Miraculous Princess

Miraculous Princess
Ch. 21 - Sekte Blood Ocean


__ADS_3

“Hm? Lakukan sesukamu saja,” balasnya ringan sambil berjalan dengan santai menuju tubuh Bai Ru yang terkapar tak berdaya di atas tanah yang dingin.


Segera, Rong Huang mengambil satu langkah ke belakang dan menyerukan ketidaksetujuannya.


“Sekalipun kalian berasal dari sekte Blood Ocean, kalian tidak bisa bertingkah semena-mena di dalam wilayah Kerajaan Xiaxue!” Dengan tangan terkepal Rong Huang memberikan tatapan nyalang secara bergantian ke arah keduanya.


“Apa? Aku tidak percaya tuan putri sepertimu akan ikut ambil bagian dalam menghukum bawahan ayahmu.”


Pria itu berbalik dengan cahaya samar yang membuat percikan dingin dalam tampilannya. Dengan begitu, dia menghilang tepat sebelum cahaya bulan menghampiri tempat mereka berada.


Rong Huang menggertak, tetapi dipotong oleh suara dingin dari gadis bertopeng yang lain. “Diamlah,”


Rong Huang tersentak, dia pun mulai mengukuhkan pertahanan dirinya. Tetapi gadis itu tidak memiliki niat untuk menyerangnya dari awal. Dengan tangan terangkat tinggi-tinggi di udara, gadis itu menggumamkan kata tanpa suara.


Setelah beberapa detik berlalu, Rong Huang menangkap transformasi signifikan yang terjadi pada iris matanya dari balik topeng gadis itu.


Kedua mata itu kini menjadi berwarna semerah darah!


Rong Huang buru-buru mengambil antisipasi untuk melompat ke belakang. Kini, dia mendapatkan perasaan yang tidak dapat dijelaskan.


Kabut berwarna hitam mengepul di hadapannya disertai bau anyir yang menyengatnya. Karenanya Rong Huang tak dapat membantu, tetapi menutup hidungnya dengan ekspresi jijik.


“Apa yang kau lakukan?!” Rong Huang mendelik sambil terbatuk-batuk.


Sekali lagi Rong Huang mendesis penuh ketidakberdayaan. Lalu sekuat tenaga dia membuat penghalang tipis dengan energi mental yang masih tersisa.


Sebenarnya, dia sudah terlalu lelah untuk menggunakan energi mental, namun apa boleh buat, jika dia tidak melakukannya situasi akan menjadi lebih berbahaya.


Rong Huang memaksakan dirinya, dia pun memutar otaknya tanpa henti untuk mendapatkan penyelesaian dari masalahnya saat ini.


Dibandingkan Rong Muxiu, dia adalah gadis berusia 14 tahun yang jauh lebih sederhana. Jika ada yang mengganggunya atau keluarganya, maka dia akan membela dengan sekuat tenaga. Oleh karena itu dia tidak akan melepaskan Bai Ru dengan sampai kapan pun.


Suhu udara semakin menurun, kali ini Rong Huang memilih untuk menyerang tanpa pikir panjang. Menggunakan sisa-sisa energi mental yang dia miliki, dia memanifestasikannya menjadi sebuah pedang.


Sayangnya sisa-sisa itu masih belum cukup dan hanya dapat membentuk sebuah belati tumpul. Rong Huang berdecih, lantas berlari secepat mungkin dan ia menodongkan belati itu ke arah leher gadis itu.


Gadis itu menoleh, tepat sebelum Rong Huang menyentuh gadis itu dengan belatinya, tubuhnya lebih dulu menjadi kaku di udara. Dia tidak dapat menggerakkan tubuhnya!


Demikian tubuhnya jatuh ke tanah. Rong Huang melenggak dengan susah payah. Dia melihat siluet gadis dengan topeng hitam itu, tapi pose gadis itu tidak memiliki perubahan sedikit pun.


Alih-alih kabut hitam di hadapannya menjadi semakin besar dan besar.

__ADS_1


Dalam benaknya, Rong Huang bertanya-tanya, mengapa gadis ini tidak langsung membunuhnya, melainkan lebih memilih membentuk kabut hitam itu.


Apa sebenarnya maksud dari kabut hitam itu?!


Kenapa sekte Blood Ocean sialan ini berniat mengusik kedamaian dia Kota Bao?!


Sekte Blood Ocean, sekte yang mengajarkan ilmu-ilmu sesat yang bersifat merugikan pihak lain. Sebagai contoh, teknik budidaya yang menggunakan gadis-gadis perawan sebagai wadahnya adalah teknik yang dikembangkan oleh sekte ini.


Pengikut-pengikut sekte Blood Ocean sendiri adalah sekumpulan anak-anak yatim piatu, korban perang, sampai mereka yang diasingkan atau dibuang oleh keluarganya sendiri.


Meski begitu, mereka tetaplah sekumpulan orang yang melakukan kejahatan. Tidak dapat dimanfaatkan! Mereka pasti yang menjadi dalang dari kekacauan-kekacauan yang terjadi di Kota Bao akhir-akhir ini!


Rong Huang teringat akan siasat licik yang digunakan Rong Muxiu. “Dilihat dari penampilanmu, kau pasti adalah salah seorang korban perang, ‘kan? Betapa malangnya dirimu,” tutur Rong Huang dengan suara seraknya sambil tersenyum penuh provokasi.


Gadis itu terdiam, Rong Huang berdecak kesal karena gadis itu mengabaikan perkataannya. Meremas bibirnya menahan emosi, dia pun terus melanjutkan dengan intonasi santai yang dibuat-buat.


