
"Ya ampun... Nai, belum malam pertama kamu sudah tepar gini..?" ujar Bu Susi mengulum senyum. Ia sedang menggoda si Naina. Padahal si Naina, sedang tak ingin bercanda.
"Bu Susi, apaan sih?" ujar Nai ramah. Wajah kusutnya dipaksa ceriah. Ia pun mempersilahkan ketiga wanita itu duduk. Bu Susi duduk di tepi ranjang. Tepatnya di sebelah kanan Naina, bu Dewi duduk di sebelah kiri Naina sedangkan Bu Ros, duduk di kursi meja rias.
"Kami mau buat acara untukmu. Tapi, dari tadi kami tungguin kamu dan suami nongol. Tapi, gak nongol-nongol juga. Bahkan yang menyambut kami, adalah kerabat jauhmu." Jelas Bu dewi dengan herannya. Gimana tak heran, saat rombongan teman kerjanya datang. Keluarga inti tak mereka dapati di acara itu.
Naina yang syok, hanya bisa menunduk. Ia tak berani menatap teman kerjanya itu.
"Ayo Nai, teman kerja yang lain pada nungguin kamu di luar. Mereka ingin lihat kebahagian kamu." Ujar Bu Desi menatap heran Naina yang nampak tak semangat.
Disaat bersamaan Putri, sepupunya Naina dan MUA, masuk ke dalam kamar itu. Sehingga Naina merasa tertolong dengan kedatangan mereka. Setidaknya, Naina bisa bebas dari pertanyaan yang buat sesak dada, dari para temannya.
"Kakak, kakak cantik. Bolehkah menunggu di luar. Pengantinnya mau di make up lagi."
Teman kerjanya Naina saling tatap. Kemudian menatap Naina secara bersamaan. Naina tersenyum tipis, membalas tatapan penuh selidik temannya yang nampak curiga itu.
"Cepat ya mbak, teman kami di polesnya." Ujar Bu Suci ramah.
Sang MUA hanya tersenyum tipis menanggapi ucapan bu Suci.
***
Setelah teman kerjanya Naina keluar dari kamar. Sky juga keluar dari dalam kamar mandi. Rasanya sangat membosankan di dalam kamar mandi ukuran 2x2 itu.
__ADS_1
"Mbak, make over dia mirip Rival Hady.!" Naina menunjuk Sky yang kini berjalan menghampiri mereka.
Sky yang sudah mengerti maksud ucapan Naina. Hanya tersenyum tipis menanggapi ucapan sang istri. Ia pun mendudukkan bokongnya di kursi meja rias, tanpa diminta sang MUA.
Naina sedikit legah. Ternyata Sky tak banyak protes akan permintaannya. Karena tak mungkin dia menggandeng Sky ke pelaminan, kalau wajahnya tak diubah. Bisa heboh acara mereka. Karena teman kerjanya melihat Sky yang jadi suaminya.
Sky kini telah di-make over. Hanya bermodalkan Make up. Wajahnya kini sudah seperti Rival Hady. Apalagi kalau dilihat dari jarak jauh. Jambang dan kumis yang dilukis di wajahnya nampak seperti asli. Memang kren MUA yang disewa oleh keluarganya Naina.
"Astaga. ... Ya ampun... Abang iparku ganteng banget!" Puji Putri, mata indahnya tak berkedip melihat Sky yang kini terlihat sangat dewasa.
Naina yang sedari tadi memilih menenangkan diri dengan duduk bersandar di headbord tempat tidur dengan memejamkan mata. Kini membuka kedua matanya dengan perlahan. Ia putar lehernya ke kiri. Guna melihat dengan jelas sang suami yang kini sudah bertranformasi jadi Rival Hady. Sungguh, orang tak akan tahu, kalau itu adalah Sky.
Tahu Naina terperangah melihatnya. Sky pun menaik turunkan kedua alisnya. Dengan senyum tipis menambah pria itu terlihat semakin tampan.
Naina yang mengerti akan bahasa tubuhnya Sky, yang terlihat membanggakan diri. Dengan cepat membuang muka.
Graap..
Sky malah yang bergerak cepat, membantu Naina bangkit dari ranjang.
"Ada suami sendiri, malah minta bantuan pada si putri." Ujar Sky tersenyum manis pada Naina. Sikapnya Sky yang penuh kasih, empati dan rela berkorban. Membuat wanita itu benar-benar tak habis pikir. Ia terperangah, hingga tak sadar. Jika ia sudah dalam gedongan Sky. Hingga sampai di ruang tamu. Tempat para rekan kerjanya Naina berada, menunggu pengantin baru bergabung.
Hu...
__ADS_1
Hu..
Hu..
"So Sweet....!" Celutuk Pak Ganjar, sambil bersiul.
Auto semua mata tertuju pada Sky dan Naina. Naina pun tersadar, ia celingak-celinguk melihat sekitar. Sadar, telah digendong Sky. Ia pun berontak untuk diturunkan. Rasanya memalukan sekali. Bagaimana pun, Naina tak biasa menampilkan kemesraan di depan khalayak ramai.
Naina jadi serba salah di hadapan para teman kerjanya. Bisa-bisa nya dia beradegan sok romantis di hadapan teman kerjanya.
"Eemmm... Suami Bu Naina tampan juga ya?" Celutuk Bu Dewi, menatap lekat Sky, yang memang sangat tampan dengan balutan jas hitam di tubuhnya. Ya make up memang berubah drastis Sky.
Sky hanya tertunduk malu. Senyum manis tak pernah lepas dari bibirnya. Ia sengaja sedikit menunduk, karena takut dikenali oleh guru-gurunya itu.
"Sampai kapan kalian berdiri disitu Bu Naina? ayo duduk di sini, kita mulai acaranya." Ujar Pak Somad, selaku PKM kurikulum di sekolah mereka.
"Oouu.. Iya pak!" Naina berjalan ke arah tempat yang disediakan. Ia dudukkan bokongnya, di ruang tamu itu, yang diikuti oleh Sky. Begitu juga dengan orang tua Naina yang duduk di sebelah mereka.
Acara kunjungan sosial pernikahan itu pun dimulai dengan kata sambutan dari pembawa acara, kepala sekolah, pemberian tali kasih, ucapan terima kasih dari salah satu pengantin. Yang dalam hal ini, langsung diambil alih oleh Naina. Ia tak mau para teman kerjanya, tahu bahwa pria yang bersanding dengannya adalah Sky. Jika pria itu buka mulut. Selain itu, ayahnya Naina. Pak Jalaluddin juga memberikan ucapan terima kasih pada teman kerjanya sang putri, yang datang memeriahkan pernikahan sang putri.
Semua teman kerjanya Naina telah pulang. Saatnya Naina dan Sky bersanding di pelaminan. Sky yang ceriah, terus saja menyunggingkan senyum pada para tamu undangan. Ia sedikitpun tak menunjuk sikap egoisnya dalam acara itu. Hingga Naina, merasa tak nyaman, dengan kelakuan Sky yang sok akrab itu.
"Sky. .. Tahu batasan, aku ini gurumu!" ujar Naina merapatkan giginya. Geram sudah ia pada Sky yang lebay itu. Kini mereka sedang melakukan acara foto.
__ADS_1
"Batasan apa sih, bu guru? nikmati saja lah hidup ini. Syukuri apa yang kamu dapat. Agar kamu bisa bahagia." Jawab Sky lembut di daun telinganya Naina.
"Iih.. Kamu, kamu jangan kesempatan, jauhkan tanganmu!"