Miraculous Princess

Miraculous Princess
Ch. 4 - Restoran Lao Bao


__ADS_3

Kota Bao adalah kota yang paling makmur setelah Ibu Kota Kekaisaran Rong. Kota tersebut juga merupakan ibu kota dari Kerajaan Xiaxue yang berada di bawah pemerintahan Kekaisaran Rong dan dikuasai oleh adik-sama-ibu Kaisar, Rong Zhijiu. Rong Zhijiu memiliki tiga orang putra dan putri dari istri sahnya, Yang Mulia Ratu serta seorang selirnya yang lain. Dan Rong Huang adalah anak kedua dari Rong Zhijiu bersama sang Ratu.


Sebenarnya Kerajaan Xiaxue sendiri adalah kerajaan yang didirikan dan dipimpin oleh seorang wanita tangguh bernama Xian Xiaxue. Tetapi kepemimpinannya tidak bertahan lama meskipun ia berhasil mengembangkan kerajaannya sampai ke tingkat di mana nama kerajaan Xiaxue dikenal oleh banyak pihak.


Tidak hanya itu, ia juga berhasil memicu tekad Kaisar terdahulu untuk menakhlukan kerajaan tersebut. Terjadilah perang sepihak yang dilakukan oleh Kekaisaran Rong dan Kerajaan Xiaxue dalam periode waktu yang tidak lama. Perang yang dilakukan oleh Kaisar terdahulu dengan motif untuk merebut sumber daya unik dari Kerajaan Xiaxue.


Sayangnya Xian Xiaxue meninggal karena penyakit menular. Ia meninggal tanpa memiliki keturunan seorang pun, setelah membuat perjanjian perdamaian dengan Kaisar terdahulu. Hal itu yang menjadi penyebab mengapa Raja selanjutnya bukanlah keturunan langsung dari Xian Xiaxue.


Saa Kaisar terdahulu mengangkat Rong Zhijiu — yang saat itu usianya masih 21 tahun — menjadi raja. Banyak fraksi-fraksi politik Kerajaan Xiaxue yang menolak untuk mengakuinya sebagai Raja bahkan mereka sampai berniat menyiapkan kudeta kepada Rong Zhijiu.


Tapi, setelah Rong Zhijiu menjabat, Rong Zhijiu mulai membenahi beberapa masalah umum yang terjadi di masyarakat dengan membuat beberapa kebijakan baru. Karena kebijakannya itu pun, lambat laun gejolak politik meredah seiring waktu.


Dengan begitu, banyak orang yang mengenal bahwa Kota Bao berada di bawah pemerintahan Kekaisaran Rong, alih-alih karena Kota Bao adalah Ibu Kota Kerajaan Xiaxue.


Rong Zhijiu adalah pria yang cerdas sama seperti kakaknya, sang Kaisar. Ia bahkan mewarisi kemampuan kedokteran yang dimiliki oleh keluarga Kekaisaran Rong. Lalu dengan kecerdasan serta keterbukaannya kepada budaya luar. Itu menarik masuk banyak pedagang luar untuk berdagang bahkan tinggal di sana. Salah satunya adalah One Thousand Treasure Trade.


Dan yang lain adalah Retoran Lao Bao. Restoran yang menyediakan kuliner-kuliner dari berbagai penjuru termasuk Kekaisaran Dong dan Kekaisaran Long. Pemerintahan lain yang menjadi saingan besar dalam hal kekuasaan wilayah dan sumber daya. Namun anehnya sampai sekarang, tidak pernah terjadi perang di antara ketiganya.


“Oh, seperti itu, ya.” Rong Muxiu menatap datar Rong Huang yang tersenyum lebar.


“Putri Keempat ternyata adalah Putri yang seperti ini rupanya, benar-benar tidak seperti desas-desus yang mereka katakan,” Rong Huang mengangguk-ngangguk sambil berjalan melewati toko-toko. “Ngomong-ngomong, aktingku yang tadi terlihat begitu nyata, tidak?”


