak bisa mengelak dan berbalik ke arah bayang Rong Muxiu yang perlahan menghilang dari jangkauan lihatnya.


Saat Rong Muxiu berhenti Rong Huang dengan raut yang kompleks. Rong Huang berkata dengan gusar:


“Apa kau merasakan sesuatu yang aneh darinya?” Rong Muxiu kini memandang Rong Rong Huang dengan cahaya yang berbeda dari sebelumnya.


“Sepertinya tidak. Mari kita tunggu dan lihat,” senyum lebar terbentuk di wajah Rong Muxiu. “Kunjungan kita akan jadi menarik!”


Rong Huang meliriknya datar dengan tangan yang terlipat di depan dada, “Aku tidak akan membantumu jika kau terkena masalah.”


“Tidak akan! Justru itu yang akan membantu kita,”


“Sudahlah, aku juga sudah terlalu malas peduli kepadamu.”


Melihat bahwa tempat di mana mereka berhenti adalah tempat yang senyap dan sepi, dia pun melanjutkan percakapan mereka tanpa khawatir.


“Secara teknis, apa yang kulakukan sebelumnya akan menyulut api kecil. Jadi yang mesti kau lakukan hanyalah berpura-pura sebagai orang biasa. Jadi maukah kau bekerja sama denganku?” Rong Huang membalas tatapan tanda tanya itu tatapan tidak percaya.


“Apa-apaan itu? Bukankah kau yang dari awal ingin pergi ke sini?! Aku hanya mengikutimu! Aku juga ‘kan tidak pernah mengungkap identitasku terang-terangan, lagipula mereka tidak mempedulikan keberadaanku sama sekali,”


“Tidak dapat dipercaya,” ekpresi Rong Huang bergejolak seketika. Dahinya berkedut dengan tatapan jijik yang tidak biasa.


“Hah?”


“Aku tidak bisa mempercayai Huang jiejieku yang cerdas ini. Aku yakin seratus persen jika kau berada dalam situasi seperti itu tanpa mengetahui apapun, kau akan menghancurkan rencanaku dalam sekali kedip.”


“Kenapa?”


“Dengarkan,” Rong Huang mengangguk. “Situasi ini akan menjadi lebih kacau, kacau karena kejadian kemarin dan keberadaan lelaki itu di sini.


Sejak dulu kelompok konyol mereka itu terus menindas orang lain tanpa pikir panjang. Mulai dari menantang yang lebih lemah, sampai memprovokasi dengan alasan yang sepele. Jadi kau pasti mengerti siapa yang akan menjadi biang masalahnya, bukan?” Rong Muxiu menyunggingkan senyum kecil.


“Oh, aku mengerti.” Rong Huang menyunggingkan senyum sarkas, “Kau ingin memicu mereka dengan tujuan mempersenggang persaingan, ya? Licik juga.”


“Bodoh,” timpal Rong Muxiu berbalik meninggalkan Rong Huang.


“Apa?! Kenapa kau selalu mengejek kecerdasanku! Setahuku aku bahkan lebih pintar dari dirimu yang irasional ini!”


“Aku hanya membantu mereka menyelesaikan permasalahan mereka.”

__ADS_1


“Bohong,” balas Rong Huang tanpa ragu.


“Dari mana kau tau jika aku berbohong?” Rong Muxiu menaikkan alisnya dengan nada menantang.


Dia lalu menatap datar Rong Huang yang mencoba berkecimpung dalam pikirannya. Ia berbalik dan menarik tang Rong Huang sekali lagi. Tapi kali ini Rong Muxiu menambahkan:


“Nikmati saja,” cicitnya tenang.


Rong Muxiu Muxiu terkadang mengernyit saat melirik Rong Huang. Entah ini adalah perasaannya saja atau Rong Huang, kakak sepupuku menjadi begitu aneh hari ini. Dia menjadi kurang ..


Menyebalkan?


“Aneh, aku berpikir bahwa kau benar-benar tidak terlihat seperti Putri Keempat Rong Muxiu yang dikabarkan. Aku selalu memikirkan alasannya, ini terus membuatku kepikiran.” Otot wajah Rong Muxiu kembali rileks, rupanya ini hanya pikiran negatifnya saja.


“Itu karena kau tidak mengerti bagaimana intrik sebenarnya, Huang jiejieku ‘kan adalah seorang idiot.”


“Apa?!” Ekspresi Rong Huang mengeras.


“Huang jiejie yang baik hati-“


“Katakan dengan cepat jika kau ingin mengatakan sesuatu!”


“Ngomong-ngomong apa kau bisa menunjukkanku di mana letak kantor penilai yang akan melihat event ini?” Rong Muxiu menyunggingkan senyum.


Rong Muxiu menarik nafas panjang untuk meredahkan wajah kemerahannya. “Mungkin, aku tidak terlalu yakin. Lagipula aku pernah pergi ke sini untuk melihat-lihat dan event ini pernah dilakukan tahun kemarin. Kenapa memangnya?”


“Aku akan membuatnya menjadi lebih menarik,” bisik Rong Muxiu menjilat bibirnya.


Bai Hong adalah putra tunggal dari Walikota Bai. Dia adalah orang yang terkesan ramah dan peduli kepada yang lain. Tapi sejak setahun yang lalu dia berubah tanpa sebab yang diketahui oleh orang-orang.


Dia mulai bergabung dengan kelompok bangsawan yang senang menindas orang lain. Karena itu, dia pun perlahan berubah. Dia mulai suka bertingkah arogan di depan yang lain, sering menindas yang lemah, dan suka bersenang-senang bersama teman-teman di kelompoknya.


