
Saat Hyuna mengatakan bahwa pemilik dari suara rekaman yang ada di ponselnya itu bukanlah milik Lugh, melainkan milik seseorang bernama Lucky yang Hyuna sebut-sebut sebagai kembaran Lugh, T.K, Joo, Raizel, Karin, dan Asyraf menatap satu sama lain, kemudian mereka beralih menatap Hyuna juga Lugh.
"Aku bersumpah bahwa itu memang benar-benar bukan suaraku," Ucap Lugh yang menjawab pertanyaan dari raut wajah kelima rekannya itu.
"Bukankah aku sudah menceritakannya? Aku percaya dengan Hyuna, itu sebabnya aku sudah tidak kaget lagi." Lanjut Lugh sembari membuang mukanya kearah Hyuna agar tidak melihat lagi wajah dari kelima rekan detektif nya yang masih bingung dan tak percaya itu.
Beberapa saat kemudian T.K membuang ekspresi bingung dan kagetnya itu, kemudian menatap Hyuna dengan tajam. "Lucky, benarkah itu nama pemimpin dari organisasi rahasia itu, sekaligus kembaran dari Lugh?" Tanyanya dengan serius.
Hyuna yang bingung dengan maksud dari tatapan tajam dan nada serius T.K itu hanya membalasnya dengan anggukan pelan, menandakan bahwa kata "iya" menjadi jawaban untuk pertanyaan T.K barusan.
"Ada apa detektif? Apa kau tau sesuatu?" Sahut Karin setelah dia menyadari bahwa raut wajah T.K tiba-tiba berubah seperti sedang berpikir keras.
"Tidak, tidak ada apa-apa." Balas T.K dengan cepat juga terlihat kaget karena Karin mengganggu keseriusannya.
Dan akhirnya beberapa menit kemudian, setelah kelima detektif itu mulai mengerti dan mencoba untuk mempercayai apa yang dikatakan Hyuna tadi, kini mereka sudah berada di parkiran, atau tepatnya di dalam mobil.
Lugh, Hyuna, T.K, dan Raizel berada dalam satu mobil, Lalu Asyraf, Joo, dan Karin berada di mobil yang satunya lagi.
"Kami akan pergi ke markas pusat untuk melaporkan semua informasi yang telah di dapat ini, dan Kalian pergilah ke kantor kemiliteran untuk kembali meminta bantuan dalam melakukan pengungsian seluruh warga dari ketujuh tempat yang berkemungkinan akan diledakkan itu. Ikut serta jugalah untuk membantu bagian kemiliteran dalam melakukan pengungsian, setelah kami selesai melaporkan ke kantor pusat, kami akan ikut bergabung bersama kalian." Ucap Joo kepada kelompok Lugh melalui kaca mobil yang terbuka.
"Baiklah kalau begitu." Balas T.K singkat. Mereka pun melaju menuju ke tempat yang berbeda, karena markas pusat dan juga kantor kemiliteran terletak di tempat yang berlawanan arah.
......................
__ADS_1
"Apa?!" Eron si komandan bagian kemiliteran kaget mendengar penjelasan dari Hyuna barusan, "Kau tidak bercanda? Apa organisasi rahasia itu serius akan melakukan hal gila seperti yang kau katakan itu dalam kurun waktu yang singkat ini?" Lanjutnya bertanya.
"Benar detektif, rekaman suara yang baru saja kau dengarkan itulah yang menjadi bukti kuatnya." Sahut Lugh menjawab.
Eron terdiam untuk berpikir sejenak, "Itu berarti hari ini akan menjadi hari yang panjang untuk kita semua, baiklah langsung saja kita bergerak. Kalian berempat berpencar lah keempat tempat yang berbeda, 3 orang lainnya akan menyusul kan? Biar mereka pergi ketiga tempat sisanya. Akan ada masing-masing 20 orang tentara yang akan membantu kalian, aku akan pergi ke kantor presiden untuk menyatakan status darurat saat ini." Ucap Eron dan keempat detektif itu menganggukkan kepala mereka.
Mereka pun memilih tempat yang akan mereka ambil, Raizel akan pergi ke Bandara Neonairline, T.K pergi ke mall fashion city, lalu Lugh dan Hyuna pergi ke kedua universitas yang jarak dari keduanya tidak terlalu jauh, dengan begitu Lugh masih akan bisa memantau Hyuna.
