MISI BERBUAH JODOH

MISI BERBUAH JODOH
Circle


__ADS_3

Setelah sholat shubuh. Sky pamitan kepada mertuanya. Ia akan pulang ke rumah Paman Sopyan. Karena ia harus masuk sekolah. Orang tuanya Naina yang tahu siapa sebenarnya Sky, tentu tak menghalangi sang menantu pergi. Apalagi mereka tahu, Naina tak Sreg pada suaminya itu.


Naina yang semalaman ini dalam keadaan kurang Fit, akhirnya bangun kesiangan. Ia dengan cepat menoleh ke arah lantai, karena beranggapan sang suami belum bangun. Karena dipikirannya, pria itu selalu telat bangun, makanya telat datang ke sekolah setiap hari.


Naina tersenyum kecut, mendapati sang suami tak ada lagi di kamar itu. "Cepat juga dia bangun!" ujarnya sendiri, bangkit dari tempat tidur menuju kamar mandi.


Setelah selesai mandi. Naina merasa lebih segar dan bersemangat. Ia keluar dari kamar, kakinya bergegas menuju dapur. Ia akan membantu sang ibu menyiapkan sarapan.


"Mak, rendang semalam masih ada?" tanya Naina, membuka percakapan dengan sang ibu, yang kini tengah menyiapkan teh manis. Biasalah kalau pesta di kampung, biasanya masih ada sisa gulai pesta semalam. Dan entah kenapa Naina sangat berselerah untuk makan.


"Masih, sudah mama panaskan!" Sahut sang ibu, kembali sibuk membuatkan teh manis.


"Panggil ayahmu dan saudara lainnya. Kita akan sarapan!" titah sang ibu pada Naina.


" Iya Bu." Sahut Naina tersenyum tipis pada sang ibu. Ia juga sedang kecarian Sky. Sejak tadi ia tidak melihat batang hidung suaminya itu, dalam pikirannya, suaminya itu mungkin sedang bergabung dengan para saudara lainnya, yang sedang berkumpul di teras rumah.


Sesampai nya di teras rumah. Kedua bola mata Naina bergerak ke sana kemari, mencari sang suami. Tapi, ia tak melihat suaminya itu di terasa rumah dan halaman.


"Ayah, paman. Sarapan sudah siap dihidangkan!" ujar nya tersenyum tipis menatap para pria paruh baya itu.


"Ayo kita makan!" ajak Pak Jalaluddin kepada saudara dan ipar iparnya itu.


Pria pria itu pun bangkit dari tempat duduknya. Bergegas ke ruang makan. Sedangkan Naina terlihat bingung, karena tak mendapati Sky di rumah itu.

__ADS_1


***


Di sekolah.


Sky tetap berlakon sebagai siswa. Kupingnya cukup panas hari ini, karena semua orang membahas istrinya Naina. Gosip yang paling menyebalkan ia dengar tentang Naina, adalah. Kata para siswa, Bu Naina hamil diluar nikah. Makanya nikahnya diam-diam. Ditambah, Naina pingsan saat ijab kabul.


Hufftt...


Sky sungguh kesal mendengar sang istri difitnah. Tapi, mau diklarifikasi olehnya juga tak mungkin. Untuk cepat menuntaskan Misinya. Ia kembali mendekati Marwah. Saat ini, Marwah tengah di perpustakaan. Istirahat kedua dimanfaatkan wanita itu untuk baca buku.


"Hai Marwah..?" Sapa Sky ramah.


Marwah yang sedang serius membaca buku menoleh ke arah Sky. Ia pun membalas senyum manisnya Sky. "Hai Sky." Sahutnya ramah.


Marwah meliriknya sekilas dan kembali fokus ke bukunya.Tentu saja Marwah tetap tersenyum kepasa Sky.


"Nanti sepulang sekolah, aku anter kamu ya Wah?" Pinta Sky penuh harap.


Kening Marwah mengkerut mendengar permintaannya Sky. Ia jadi merasa, kalau Sky sedang berusaha mendekatinya. "Gak usah Sky, lagi pula aku gak langsung pulang ke rumah. Aku mau," Marwah menjeda ucapannya, kembali ia tatap Sky, yang terlihat penasaran dengan penjelasannya.


"Kamu mau ke mana?" tanya Sky penuh selidik.


"Eemmm.... Ada deh!" Marwah nampak tertutup kepada Sky

__ADS_1


Puukk..


Saat itu juga, Sky merasakan pundaknya ditepuk dari belakang. Ia pun menoleh, ternyata ada Ragil di belakangnya.


Sky menatap malas Ragil. Ia kesal pada manusia kerdil itu. Gara-gara Ragil, ia dikeroyok. Syukur ia pandai bela diri.


Graappp


Ragil kini bersujud di hadapan Sky. "Sky, kamu mau kan jadi bidygurdku. Aku bayar kamu setara dengan ajudan polisi. Asal kamu terus bersamaku! " Pintaa Ragil, mengatupkan kedua tangannya pada Sky. Wajah sangat memelas.


Ingin rasanya Sky tertawa kencang. Ia merasa lucu dengan permintaan Ragil yaitu yang memintanya sebagai ajudannya. Apa ia sekurang kerjaan itu? Sehingga mau jadi acuan bocah tengil ini.


Marwah mendebatkan wajahnya ke telinganya Sky. Ia pun membisikkan sesuatu. "Ragil itu akan selalu meminta perlindungan, pada siswa yang jago bela diri."


Sky manggut-manggut. Sudut bibirnya tertarik, sehingga menciptakan senyum tipis.


"Oouuww.. Bangunlah Ragil, aku tak butuh uangmu. Kalau kamu ingin perlindungan. Maka, Kamu harus ubah sikapmu. Tahu diri, jikalau kita bersikap baik, pada sesama teman. Maka, kita akan aman, tak akan ada yang mengusik kita. Kamu perlu ubah mindsetmu. Tak perlu terlihat sok jago, dengan cari gara-gara, tapi ujungnya andalin orang lain." Ujar Sky tegas, ia raih tangannya Ragil, sehingga siswa yang tubuhnya kerdil itu berdiri.


"Iya Sky, Aku sadar dan ngerti sekarang. Di sekolah itu cari ilmu. Bukan buat circle yang toxy." Sahut Ragil merasa bersalah.


Marwah dan Sky saling pandang. Merasa terharu dengan sikap Ragil, yang bijak.


***

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2