
Harusnya setelah acara ijab kabul. Kedua mempelai akan disandingkan di pelaminan. Tapi, itu tidak terjadi pada pasangan Naina dan Sky. Naina yang syok setelah sah jadi istrinya Sky, dibuat lemas tak berdaya. Bagaimana mungkin ia menikah dengan muridnya sendiri.
Naina yang terduduk lemas di atas ranjang masih meratapi nasibnya. Punggung bersandar lemas ke headbord tempat tidur. Sedangkan tatapan menerawang jauh melanglang buana. Matanya sedikit pun tak berkedip. Tapi terus saja mengeluarkan air mata. Sedangkan tubuhnya membeku dan pucat seperti tak dialiri darah. Reaksi tubuh Naina yang berlebihan itu membuat sang Ibu sedih dan sangat mengkhawatirkannya.
Sang ibu terus saja memijat-mijat tangan dan kaki sang putri yang terasa dingin dan pucat itu.
"Pak, bu.. Kita panggilkan Dokter saja!" ujar Sky dengan penuh kekhawatiran, masih terus memperhatikan Naina, wanita yang baru ia nikahi itu.
Sang ibu mertua, Bu Nani menatap sendu sang menantu dan suaminya secara bergantian. Dan akhirnya tatapan mata itu terhenti pada sang suami.
"Pak, bilangin pada Putri, agar memeriksa Naina dulu!" ujar sang ibu lemah pada sang suami. Putri adalah seorang perawat. Tentu ia bisa memeriksa keadaan Naina. Memanggil Dokter sekarang. Tentu akan membuat para tamu heran nantinya.
Sky yang Tiba-tiba jadi pengantin pengganti saja dirahasiakan. Hanya orang tua Naina yang tahu prihal Sky dan bapak penghulu. Karena data otamatis berubah.
"Pak, biar aku saja yang keluar!" ujar Sky sopan. Ia tak tega melihat ayah mertuanya mondar mandir.
"Jangan, jangan nak! kamu gak boleh keluar." Sahut Bu Nani cepat. Bu Nani takut, dengan munculnya Sky di antara para tamu saat mencari Putri, akan membuat suasana jadi riuh.
Sky terdiam, ia jadi serba salah. Tadinya juga ia enggan menerima tawaran nikah ini. Karena ia bisa menilai, kalau ibu gurunya itu gak sreg dengan nya. Ia mau menerima pernikahan ini, karena memang orang tuanya mendesak untuk ia menikah. Kalau ia gak bisa bawa calon istri dalam waktu satu bulan. Maka, ia harus siapkan mental akan dijodohkan. Dan ia tak suka perjodohan. Dan Bu Guru Naina, gak buruk-buruk amat untuk dijadikan istri. Dia cantik, tubuh sangat proporsional, mandiri, supel, tegas tapi lucu.
Pak Jalaluddin akhirnya bergegas keluar dari kamar untuk mencari Putri.
"Nak Sky, jaga istrimu dulu ya! ibu ambilkan makanan dulu untuk Naina." Ujar Bu Nani, bangkit dari duduk nya. Ia tatapan lekat Sky, yang nampak bingung di kamar itu.
Saat ini Sky sangat takut melihat tatapan matanya Naina, yang menghunus tajam ke arahnya.
Tanpa menunggu jawaban sang menantu, ibunya Naina menyeret kakinya cepat dari kamar itu.
Huufftt...
Deg
Sky dibuat terkejut dengan suara tarikan napas panjangnya Naina. Ia usap dadanya yang berdebar hebat itu.
"Apa yang ada dibenakmu Sky? kenapa kamu malah menerima pernikahan ini?" Naina, bicara lembut tapi ekspresi wajahnya sangat serius dan tegang menatap Sky saat ini.
"Eemmm... A, aku,"
__ADS_1
"Menikah itu bukanlah sebuah permainan. Di mana kamu bisa memulai permainan jika siap dan mengakhiri jika sudah mulai bosan." Naina memotong cepat perkataan Sky yang bicara terlihat tak tenang itu.
"Yang bilang permainan siapa?" tantang Sky, ia tak suka cara Naina yang sok menghakimi dirinya.
