MISI BERBUAH JODOH

MISI BERBUAH JODOH
Bertemu


__ADS_3

Dijam istirahat pertama. Suasana Kantor guru sangat riuh dan penuh ketegangan. Pasalnya para guru sudah mengetahui identitas dari sky yang sebenar nya . Hal itu itu bisa terungkap, karena seorang guru tanpa sengaja menonton sebuah postingan di aplikasi Tok tok. Sebuah video yang menampilkan aksi Sky dan beberapa anggota kepolisian sedang mengejar penjahat di Bandara.


"I, ini beneran Sky? Sky siswa kita?" tanya Bu Lidya dengan mata melotot, menunjuk-nunjuk layar ponselnya Bu Susi. Ya, di ponsel Bu Susilah video itu mereka tonton.


"Iya, ini Sky!" Sahut Pak Ganjar dengan muka menegang, karena tak menyangka, bahwa Sky si murid baru adalah seorang perwira Polisi.


Bruuggkk...


Naina terduduk lemas di kursinya. Ia sangat syok, setelah mengetahui siapa sebenarnya Sky. Sementara para guru lainnya masih heboh menonton video Sky yang mengejar penjahat di bandara itu.


Naina insecure, sikapnya yang menganggap remeh sang suami selama ini, jadi boomerang buatnya. Ia akan sangat malu pada sang suami. Ternyata suaminya itu seorang penegak hukum.


"Pantes badannya Sky itu tegap kekar. Ternyata dia seorang polisi. Lihatlah, aku akan jodohkan dia dengan adikku." Celoteh Bu Susi dengan semangatnya.


Deg


Naina cukup terkejut mendengar ucapan Bu Susi. Mana mungkin Sky dijodohkan dengan adiknya Bu Susi. Sky itu kan suaminya Naina. Naina pun kepo, ia yang tadinya terdiam di tempat, kini ikut nimbrung dengan para guru yang membahas Sky.


"Bu Nai, bagilah no hapenya Sky. Atau nomor hape orang tuanya." Bu Susi memelas pada Naina.


Naina yang terkejut akan semuanya, masih terlihat bingung. Sky kan suaminya, mana mungkin dia akan berikan suami sendiri pada wanita lain. "Aku gak punya nomor hape Sky." Jawabnya dengan tak semangat.


Krinngg...


Bel berbunyi dengan keras. Itu pertanda, sudah saatnya masuk kelas. Para guru yang berkumpul pun telah membubarkan acara ghibahnya. Sudah saatnya menjalankan tugas negara.


Sedangkan Naina, dibuat semakin penasaran akan Sky. Ia seret kakinya menuju ruang tata usaha. "Dwi... Ibu mau ajukan cuti lagi."


"Apa...?" Dwi melotot kan kedua matanya kepada Naina. "Aku gak salah dengarkan bu? kemarin ajukan cuti. Terus besoknya dibatalkan. Selang dua hari kerja, ajukan cuti lagi." Keluh Dwi dengan muka berlipat. Ia tak suka sikap nya Naina yang sesuka hati itu.


"Kamu gak salah dengar Dwi. Aku mau ajukan cuti Dwi..?!' Naina memelas. Ia harus jumpai orang tuanya di kampung. Kenapa orang tuanya tak cerita padanya, tentang Sky. Pantesan, Sky diizinkan menikah dengannya.


" Capek tahu bu. Permohonan kemarin dibatalkan. Dan sekarang buat ajuan baru. Hhhmmmmmppp... Menambah-nambah kerjaan saja." Dengus Dwi, pegawai tata usaha.

__ADS_1


"Iihh... Kamu kalau cemberut gitu, tambah manis loh Dwi..!" Naina mulai membuat rayuan mautnya.


"Eemmm.. Kalau mau lancar urusan, kasih siraman dong Bu Nai..!" goda Dwi, kini mulai r


Tersenyum penuh maksud.


"Eemm... Dasar kamu ya, tukang pe ras. Ya sudah, kamu mau dibelikan apa?" Naina menampilkan ekspresi wajah masamnya. Dwi ini pandai kali mengompas.


"Hehehhehe.... Nasi goreng dan juice tiwung saja bu." Ujarnya nyengir.


"Iya deh. Bentar, aku pesan dulu." Naina melakukan panggilan suara pada Bu Rosidah, yang punya kantin di sekolah itu. Memesan, apa yang diinginkan oleh Dwi


***


Sky tidak kembali lagi ke sekolah. Tapi, ia kembali ke tempat kerjanya, di kantor polisi. Mereka sedang menyusun rencana untuk cepat menemukan Pak Zuan. Caranya dengan membujuk sang pun di, Marwah. Bekerja sama untuk membujuk sang ayah, menyerahkan diri ke pihak berwajib.


