MISI BERBUAH JODOH

MISI BERBUAH JODOH
Milikimu


__ADS_3

Sudah seminggu Sky pulang dari rumah sakit. Dan kini mereka tinggal di rumahnya Sky. Ia melakukan rawat jalan, ditambah pengobatan tradisional juga. Yaitu dipijat bagian tubuhnya yang terkilir. Naina cukup terkejut mengetahui bahwa sang suami adalah pria kaya raya. Ya, pria itu sudah mapan sebenarnya. Punya 2 aset rumah, kebunnya juga luas di kampung sang ibu. Belum lagi bisnisnya di bidang PPOB. Aahh... Pokoknya penghasilan Sky sangat banyak. Sky memang pria pekerja keras. Makanya orang tuanya Naina tak menolak, saat Pak Sopyan menawarkan Sky, jadi pengantin pengganti pria saat, calon suaminya Naina tak datang di hari pernikahannya.


Malam harinya.


Naina terlihat gelisah di dalam kamar mandi. Pasalnya malam ini, Sky sudah minta jatah malam pertama pada sang istri. Sebenarnya sejak pulang dari rumah sakit. Sky sudah nyosor istri nya itu. Tapi, Naina menolak untuk melakukan hubungan suami istri. Dengan alasan, suaminya itu belum sembuh. Takut salah gerak, karena kebanyakan gaya. Yang akhirnya membuat punggung dan tangannya Sky gak sembuh-sembuh nantinya. Tapi, malam ini. Sky sudah tak tahan lagi. Ia ingin mengekspresikan rasa cintanya pada sang istri.


Naina sangat tak siap. Karena, disergap rasa malu. Ia sungguh tak sanggup melakukannya dengan Sky. Karena mereka baru saja kenal. Walau seminggu ini, Sky selalu menggoda istrinya itu, dengan menunjukkan perkakasnya yang besar dan panjang itu.


Hadeuuhh...


Tok


Tok


Tok


"Sayang, kamu baik baik saja kan?" ujar Sky dengan penuh kekhawatirannya di balik daun pintu kamar mandi."


Naina terkejut mendengar pertanyaan sang suami. Ia usap-usap dadanya yang berdebar hebat itu. Sungguh, ia sangat tegang saat ini. Mungkin, karena baru pertama kalinya. Ia akan melakukan hubungan badan.


"Sayang.. Naina...!"


"I, iya bang. I, ini. Lagi gosok gigi!" sahut Naina gugup. Ia meraih gosok gigi dan mengoleskan odol gigi di atas sikat itu. Ia pun mulai menggosok giginya.


"Ya ampun.. Aku kan sudah gosok gigi tadi." Naina yang nervouse sampai dua kali gosok gigi. "Los lah, biar wangi. Kata orang-orang. Kalau malam pertama semua yang ada rongga-rongga nya di tubuh kita, akan kena sedot. Huuuu... !" Naina bergidik bahu, ia sudah geli duluan membayangkan gimana hot nya malam pertama mereka malam ini.

__ADS_1


"Nai... Kamu kenapa sayang?" Sky mendengar sayup-sayup, apa yang diucapkan Naina di dalam kamar mandi. Senyum geli terus saja menempel di wajah tampannya. Tingkah sang bu guru, sangat berbeda di sekolah dan di rumah. Di sekolah tegas dan penuh wibawa. Lah, di rumah. Pemalu dan banyak enggannya.


"Gak apa-apa." Berlama-berlama di kamar mandi, sepertinya bukan solusi yang tepat. Bagaimana pun, mereka memang harus melakukannya.


Huuffftt..


Naina menarik napas panjang. Dan menghembuskannya pelan. Ia lakukan itu berulang kali. Disaat sudah merasa tenang. Naina akhirnya memutuskan untuk keluar dari kamar mandi.


Dan


Deg


Ternyata sang suami sudah berdiri di ambang pintu, dengan senyum manisnya. "Sampai kapan kamu akan menghindar? suamimu ini seorang detektif. Apa yang kamu sembunyikan di hati ini sayang." Sky mendaratkan tangannya di dadanya Naina. Hal itu membuat Naina jadi terkejut. Tapi, tetap. Ia izinkan suaminya itu nyerocos. "Abang tahu. Dan abang gak akan menyerah. Malam ini, kamu harus jadi milikku!"


