MISI BERBUAH JODOH

MISI BERBUAH JODOH
Suara ribut


__ADS_3

Naina tak bisa memejamkan kedua matanya. Padahal ia sudah sangat kantuk. Ia didera oleh imsomnia yang parah. Karena otaknya terus saja memikirkan Sky. Naina sangat merasa bersalah, atas sikapnya semalam. Tak seharusnya ia menendang Sky dari atas ranjang. Walau pun ia kesal pada tingkah Sky yang mengejutkannya, dengan jahil mengucapkan salam di dekat telinganya.


Naina juga sejak sore tadi dinasehati oleh sang ibu. Agar lebih bersikap baik pada Sky. Karena kalau tak ada Sky, tentu keluarga mereka akan sangat malu sekali. Siapapun bisa menilai, saat acara ijab kabul, Naina tak suka pada Sky. Naina, telah salah menilai Sky. Karena selama satu minggu jadi wali kelas anak itu. Sky setiap hari membuat masalah di sekolah. Jadi, Naina telah menilai buruk Sky diawal.


Naina yang tak bisa tidur. Akhirnya bangkit dari ranjang. Perutnya jadi terasa lapar. Ia pun berniat makan mie instan. Ya, Naina tipe orang Yang saat banyak pikiran jadi pingin makan-makan terus.


Saat sedang konsentrasi memasak mie instan di dapur. Naina dikejutkan dengan kehadiran sang ibu.


"Belum tidur kamu sayang?" ujar sang ibu, menutup mulut nya cepat karena menguap.


"Kalau sudah tidur, gak masak mie lah Mak." Sahut Naina tersenyum kecut pada sang ibu.


"Eemm... Kamu ini, yang ditanya apa, jawabnya apa. Jangan sempat tingkahmu yang kekanak-kanakan ini, membuat suamimu gak betah samamu." Ujar sang ibu malas, beranjak dari dapur cepat, sebelum sang anak gadis tambah kesal.

__ADS_1


"Iihh.... Mama....!" Ujar Naina kesal, karena sang ibu, selalu menyudutkannya.


Sang ibu tak menggubris kekesalan Naina. Wanita tua itu bergegas masuk ke kamar. Karena tadi wanita tua itu habis ambil air minum.


Setelah kepergian sang ibu, Naina jadi tak berselera memakan mie instan yang ia masak. Ia pun menyimpan mie instan yang baru dicicipinya satu sendok itu ke dalam lemari. Kemudian meneguk air hangat. Setelah itu, ia kembali masuk ke kamarnya.


Sesampainya di kamar, ia meraih ponsel yang ada di atas meja riasnya. Memperhatikan ponsel itu dengan bingung nya . Karena ia ada keinginan untuk menelpon Sky. Menanyakan di mana keberadaan suaminya itu sekarang. Sudah pukul 23.50 Wib. Suaminya itu tak pulang-pulang juga. Padahal ia ingin minta maaf, atas perbuatannya tadi malam.


Huufftt..


***


Naina yang kepikiran semalaman suntuk pada sang suami, akhirnya memutuskan untuk masuk kerja hari ini, padahal Naina sudah mengambil cuti selama dua minggu, yaitu cuti pernikahannya. rasa penasaran yang besar akan Sky membuatnya tak tenang di rumah.

__ADS_1


Dan kali ini Naina terlambat datang ke sekolah. Hal itu dikarenakan ia berangkat dari kampungnya menuju tempatnya bekerja. Dan saat motornya hendak memasuki gerbang sekolah. Suara klakson motor yang sangat ia kenal berbunyi dengan kuat. Auto, guru piket dan Naina yang sudah masuk pintu gerbang menoleh ke belakang. Ternyata suara klakson keras yang berbunyi itu berasal dari motornya Sky.


Dan...


Deg...


Hal yang sangat menyebalkan dan membuat hati kesal, tengah ada di depan matanya Bu Naina. Sang suami yang tak pulang semalaman, kini tengah berboncengan dengan seorang siswi, yaitu Marwah.


Dasar bocah...! umpatnya dalam hati. Naina memarkirkan motornya, dengan terus menatap tajam Sky dan Marwah dengan kesalnya. Sky yang tak sadar telah diperhatikan, tetap bersikap baik pada Marwah. Apalagi kini mereka tengah diinterogasi guru piket.


Naina memasukkan kembali kunci motornya ke lubang kontak kunci.


Tin

__ADS_1


Tin..............


Ia bunyikan klakson motornya dengan kuat dan tempo yang lama, dari parkiran. Suara bising itu, membuat orang-orang yang ada di tempat itu menoleh padanya. Termasuk Sky dan Marwah.


__ADS_2