Rong Muxiu mengangkat bahunya, “Entah, lagipula kenapa kau bisa berada di sini?”


“Ah, aku terlalu bosan terus berada di istana dan melihat Kakak pertamaku, Putra Mahkota Shi bermain pedang dan bagaimana adik lelakiku mengerjai pelayan dan kasim yang sedang bekerja.”


“Oh,” balasnya datar.


“Dan kupikir kau ‘lah yang paling terlihat paling membutuhkan pertolongan di sini.” Senyum tipis tergambar di bibir merah mudanya, “Tidak memiliki kekuatan spritual untuk membela diri, berjalan tak tentu arah setelah keluar dari One Thousand Treasure Trade karena hampir dijadikan barang lelang, lalu kelaparan dan tidak bisa pulang karena tidak memiliki uang.”


Air muka Rong Muxiu berfluktuasi, “Tunggu! Kenapa kau tau tentang apa yang terjadi padaku?”


“Tenang, tenang. Aku akan menjelaskannya jika kau memanggilku ‘kakak sepupu Huang bijaksana, sedangkan aku sangat bodoh dibandingkan dengannya’.”


“Kenapa aku harus melakukannya,” kaki Rong Muxiu berhenti bergerak maju.

__ADS_1


“Karena aku dua tahun lebih tua dari pada dirimu, sayang. Dan sebelumnya kau telah menghinaku.” Rong Huang berhenti dan memegang bahu Rong Muxiu dengan senyum dangkal.


Ia berlalu mendahului Rong Muxiu sekali lagi, “Aku tidak akan memberitahukanmu apa pun, jika kau tidak mengatakan seperti apa yang kubilang sebelumnya,”


“Ka, kak .. sepupu (?)”


“Penuh keraguan!” Seru Rong Huang yang masih berjalan meninggalkan Rong Muxiu yang menatap bangannya geli sekaligus sinis.


“Kakak sepupuku yang terkasih tunggu aku! Baik-baik, Kakak Sepupu Huang bijaksana, sedangkan aku sangat bodoh dibandingkan dengannya.” Dengan tingkah jenaka Rong Muxiu berlari menuju Rong Huang yang perlahan menyatu ke dalam kerumunan.


Ia menarik lengan Rong Huang yang perlahan melebur ke dalam kerumunan, “Heh, ternyata kau tetap dapat menemukanku semudah ini, sangat tak terduga.”


“Aku akan ikut denganmu,”


“Ugh, entah mengapa tubuhku meremang ketika mengatakan itu bahkan dalam pikiranku,” gumam Rong Muxiu tanpa suara sambil memeluk dadanya geli.


• • •


“Liang, apakah kau akan mengerti tentang apa yang kakekmu ini jelaskan? Kau tidak mendengarkan kakekmu ini dengan baik, kau bahkan lebih memilih bijih wijen, dan akhirnya kehilangan buah semangka.”


“Astaga, menegurmu setiap hari membuat diriku yang tampan ini terlihat semakin tua dan tua. Jika kau terus melewatkan hal-hal yang paling dasar seperti ini, bahkan jika masalah kecil secara keseluruhan telah mendapatkan perhatianmu, persentase kegagalanmu dalam berkultivasi akan naik secara drastis,” pria tua itu memijit pelipisnya dengan raut yang mendramatisir.


Melihat bahwa Liang hanya mengacuhkannya, dia pun melanjutkan. “Posisi duduk dalam berkultivasi yang baik sangat diperlukan untuk meningkatkan kultivasimu. Dengar ini, jika kau tidak menaikkan tanganmu sedikit tadi malam, mungkin qi yang masuk ke tubuhmu akan sangat sedikit.”


Liang melirik dan menaikkan alisnya ketika menemukan pria itu berhenti di hadapan sebuah bangunan bertingkat tiga yang mengeluarkan aroma sedap dan dipadati oleh banyak orang. Sementara pria tua itu — Kakek Ye — tersenyum gembira seolah-olah ia telah memenangkan sebuah taruhan.


