Miraculous Princess

Miraculous Princess
Ch. 3 - Saudari Kekaisaran yang Lain?


__ADS_3

Saat ini, di sinilah seorang Rong Muxiu berada. Tepat setelah ia menandatangani perjanjian di atas kertas dan disaksikan banyak orang. Dia dibawa keluar dari One Thousand Treasure Trade begitu saja. Syukurlah siang telah tiba dan dia sempat tertidur sewaktu ia disekap. Kalau tidak, entah bagaimana nasibnya.


Bagaimana dia bisa melupakan hal yang paling penting?!


Pertanyaannya adalah bagaimana dia, Rong Muxiu sampai ke kediamannya tanpa masalah. Kediaman pribadi Rong Muxiu berada di ibu kota, sedangkan saat ini dia berada di Kota Bao yang berada di bagian timur daerah kekuasaan Kekaisaran Rong. Perkiraan waktu untuk sampai ke sana setidaknya adalah 3 bulan lebih jika ia menaiki kereta kuda. Dan masalah kedua adalah dia tidak memiliki uang sama sekali.


Apakah dia akan berakhir seperti an*in* jalanan?


Jadi tujuan awalnya untuk saat ini berubah. Dia akan mencari perpustakaan umum terlebih dahulu sebelum mencari cara untuk pulang. Dan mungkin jika dia memiliki kesempatan dia akan mengumpulkan uang di saat yang bersamaan.


Dalam hati Rong Muxiu berharap jika perutnya mau diajak berkompromi untuk menahan lapar sementara waktu. Setidaknya sampai dia menemukan makanan yang bisa dimakan.


“Jadi, di mana tepatnya perpustakaan itu?” gumam Rong Muxiu menggaruk tengkuknya frustasi. Rambut hitam legamnya tidak diikat dan dibiarkan tergerai. Sehingga sosoknya nampak menonjol di tengah kerumunan.


Ia menemukan seorang pemuda dengan pakaian rapi berjalan melewatinya. “Permisi, apakah kau tau di mana perpustakaan umum berada?”


“Perpustakaan? Tidak ada perpustakaan umum di sekitar sini. Jika kau ingin menemukan perpustakaan, tunggulah sampai besok. Akademi heaven's Star akan mengadakan event khusus dengan membuka perpustakaan mereka.” Pemuda yang memiliki tampang seperti sarjana muda itu memberitahu Rong Muxiu datar. Setelah selesai, pemuda itu pun pergi.


Setelah bereinkarnasi, Rong Muxiu telah melihat cukup banyak orang sehingga dia dapat menyimpulkan bahwa di dunia ini ada beberapa orang yang memiliki keunikan fisik tertentu. Misalnya memiliki rambut Keabu-abuan dan iris berwarna ungu.


Kondisi ini terjadi pada saudara-saudari kekaisaran Rong Muxiu. Mereka memiliki fisik yang sama, terkecuali Rong Muxiu sendiri. Dia hanya memiliki rambut hitam dan iris hitam sama seperti orang-orang pada umumnya. Oleh karena itu Kaisar tidak pernah mengakui dirinya hingga hari ini.


Mungkin keunikan itu terjadi karena pengaruh garis darah keluarga kekaisaran (?) Rong Muxiu masih belum yakin. Jika itu benar, berarti pria paruh baya sebelumnya — pemilik One Thousand Treasure Trade — adalah pemilik garis darah keluarga kekaisaran yang lain. Dan dia bukanlah anggota keluarga kekaisaran sesungguhnya (?)


Tidak jauh dari daerah tempat Rong Muxiu berjalan. Nampak seorang pria yang ambruk ke tanah dengan banyak luka di hampir setiap sudut tubuhnya. Tetapi tetap tidak ada seorang pun yang bersedia untuk menolongnya. Sampai ketika seorang gadis datang menghampiri.


Manik keunguannya bersinar cemerlang. Ia dengan gesit mengambil peralatan medisnya dari dalam tas penyimpanannya. Tas kecil itu memiliki qi khusus yang dapat memperbesar kapasitas ruang sehingga tas itu dapat memuat berbagai peralatan meskipun ukurannya terbilang kecil. Setelah menuangkan elixir ke dalam mulut pria tua iti, jari- jemarinya bergegas menekan titik-titik merindian pada tubuh lelaki tua itu dengan beberapa jarum perak. Ia melakukan teknik akupuntur kepada pria itu.


