MISI BERBUAH JODOH

MISI BERBUAH JODOH
Dikepung


__ADS_3

Seorang pria berbadan kekar, yang berusia sekitar 40 an, terlihat celingak celinguk. Pria itu adalah ayahnya Marwah. Pak Zuan. Ia tengah menunggu sang putri. Pamit untuk terakhir kalinya. Karena ia akan pergi dari kota ini untuk selama lamanya.


Sky diberi tugas untuk menangkap Pak Zuan. Ayahnya Marwah. Pak Zuan adalah seorang penjahat. Tepatnya penjahat yang telah taubat. Tapi, satu kekhilafan polisi, telah membuatnya tidak percaya pada Kepolisian. Di kota itu terdapat sebuah Gangster yang sangat berbahaya. Bos dari Gangster yang bernama Felix, telah melakukan suatu kejahatan. Yaitu pembunuhan.


Tadinya Pak Zuan. Ayahnya Marwah. Adalah anak buah dari Gangster menakutkan itu. Ia adalah orang kepercayaan Bos Felix. Ia adalah saksi nyata, atas semua kejahatan yang dilakukan oleh bos nya. Lama mengabdi jadi anak buah. Nyata nya, sikap sang bos, tidaklah adil. Sang bos selalu semena mena. Zuan tak tahan, dibawah tekanan gengster itu.


Pak Zuan pun akhirnya menghubungi


pihak kepolisian. Pak Zuan, bertaubat. Ia akan memberi kesaksian pada pihak kepolisian, atas kejahatan Bos nya Felix. Ia melakukan itu, karena ia merasa tak aman lagi jadi bawahan sang gangster. Felix, tak bisa adili dan dinyatakan bersalah di pengadilan, dalam hal kejahatan yang ia lakukan. Sebab, tak terbukti bersalah. Bukti kejahatan yang Felix lakukan hanya ada pada Pak Zuan.


Ayahnya Marwah sempat meminta perlindungan kepada pihak Kepolisian. Ia akan memberi kesaksian di pengadilan atas kejahatan yang dilakukan oleh ketua gangster yaitu Felix. Polisi senang akan kabar yang diberikan Pak Zuan. Ia pun dijemput dari tempat rahasia dan akan diamankan oleh pihak kepolisian. Hingga persidangan kembali dibuka. Tapi sayang, di tengah perjalanan mobil yang menjemput Pak Zuan dikepung oleh pasukan dari gangster yang dikomandai oleh Felix. Pertengkaran antara Polisi dan gerombolan penjahat, terjadi sangat sengit. Dan Zuan bernasib baik. Ia bisa lolos dari kejaran Gangster. Sejak itu ia jadi buron. Ia jadi incaran gengsters dan incaran pihak kepolisian.


Pak Zuan, ayahnya Marwah. Kecewa pada pihak kepolisian, yang tak bisa memberinya rasa aman. Karena saat ini, nyawanya terancam. Pak Zuan pun sembunyi. Sehingga ia jadi incaran polisi dan gengster Felix.

__ADS_1


"Sky... Itu dia...!" ujar polisi lainnya. Yang melihat Zuan berlari ke arah basment.


"Bergerak....!" titah Sky.


Segerombolan polisi mengejar Pak Zuan. Dan akhirnya pak Zuan terkepung. Sialnya. Pak Zuan, dikepung oleh kelompok gengster Felix dan juga di kepung oleh pihak kepolisian.


Zuan panik. Suasana di tempat itu sangat tegang dan menyeramkan. Para penjahat menodongkan pistol pada nya. Begitu juga dengan pihak kepolisian. Zuan yang kecewa pada pihak kepolisian, karena ia merasa nyawanya tak aman juga di tangan penegak hukum itu. Mengurungkan niatnya, untuk membuat kesaksian atas kejahatan Felix.


Pak Zuan, menatap secara bergantian. Sekelompok polisi di belakangnya dan segerombolan penjahat gengster di depan matanya. Maju kena, mundur kena. Begitulah keadaan Zuan saat ini. Zuan tak menyangka, jika ia akan dikepung.


Ngengg..


Ngungg...

__ADS_1


Suasana di tempat itu semakin panas. Karena tiba-tiba saja sebuah mobil sport, datang melaju kencang ke arah Pak Zuan. Mobil sport yang tidak diketahui siapa orangnya itu, melakukan atraksi, membuat mobilnya mengeluarkan asap yang banyak di tempat itu. Sehingga anak buah dari Felix dan kepolisian kehilangan jejak Zuan.


"Shiitt....!" Teriak Sky kesal. Ia dan tim nya tak berhasil menangkap Zuan.


"Lari....!" Seketika anak buah Gangster Felix melarikan diri dari tempat itu.


"Siapa orang yang membawa mobil itu? apa kalian tadi catat plat nya?" kini atasanya Sky Yang bertanya pada bawahannya.


"Tidak sempat komandan. Asap menutupi penglihatan kita." Sahut Dirman, salah satu anggota kepolisian.


"Waktu untukmu tersisa satu hari lagi Sky. Aku tak mau masalah ini berlarut-larut. Pak Zuan, harus kita ketemukan, agar Felix ditangkap dan diadili. Kalau geng itu hancur. Maka negara kita kita ini aman. Terutama di kota kita ini." Ujar Atasannya Sky tegas.


"Siap komandan!" Sahut Sky lemas.

__ADS_1


Usahanya sia sia. Padahal Marwah, tak ia jemput dari jalan Cendrawasih. Dapat kabar dari Marwah, kalau sang ayah ada di bandara. Sky langsung ke bandara.


***


__ADS_2