
“Ini sangat sederhana, kau bertarung dan aku mengalihkan.”
Melihat Rong Huang yang dibekapnya tidak bersuara, Rong Muxiu pun melanjutkan dengan sedikit kekesalan.
“Rong Huang, ah, maksudku Huang jiejie,” senyum dengan maksud yang berlawanan terbentuk di bibirnya. “Huang jiejie hanya perlu bertarung dengan anjing di luar sana, dan aku akan mengalihkan orang gila tadi supaya Huang jiejie bisa bertarung dengan tenang, oke?”
Tidak ada tanggapan serius dari Rong Huang, Rong Muxiu pun berdecak dengan sinis. Lantas mengulurkan tangannya ke depan dada Rong Huang, “Energy Transfusion.”
Rong Huang mengerjap dengan kilauan yang akrab, lalu mendongak memperhatikan raut datar Rong Muxiu.
“Ada apa?”
Rong Muxiu merendahkan tatapannya sembari menyunggingkan senyum dengan perasaan yang tidak dapat dijelaskan.
“Bodohnya ..!”
Rong Huang yang terbaring dengan aksesorisnya berwarna ungu di dadanya itu mengernyit.
“Hah?”
“Ah, lupakan!” Rong Muxiu yang berjongkok pun berdiri.
“Seperti yang kau dengar tadi, kau hanya perlu mengalahkan monster jelek di sebelah sana lalu kembali untuk mengalahkan perempuan gila di sudut situ.” Rong Huang mengikuti arah pandang Rong Muxiu tanpa melewatkannya sedikit pun.
“Tunggu, bagaimana kau bisa menyadari hawa keberadaannya?”
Rong Muxiu tidak menggubris kalimat yang dilontarkan Rong Huang sedikit pun. Dia hanya berjalan tanpa ekspresi menuju sudut gelap hutan yang lain.
Rong Huang bahkan terpana saat menangkap momentum di mana Rong Muxiu berhasil masuk dengan begitu mudah menembus penghalang itu.
Pada dasarnya, Rong Huang beberapa detik yang lalu telah kehilangan kesadarannya akibat kehilangan energi mental yang terlalu berlebihan. Akhirnya dia hanya bisa menangkap dengan baik beberapa penjelasan singkat dari Rong Muxiu.
Dia memecahkan konsentrasinya sebelum gadis dengan topeng hitam itu turun dari dahan pohon di sebelah sana. Dia pun membuang cincin yang sudah tak berwarna itu lalu berdiri dengan tidak stabil.
Setelah menstabilkan keseimbangannya, dia melantunkan bisikan halus. “Weak illution,”
Sepertinya dia mulai mengerti, Rong Muxiu telah merencanakan beberapa hal ketika dia bertarung secara acak dengan makhluk-makhluk tadi.
Syukurlah Rong Muxiu cepat menyadarkannya, kalau tidak dia pasti akan bertindak lebih jauh lagi. Dan melakukan tindakan tanpa berpikir itu sangat memalukan!
Seharusnya dia tidak terpancing begitu saja!
Rong Huang meregangkan tubuhnya yang kaku, bertingkah seperti orang yang telah kelelahan dan berjalan keluar dari semak-semak.
Setiap langkah yang diambilnya tidak terlalu cepat ataupun lambat, tapi masih dapat memberikan kesan bahwa dia adalah orang yang tidak berdaya setelah menerima serangan Sprit beast tadi.
Dia menghapus jejak darah di sudut mulutnya sambil menampakkan raut jijik.
__ADS_1
Tiba-tiba ide jahil muncul dalam benaknya, Rong Huang berbalik ke arah satu sisi dan menarik lengkungan jahat. “Hei kau yang di sana! Aku pasti akan menghancurkanmu.”
Sedetik setelah itu, Rong Huang melesat dengan kecepatan tak biasa menembus udara di sekitarnya.
Tidak seperti serangan-serangan sebelumnya, tendangan yang dia daratkan kali ini lebih efektif ketika menimpa tubuh monster itu.
Terdengar bagaimana monster itu mengerang lalu membalas Rong Huang dengan manifestasi qi berwarna hitam yang dikumpulkan spirit di hadapannya. Seiring itu udara berfluktuasi lebih cepat dan cepat.
Rong Huang tidak bisa membantu tapi mengeluarkan teknik andalannya.
“Fairy Light Technique: Explosive Explosion!”
Ledakan cahaya yang terlampau menyilaukan membutakan sekaligus memberikan ledakan tak tertahankan kepada spirit beast beratribut gelap itu.
Rong Huang yang menyadari hal itu pun memanfaatkan momentum itu dan bergerak dengan gerakan kilat yang dikuasainya.
Semakin lama semakin terpojok spirit beast itu. Serangan-serangan yang dilontarkannya pun semakin pasif tidak seperti sebelumnya.
Jika perlu diingat, spirit beast tingkat tertentu yang telah dikontrak oleh beast timer memiliki titik lemah yang dikaburkan akibat itu.
Oleh karena itu, sewaktu dia mendengar informasi yang diberikan Rong Muxiu, dia tidak langsung percaya. Lagi pula bagaimana seorang gadis 12 tahun yang tidak dapat mengolah qi dapat menebak kebenaran semacam itu.
Rong Huang pun mendaratkan serangan habis-habisan ke titik lemah yang telah diberitahukan. Alhasil, rambut legam spirit beast itu kembali dipenuhi cairan berwarna hitam.
