MISI BERBUAH JODOH

MISI BERBUAH JODOH
Kabar


__ADS_3

Naina terlihat semakin menikmati permainan itu, saat bibir Sky kembali mendarat mulus melum ati bibir Naina yang lembut, nafas Helena semakin memburu. Hal itu membuat Sky ingin perlakuan lebih. Ia angkat sang istri dan mendaratkannya di atas ranjang..


"Aaauuww... Sakit...!" teriak Naina, setelah tubuhnya terjatuh dari atas ranjang. Dan terbentur sempurna di lantai kamarnya. Rasanya bokongnya sakit sekali. Ia pun kesal dengan dirinya sendiri, ternyata ia baru saja bermimpi bercumbu dengan Sky.


"Kurang ajar... Bisa-bisanya aku mimpiin bocah tengil itu." umpatnya kesel, dia pun berusaha untuk bangkit, tetapi saat itu juga ia dikejutkan dengan suara ketukan pintu kamarnya dari luar.


Naina bergegas menuju pintu kamarnya. Ia buka pintu itu dengan mulutnya yang tak henti-hentinya menguap. Dan ia kembali dikejutkan dengan penampakan sang suami di hadapannya. Persis seperti mimpinya barusan. Ya, Sky saat ini berpakaian seragam sekolah.


"Pergi, pergi kamu!" ujar Naina mengibaskan ngibaskan tangannya, dengan tidak percayanya. Kalau di hadapannya adalah sang suami.


Brrruukk..


Ia tutup pintu kamar itu dengan kasar.


"Dasar mimpi gila. Apa dia di Mana, mana ada?" ujar sendiri.


Sepertinya nyawa wanita itu belum terkumpul semuanya.


Tok


Tok


Tok


"Assalamualaikum.... Bu Naina.... Apa ibu gak berangkat ke sekolah. Kita sama saja perginya..!" ujar Sky dengan nada suara sedikit keras dari balik pintu kamarnya Naina.


"Haaahh..." Naina tercengang, ternyata ia tak salah lihat. Memang yang datang bertamu adalah Sang suami. "Itu beneran Sky." Naina memutar tubuh nya. Ia kembali membuka pintu kamarnya.


"Selamat pagi Nyonya Sky. ..?" Ujar Sky tertawa nyengir.

__ADS_1


Naina menampilkan ekspresi wajah masamnya. Sky selalu menggodanya.


"Selamat pagi Pak Sky." Sahutnya malas.


Braakkk


Naina kembali menutup pintu kamarnya.


Sky dibuat bingung karenanya. Kenapa pintunya ditutup kembali.


"Nai, buka pintunya!" ujar Sky keras dari luar.


"Dasar bocah, enak sekali dia memanggilku dengan nama. Apa dia pikir, aku ini adiknya apa?" gerutu Naina, ia raih handuk di gantungan. Ia pun menyeret kakinya ke kamar mandi. "Eehh... Aku kan istrinya. Hadeuhh... Resiko punya suami anak muda."


"Nai... Buka pintunya. Aku ingin katakan hal penting padamu. Kita harus bicara. Kamu harus bantu aku!"


"Tunggu di luar, aku mandi dulu. Baru kita bicara." Sahut Naina keras dari dalam. Wanita itu belum siap berbagi tempat pada Sky. Ia masih merasa malu.


Sky menghela napas Panjang. Pria itu melorotkan tubuhnya dan bersandar di daun pintu. Sky nampak was-was dan tidak tenang. Ia pun berselonjor, dengan satu tangan di berada di lututnya.


Ngung...


Ngung..


Ponsel yang ada di tas selempangnya bergetar. Ia pun merogoh tas itu dengan tak sabarannya. Karena nada dering ponsel itu menandakan, bahwa yang menelpon adalah Marwah.


"Assalamualaikum... !"


"Walaikum salam.!"

__ADS_1


Sky... Kamu bisa tolong aku gak?" Terdengar suara Marwah tak tenang di ujung sana.


"Tolongin apa Wah?" tanya Sky dengan penasarannya.


"Anterin aku ke bandara!"


"Emang kamu mau ke mana?"


"Gak ke mana mana. Aku baru aktifkan hape. Semalaman aku isi baterai hapeku. Saat ku aktifkan tadi, pas di angkot. Ada pesan WA ayah Yang masuk. Aku mau ketemu dengan ayah sekarang. Ayah akan ke luar negeri. Ayah tak mau tinggal lagi di Indonesia. Kamu kan sudah tahu, cerita keluargaku.." Jelas Marwah panjang lebar, sambil terisak.


"Baik, Baiklah. Kamu di mana sekarang, aku akan menyusul ke tempatmu." Sahut Sky dengan tak sabarannya. Ingin rasanya, ia cepat-cepat sampai ke bandara. Target harus dapat.


"Aku di Cendrawasih." Sahut Marwah.


"Baiklah, tunggu aku di sana." Ujar Sky tegas. "Oh ya, pesawat ayahmu take off jam berapa?" tanya Sky.


"Gak tahu Sky. Gak ada ayah bilang."


"Ok! Aku ke sana." Ujar Sky. Ia matikan panggilan suara dari Marwah, dan kemudian ia melakukan panggilan lagi ke seseorang.


"Bos, target akan melarikan diri. kIta harus arahkan pasukan ke Bandar Udara!" Ujar Sky tegas, dalam sambungan telepon itu.


Tok


Tok


Tok


"Nai, aku pergi dulu ya?" Sky pamit pada sang istri. tanpa menunggu jawaban sang istri. Ia pun meninggalkan kos, kos annya Naina. Pria itu akan ke menjemput Marwah, dan membawa Marwah ke bandara.

__ADS_1


"Hei... Sky...!" Naina yang ada di dalam kamar mandi, mendengar samar, saat Sky pamitan. Ia bergegas memakai bajunya di kamar mandi. Keluar cepat dari kamar mandi untuk menyusul Sky. Tapi, sayang. Sang suami sudah meninggalkan tempat itu.


***


__ADS_2