MISI BERBUAH JODOH

MISI BERBUAH JODOH
Suami orang


__ADS_3

Setelah selesai sholat shubuh. Naina bertolak ke rumah sakit. Karena ia dapat kabar dari paman Sopyan, bahwa sang suami masuk rumah sakit. Akibat dari melaksanakan tugasnya, menangkap buron Gangster Felix.


Naina juga sudah mengorek semua informasi tentang Sky dari kedua orang tuanya. Naina merasa malu sekali karena Ia terbawa perasaan dengan membenci Sky, akibat kelakuan sky yang gak baik selama ini di sekolah. Harusnya, Naina berpikir dengan baik, mana mungkin orang tuanya mau menikahkannya dengan anak SMA. Tapi saat itu dia lagi kalut sekali. Ia tidak memikirkan ke arah sana. Karena saat itu pikirannya sedang kacau-kacaunya, akibat ditinggal nikah sang tunangan.


Tok


Tok


Tok


"Assalamualaikum....!' Naina mengucapkan salam lembut. Dengan perasaan yang tak karuan. Ia sungguh nervous, karena ingin bertemu dengan Sky.


" Wa, walaikum salam..!"


Deg


Naina sangat terkejut mendengar salamnya dijawab seorang wanita. Dan ia kenal suara itu. Itu adalah suaranya Marwah.


Kreekk..


"Ibu...!" Ujar Marwah dengan bahagianya. Refleks ia peluk bu Naina.


Naina yang terkejut akan keberadaan Marwah di kamar inapnya Sky, hanya diam. Tak merespon pelukan Marwah. Ia tak suka Marwah, ada di kamar itu. Marwah pun mengurai pelukannya.


"Bu... Aku dan ayahku hampir saja meninggal." Marwah tanpa diminta bicara, malah terlihat serius untuk menceritakan semuanya. Padahal Naina, sudah menunjukkan ekspresi wajah, tak tertarik dengan ceritanya Marwah.

__ADS_1


Naina saat ini, ingin bertemu dengan Sky. "Mana Sky..?" Naina memotong cepat ucapan Marwah.


"Oouuww... Abang Sky lagi di kamar mandi bu." Ujar Marwah ramah. Ia terlihat bahagia, saat membahas Sky. Marwah yang bahagia itu, kembali mendekat ke Naina yang duduk di kursi dekat nakas. "Bu.... Sky itu seorang polisi bu!" ujar Marwah antusias. Wajahnya semakin merona, karena membahas Sky.


"Iya, ibu tahu itu." Sahut Naina datar. Ia kesal pada Marwah. Karena wanita yang ada di hadapannya ini terlihat sangat ambisius untuk memiliki Sky.


Marwah meraih kedua tangannya Naina. Ia genggam tangan mulus itu dengan bahagianya. "Bu, aku senang sekali. Ternyata ada orang yang sangat sayang padaku. Tak kusangka, Abang Sky begitu mengkhawatirkanku. Abang Sky terlihat sangat takut kehilanganku Bu." Marwah bicara dengan semangatnya di hadapan Naina. Saking semangatnya, tangan dan kakinya tak bisa diam di hadapan Naina. Ia sudah seperti penari balet.


Naina yang terkejut akan penuturan Marwah, hanya bisa melototkan kedua bola matanya. Sungguh, ia tak mau Marwah berharap banyak pada Sky.


"Kamu suka Sky?" tanya Naina penuh selidik.


Marwah mengangguk sambil mengulum senyum. "Kalau kamu ada rasa pada Sky. Sebaiknya rasa itu, kamu buang jauh-jauh."


Marwah dibuat heran dengan ucapan Naina. Marwah menyimpulkan bahwa sang wali kelas tak suka, jika ia dekat dengan Sky.


Kreekk


Mendengar suara pintu kamar mandi dibuka, Naina pun menghentikan ucapannya. Dan kini tatapannya tertuju pada Sky, yang masih berdiri di ambang pintu. Dan Sky malah tersenyum pada Naina, yang nampak sedih, kesal, geram dan benci bercampur di ekspresi wajahnya.


"Bang Sky. Apa benar, Abang sudah menikah?" Marwah menghampiri Sky, dengan bahasa tubuh sok akrab. Bahkan ia mencoba bergelayut manja di lengan Sky.


Naina dibuat kesal melihat tingkah Marwah. Koq anak didiknya itu, nampak ganjen sekarang, biasanya juga kalem.


"Aauuww...!" Sky meringis kesakitan. Karena Marwah menyentuh tangannya yang terkilir. Ya Tangan kanan dan punggung Sky terkilir, jadi di daerah tangan hingga punggung itu di perban.

__ADS_1


Luka Sky lumayan banyak, ada sobekan di pergelangan tangan, kaki, dan punggungnya. Bahkan wajah tampannya, masih memerah dan bengkak, di bagian sudut bibir dan pipi di bawah mata.


"Maaf..!" Marwah menjauh dari Sky. Sedangkan Sky mendekati Naina yang tertegun menatap ke arah Marwah dan Sky.


"Bu Naina, sudah lama datang?" ujar Sky lembut. Naina yang tak suka melihat keakraban Marwah dan Sky, hanya menganggukkan kepalanya malas, menanggapi pertanyaan sang suami.


"Sendirian?" tanya Sky lagi, masih menilik sang istri yang mukanya mendadak murung itu.


"Iya." Jawab Naina pelan. Ia lirik Marwah yang menghampiri Sky di ranjang.


"Oouuww..!"


Marwah yang ada di sisi bed, sok akrab menawarkan buah pada Sky. Naina hanya memperhatikan interaksi Sky dan Marwah.


"Bang, kata bu Naina. Abang sudah menikah ya?" kembali Naina melontarkan pertanyaan. Ia penasaran pada Sky, karena ia terlanjur suka pada pria itu. Marwah, salah mengartikan sikap baiknya Sky. Ya, memang wanita gampang baper. Diperhatikan dikit saja, mikirnya orang menyukainya


"Kamu percaya?" Tanya Sky pada Marwah, tapi ia melirik Naina terus, saat ini Naina menampilkan muka masamnya.


"Gak...!" Sahut Marwah cepat.


"Coba tanya lagi pada ibu guru kita. Kenapa dia katakan aku sudah menikah?" Ujar Sky, selalu mencoba curi curi pandang pada Naina yang nampak kesal.


Marwah mendekati Naina, yang kini berdiri di dekat sopa. "Bu, benar gak sih yang ibu bilang tadi?'


" Tanya orangnya langsung saja. Kalau dia gak ngaku, ya sudah. Kamu nikah aja sama dia. Kan lagi musim, nikah saat di akhir akhir kelulusan." Ujar Naina dengan lirih. Ia tak suka siap Sky, yang melempar pertanyaan padanya.

__ADS_1


***


__ADS_2