“Heheheh, akhirnya kita sampai juga di sini,” gumamnya misterius sambil mengelus jenggot putihnya.


Nampak papan besar dengan aksara yang bertuliskan ‘Restoran Lao Bao’ yang berada di atas restoran tersebut.


“Nampaknya dia telah memasukkan kekuatan mental ke dalam lukisan ini, licik seperti biasa, ya.” Kakek Ye berbalik menatap Liang, “Apa kau bisa membacanya?”


Lian mengangguk tanpa ekspresi, “En,”


“Tentu saja, jika kau bahkan tidak dapat membaca tulisan gampang seperti ini, kau tidak akan pernah pantas menjadi muridku.” Liang mengernyit dari balik topeng ketika melirik wajah bangga pria tua itu.

__ADS_1


Kakek Ye secara tidak sengaja menangkap aksi dua orang gadis yang berjalan ke arah yang sama dengan mereka dari sudut matanya. Gadis bersurai kelabu dan dengan rambut serta iris mata yang gelap.


“Hohohoh, itu rupanya Putri Huang yang banyak dibicarakan itu, ya? Dia kelihatannya berbaur dengan kerumunan,” Liang melirik Kakek Ye yang memandang sepasang gadis.


“Hm?” Dia memiringkan kepalanya.


“Kau tau ‘kan, Lian? Di benua ini terdapat 3 keluarga besar yang memimpin. Mereka memiliki fisik serta kosntitusi internal yang unik.” Liang mengangguk tanpa sepatah kata.


“Jika mereka berada di tengah kerumunan yang memiliki fisik seperti orang-orang pada umumnya di benua ini, maka orang itu akan menjadi sangat eye-catching. Tetapi lihat dia, dia berjalan seperti biasa dan masih sempat tertawa-tawa tetapi tidak ada yang peduli atau memperhatikannya. Kau pasti tau apa yang sedang terjadi ‘kan?” Kakek Ye menyunggingkan senyum yang dibalas anggukan datar oleh Liang.


“Dia adalah manipulator,” jawab Liang seadanya ketika memandang potongan kayu itu dengan acuh.


“Betul sekali.” Kakek Ye tersenyum.


Mata sipit lelaki tua itu tiba-tiba dipenuhi oleh cahaya. Dia membelalak saat melihat gadis berambut hitam yang mendongak dan membaca tulisan itu dalam diam. Seakan-akan dia tidak merasakan apa pun sama sekali ketika membaca tulisan itu. Tidak seperti orang lain yang kebingungan ketika membacanya.


“Hei, Muxiu, kau bisa membacanya?” Rong Huang mengernyit dan menatap Rong Muxiu yang tiba-tiba memiliki pandangan kosong.


Rong Muxiu tidak terburu-buru untuk menjawab, “Entahlah ... mungkin tulisannya nama restoran kita kunjungi? Restoran Lao Bao? Aku tidak yakin. Yang pasti bukan aku ‘kan yang akan membayarnya?”


Rong Huang tertegun sejenak lalu mengembangkan senyum, “Eh, tentu saja. Tidak ada sesuatu yang gratis di dunia ini ‘kan?”


“Bagus!” Keduanya berjalan masuk dan menyatu dengan kerumunan sekali lagi.


“Kakek Ye?” Liang menatap Kakek Ye yang memiliki wajah dengan warna kemerahan.


“Pasti, pasti dia dapat membaca tulisan itu!”


“Hm?”


“Dia dapat membacanya, membaca sesuatu yang seharusnya hanya dapat dibaca oleh oleh seorang manipulator saja! Atau tidak, alasannya pasti adalah karena dia berada di tahap Sprit purification atau lebih, tetapi ia tidak memiliki qi di dalam tubuhnya sama sekali! Berarti dia adalah eksistensi yang melebihi jenius! Murid surga!” Liang memandanginya datar lalu menyadarkan pria tua itu dengan menepuk bahunya.


“Berisik,” keluhnya samar.


[ To Be Continued ]

__ADS_1


__ADS_2