
"semuanya sudah jelas sekarang, si James kepala polisi itu, juga si pelaku pembunuhan berantai benar-benar berkaitan satu sama lain, ditambah dengan adanya simbol-simbol aneh yang telah kita temukan ini, kemungkinan ada sebuah kelompok atau rahasia besar di balik simbol tersebut. Jika simbol itu adalah milik organisasi rahasia yang pernah di katakan oleh pria yang dihipnotis oleh Karin beberapa hari yang lalu, maka ini semua juga berhubungan dengan Hyuna" ucap Lugh panjang lebar. Kini mereka semua, kecuali Hyuna yang entah hilang kemana sudah berada di luar penjara setelah memastikan apakah benar adanya simbol itu di sel tahanan yang lepas.
"Kalau begitu, selanjutnya serahkan padaku. Aku akan pergi menemui Gildan pria yang ku temui beberapa hari yang lalu di Bar itu, kemudian aku akan menanyakannya mengenai simbol ini" sahut Karin.
"Bagaimana kau bisa menemukannya?" Tanya Asyraf, karena akan begitu sulit menemukan seseorang di kota besar ini apalagi jika tidak ada sesuatu yang dapat menjadi petunjuk.
"Tenang saja, sebenarnya aku sudah menaruh pelacak di tubuhnya, pelacak yang benar-benar tak akan pernah bisa dia temukan" balas Karin santai sambil tersenyum, membuat yang lain dibuat sedikit bingung, pelacak yang tak mungkin bisa ditemukan?
"Jadi saat sedang menghipnotis dia aku menaruh sebuah pelacak di dalam es batu dan meletakkan ke minumannya, sebenarnya aku tak terlalu berharap pelacak itu bisa masuk ke dalam tubuh nya, tapi ya keajaiban terjadi dia menelan es batu itu dan kini pelacak itu sudah berada di dalam perutnya" ucap Karin menjelaskan kepada yang lainnya.
"Kalau begitu bagaimana jika dia tidak meminum es batunya? Kau akan kesusahan bukan?" Tanya Asyraf lagi.
"Aku menanggulangi kemungkinan itu, jadi aku juga menaruh beberapa pelacak di barang-barang lainnya yang dia bawa, namun sebenarnya jika es batu itu memang tidak masuk ke perutnya, alat pelacak lain yang ku taruh di benda-benda tersebut akan percuma juga, karena saat aku mengecek keberadaan dari pelacak yang ku taruh itu, aku malah menemukan pelacak itu bersama dengan barang-barangnya sudah berada di tong sampah" jawab Karin lagi.
Beberapa menit kemudian pun mereka telah memutuskan agar Raizel ikut bersama Karin untuk memeriksa mengenai kebenaran dari simbol yang mereka temukan itu, karena mereka khawatir jika Karin melakukannya sendiri maka dia bisa saja kenapa-napa, sebab organisasi yang mereka lawan bukanlah organisasi biasa.
Setelah memutuskan hal tersebut mereka menyudahi penyelidikan untuk hari ini, tapi itu bukan berarti mereka akan tidak melakukan apa-apa pun lagi, mereka tetap akan menyelidiki kasus yang sedang mereka hadapi, namun secara individu dan cara masing-masing. Ini juga merupakan cara yang pernah T.K ajarkan pada mereka saat waktu pelatihan.
...****************...
Satu hari telah berlalu, dan pada siang hari ini Karin bersama dengan Raizel akan pergi menemui Gildan untuk menanyakan apa dia tau mengenai simbol itu.
__ADS_1
Berbeda dengan Karin yang berpakaian seperti biasa, Raizel melakukan sedikit penyamaran agar Gildan tak curiga dengannya.
"Di museum yang ada di depan, Ya dia ada disana!" Seru Karin yang telah melihat lokasi dari alat pelacak nya melalui handphone miliknya, dia pun mengarahkan Raizel untuk mengendarai mobil ke arah yang dia tunjuk.
Sesampainya di museum tersebut mereka pun segera masuk ke dalam dan berjalan cepat menuju satu ruangan yang ditunjuk oleh alat itu.
"Baiklah kau tunggu disini, aku akan memberikan kode jika terjadi sesuatu di dalam" ucap Karin dan Raizel mengangguk.
Karin pun mulai membuka perlahan pintu ruangan tersebut, suara gesekan pelan dari pintu itu membuat Gildan yang ada di dalamnya langsung melirik ke arah pintu tersebut. Melihat Gildan yang sudah menatapnya, Karin pun langsung memulai aksi tebar pesona nya, dia berjalan dengan anggun dan sangat seksi menuju ke tempat Gildan berdiri, Gildan yang melihat nya pun tak dapat mengalihkan pandangan nya.
