
"Heeii... Dasar...!" Naina geram, ia hampiri Sky dengan muka meronanya.
Sky berakting pura-pura tidur. Naina jadi gemes lihat tingkah Sky. Ingin rasanya ia cekik suaminya itu. Kedua tangannya sudah bersiap mencekik gemes Sky.
Ceklek
Kedua tangannya pun turun. Dan pandangannya cepat ke arah pintu
Diambang pintu, sudah berdiri dua wanita membawakan sarapan untuk Sky.
"Pagi Pak, bu." Ujar kedua wanita, yang sedang mendorong troly.
"Pagi bu." Sahut Naina canggung. Suasana hatinya belum stabil, karena kelakuan me sum sang suami, yang tiba-tiba mencium pipi dan bibirnya.
Salah satu wanita menyimpan makanan untuk Sky di atas nakas. Naina fokus menatap dua wanita yang membawa makanan untuk Sky. Sedangkan Sky, tetap saja menatap sang istri, yang masih terlihat malu padanya.
"Baik bu, kami permisi."
"Iya bu, makasih." Sahut Naina ramah.
setelah kedua wanita pengantar makanan itu pergi dari kamarnya sky. Naina pun mulai memutar lehernya dan melirik Sky. Ternyata suaminya itu masih tetap menatapnya. Naina yang grogi kembali membuang pandangan. Tentu saja sikap malu malunya Naina membuat Sky jadi gemes. Ia rangkum wajah sang istri dengan lembut. Dan Naina masih tak berani menatapnya.
"Apa wajahku seram, sehingga istriku ini, terus saja buang muka?" Tanya Sky masih mengulum senyum.
Naina cukup terkejut mendengar ucapan sang suami. Ia pun akhirnya membalas tatapan Sky. "Gak Bang."
__ADS_1
"Yes...!" Sky berselebrasi di atas tempat tidurnya, setelah melepas jarum infus di tangan kirinya. Tentu saja kelakuannya membuat Naina heran dan bingung. Kan punggung dan tangan sedang terkilir, kenapa malah salto di ranjang itu.
"Aawww...!" keluh Sky. Ahirnya ia merasakan sakit juga di punggung serta tangannya yang terlikit.
"Iihh.. Abang kenapa sih?" ujar Naina dengan bingungnya. Menurutnya Sky sangat lebay. Terlalu berlebihan.
"Iihh.. Abang koq malah dimarahi. Dari tadi, abang itu cari perhatian kamu sayang. Tapi, adeknya kaku gitu. Kita ini suami istri!" tegas Sky, mulutnya ia tekuk, karena gemes dan kesel pada Naina yang sikapnya seperti ABG yang baru kali jatuh cinta.
"Gak di sekolah, gak di rumah sakit, kerjanya cari perhatian mulu. Gak tahu deh nanti kalau sudah pulang ke rumah, mau cari apa?" Jawab Naina sewot. Ia beranjak dari duduknya. Mulai menyiapkan sarapan untuk Sky.
"Heheheh... Kalau di rumah, ya aku cari lobang lah."
Preng..
peng..
Tutup wadah sarapannya Sky, yang ada di tangan Naina, terlepas dari tangannya dan terjatuh ke lantai. Sehingga menimbulkan keributan di ruangan itu. Hal itu terjadi, karena Naina sangat terkejut mendengar ucapan sang suami, yang mengatakan di rumah, mau cari lubang.
"Lubang, lubang semut?" ujar Naina menggelengkan kepalanya dengan cepat, sambil meraih tutup rantang yang jatuh di lantai. Ia tak menyangka Sky, orangnya humoris
"Hahahahha... Jangan dong. Nanti itu nya jadi besar dan bengkak." Jawab Sky tertawa lebar.
"Dasar cowok, sukanya bahas gituan mulu!" Naina kini sudah kembali duduk di sisi bed nya Sky. Di tangan nya sudah ada sarapan untuk Sky.
"Asyikk.. Disuapin!" ujar Sky tersenyum lebar pada Naina, yang kini sudah mulai bete, karena digombalim terus oleh Sky. Mana sikapnya SKy sudah lebih parah dari anak SMA. Tapi, sudah seperti anak TK. Yang seneng jika disuap sang ibu.
__ADS_1
"Eemmm... Makan yang banyak!" Ujar Naina mengulum senyum. Ini sudah suapan ke 4 untuk Sky.
"Gantian dong sayang. Sini Abang yang suap kamu!" Sky meraih sendok dari tangannya Naina. Naina heran, kan tangannya sakit. Koq malah mau nyuapin dia sih?
"Gak usah bang. Tangan abang kan sakit." Naina tak memberikan sendok pada Sky."Aku nanti makannya. Sekarang abang habiskan makanannya, setelah itu minum obat!" tegas Naina, menampilkan ekspresi wajah seriusnya.
"Iya deh, bu guru!" Sky pun tak mau bersenda gurau lagi, karena ia lihat Naina sudah tak tertarik untuk bercanda.
"Iya Pak Polisi tidur..!" Sahut Naina tertawa garing. Hahahhaa..
"Loh, koq malah dibercandain lagi?" tanya Sky heran. Kenapa pula istrinya itu malah mulai bercandain dia.
"Ya gak apa apa. Aahhkkk...!"
Sky kembali membuka mulutnya. Senyum mengembang tak pernah lepas dari wajah tampannya.
"Rumah tangga akan lebih harmonis jika suami dan istri sering makan bersama satu piring. Allah SWT sangat menyukai rumah tangga yang harmonis. Mengikuti ajaran Nabi Muhammad SAW, beliau dan istri pun selalu romantis dalam segala aktivitas, termasuk saat makan bersama./Kita harus membuat keindahan dalam segala hal. Begitu pula dalam berumah tangga, tidak hanya soal ranjang tetapi di setiap kegiatan. Saat bercengkrama, saat berdialog, saat makan. Kalau mau ya boleh suap-suapan. Jadi makan sepiring berdua alangkah indahnya,” ujar Sky menatap sendu sang istri, yang masih menyuapinya.
" Iya bang." Jawan Naina lembut.
"Kalau dokter da datang. Abang mau minta pulang saja. Rawat jalan aja." Ujar Sky.
"Oouuw... Iya, nanti adek yang rawat."
****
__ADS_1