
T.K dan Joo langsung berkeliling ke ketiga tempat yang akan diledakkan oleh organisasi rahasia itu, yaitu Qreus Hill Mall, Bandara Welbion Airline, dan Albion University.
Mereka juga pergi dan berkeliling di Bandara Neonairline, tempat yang akan menjadi lokasi kemunculan Lucky si pemimpin organisasi rahasia yang telah meresahkan Albion City selama ini.
Tugas mereka berdua kali ini adalah untuk memastikan bahwa sudah tidak ada lagi para penduduk di sekitar keempat tempat tersebut.
Sementara Karin dan Raizel berpatroli di jalanan, ketika melihat warga yang masih berkeliaran dengan tegas mereka langsung menyuruh para warga itu untuk kembali ke rumah mereka masing-masing, dan melakukan protokol keamanan yang telah ditetapkan.
Lalu Lugh, Hyuna, Asyraf dan juga bersama dengan polisi bagian patroli memeriksa setiap rumah warga, dan memastikan bahwa semuanya aman di rumah mereka masing-masing.
Untuk sisa tugas yang lainnya telah diambil alih oleh bagian kemiliteran dan juga polisi, hal ini karena Eron lah yang menawarkan dirinya dan juga pasukannya untuk mengurus sisa persiapan yang lainnya.
Eron merasa bahwa selama ini ketujuh detektif tersebut telah melakukan banyak tugas yang berat dalam menghadapi organisasi rahasia itu, jadi kali ini biarkanlah mereka sedikit beristirahat dengan tugas yang tak terlalu berat itu.
Seluruh bagian kemiliteran juga polisi yang dikomandoi oleh Eron menyiapkan segala hal yang diperlukan untuk menyambut kehadiran Lucky si pemimpin organisasi rahasia itu.
Mereka menyiapkan tentara-tentara juga polisi yang siap tempur di keempat tempat yang akan menjadi pusat tragedi malam ini, kemudian mereka menyiapkan senjata bertarung seperti pistol, basoka, dan juga pisau.
Bahkan mereka sampai meletakkan 5 alat berat berupa tank tempur di keempat tempat tersebut.
Dan juga mereka pun telah memberikan keamanan yang serupa dengan ketiga tempat lainnya yang pernah dipasangi bom oleh organisasi rahasia tersebut, hal ini mereka lakukan sebagai antisipasi jika informasi yang diberikan oleh Melinda salah.
......................
Tak terasa persiapan mereka semua akhirnya telah selesai, para bagian kemiliteran juga polisi telah siap dengan tugas-tugas dan persiapan mereka, begitupun dengan Lugh dan teman-temannya.
Kini semua orang telah berada di tempat dan posisi mereka masing-masing.
3 unit militer dan 2 unit polisi berjaga di Mall Fashion City, Bandara Black Air Line, dan Dover Start University.
Lalu 5 unit militer dan 3 unit polisi berjaga di Qreus Hill Mall, Bandara Welbion Airline, dan Albion University. Mereka berjaga diluar garis merah yang merupakan zona berbahaya karena termasuk daerah yang akan terkena ledakan.
__ADS_1
Sementara untuk di Bandara Neonairline sendiri diletakkan 10 unit militer, dan 7 unit polisi, ditambah dengan Lugh, Hyuna, Asyraf, Raizel, Karin, T.K, Joo, dan Eron.
Pengamanan di Bandara Neonairline memanglah sangat ketat dan kuat, hal ini dikarenakan tempat itulah yang berkemungkinan akan menjadi tempat Lucky muncul dihadapan publik untuk pertama kalinya.
"Kalian sudah siap?!" Eron berteriak kepada pasukannya di menit-menit terakhir sebelum jarum panjang pada jam tepat berada di angka 12, dan jarum pendek berapa di angka 7.
"SIAP!!" Seluruh tentara dan para polisi itu pun bersorak dengan sangat bersemangat, kini api semangat mereka benar-benar telah membara.
Lugh dan teman-temannya yang melihat itupun tersenyum bahagia, mereka kini menyadari bahwa mereka tidak bertarung sendiri.
Dibelakang mereka semua ada puluhan bahkan ratusan orang yang mendukung dengan semangat yang membara.
"Terima kasih komandan Eron, peranmu sebagai pemimpin dari semua pasukan itu benar-benar luar biasa!" puji Asyraf yang takjub saat melihat sifat kepemimpinan Eron, terlebih lagi dengan sedikit bicara Eron mampu membangkitkan semangat semua pasukannya.