“Sedikit lebih ke kiri. Jika kau masih melakukan kesalahan sesederhana itu kedepannya, kau bisa membahayakan nyawa orang lain.”


“Elixir yang memiliki fungsi untuk menghentikan pendarahan sama sekali tidak berguna jika kau belum menghilangkan racun yang tersebar melalui vena-nya.”


Gadis itu mengernyit, lalu menoleh ke arah dari mana suara itu berasal dan menemukan gadis berambut hitam yang menatapnya tenang. Sementara Rong Muxiu memperhatikan bahwa gadis itu mematung ketika melihat dirinya. Ia tidak membantu tetapi menaikkan alisnya bingung.


“Sekadar informasi, jika kau sama sekali tidak melakukan apa pun dalam rentang waktu 30 menit, ia akan kehabisan darah.” Dengan santai ia menunjuk tubuh pria itu dengan tatapan malas.


Gadis itu pun tersadar dan kembali mengobati pria tua itu. Kali ini dia melakukan detokfikasi untuk mengurangi kadar racun yang menyebar melalui vena pria tua itu. Bulir-bulir keringat terungkap saat ia menggerakkan tangannya semakin cepat, secepat yang ia bisa.

__ADS_1


Sekali lagi suara Rong Muxiu menginterupsi:


“Jangan terburu-buru, racun itu tidak terlalu kuat. Kau hanya perlu menekan beberapa titik tertentu dengan tepat. Setelah itu memiringkan tubuhnya ke samping. Dengan begitu racun yang masuk akan keluar melalui mulutnya.” Rong Muxiu berjongkok dan menopang dagu dengan kedua tangannya. Seolah-olah apa yang sedang terjadi kepada mereka bukan urusannya sama sekali.


Lambat laun, Rong Muxiu dan gadis itu semakin menarik perhatian. Hal itu terlihat dari semakin banyak orang yang mengerumuni keduanya. Rong Muxiu memincingkan matanya kesal, menatap orang-orang yang memiliki raut penasaran di wajah mereka.


“Apakah kematian seseorang akan terlihat sangat seru?” Sarkas Rong Muxiu dengan suara yang cukup keras untuk sampai ke gendang telinga mereka.


“Hei gadis, sebaiknya kau jangan mempermainkan nyawa pria tua itu jika kau tidak memiliki kemampuan untuk menyelamatkannya sama sekali!” Protes salah satu dari orang-orang itu dengan jari telunjuk yang secara lancang diarahkan kepada gadis itu.


Konyol. Sebelumnya, mereka tidak melakukan apa-apa meskipun sudah melihat bagaimana pria tua itu terluka. Dan sekarang mereka menuntut kepada gadis itu untuk tidak menyelamatkan pria tua itu karena ia tidak memiliki kemampuan yang mumpuni. Hak apa yang dia punya untuk mengkritik gadis itu tanpa mengetahui seberapa hebat dia?


“Kalian akan dipenjara jika kalian masih meneruskan penyelamatan sia-sia seperti itu.”


“Benar! Tidak ada gunanya bagi gadis-gadis yang bahkan tidak bisa berperilaku sopan kepada orang yang lebih tua untuk menyelamatkan seorang pria tua.”


“Kematian atau pun kehidupan berada di tangan-Nya. Dengan kondisi seperti itu, garis kematiannya sudah dipastikan, biarkanlah jiwanya pergi ke samping-Nya dengan tenang,” seorang pria tanpa rambut menasehati keduanya.


“Hei, dia tidak akan menyelamatkan orang-orang jika tidak ada usaha dari orang lain dalam menyelamatkannya. Jangan mengatakan omong kosong semudah membalikkan tangan,” wajah pria itu menggelap seketika ketika melihat bagaimana Rong Muxiu menegurnya tanpa melihat dirinya. Rong Muxiu lantas mengembalikan pandangannya untuk melihat apa yang gadis itu lakukan.


Rong Muxiu menatap datar lalu menarik busur misterius, “Bagaimana kalian bisa tau jika dia tidak memiliki kemampuan? Lagi pula apa hubungannya etika dengan kemampuan dasar dalam menyelamatkan orang?”


“Penyelamatannya ... gagal?”


