
Tok
Tok
Tok
"Nak Sky...!"
Sky yang sedang serius menatap layar laptopnya, dikejutkan dengan ketukan pintu, serta panggilan sang paman. Sky kini tinggal di rumah pamannya. Karena lokasi sekolahnya dekat dengan rumah sang paman.
"Iya Pamannya, sebentar ya?" sahut Sky sopan. Ia bangkit dari duduknya. Bergegas membuka pintu.
Krekk
Pintu terbuka, terlihat sang paman sudah rapi dengan kemeja batik warna maroon dipadu celana keper.
"Waahh.... Paman rapi sekali, mau ke mana paman sepagi ini?" tanya Sky ramah. Menyoroti sang paman yang rambutnya juga klimis.
"Kalian gak diundang ke pernikahan wali kelas kalian Bu Naina?" tanya Pamannya Sky, yang bernama Sopyan.
Mendengar nama sang ibu guru disebut. Mendadak ekspresi wajahnya Sky murung. "Gak paman, kami para siswanya gak ada yang diundang." Sahut Sky tak semangat.
Paman Sopyan tersenyum tipis. "Sedih ya, Bu guru cantiknya jadi istri orang?" goda Paman Sopyan. Pria paruh baya itu bisa menilai, kalau Sky tertarik pada Bu Naina.
"Hehehehe... Dikit paman." Ujar Sky tertawa lebar.
"Pasti banyak teman sekelasmu yang cowok, kecewa saat tahu Bu Naina menikah?"
"Iya paman, Bu Naina itu guru idola. Banyak siswa yang suka." Sahut Sky.
__ADS_1
"Termasuk kamu?" Potong Paman Sopyan cepat.
"Ya, sekedar suka sih paman, karena kan Bu Naina itu guru yang sangat profesional, sikapnya baik. Ia tegas, tapi terlihat lembut, lucu juga, mana cantiknya mengalahkan model." Jelas Sky dengan mengulum senyum. Siapa pun orangnya pasti suka lihat Bu Naina, yang kecantikannya memang sangat paripurna.
""Eemmm.. Kalau begitu, ayo temani paman ke pernikahannya Bu Naina." Pinta Pak Sopyan, penuh harap. "Paman gak kuat nyetir, asam urat di kaki paman kambuh."
Sky nampak berfikir, ia penasaran sih dengan proses pernikahan guru yang ia idolakan itu. Tapi, ia sedang banyak tugas.
"Apa lagi, cepat kamu ganti baju. Paman dan bibi, tunggu kamu di teras rumah." Ujar Pak Sopyan, menepuk pelan babu Sky yang sedang bengong itu.
"Oouuww.. Iya paman, baiklah!" sahut Sky malas. Rasanya ia tiba tiba semangat untuk ikut kepernikahan Bu Naina.
***
Diperlukan waktu 1 jam untuk sampai ke tempat tujuan, yaitu ke tempat pernikahannya Bu Naina. Ya, pernikahan itu diadakan di kampungnya Bu Naina.
Halaman di depan rumah orang tuanya Naina sudah didekor sangat indah. Tenda-tenda sudah dihias dengan bunga dan lampu hias. Sepanjang jalan menuju lokasi pesta, berjejer baliho dari berbagai instansi dan komunitas, yang memberi ucapan selamat atas pernikahan Naina Zahra dan Azka Nugroho.
Sky membathin, mukanya berkerut sudah melhat banner pernikahan sang ibu guru.
"Sky, ayo masuk nak?" Pak Sopyan, berbalik badan. Karena Sky tak mengekori mereka.
"Gak paman, aku di sini saja." Jawab Sky ramah. Ia kini berdiri di dakat mobilnya parkir.
"Ayolah, yang nikah gurumu loh nak!" Pak Sopyan, akhirnya menghampiri Sky, menarik tangannya agar masuk ke pesta itu.
Sky yang merasa tak enak hati pada sang paman, akhirnya ikut masuk ke tempat acara.
"Paman, aku di sini saja. Gak usah ikut masuk ke dalam." Ujar Sky sopan, gak nyaman rasanya ikut masuk ke dalam, menyaksikan acara ijab kabul sang ibu guru. Apalagi ia sebenarnya tak diundang.
__ADS_1
"Eemm.. Ya sudah, paman dan bibi masuk ke dalam." Ujar Pak Sopyan.
"Iya paman." Jawab Sky. Ia pun mendudukkan bokongnya di kursi plastik, tepat di hadapan pelaminan. Kedua mata bergerak kesana kemari, memperhatikan setiap sudut dekorasi tempat itu.
"Bagus juga dekorasinya." Sky bicara sendiri, dengan tidak semangatnya.
Huufftt...
Lama sekali sih acara ijab kabulnya di mulai. Bukankah waktunya sudah lewat. Tadi seingatku, paman bilang, ijab kabulnya diadakan pukul 10. 00 pagi. Ini kan sudah pukul 11 siang. Sky membathin, ia masih menatap lekat jam yang melingkar di tangannya.
Sky yang penasaran, akhirnya memberanikan diri, untuk masuk ke tempat acara.
Graapp
Sky sangat terkejut, disaat ia merasakan tangannya di tarik seseorang. "Paman..?" Sky sangat heran melihat sang paman yang kini menariknya masuk ke sebuah kamar, setelah mereka melewati ruang tempat akan diadakan nya ijab kabul.
Sesampainya di dalam kamar itu. Sky dibuat heran dan bingung, saat seorang pria paruh baya langsung memeluknya dengan erat.
"Nak, tolong selamatkan nama baik keluarga kami!" Ujar pria paruh baya di telinganya Sky dengan terisak.
Deg
Sky dibuat semakin bingung dengan ucapan pria paruh baya itu.
"Iya pak, saya akan bantu, jika aku mampu, memangnya ada masalah apa pak?"
Saat ini Sky merasa ada masalah besar terjadi di rumah ini. Karena ia seorang polisi, maka keluarganya Bu Naina minta bantuan padanya.
***
__ADS_1
Bersambung
Tinggalkan jejak dengan memberi like, komentar positif, hadiah dan Votenya ya Guys. Jangan lupa novel ini di subscribe. 😁🙏🤭😘😍