"Tidak perlu berterima kasih, awalnya ini memang misi kalian, tapi ketika sudah menyangkut keamanan Albion City, maka itu juga akan menjadi tugas kami," ucap Eron.
"Dan kurasa kau juga merupakan pemimpin yang hebat Asyraf!" lanjut Eron dengan senyumannya.
"Siapa bilang? Bukankah kau pemimpin dari tim kecil kita ini?" Raizel yang sejak tadi mendengar pembicaraan antara Asyraf dan Eron pun ikut masuk ke dalam pembicaraan tersebut.
Lugh yang melihat itupun langsung merangkul Asyraf, "Benar kata Raizel! Sejak awal kami telah memilih mu sebagai pemimpin dari kelompok kecil kita ini! Jadi jangan terlalu merendahkan kemampuanmu dalam memimpin," sahut Lugh yang ikut-ikutan.
Eron yang melihat keharmonisan itupun tersenyum dengan bahagia, "Lihatlah, kau hebat karena memperlakukan tim mu sebagai teman dan bukan bawahan," ucap Eron dan Asyraf yang mendengarnya pun ikut tersenyum.
"Bagaimana aku bisa menganggap mereka sebagai bawahan, Lugh yang anak baru saja sudah sangat kuat," seru Asyraf dengan tawanya, mereka semua yang ada di sana pun ikut tertawa mendengar ucapan dari Asyraf tersebut.
Ditengah-tengah rasa bahagia sekaligus senang diantara mereka tiba-tiba saja muncul kabut yang sangat tebal, kabut itu benar-benar membuat penglihatan mereka menjadi sangat tidak jelas.
"Hahaha!!"
Terdengar suara tawa yang mengerikan bergema disekitar mereka, mereka yang sempat bercanda itupun langsung kembali ke mode siap serang.
__ADS_1
"Berhati-hatilah! Jangan menjauh dari kelompok kalian, terus bersama!" Eron berteriak memberikan arahan kepada semua orang.
"Kenapa kalian begitu ketakutan? Belum waktunya untuk bertempur, aku datang karena ingin mengucapkan salam kepada kalian semua! Aku ingin menyapa seluruh penduduk Albion City!" ucap si pemilik suara tawa tadi.
"Lucky," gumam Hyuna dengan lirih, Lugh yang berdiri tepat disamping Hyuna pun langsung melihat Hyuna, "Itu suara Lucky?" tanya Lugh untuk memastikan, dan Hyuna pun menganggukan kepalanya untuk mengiyakan.
DDOOORRRR ...
"Semua menunduk!"
Terdengar suara ledakan yang cukup besar dari arah dalam Bandara Neonairline, namun tidak terjadi apapun selang beberapa detik dari bunyinya suara tersebut.
"Hahaha kalian begitu ketakutan!!"
Perlahan kabut tebal yang menutupi penglihatan mereka mulai menghilang.
Dan dengan menghilangnya kabut tersebut, maka sosok dari pemilik suara yang terus bergema disekitar mereka perlahan terlihat.
"Lugh?!" kaget semua orang saat melihat sosok yang sudah terlihat sangat jelas di dalam Bandara Neonairline itu.
Mereka semua pun mengira bahwa sosok yang muncul itu adalah Lugh karena kemiripan muka mereka, ya kecuali Lugh dan Hyuna yang sudah tau jelas bahwa itu adalah Lucky kembaran Lugh.
"Itu bukan aku!" seru Lugh langsung saat semua orang mengucapkan namanya.
"Wah wah ... Kembaran ku, dan guru tercintaku ada disini juga ternyata," ucap Lucky dengan senyum semiriknya.
"Tunggu! Guru? Siapa?" tanya Karin yang benar-benar kaget dan bingung saat Lucky menyebutkan "Guru tercintaku."
Kembaran Lucky tentu saja Lugh, namun Guru Lucky? Siapa lagi orang itu?
"Owh ... Jadi kalian tidak tau bahwa pria tua disana adalah guruku? Orang yang telah mengajariku sampai aku bisa sehebat ini!!" sahut Lucky dengan suara yang keras sembari mengangkat tangannya untuk menunjuk seseorang yang dia maksud.
__ADS_1
"Detektif T.K?!"