
Tak lama setelah itu, Sky dan seorang pria bernama Agung telah tiba di markas gengster Felix. Agung adalah pria yang membawa lari Zuan, saat di bandara tadi pagi. Agung telat dapat kabar, kalau bos nya datang ke markasnya Felix.
Braakkggkk..
Pintu markas didobrak oleh Sky dan Agung, sehingga pintu markas itu terlepas dari engsel nya. Jatuh membentur lantai. Suara gaduh pun terdengar. Di ambang pintu Sky dan Agung, sudah siap bertarung.
"Serang...!" teriak Felix kepada anak buahnya. Serentak anak buahnya Felix menyerang Sky dan Agung secara brutal. Sky yang tadinya lemah, kini energinya bertambah berlipat-lipat, setelah melihat Marwah menangisi ayahnya yang terbujur kaku di dalam ring tinju.
Perkelahian sengit terjadi secara acak. Anak buahnya Felix terus saja menyerang Sky dan Agung. Lawan sudah tak seimbang lagi. Tapi, Sky dan Agung tetap bisa mengalahkan puluhan anak buahnya Felix.
Suasana semakin tegang dan memanas, disaat Sky melihat Felix hendak melarikan diri.
Dooorr..
Satu tembakan melayang ke udara. Sky melakukan itu, agar para penjahat ketakutan. Tapi, nyatanya para penjahat itu tak tegar. Sky dan Agung dikepung. Mereka berdua waspada dengan pistol di tangannya mengacung ke arah para penjahat, dengan posisi saling membelakangi. Disaat penjahat menyerang, tembakan akan mereka genjar dengan membabi buta.
"Gung, kita harus bagi tugas. Kamu selamatkan Marwah. Aku akan kejar Felix..!" tegas Sky, tatapan nya kadang teralih ke anak buah Felix yang mengepung mereka dan memantau pergerakan Felix yang hendak melarikan diri.
"Siapp...!" sahut Agung.
Puk..
Pak..
Piuuhh..
Agung menghajar anak buahnya Felix secara membabi buta, dan sesekali ia menembak para penjahat itu dalam keadaan terdesak, saat menghalanginya menuju Marwah yang kini dipaksa anak buahnya Felix, ikut mereka melarikan diri. Agung melompat ke ring tinju, menghajar wanita yang berusaha keras menarik tubuhnya Marwah, agar ikut dengan mereka melarikan diri.
__ADS_1
Sky yang melihat itu, tak mau berlama-lama lagi untuk melumpuhkan semua lawan. Ia juga menghajar habis-habisan anak buahnya Felix. Hingga ia lepas dari serangan para penjahat dan kini Sky sedang mengejar Felix yang akan melarikan diri dengan mobilnya.
"Heii....!" teriak Sky, saat melihat Felix dengan terbirit-birit masuk ke dalam mobilnya.
"Cepat... Tancap gas..!" Teriak Felix oada sang supir.
"Yeaaahh...!" Sky melompat, dan mendarat sempurna di atas mobil itu, sehingga supir
yang sedang mengendarai mobil itu tidak bisa melihat jalan karena dihalangi oleh tubuhnya Sky.
Felix sangat panik di dalam mobil. Ia terus berteriak, agar Sky yang ada di atas mobil dijatuhkan. Tapi, sang supir tak berhasil membuat Sky terjatuh. Malah mobil yang bergerak acak itu, akhirnya menabrak gedung itu. Mobil kehilangan kendali. Sang supir, tak bisa mengendarainya lagi.
"Ciiaahh...!" Sky menendang sang supir, hingga terlempar keluar dari dalam mobil.
Felix yang ketakutan berusaha untuk keluar dari dalam mobil. Tapi, usahanya sia-sia. Karena Sky langsung memborgol tangannya Felix.
Deg
"Lepas borgolnya!"
Sky kenal suara pria yang menodongkan pistol padanya. Itu adalah Doni, si pengkhianat.
Sky memutar kepalanya cepat. Matanya melotot sempurna, ia tak menyangka, Doni memang serius berkhianat pada negara.
"Doni, ka, kamu..!" ujar Sky dengan tak percayanya.
"Hahahahha... Kenapa? kamu terkejut? asal kamu tahu, kita tak akan bisa dapat uang banyak, kalau terlalu jujur!" oceh Doni dengan tatapan mata tajamnya. "Lepaskan borgol di tangan bos Felix..!" titah Doni dingin. Tangannya masih memegang pistol dan terarah ke arah Sky.
__ADS_1
Sky yang tak menyangka, Doni sebodoh itu. Tetap diam di tempat.
"Cepat...!" Teriak Doni.
Felix terlihat senang, akhirnya ia selamat juga.
"I, iya. Sebentar." Sky membalik badan.
Dan
Puukk..
Kakinya bergerak cepat menendang pistol yang di tangan Doni.
Puk
Pak
Pak
Sky yang pandai silat, tentu dengan mudah melumpuhkan Doni. Ia hajar sampai babak belut Doni. Sementara Felix berusaha terus, agar tangannya yang diborgol ke pegangan mobil, busa lepas.
Sementara di tempat lain. Agung sedang berjuang mati-matian untuk melindungi Marwah dan ayahnya, Pak Zuan. Setiap serangan penjahat, bisa ia atasi, walau ia banyak terluka. Apalagi para penjahat menggunakan balok saat berkelahi dengannya.
Saat itu juga para polisi pun datang. Semua penjahat ditangkap. Termasuk Bos Gengster Felix. Dan Pak Zuan dievakuasi. Tenyata Pak Zuan, belum meninggal dunia. Sky legah, Karen Marwah selamat, begitu juga Pak Zuan. Tenyata nyawanya masih bisa diselamatkan.
Sky sangat kecewa melihat Doni, yang kini telah diamankan. Ia tak menyangka, sahabatnya itu berkhianat, demi uang.
__ADS_1
Marwah menemani ayahnya di mobil ambulance menuju rumah sakit. Sedangkan Sky berada di dalam mobil lain. Ia juga akan me rumah sakit, memeriksakan tubuhnya yang luka-luka. Dan saat itu juga, Sky tersadar. Kalau Agung sudah menghilang tanpa jejak dari tempat itu.
***