Tetapi dia pun benci mengakui fakta bahwa orang-orang itu ‘lah yang memaksa dirinya untuk berubah. Karena dia adalah putra satu-satunya Walikota Bai dia sering menjadi target kebencian orang lain. Karena dia adalah putra Walikota Bai dia sering ditekan oleh harapan Ayahnya dan panatua-panatua di keluarganya.


Dia muak!


Orang-orang itu pun mulai mempermainkannya. Tetapi kemarin ...


Itu benar-benar kabar yang menggembirakan!


Seandainya saja tatapan tajam serta pelototan-pelototan yang menyorot dirinya itu dapat membuatnya terbunuh. Maka dia akan meninggal berkali-kali. Meninggal setiap kali ia membuat langkah.


Ia menoleh ke kiri, dia melihat orang-orang yang memandanginya intens. Dan sama seperti ketika dia menoleh ke kiri, di sisi kanan pun membuat pengaruh yang sama besar bagi mentalnya.


Akhirnya menyadari apa yang sedang terjadi!


“Bai Hong ...” Bai Hong menoleh dengan mata yang terbelalak. “Apa kau tau kesalahan yang telah kau perbuat?”

__ADS_1


Sekali lagi, bulu kuduk Bai Hong meremang. Dia pun melakukan gerakan-gerakan kecil yang dapat membantunya untuk rileks tapi itu tidak berguna. Dengan bibir yang ia gigit kuat-kuat dan tangan yang mengepal, dia berbalik dengan mata yang terpejam erat.


“Maaf, Tuan Muda Tian Lei.” Pemuda itu — Tian Lei — tersenyum dengan tatapan merendahkan, “Maka bersujud ‘lah di hadapan Tuan Muda ini.”


“K-kenapa?” Tanya Bai Hong terbata-bata memandang Tian Lei yang tersenyum sinis.


“Karena kau saudaraku, Tian Jue menjadi bahan cemoohan banyak orang. Kau tau itu karena apa?! Ya, itu karena kau yang memberikan ide kepadanya untuk mengambil meja dari Tuan Ye Chao dan muridnya!” Matanya melotot jijik.


Eksistensi Bai Hong sama sekali tidak berarti di matanya. Dia hanyalah putra seorang Walikota yang sebelumnya adalah petani biasa. Dia bukanlah apa-apa!


Sementara Bai Hong tertunduk dengan punggung yang bergetar. Padahal kejadian kemarin bukan salahnya sama sekali. Pada akhirnya orang itu — Tian Jue — tidak akan pernah melepaskannya.


Bai Hong tertawa miris. Ia menertawakan dirinya yang terlalu bodoh, menertawakan dirinya yang dengan mudah dipermainkan oleh orang-orang kep*ara* ini. Dia tidak berguna, karena itu ayahnya tidak pernah meliriknya sekalipun.


“Ada apa denganmu?!” Tian Lei menggertak giginya, lalu berkata dengan lantang. “Cepat singkirkan dia sebelum eventnya dimulai! Atau aku yang akan membunuhmu sekarang, hah?!”


“Baik,” sahut orang-orang itu, lalu mereka berpencar.


Ini adalah kesempatan satu-satunya bagi mereka untuk menjilat Tuan Muda mereka dengan kemampuan mereka masing-masing. Maka dari itu mereka akan menunjukkan kemampuan terbaik mereka.


mereka semua menendang, memukul, menunju semua bagian tubuh Bai Hong, tetapi lelaki itu tetap terdiam di tempat. Dia tak gentar ketika serangan-serangan menyakitkan itu mendarat di tubuhnya.


Dia hanya memejamkan matanya lalu tertawa sekali lagi. Dia terlihat seperti orang gila, maka biarlah dia menjadi gila untuk sekali ini saja. Dia sudah muak terus beradah di bawah kaki orang-orang itu!


“Orang ini tidak tau malu!” Gumamnya tak main-main.


Ia maju lalu mengangkat tangannya mengisyaratkan kepada mereka untuk berhenti. Bai Hong mendongak bersama dengan tinju yang Tian Lei layangkan kepada dirinya. Tetapi sebelum itu Tian Lei mendadak merasakan tubuhnya tidak bisa bergerak sama sekali.


Saa dia menoleh dengan sekuat tenaga, Tiang Lei menemukan seorang pria paruh baya yang menatapnya garang. Seolah-olah dia berkata: jika kau berani melakukannya, kau akan tamat di tanganku.


“Salam, Profesor.” Dengan tinju yang ditangkupkan ia menunduk memberi salam.


“Apa aku melakukan kesalahan Profesor?” Tian Lei bertanya dengan senyum canggung.


“Pergi dari sini,”


“Kenapa?”


Sang Profesor berjalan melewatinya tanpa ekspresi dan menghampiri Bai Hong duduk dengan luka yang memenuhi tubuhnya. Saat itu Tian Lei tau apa yang sedang terjadi.


“Itu bukan salahku profesor!”


Pria paruh baya itu tetap melanjutkan aksinya tanpa ekspresi. Dia mengangkat tubuh Bai Hong yang dipenuhi luka dan berkata kepadanya dengan suara yang amat kecil sehingga Tian Lei tidak menangkap perkataannya.


“Di-dia telah menantang orang-orang itu dan akhirnya dia sendiri yang mendapatkan luka itu. Saya hanya .. membantunya!”


Profesor itu menoleh, “Saya sama sekali tidak bertanya kepada Anda, Tuan Muda Tian Lei.” Lalu ia melanjutkan jalannya, “Setelah ini saya akan memberhentikan Anda dari akademi ini.”

__ADS_1


Tian Lei terperangah, ia mematung dengan mata yang membelalak lebar. Tidak bisa dipercaya, apa yang sebenarnya terjadi?!


[ To Be Continued ]


__ADS_2