Rong Muxiu bangkit dan meregangkan tubuhnya, “Tidak bodoh, apakah kalian pernah melihat bagaimana seseorang menyelamatkan orang yang terkena racun?”


Gadis dengan surai Keabu-abuan itu tersenyum ramah, “Kakek, racun yang ada di dalam vena Anda telah dibersihkan. Luka-luka di tubuh Anda juga telah mengering, setidaknya itu menjadi sedikit lebih baik.”


Lelaki tua itu tersenyum lembut kepada gadis itu, “Siapa namamu? Terima kasih atas bantuannya. Tanpamu, kakek tua ini pasti akan mati begitu saja.”


“Ah, tidak, penyelamatan itu tidak dilakukan oleh saya sendiri. Gadis itu juga membantuku.” Gadis itu menunjuk Rong Muxiu yang berjalan meninggalkan mereka.


Mata pria tua itu menyipit. Melihat gadis berambut hitam dan bermata gelap itu. Setelah mengintegrasikan qi ke dalam matanya, ia tetap tidak melihat qi dari dalam tubuh gadis itu.


“Hei, jangan pergi!” Seru gadis itu berlari menangkap bahu Rong Muxiu dengan salah satu tangannya.


“Lepaskan,” pinta Rong Muxiu menarik paksa bahunya, namun tindakan itu sia-sia.

__ADS_1


Tidak mendengarkan Rong Muxiu, gadis itu tersenyum. “Kakek itu ingin mengatakan sesuatu kepadamu,” ia menyeret Rong Muxiu dengan menarik pergelangan tangannya.


“Kakek, dia yang membantu saya menyelamatkan Anda.” Rong Muxiu melirik gadis itu sejenak, dia benar-benar merasa jika gadis ini pasti adalah salah-satu dari keluarga kekaisaran.


“Terima kasih, ...”


“Rong Huang.”


“Rong Muxiu.”


Balasan keduanya yang kompak itu memicu senyum di wajah lelaki tua itu.


“Apakah kalian adalah salah satu dari anggota keluarga kakaisaran?”


“Ya, saya adalah seorang putri dari Raja Zhijiu,” Rong Muxiu meliriknya. Oh rupanya gadis itu adalah sepupunya.


“Dan kau, Rong Muxiu?”


Ah, jika Rong Muxiu mengatakan bahwa dirinya adalah Putri keempat yang bodoh dan terkenal se-antero. Pasti tingkat kesulitan untuk mencari cara untuk pulang.


“Bukan, mungkin marga yang sama itu disebabkan oleh kebetulan semata.” Maniknya melirik pria tua itu acuh.


“Sebagai balasan karena telah menyelamatkan kakek tua ini, maka kakek tua ini akan memberikan kepada kalian beberapa hal.” Ia mengeluarkan sepasang cincin dari dalam sakunya dan menyerahkan masing-masing satu kepada keduanya.


“Terima kasih.”


“Ambil kembali, Kek.” Rong Huang mendorong balik cincin itu. “Saya tidak memerlukan balasan Kakek sama sekali. Saya hanya ingin mencoba menolong Anda. lagi pula jika Rong Muxiu tidak membantuku sama sekali, saya pasti akan membuat kesalahan yang fatal.”


“Tulus sekali, ya.” Pria tua itu tersenyum dangkal, “Tapi ambil saja, mungkin gadis bernama Rong Muxiu itu membutuhkannya.” Ia bangkit dan berlalu meninggalkan Rong Huang bersama Rong Muxiu yang tengah membolak-balik cincin itu.


“Sebaiknya jangan mengikutinya.” Tatapan datar Rong Muxiu lemparkan kepada Rong Huang. “Dia sangat aneh. Meskipun terdapat luka di kakinya, ia tetap dapat berjalan tanpa masalah. Yang pasti dia tidak akan menjadi kakek tua yang sederhana dan baik hati.”


“Tidak, tidak.” Ia berhenti dan terkekeh di hadapan Rong Muxiu yang menatapnya aneh. “Ada apa denganmu?”


“Dan ... kau adalah Putri Keempat, Rong Muxiu ‘kan?” Rong Huang menyunggingkan senyum, “Ternyata Putri Keempat sangat berbeda dengan rumor yang beredar.”


Tatapan Rong Muxiu berubah tajam, “Apa yang kau maksud?”

__ADS_1


[ To Be Continued ]


__ADS_2