“Kotor.” Tatapan tajam mengikuti bayangan Rong Huang yang sekuat tenaga memaksa tubuhnya untuk bangkit kembali.


“Gadis kotor, sangat kotor. Tubuhmu bahkan dipenuhi oleh darah, mengerikan.”


Rong Huang tersenyum senang, ternyata dugaannya benar. Dilihat dari usia fisiknya, Rong Huang pun yakin jika gadis ini adalah korban perang besar 13 tahun lalu yang terjadi di perbatasan.


“Atau mungkin karena keluargamu meninggalkanmu?” Rong Huang menyipitkan matanya dengan senyum yang terasa mengesalkan bagi gadis itu.


Udara berhembus kencang, membuat Rong Huang kesusahan menahan keseimbangannya ketika ia berdiri. Dia pun bersikeras mengangkat kakinya walaupun masih terhuyung.


Sinar menyilaukan terungkap. Rong Huang mengintip dari balik tangannya yang menutupi muka supaya tidak terhantam oleh angin kencang beberapa saat sebelumnya.


Nampak objek yang tertutupi lapisan debu berwarna hitam pekat. Kulit berbulu berwarna gelap yang lebih kasar daripada tanah, deretan gigi runcing yang mengeluarkan cairan kental berupa ludah, disertai tatapan haus darah yang dapat membuat bulu kuduk Rong Huang berdiri.


Rong Huang memasang kuda-kuda, kedua muridnya menyipit untuk mengamati objek buas itu lebih jelas. Dia merasakan ketakutan yang tak dapat dijelaskan ketika bertemu pandang dengan mata merah itu.


Tunggu, apakah gadis ini adalah beast timer?!


“Apa yang telah kau perbuat?!”


Teriakannya disahut oleh auman ganas dari objek yang Rong Huang tebak adalah spirit beast atribut gelap. Tidak dapat berpikir lagi, Rong Huang memberikan teknik acak yang muncul di otaknya saat itu juga.


“Eternity Ray!”


Nampak sinar terang yang Ring Huang bentuk di kedua telapak tangannya membalas esensi gelap yang spirit beast itu keluarkan.

__ADS_1


Sesuai dugaannya, spirit beast itu memiliki atribut kegelapan.


Senyumnya kunjung luntur ketika melihat bahwa spirit beast itu sama sekali tidak berkutik dan menyerap sinar itu dengan mudah.


Gadis di ujung sana tersenyum lebar dan meludah dingin, “Percuma! Setiap seranganmu akan diserap oleh spirit beast-ku!”


Gadis itu melompat ke atas pohon dan dengan mudah menembus formasi yang telah dipasangkan di sana, namun Rong Huang tidak menyadari hal tersebut karena dia masih fokus memikirkan serangan apa yang akan dia lancarkan selanjutnya.


Rong Huang tidak mendengarkan perkataan gadis itu sama sekali, dia melompat maju. Memberikan tendangan tanpa henti ke perut spirit beast itu. Tetapi itu semua tidak mempan sama sekali, spirit beast itu tak bergeming sedikit pun.


“Light Fairy Technique: Dazzling Kick!”


Tendangan penuh cahaya Rong Huang daratkan ke tubuh spirit beast itu. Dia sama sekali tidak peduli akan kesadarannya yang semakin kabur.


Rong Huang terus mendaratkan serangan demi serangan, dia mengeluarkan serangan-serangan yang sanggup ia beri.


Dari kejauhan gadis bertopeng hitam itu menyipitkan matanya lalu mendengus dingin. “Aku tidak menyangka hal seperti ini akan terjadi. Ternyata putri raja jenius yang dikatakan oleh banyak orang tidak sekuat yang kupikirkan.”


Dengan arogan dia mengangkat dagunya tinggi-tinggi ketika melihat bagaimana Rong Huang terpental jauh saat spirit beast-nya membalas dengan auman memekakkan.


Dia tau, spirit beast-nya memiliki kecerdasan yang melebihi spirit beast pada umumnya. Jadi dia tidak bergerak ketika melihat Rong Huang terlempar hingga masuk ke dalam semak-semak.


Tetapi gadis itu tidak melihat gerakan apapun dari spirit beast itu. Itu hanya diam, sama seperti yang dia lakukan.


Dia tidak membayar spirit beast itu untuk diam dan menonton!


Sebelum gadis itu bergerak turun, dia menangkap siluet Rong Huang yang berjalan tertatih-tatih sambil menyeka darah yang terciprat di sudut bibirnya.


Dia tersenyum ke arah gadis itu, “Hei kau yang di sana! Aku pasti akan menghancurkanmu.”


Lantas Rong Huang memulai serangannya. Kali ini serangan yang dia daratkan lebih efektif daripada sebelumnya. Kejanggalan ini membuat gadis itu mengernyit dalam.


Apa yang terjadi ketika dia terjatuh di semak-semak itu?


Dia terus menyaksikan pertempuran yang mulai imbang tersebut. Gadis itu berjongkok karena bosan, rupanya sang putri telah mendapatkan pencerahan setelah terjatuh begitu keras. Dia pun melamun dalam diam di atas dahan pohon itu untuk beberapa saat.


Latihannya tidak akan pernah sia-sia!


Apa yang telah dia bayar untuk sampai ke sini tidak akan pernah terlupakan!


“Hei, kau pasti kakak yang memberikanku koin-koin itu beberapa saat yang lalu, kan?”

__ADS_1


[ To Be Continued ]


__ADS_2