Graapp..


Sky membaringkan Naina di atas ranjang. Ia tak mau banyak tanya lagi. Siap atau gak istrinya itu. Ia tahu, istrinya itu sebenarnya siap. Hanya saja, Naina yang polos dalam hal begituan, merasa malu untuk melakukannya.


Sky mencium kening sang istri lama dan penuh penghayatan. Naina masih nervouse terlihat dari butuh nya yang menegang.


Sky tatap lembut sang istri yang tersipu malu. Ia tak menyangka akan dapat istri secantik Naina. Rambutnya yang lebat dan hitam legam panjang itu terlihat menggoda saat digerai. Matanya juga bulat dan besar. Mana bulu matanya lentik. Hidung mancung. Bibir sexy dan lembut kenyal.


Huuuuhh..


Jujur, Sky jatuh cinta pada Naina di pandangan pertama saat di sekolah. Banyak wanita cantik. Tapi, di matanya Naina sangat cantik.

__ADS_1


"I love you..!" bisik Sky di daun telinganya sang istri. Saat lidahnya menyapu habis daun telinga itu. Yang membuat Naina menggelinjang. Sky, jad tahu di mana letak sensitif sang istri.


Sky puas melihat sang istri yang memejamkan matanya, saat Sky kembali melancarkan aksinya.


"Eemmmm...!" Naina mende sah manja. Disaat Sky menyapu lehernya dengan lidah dan bibirnya. Apalagi tangannya Sky tak mau diam. Gundukan kembar yang masih ditutupi kain itu, telah ia raup lembut. Di re mas penuh perasaan.


Naina sudah tersulut bira hi nya. Ia bahkan mencari bibir sang suami, untuk ia *****. Sky pun dibuat semakin bergairah, Karena reaksi Naina yang terlihat menikmati permainan mereka.


"Sa, sayang... Matikan lampu!" rengek Naina tersipu malu. Ia baru sadar, Kalau mereka sudah dalam keadaan polos di atas ranjang. Ia tak sengaja melihat pantulan dirinya dan Sky di cermin besar yang ada di headbord tempat tidur mereka.


"Sayang, tubuhmu sangat indah. Ngapain malu..!" Sahut Sky dengan suara seraknya. Pria itu sedang menahan hasratnya yang bergelorah. Tubuhnya sudah terasa panas, sudah tak sabar ingin belah duren.


"Gak.. Gak mau..!" Naina menutup cepat pahanya yang tadi sempat dibuka secara perlahan oleh Sky. Dan wanita yang disergap rasa malu itu, menutup tubuhnya dengan selimut. "Matikan dulu lampunya. Kan ada lampu tidur!" Ujarnya manja. Naina juga sebenarnya sudah ber naf su sekali. Ia baru tahu rasanya bercum bu se enak ini. Rasa enaknya tak terjabarkan.


"Baiklah sayang...!" Sky dengan berat mematikan lampu kamar itu, dan kini cahaya di kamar itu jadi temaran. Dan ternyata tubuh putih mulus sang istri, jadi lebih indah terlihat. Kulit putih itu sangat kontras di pencahayaan yang terbatas itu.


Dengan perlahan, Sky mulai mendekati sang istri. Memeluknya lembut dan erat. Skin to skin, membuat perasaan mereka menghangat.


Sky kembali menciumi puncak kepala sang istri, dan berlanjut ke kening. Sedangkan tangannya Naina. Mengusap usap penuh takjub dada sang suami. Sesekali ia peluk tubuh kekar itu. Ingin sentuhan lebih, saat sang suami bermain di gunung kembar. Tangannya Naina, ia arahkan ke bagian intinya yang panjang dan besar itu.


Deg


Naina pun sudah mulai mengerti memainkan mikrofon yang lembut tapi keras dan tegang itu.


"Kita berdoa ya sayang..!"

__ADS_1


***


Bersambung


__ADS_2