"Hai tampan, senang bertemu dengan mu lagi" rayu Karin sambil menarik dagu Gildan dan memperlihatkan tubuhnya yang seksi dengan pakaian yang cukup ketat.
"H-hai!" Balas Gildan kaku setelah mulai masuk ke dalam zona hipnotis Karin, Karin pun mulai melakukan hal lain yang akhirnya benar-benar membuat Gildan masuk ke pikirannya.
"Baiklah langsung saja ke intinya, apa kau mengetahui tentang simbol ini?" Tanya Karin sembari menunjukkan foto-foto mengenai simbol yang mereka maksud.
"Simbol ini? Aku sangat mengetahuinya" balas Gildan dan Karin semakin antusias untuk bertanya.
"Baiklah, bisakah kau jelaskan mengenai simbol ini? Simbol apa ini?" Tanya Karin lagi.
"Itu adalah simbol dari tempat ku bekerja, simbol dari sebuah organisasi kriminal rahasia, pemimpin kami meminta agar kami meninggal kan jejak berupa simbol tersebut di setiap tempat yang menjadi tempat aksi kami, bisa dibilang pemimpin kami ingin menantang semua orang yang ingin menangkap nya, ia ingin tau apakah orang-orang tersebut bisa menangkap nya setelah dia meninggalkan jejak berupa simbol tersebut. Pemimpin kami memanglah orang yang unik dan suka tantangan,itu sebabnya Oliver menyukai dia" jelas Gildan.
__ADS_1
"Oliver? Itu Hyuna bukan? Jadi dia menyukai pemimpin dari organisasi rahasia ini?" gumam Karin
"Baiklah, ini hal terakhir yang ingin ku tanyakan. Apa semua masalah besar di Albion city di sebab kan oleh organisasi ini? Mulai dari pembunuhan berantai, teror Presiden, kasus penyuapan besar di kantor polisi, juga pengeboman di beberapa tempat umum. Itu semua ulah kalian?" Lanjut Karin untuk pertanyaan terakhirnya, dia pun menekankan setiap kata-katanya itu.
"Benar! Semuanya ulah kami, atau lebih tepatnya lagi adalah ulah pemimpin kami, karena tugas kami sebenarnya hanya sebagai perantaranya, atau mungkin sebagai umpan agar orang-orang bodoh itu salah menangkap pelaku" jawab Gildan dan membuat tubuh Karin mulai bergetar, itu berarti saat ini dia sedang berhadapan dengan salah satu anggota dari ******* yang paling berbahaya di Albion City, ******* yang telah merenggut begitu banyak nyawa orang.
"Huft..Baiklah kalau begitu, aku pulang dulu ya!" Ucap Karin karena sudah cukup ketakutan, jadi dia tak ingin berlama-lama lagi disana.
"Saat aku sudah keluar dari ruangan ini dan menutup pintu, maka kau berlari lah ke arah pintu itu, dan dekatkan telinga mu, setelah kau mendengar suara hentikan jari sebanyak 3 kali maka kau akan sadar dan melupakan semua hal yang telah terjadi saat kau mulai melihat ku hari ini" lanjut Karin, dan segera setelah mengatakan itu dia pun berlari menuju pintu keluar.
Namun...
DDDOOORRR..
"Arrggghhhh" teriak Karin kesakitan.
"Karin!". Raizel yang mendengar suara tembakan begitu keras dari dalam ruangan tersebut pun langsung masuk dan mendobrak pintu ketika mendengar Karin berteriak. Hingga akhirnya dia pun melihat Karin dengan kaki yang sudah berlumuran darah.
"Bagaimana kau bisa sadar?" Lirih Karin sambil menahan rasa sakitnya.
"Kau pikir aku bodoh? Kau ingin mencoba mengalahkan ku dengan melakukan hal yang sama untuk kedua kalinya, aku takkan masuk ke lobang yang sama! Aku tidak terhipnotis sama sekali sejak tadi" jawab Gildan dan membuat Karin yang mendengar itu benar-benar kaget.
__ADS_1
"Lalu kenapa kau mau memberikan semua informasi-informasi itu?!" Tanya Karin lagi yang semakin bingung.
"Kenapa? Bukankah aku sudah mengatakan bahwa pemimpinku itu orang yang menarik, dia menyuruhku untuk menantang kalian semua, jika memang kalian bisa menangkapnya maka lakukanlah. Oh ya hampir lupa, dia juga mengatakan bahwa dalam waktu seminggu ini dia akan membuat Albion City kembali dalam kegelapannya" seru Gildan lalu pergi begitu saja meninggalkan Karin yang terluka kakinya, juga Raizel yang masih tak mengerti dengan situasi yang berada di hadapannya. Gildan pun keluar dari ruangan tersebut dengan cara melompat dari jendela.