"Kalau kamu tak anggap ini sebuah permainan, kenapa kamu mau menikah dengan ku? aku ini gurumu!" Sahut Naina menggelengkan kepalanya lemah. Ia tak habis pikir dengan cara berfikirnya Sky.
"Tak ada larangannya aku ini menikahi Bu Naina. Kita bukan Mahram." Jawab Sky tegas.
"Tapi, aku ini gurumu. Aku jauh lebih tua darimu?" ujar Nani tegas, memukul mukul pelan dadanya. Sebagai tanda, agar Sky sadar. Kalau ia sudah tak pantas dinikahi anak SMA.
Huufft...
Sky menghela napas panjang
"Rasulullah menikahi Siti Khadijah umur berapa?"/
"40 tahun." Jawab Naina cepat.
"Saat itu Rosul umur berapa?"
"25 tahun." Jawab Naina lagi.
"15 tahun!" Jawab Naina dengan muka bingungnya. Wanita itu masih terlihat tak terima dengan apa yang terjadi saat ini.
"Ya sudah, berarti pernikahan kita ini, bukanlah hal yang aneh." Jawab Sky tegas. Ia lipat kedua tangannya di dada. Tetap bersikap tenang.
"Itu nabi, kalau kamu kan bukan nabi..!" ketus Naina cemberut. Wajah cantiknya masam sudah.
Sky sangat merasa lucu dengan tingkahnya Naina. Bu guru itu sikapnya sangat berbeda ternyata, saat di sekolah. Di sekolah tegas. Nah, ini sifatnya nampak manja gitu. Sky dibuat gemes jadinya.
"Iihh.. Kamu koq malah mau tertawa sih Sky... ibu serius ini..?" Ujar Naina kesal, ia lemparkan bantal ke arah Sky.
"Iya bu Guru, aku ngerti koq. Aku juga tahu diri. Mana mungkin seorang ibu Guru PNS, sertifikasi lagi, nikahnya sama anak SMA. Terserah ibu mau gimana, yang jelas aku serius dengan pernikahan kita." Ujar Sky dengan serius. Ia tatap lekat kedua netra hazelnya Naina. Ya, wanita itu pakai soflens.
"Sky... Kenapa kamu setenang ini. Mana mungkin, seorang guru menikah dengan anak didiknya!"
"Terus mau gimana lagi bu? kita cerai..?"
__ADS_1
Tok
Tok
Tok
Suara ketukan pintu dari luar. Membuat keduanya menoleh ke arah pintu kamar.
"Naina.... Kami boleh masuk kan?"
"Apa...? itu suara Bu Susi dan Bu Dewi. Berarti rombongan dari sekolah sudah datang." Ujar Naina dengan paniknya. Ia tatap Sky dengan bingungnya. Ia yang tak mau teman kerjanya tahu, kalau ia menikah dengan Sky, buru-buru bangkit dari duduknya.
Sky dibuat heran dengan tingkahnya Naina, yang mondar mandir, bingung di hadapannya.
"Sembunyi... Cepat.. Kamu harus sembunyi Sky...!" Naina mendorong tubuhnya Sky, agar masuk ke dalam kamat mandi. "Kamu sembunyi di kamar mandi. Jangan sempat mereka tahu, kalau kita sudah menikah!" tegas Naina dengan mengacungkan telunjuknya, sebagai peringatan pada Sky.
"Nai.. Kamu baik-baik saja kan?" Kembali terdengar suara Bu Susi yang tak sabaran dari balik pintu kamar.
"Oouuww... Iya bu. Sebentar ya?" sahut Naina, mencoba kuat, melawan tubuhnya yang lemah, Karena masih syok.
"Jangan pernah kamu keluar dari kamar mandi ini ya Sky?" Ancam Naina dengan mata melototnya.
"Ta, tapi kan!"
Huss..
Naina menempelkan jari telunjuknya di bibirnya Sky. "Diam... Diam kamu...! kalau kamu macam-macam. Aku pasti kan, kamu gak lulus!" ancam Naina dengan melotokan matanya.
Sky mangguk-mangguk. Jari telunjuknya Naina masih menempel di bibirnya.
Braak.
Naina menutup pintu kamar mandi dengan keras. Ia sangat tidak siap dengan situasi ini.
"Nai....!"
"Iya Bu Susi, buka aja pintu nya gak dikunci koq!"
__ADS_1
***