Sore harinya, Sky pergi ke rumahnya Marwah. Seperti rencana diawal, ia akan membujuk Marwah, agar mau bekerja sama dengan pihak kepolisian. Ia diantar oleh Doni, temannya sesama anggota polisi.


"Sky.... kenapa kamu gak jemput aku tadi pagi. Aku telat, aku gak bisa bertemu dengan ayah." Ujar Marwah sedih, melirik Sky yang terus menatapnya dengan tak tenang.


Hhuuffftt


Sky menghela napas panjang. Rasanya ia gugup sekali untuk menceritakan semuanya. Ia perhatikan, sikapnya Marwah akhir-akhir ini berubah. Marwah terlihat menaruh hati padanya.


"Maaf ya Marwah. Sebenarnya aku ini seorang polisi."


"Apa...?' Marwah sangat tercengang mendengar ucapan Sky. Mulut nya bahkan sampai menganga, tanda dia sangat terkejut dengan pengakuan Sky.


" Ya, aku ini seorang polisi. Aku menyamar jadi siswa di sekolah kita, untuk deketin kamu. Agar aku bisa dapat informasi tentang ayahmu yang buron. Ayahmu adalah saksi, atas kejahatan yang dilakukan bos dari gengnya.


Marwah menggeleng-gelengkan kepalanya. Ia sungguh tak menyangka, Kalau ayah nya sedang tidak baik baik saja. Ia tahu, ayahnya memang seorang penjahat. Tapi, ia tak tahu, kalau ayahnya itu bermasalah dengan bosnya.


"Terus ayahku di mana sekarang sky? gara-gara kamu nggak menjemput aku. Aku telat datang ke bandara tempatku janjian dengan ayah. Aku tidak menemukan ayah di tempat itu dan sampai sekarang ponsel Ayah tidak bisa dihubungi." Keluh Marwah dengan terisak.

__ADS_1


"Gak tahu Marwah. Ada seseorang yang membawa ayahmu pergi, saat hendak kami tangkap di bandara." Jelas Sky serius.


Bruugkk...


Marwah memeluk Sky dengan erat. Sikapnya Marwah itu, membuat Sky cukup terkejut. Tak menyangka akan dipeluk oleh Marwah.


"Sky... Ehh.. Pak Polisi. Tolong lindungi aku dan ibu. Kalau sudah seperti ini cerita nya. Pasti aku dan ibu akan jadi sasaran bos gengster itu." Pinta Marwah lirih. Ia kini menangis dalam pelukan sang pak polisi.


"Iya, iya. Aku akan lindungi kamu. Makanya, aku datang ke sini." Ujar Sky lembut, mengusap-usap punggungnya Marwah yang tengah memeluknya kini.


"Eehhmm... Ehhmmm...!"


Suara deheman terdengar keras dari belakang. Sky kenal suara itu. Ia lepas pelukan Marwah, dan menoleh cepat ke belakang.


"Bu Naina..!" Ujarnya dengan tercengang. Ia sampai memundurkan langkahnya, saking terkejut nya melihat ekspresi wajah sang istri yang penuh kekecewaan itu.


"Eemmm... Begini toh kelakuan kalian berdua. Gak di sekolah gak di rumah pacaran terus..!" ujar Naina dengan nada kesal. Mukanya yang ayu, kini berubah jadi bengis.


"Bu Naina salah paham. Aku dan Abang Sky gak pacaran koq." Sahut Marwah dengan enggan.


Sky jelas panik saat ini. Ia tahu istrinya itu pasti cemburu padanya. Ia tak mau ada keributan di tempat ini.


"Oouuww... Begitu ya Nak Sky..!" tanya Naina, dengan tatapan tak percayanya.


"Apa..?" Sky tak suka, istrinya itu memanggilnya Nak. Ia tahu Naina kembali mengolok olok nya.


"Bener, tak ada hubungan spesial dengan Marwah?" Tanya Naina lagi.


"G, gak ada, kami temen aja koq." Sahut Sky tergagap


"TTM ya? teman, tapi mesra." Desak Naina penuh selidik.


Sky terdiam. Ia merasa tak ada guna berdebat di rumahnya Marwah. Mana ibunya sedang sakit.

__ADS_1


__ADS_2