
Argh, bodoh sekali dirinya!
Feng Han membanting kepalanya di atas meja sambil meracau tidak jelas. Syukurlah, tidak ada orang selain dirinya yang duduk di meja ini sehingga dia bisa menggumamkan segala kekesalannya.
Pertama, dia terlalu mudah dibohongi. Jika pun dia ingin mengembalikan uang itu kepada dirinya sendiri, prosesnya akan membutuhkan waktu yang tidak sedikit. Dan kemungkinan identitasnya akan dicurigai akan meningkat.
Jadi kemungkinan merebut kembali koin emasnya dicoreng dari daftar.
Feng Han menarik rambutnya yang sudah tak sependek dulu yang ia ingat sambil bergumam tanpa suara. “Sekarang tinggal 116 emas 2 perak dan 23 perunggu. Padahal dulu aku punya lebih dari 1000 koin emas. Betapa malangnya nasibku.”
Feng Han sontak mendongak dengan mata yang menyipit saat dia merasakan keberadaan aneh yang mendekat ke arah kasino. Ketika itu pula terdengar kegaduhan yang tidak bisa tidak membuat semua orang di dalam kasino tidak merasa penasaran.
Saat seorang pria tua dengan wajah yang memerah akibat alkohol membuka pintu, nampak tangan yang terjulur masuk lalu mencekik pria itu hingga terangkat tak menyentuh tanah.
“L-lepas ... -kan.”
“Lepaskan dia!” Lei Kong berdiri dari kursinya dan menunjuk tangan yang dilapisi sarung tangan hitam itu dengan tatapan menantang.
“Ya! Apa yang kau lakukan di sini?!”
Feng Han menoleh ke arah lain dan mendapati sosok familiar yang ia terka merupakan bawahan sekaligus komplotan Lei Kong.
Ketika beberapa sosok hitam menerobos masuk dengan tendangan kasar, semua orang merasakan bagaimana bulu kuduk mereka berdiri tegak. Mereka sama-sama merasakan betapa mengerikannya niat membunuh yang mereka pancarkan.
Tidak mengungkap kata, orang-orang yang dibaluti jubah hitam itu berpencar dan mempora-porandakan seisi kasino.
Lei Kong berseru menunjukkan keberaniannya dan melompat maju tanpa siasat apapun.
__ADS_1
Bagaimana dia bisa ditipu oleh orang seperti itu?
Bukannya orang sebelumnya bahkan 1000 kali lebih cerdas?
Feng Han membuyarkan pikirannya lalu mengembalikan pandangan pada orang-orang itu. Dia mencoba mengidentifikasi asal orang-orang itu. Cahaya berkelip di matanya.
Itu adalah mereka!
Bagaimana bisa ..?!
Belum sempat Feng Han membuka suara, terdengar suara gebrakan dari langit-langit. Rupanya Lei Kong yang mencoba mendaratkan serangan itu dilempar hingga menabrak langit-langit.
Kenalan Lei Kong pun bergerak untuk menyelamatkan pemuda itu dengan gerakan secepat mungkin, agar orang-orang itu tidak sempat melancarkan serangan padanya.
Sayangnya, pria itu pun tetap diserang dengan tendangan yang tidak main-main. Tendangan kuat yang dapat melemparkan pria itu beserta Feng Han yang dirangkulnya hingga menabrak dinding kasino.
“Kalian!”
Sayangnya situasi tidak berpihak pada mereka. Mereka tetap kena imbas serangan hingga terdorong ke pojok dan kehilangan kesadaran.
Melihat kekuatan ‘pihaknya’ yang tidak setara dengan pihak musuh, Feng Han tidak bisa Hany berdiam dan menyaksikan kehancuran kasino ini tanpa melakukan apapun sama sekali.
“Sekte Blood Ocean, apa tujuan kalian datang ke kota kecil semacam ini?!” Seruan dari Feng Han menarik perhatian mereka yang menyerang orang-orang dalam kasino.
Akhirnya mereka membagi beberapa orang untuk menyerang Feng Han, karena menganggap pemuda itu sebagai ancaman.
Tendangan, pukulan, tinjuan, segala jenis serangan fisik yang didaratkan ke seluruh titik vital tubuh Feng Han dipenuhi akan niat membunuh. Tetapi pemuda itu tetap dapat menangkis dan melindungi dirinya dari serangan-serangan itu.
__ADS_1
Tidak ingin membiarkan pertarungannya melawan lima orang pengikut Sekte Ocean Blood berjalan terlalu lama, Feng Han pun mengeluarkan jurus pamungkasnya.
Saat tangannya bergegas memelintir salah seorang di antara mereka, kaki kirinya yang telah terintegrasi qi menendang dan membuat ledakan eksplosif hingga empat orang lainnya jatuh terpental.
Namun tidak hanya sampai di situ. Orang-orang berjubah hitam di sekelilingnya berkumpul dan menyerang Feng Han serentak.
“Xiao Lanse,” bisik Feng Han.
Saat tendangan itu hampir mengenainya, tiba-tiba muncul ledakan udara yang melontarkan orang-orang itu hingga menabrak dinding kasino. Tampak makhluk mungil dengan rambut biru lebat yang melindunginya. Rambut-rambut itu pun berkilauan seakan-akan tak tersentuh sepanjang waktu.
Prok, prok, prok
Suara tepukan terdengar. Feng Han menyapu pandangan seisi kasino dan tidak melihat seorang pun selain dirinya. Tidak ada Lei Kong dan komplotan penipunya, para pemabuk yang mengganggunya, ataupun orang-orang berjubah hitam yang dikalahkan olehnya.
Tetapi saat dia menoleh ke ambang pintu yang terbuka lebar, ia menemukan sesosok pria dengan jubah hitam yang pinggirannya berbordirkan emas, dan topeng hitam yang menyerupai rubah. Dari balik topeng itu pula Feng Han dapat melihat sepasang mata yang bersinar tajam ke arahnya.
Apa dia ... salah satu tetua Sekte Blood Ocean?
“Tidak bisa dipercaya. Rupanya tuan muda Keluarga Feng bisa berada di tempat terpencil semacam ini.”
Terdengar sedikit humor dari intonasi suara orang tersebut. Seakan-akan jika ini bukan suasana yang serius, maka dia akan tertawa lepas.
“Kukira kalian bukanlah sekte di Benua Liuxing, melainkan Benua Yanshi. Mengapa kalian bisa berada di sini?!” Seru Feng Han dengan lantang.
“Hmmm, rahasia.”
Saat Feng Han mulai menyerang, pandangannya perlahan mengabur bersama kesadaran yang juga surut. Feng Han kehilangan kontrol tubuhnya dan terjatuh membentur lantai.
__ADS_1
“Feng Han, ya. Tangkapan yang lumayan besar.”
[ To Be Continued ]