MISI BERBUAH JODOH

MISI BERBUAH JODOH
Bucin


__ADS_3

Dua minggu kemudian.


Pasangan pengantin baru, sedang salah tingkah di dalam sebuah mobil. Siapa lagi kalau bukan Naina dan sky. Pagi ini Sky dengan senang hati mengantar Naina masuk kerja. Ini hari pertamanya Naina masuk kerja setelah mengambil cuti 2 minggu.


Selama dua minggu ini, Sky dan Naina bekerja keras bercocok tanam. Dengan segala keterbatasan yang dialami Sky. Akibat dirinya yang belum sembuh total.


"Tangannya Mana sayang?" Ujar Naina tersipu malu,.menatap Sky yang bingung di kursi kemudi.


"Tangan, tangan siapa yang hilang?" tanya Sky dengan muka bingungnya. Ia tahu, maksud ucapan dari sang istri. Tapi, ia sok polos.


"Eemmm.. !" Naina meraih tangan kanannya Sky cepat. "Tangan yang ini!" Ujarnya lembut. Ia kecup punggung tangannya Sky dengan penuh rasa cinta. Dua minggu bersama terus, membuat Naina klepek klepek pada Sky, yang baik, romantis dan humoris.


"Hehehee...!" Sky tertawa bahagia, ia rangkum wajah cantiknya Naina yang mengenakan hijab segi empat voal lasercut itu. "Kamu hadiah terindah buatku. Cup cup cup cup...!" Tak ada organ yang lolos dari kecupan nya Sky di wajah sang istri.


Pasangan ini sama-sama Bucin parah. Mereka memang benar-benar serius dalam pernikahan mereka, dan selalu berusaha memberikan yang terbaik satu sama lain.


"Semangat ya sayang! nanti, Hubby jemput!" ujar Sky lembut.


"Iya By." Sahut Naina tak kalah lembut.


"Eemm... Masih mau duduk di sini?" tanya Sky, ia heran dengan sang istri yang tak mau turun dari mobilnya.

__ADS_1


"Iya... Rasanya gak semangat kerja!" jawab Naina lemas.


"Haahh... Beneran kamu mau berhenti kerja sayang?" tanya Sky dengan sangat antusias. Ia memang ingin Naina jadi ibu Bhayangkari saja. Setia mendampingi dan men-support penuh insan Bhayangkara dalam bertugas. Karena, besok Sky akan naik jabatan. Atas suksesnya kasus yang Ia tangani.


"Eemm.. Gak tahu By." Jawab Naina ragu. Ia sih, masih ingin kerja. Tapi, entah kenapa ia hari ini malas kerja. Benar-benar jenuh sepertinya. Atau, masih candu bersama sang suami sepanjang hari.


"Ya sudah, hari ini kamu gak usah kerja. Kita ke kantor Hubby saja. Sekalian kita sidang pra nikah."


"Haahh... Koq gitu? gak, jangan sekarang. Kan Hubby bilang besok. Aku belum siap. Bajuku juga belum ada." Jawab Naina dengan terkejut.


"Tenang.... Tenang..... Aahhh... Parah ini..!" ujar Sky menirukan slogan yang lagi viral di sosial media.


"Iihh... Hubby... Aku serius ini!" oceh Naina manja.


Naina pun mengikuti per gerakan matanya Sky.


"Itukan Marwah?" ujar Sky menatap serius Marwah, yang keluar dari gerbang sekolah, yang ditemani oleh Satpam. Terlihat Satpam sedang mengantar Marwah ke halte.


"I, iya. Marwah kenapa ya?" tanya Naina. Ia cuti dua minggu ini. Jadi, ia tak tahu apa yang terjadi pada anak didiknya itu.


"Gak tahu sayang. Coba kamu tanyain dia." Usul Sky serius.

__ADS_1


"Ayo!" Ajak Naina.


"Gak sayang, kalau aku ikut turun. Akan lain ceritanya. Kamu tahu kan dia suka samaku." Jawab Sky sedih. Gara-gara ia yang mengakrabkan diri pada Marwah. Marwah jadi salah paham, atas perhatiannya. Bahkan Marwah selalu menelponnya dalam dua hari terakhir ini. Dan Sky tak mengangkat teleponnya. Tapi, Sky tak menceritakan itu pada Naina.


"Oohh iya By. Aku turun ya!"


Graapp..


Sky menahan tangannya Naina. Dengan senyum manis, Naina menatap sang suami.


"Sun dulu!" Sky memonyongkan bibirnya dengan genitnya. Ia tutup kedua matanya


Naina kesal dengan tingkah Sky. Ia toyorkan bibir sang suami. Dan bergegas keluar dari mobil.


Weekkk..


Naina menjulurkan lidahnya. Ia sudah seperti anak kecil saja, tingkahnya.


"Awas... Nanti malam. Gak bisa jalan kamu akau buat." ujar Sky pelan, tapi gerakan bibirnya sangat jelas.


"Hehhee.. Da sayang!" Naina menutup pintu mobil itu. Kemudian bergegas menghampiri Marwah.

__ADS_1


Sky pun menghidupkan mesin mobil. Ia pacu mobilnya menuju kantor polisi tempat ia bekerja.


***


__ADS_2