Dan titik yang diserangnya adalah bagian bawah ekor spirit beast tersebut.
Demikian Rong Huang basah akibat darah yang meledak dari tubuh spirit beast itu.
Rupanya ini benar-benar semudah yang bocah irasional itu katakan. Sepertinya dia memang harus mengakui kemampuan observasinya.
Segera Rong Huang bergegas menuju Rong Muxiu tanpa mempedulikan bau anyir darah segar yang terguyur di atas tubuhnya.
Saat dia sampai, dilihatnya penampakan yang tidak biasa. Rong Huang bahkan mengucek matanya berulang kali dengan ketidakpercayaan. Rong Huang benar-benar sempat melihat senyum itu diarahkan kepadanya.
Setelah dia berhasil menerima sinyal kecil itu masuk ke dalam otaknya, Rong Huang pun bergerak maju dengan belati yang telah dikondensasikannya dari qi.
Rong Huang melesat dengan kecepatan yang tak dapat ditangkap mata, lalu mengambil leher gadis bertopeng itu dengan seringaian.
Nampak gadis itu terpaku dengan rahang yang mengeras, sementara Rong Muxiu yang terluka parah maju dengan senyum yang semakin merekah.
“Orang jahat tidak akan mengakui bahwa mereka itu orang jahat dengan mengatasnamakan tujuan yang menurut mereka baik. Sungguh keji, tidakkah kau berpikir bahwa tindakan menyimpang itu sama seperti membohongi diri sendiri.”
Meskipun Rong Muxiu tidak terlalu paham tentang cara kerja dunia ini, dia tetap dapat mengatakan itu dengan percaya diri.
“Apakah kalian pikir kalian bisa mengalahkanku semudah ini?”
Pembohong, bahkan Rong Huang saja dapat menangkap getaran tak biasa dari suara yang dikeluarkannya. Gadis ini pasti ketakutan.
__ADS_1
Rong Huang mendengus puas, “Heh, dan apakah kau pikir kau bisa menipu anggota kerajaan dengan mudah?”
Gadis itu tidak bisa menjawab alih-alih bergerak mundur keluar dari zona yang telah ditandai Rong Huang.
Rong Huang tidak membiarkan gadis itu kabur begitu saja. Dia bergerak dengan kecepatan kilatnya dan menangkap jubah gelap yang dikenakan gadis itu.
“Kau bahkan belum melebihi tingkat kultivasiku, lantas bagaimana kau dapat mengalahkanku? Melarikan diri saja tidak bisa.”
Gadis itu mendesis dengan ketidaksabaran lalu bergerak sebelum Rong Huang mengangkat suara lagi dengan dingin.
“Ingin menggunakan spirit beast tangkapan kalian itu?” Dia bertanya dengan nada sarkastik.
“Kau tidak bisa melakukan hal yang sama kepada kami untuk yang kedua kalinya,” lanjutnya lalu menarik lengan gadis itu dari dalam jubah dan mencengkramnya kuat-kuat.
Kilatan keunguan bersinar di kedua iris ya tatkala bertemu dengan terpaan cahaya keperakan itu. Rong Muxiu yang sedari tadi tidak melakukan gerakan atau suara tambahan menambah dengan datar.
“Siapa orang di belakangmu? Pria tadi?” Suara yang melebihi dinginnya es memasuki telinga gadis itu, membuat getaran yang tak dapat dikontrolnya.
Gadis ini! Dia memiliki keberadaan yang tidak biasa!
Gadis itu menoleh ke arah Rong Muxiu dengan tatapan kompleks lalu menarik senyum dari balik topengnya.
“Untuk apa kalian tau? Sebentar lagi ‘kan kalian akan mati, tidak ada gunanya bagi orang mati menggali rahasia duniawi lebih dalam.”
Rong Huang mendesis dan dengan penuh emosi mengirimkan serangan mental ke arah gadis ini. Kebetulan dia sama sekali tidak pernah melatihnya.
“Hentikan itu, Huang jiejie!” Rong Muxiu menoleh dengan tatapan kesal.
Rong Huang berdecak malas, mau bagaimana lagi, sepertinya dia tidak memiliki pilihan lain selain menggunakan kemampuan itu. Dia pun berjalan lebih dekat dan membungkuk di depan telinga gadis bertopeng itu.
“Apa yang ka-“
“Katakan,”
Rong Muxiu tidak membiarkan gadis itu dapat mendengar suara Rong Huang kembali, gadis itu pun merespon sesuai yang diharapkannya.
Dengan tatapan yang tidak fokus sama sekali, gadis itu menyahut. “Mereka adalah-“
Tubuh gadis itu lenyap seketika, Rong Muxiu berbalik mengkuti arah angin berfluktuasi dan menemukan pria bertopeng sebelumnya memegang gadis itu dia atas punggungnya sembari menyapa mereka.
“Hai gadis-gadis cantik, selamat tinggal.”
Kedua bayangan itu lenyap diterkam kabut kabur, Rong Muxiu tak dapat menangkap apa yang sebenarnya terjadi karena pandangannya yang tiba-tiba mengabur saat itu juga.
Begitu pun Rong Huang, dia merasakan hal yang sama.
Keduanya terjebak dalam kebingungan untuk beberapa saat dan kehilangan petunjuk yang akan mereka sesali selamanya.
__ADS_1
[ To Be Continued ]