
Malam harinya.
Naina tak bisa tidur dan kepikiran dengan Sky. Sungguh ia dibuat sangat penasaran oleh bocah itu. Siang tadi, ia berkunjung ke rumah Pak Sopyan, tempat Sky tinggal dan Pak Sopyan adalah wali muridnya Sky. Tapi, tak ada orang di rumah Pak Sopyan. Naina pun menghubungi no Pak Sopyan. Ternyata pak Sopyan sedang di luar kota. Naina yang penasaran dengan Sky akhirnya menghubungi nomor ponselnya Sky, dan sial. Nomor ponselnya Sky tak aktif.
"Bodoh amat, pusing...!" teriak Naina di dalam kamar kos kos an nya. Ya, Naina memilih tidur di kos nya. Karena jika ia pulang ke rumah orang tuanya. Itu sangat melelahkan sekali.
Tok
Tok
Tok
Naina yang sedang konsentrasi untuk tidur, dikejutkan dengan suara ketukan pintu kamarnya dari luar. Dengan malasnya ia melirik jam yang bertengger di dinding kamarnya itu. Ternyata waktu sudah menunjukkan pukul 10.00 malam. Siapakah orang yang datang berkunjung ke kamarnya jam segini? Apakah ibu kos nya? sepertinya begitu.
Saat Naina membuka pintu kamar, ia dikejutkan dengan sang suami yang tengah berdiri di ambang pintu, masih memakai seragam sekolah. Naina yang terkejut mendapati sang suami ada di hadapan nya. Memperhatikan lekat Sky dari kaki hingga kepala dan kini tatapan wanita itu, terkunci di netra hitamnya Sky, yang sedang menatapnya sendu.
"S,Sky.. !" Naina tergagap, ia dibuat salah tingkah dengan bahasa tubuh sang suami, yang terlihat menggoda. Di mana Sky mengedipkan sebelah matanya, dan melempar senyum genit pada Naina.
__ADS_1
"Iya, ini aku sayang." Sahut Sky, masih dengan tatapan sendunya.
Sumpah sikapnya Sky yang terlihat mendamba, membuat Naina disergap rasa gugup yang parah. Dadanya berdebar-debar tak karuan saat ini. Ia mengerti maksud dari sikap Sky saat ini.
Graapp
Tak terduga, kini tangannya Sky sudah membelit pinggang rampingnya Naina. Hal itu membuat Naina semakin gugup. Jantungnya semakin berdetak cepat. Sungguh, ia tak bisa mengontrol dirinya lagi. Apalagi tatapan sendunya Sky yang penuh dengan percikan api cinta, telah membakar seluruh tubuhnya Naina, yang membuatnya menggelinjang, kepanasan. Naina membuang padangan. Wanita itu tak sanggup menatap tatapan mata nya Sky yang sangat berhasrat.
Braakkk
Deg
Naina terkejut mendengar suara pintu yang tertutup. Hal itu membuat nya kembali membalas tatapan matanya Sky yang sendu. Ya, Sky telah menutup pintu dengan kakinya.
"S..Sky... Kau..." ujar Naina tergagap. Sungguh, ia mati kutu dibuat suami bocilnya ini. Sky sangat misterius.
"Ya, sayangku.!" hembusan napasnya Sky yang beraroma citrus mint, membuat Naina jadi bergairah. Ia tak menyangka dirinya segila ini, karena sentuhan Sky di pinggangnya.
__ADS_1
"Aku sangat serius dalam pernikahan kita. Jangan anggap aku anak-anak. Asal kamu tahu, aku busa buatkan anak banyak untukmu. Dan malam ini, kita akan melakukan itu." Ujar Sky lembut, di daun telinga Naina. Yang membuat bulu roma wanita itu meremang. "I love you istriku!" perlahan bibirnya Sky mendekati ke bibir merah cherry nya Naina.
Sungguh Naina dibuat melayang, akan kecupan lembut di bibirnya. Sejenak mereka saling pandang. Sebagai kode untuk melanjutkan adegan romantis berikutnya.
"Aku sangat mencintaimu sayang!" kini Sky mendaratkan bibirnya lagi di keningnya Naina. Kali ini, kecupannya sangat dalam dan lama. Naina sampai memejamkan mata, guna menikmati kecupan penuh cinta itu.
Perlahan tangannya Sky yang tadinya terpaku di pinggang nya Naina, kini mulai merambat lembut, yang membuat bira hi Naina tersulut. Apalagi tangan kekar itu sudah menangkup gundukan kenyalnya yang kembar.
"Sky...!" De sah Naina manja.
"Eemm..!" Sahut Sky lembut. Bibir nakalnya mulai merayap ke pipi kanan dan kiri, merambat ke hidung. Sungguh, Naina tak menyangka ia dan Sky bisa melakukan adegan se intim ini. Karena mereka baru kenal. Bahkan Sky adalah anak didiknya.
Naina terlihat semakin menikmati permainan itu, saat bibir Sky kembali mendarat mulus melum ati bibir Naina yang lembut, nafas Helena semakin memburu. Hal itu membuat Sky ingin perlakuan lebih. Ia angkat sang istri dan mendaratkannya di atas ranjang..
"Aaauuww... Sakit...!"
****
__ADS_1