MISI BERBUAH JODOH

MISI BERBUAH JODOH
Salting


__ADS_3

"Bu guru, I love you..!"


Deg


Duarr..


Rasanya gempa dahsyat tengah terjadi di hatinya Naina. Situasi ini sangat jauh dari perkiraannya. Ia tak menyangka suaminya itu bisa seserius ini. Karena yang ia tahu, Sky sikapnya kek anak kanakan. Ia masih ingat kejadian di malam pertamanya mereka. Sky yang jahil, mengucapkan salam di dekat kupingnya dengan keras. Kelakuan sang suami membuatnya kesal, sehingga pria itu tercampak ke lantai. Bahkan Sky tidur di lantai malam itu.


Sky menarik lembut tangan sang istri yang masih tertegun itu, sehingga Naina terduduk di tepi bed, yang Sky tempati saat ini. Naina didera rasa gugup yang parah. Wanita itu salah tingkah. Rasanya sangat mendebarkan. Apalagi Sky menatapnya penuh dengan cinta. Ia yang gugup tak sanggup menatap tatapan sang suami, jadilah ia menunduk. Memperhatikan lekat tangannya yang di genggam oleh Sky.


"Eehh... Ada tamu..!"


Cup


Satu kecupan mendarat di pipi kirinya Naina. Saat ia menoleh ke arah pintu. Karena suaminya mengatakan ada tamu yang datang ke kamar itu. Mendapat kecupan kilat di pipi, tentu saja membuat hati ny Naina semakin mencak-mencak. Kelakuan sang suami sungguh tak terduga.


Dengan menahan senyum bahagia serta gemes, Naina memutar wajahnya.


Dan


Cup


Saat itu juga Sky mndaratkan bibirnya di binirnya Naina.


Deg


Kembali mendapat serangan kilat. Naina semakin kesal, tapi ia senang. Ia tak menyangka suaminya itu humoris dan romantis.


"Iiihh... Sebel..!" tangannya Naina menjulur ke arah dadanya Sky. Rasanya ia ingin meninju dada suaminya yang genit itu. Tapi, Sky malah menahan tangan lembut itu dan menciuminya. Siapa coba yabg tak grogi diperlakukan seperti itu. Dari tadi, Sky terus saja menggodanya.

__ADS_1


"Sky... Kamu, apa-apaan sih?" Wajah putih itu kini merona sudah. Ia tarik tangannya yang baru saja di kecup oleh sang suami.


"Lah, aku emangnya kenapa sayang?" Sky terus saja menilik ke arah Naina yang membuang pandangan, ia merasa malu, akan kelakuan Sky yang menciumnya tanpa permisi itu.


"Iiihh.. Koq gitu sih? main nyosor aja!" wanita keras kepala itu, kini sudah seperti kucing anggora. Malu-malu mau.


"Kangen..." Sahut Sky lembut. Ia jawir dagu Naina Sehingga Sky bisa menatap wajah cantik sang istri yang tersipu malu itu.


Naina yang grogi tak tahu harus jawab apa. Dia juga ragu dengan apa yang keluar dari mulut sang suami. Gak mungkin kan Sky kangen padanya. Kalau kangen, kenapa gak pulang ke rumah.


"Kamu gak kangen sayang?" tanya Sky penuh selidik.


Naina menatap Sky dengan bingungnya. Jujur, ia tak tahu hatus bagaimana bersikap pada Sky yang terlihat agresif. Masak dalam keadaan sakit, masih sempat-sempetnya menciumnya.


Huufftt..


"Sudah resiko, gak dicintai. Mana dikangeni."


"Koq gak mungkin. Ya, 4 hari gak sentuh istri sendiri, ya kangenlah." Jawab Sky tersenyum tipis.


"Iiihh.. Dasar naf su an." Ujar Naina kesal. Ia menjauh dari tempat Sky duduk saat ini. "Gak cinta, bilang kangen!" cerocosnya. Memegang tepi nakas, karena gak tahu harus memegang apa. Untuk menutupi rasa groginya.


Huufft..


Sky menarik napas dalam. Sikap Naina yang malu-malu kucing, membuatnya gemes.


"Sini deh, jangan menjauh. Abang kangen tahu!" Sky melambaikan tangannya kepada Naina yang salah tingkah.


"Gak mau!" Sahut Naina mengulum senyum. Ia goyangkan tubuhnya, sebagai tanda penolakan.

__ADS_1


Sky tertawa kecil. Ekspresi bahagia tercetak jelas di wajahnya saat inu. "Aku tu, sudah jatuh cinta pada bu guru di pandangan pertama." Ujar Sky lembut penuh keseriusan menatap Naina.


Naina menautkan kedua keningnya. Rasanya ia tak percaya akan ucapan Sky. Pria kan suka gombal.


"Bohong!" Ujar Naina melirik Sky.


"Bener sayang, kalau aku gak cinta. Ngapain aku mau nikah denganmu." Jawab Sky serius, masih menatap Naina lekat. "Kalau kamu baru gak ada rasa padaku. Aku tahu itu." Jelas Sky menampilkan wajah sedihnya.


Naina terdiam, ia buang pandangannya. Tak sanggup menatap mata Sky yang memancarkan ke tulusan itu.


"Tapi, aku yakin. Hari ini kamu sudah jatuh cinta kan samaku sayang?" Sky tertawa kecil saat mengatakannya.


"Preett.....! Sok tahu!" Naina mengejek Sky. Tapi ia tak bisa menahan diri untuk tidak tersenyum.


"Eemmmm... Ya deh. Gak apa - apa gak cinta sekarang. Nanti setelah ku vaksin, pasti jadi cinta." Ujar Sky datar. Ia pun berniat mengubah posisinya jadi berbaring di atas tempat tidurnya.


"Heeii... Dasar...!" Naina geram, ia hampiri Sky dengan muka meronanya.


Sky berakting pura-pura tidur. Naina jadi gemes lihat tingkah Sky. Ingin rasanya ia cekik suaminya itu. Kedua tangannya sudah bersiap mencekik gemes Sky.


Ceklek


Kedua tangannya pun turun. Dan pandangannya cepat ke arah pintu


Diambang pintu, sudah berdiri dua wanita membawakan sarapan untuk Sky.


***


Hai readers, aku ada novel baru. Judulnya

__ADS_1


Taubatnya Sang Mafia. Ceritanya di jamin seru. Cus ke profilku guys, Subcriber ceritanya ya. Dan dukung terus guys.



__ADS_2