Setelah memilih, mereka langsung bergerak dengan cepat untuk pergi ke tempat bagian mereka masing-masing.
Lalu juga akan ada 140 orang tentara yang akan terbagi menjadi 7 kelompok, masing-masing dari kelompok berjumlah 20 orang tentara, dan masing-masing kelompok akan berpencar ke ketujuh tempat yang berkemungkinan akan diledakkan itu.
Disisi lain Joo, Asyraf, dan Karin telah selesai melaporkan semua informasi yang telah mereka dapatkan hari ini, juga dari 2 hari yang lalu kepada markas pusat. Jadi kini mereka sedang dalam perjalanan menuju ke tempat bagian mereka masing-masing.
Dengan begitu maka lengkap sudah jumlah orang yang akan melakukan pengungsian di ketujuh tempat yang berkemungkinan akan diledakkan oleh organisasi rahasia itu, dimana dalam satu tempat ada 21 orang yang akan melakukan pengungsian para warga yang masih ada disana, yaitu 20 orang tentara, juga 1 orang detektif.
Beberapa menit yang lalu, Eron pun juga telah mengeluarkan pengumuman dan sirine "Status Darurat".
...----------------π’...
Selamat siang seluruh warga Albion City, saat ini sirine "Status Darurat" telah di nyalakan, diharapkan kepada kalian semua untuk berada dirumah selama "Status Darurat" masih belum di lepas.
Nyalakan sirine keamanan dirumah kalian, agar jika ada penyusup, sirine tersebut akan berbunyi dan kami bisa segera datang.
__ADS_1
Kami belum bisa mengatakan hal berbahaya apa yang sedang dan akan terjadi, namun diminta untuk semuanya agar tidak panik, karena kami akan segera menyelesaikan masalah ini.
Tenanglah dirumah kalian, jika ada hal yang mencemaskan bisa segera menghubungi bagian kepolisan.
Terimakasih atas perhatiannya.
...----------------π’...
Pengumuman tersebut disiarkan melalui semua stasiun televisi, radio, pengeras suara di setiap daerah, juga ada sekitar 50 drone yang telah dipasang speaker untuk mengeluarkan isi pengumuman tersebut yang kemudian diterbangkan ke seluruh tempat.
Pengumuman diumumkan sebanyak tiga kali, untuk memastikan semua orang dapat mendengarnya.
Tak perlu waktu lama, saat Eron mengumumkan hal tersebut, hampir semua warga Albion City patuh, mereka yang sudah memiliki stok makanan dirumah mereka langsung masuk kerumah, mengunci pintu, jenderal, serta menyalakan sirine keamanan seperti yang Eron suruh.
Sementara buat mereka yang tidak memiliki stok makanan dirumahnya langsung segera pergi ke swalayan untuk membeli semua hal yang mereka butuhkan, karena mereka tidak tau akan seberapa lama status darurat ini berlangsung. Setelah selesai berbelanja mereka pun juga kembali kerumah mereka dan melakukan hal yang sama, yaitu mengunci pintu, jendela dan menyalakan sirine keamanan.
Dalam waktu 15 menit setelah pengumuman status darurat diumumkan, jalanan Albion City sudah menjadi sangat sepi, hanya tinggal sedikit orang yang masih berlalu lalang, itupun mereka juga akan segera kembali kerumah mereka masing-masing.
Namun di ketujuh tempat yang berkemungkinan akan diledakkan oleh organisasi rahasia itu malah masih banyak orang di dalamnya, mungkin inilah yang menjadi alasan mengapa organisasi rahasia itu memilih ketujuh tempat ini, karena memang agak sulit untuk mengeluarkan orang-orang dari tempat seperti itu.
Mereka yang ada di bandara jelas tidak ingin tiket mereka hangus, atau mungkin mereka masih menunggu saudara dan kerabat mereka yang belum mendarat di bandara tersebut.
Orang-orang yang masih ada di mall sebagian adalah para wanita yang tak ingin kehilangan kesempatan untuk membeli barang-barang yang mereka inginkan.
__ADS_1
Lalu di kedua Universitas besar di Albion City, universitas itu memiliki mahasiswa pintar dan ambis di dalamnya, mereka tak peduli dengan pengumuman itu dan masih fokus belajar.