
Saat ini, setelah dari rumah T.K Lugh langsung mengendarai mobilnya menuju perusahaan penyelidik tempat dia bekerja. Barusan saja dia dihubungi oleh Melinda untuk datang ke sana, Melinda mengatakan bahwa ada misi baru yang menanti Lugh.
Beberapa menit berlalu dan akhirnya Lugh telah sampai di depan perusahaan tempatnya bekerja itu, dia pun masuk ke dalam dan melangkah pergi ke dalam ruangan kerja Melinda.
"Malam bos" sapa Lugh dengan sangat antusias
"Malam! Bagaimana dengan hasil pelatihanmu bersama T.K Lugh?" Sapa balik Melinda dengan senyuman, Lugh pun membalas bahwa dia sudah lebih siap dari sebelumnya untuk menerima misi baru, mendengar hal tersebut Melinda ikut merasa senang.
"Baiklah sebelumnya maaf karena aku menghubungimu tiba-tiba untuk datang kemari, aku juga tahu bahwa sebenarnya kau telah lelah setelah harus berlatih bersama T.K dari tadi pagi, tapi kasus ini benar-benar harus di lakukan saat ini juga". Melinda pun memberikan beberapa gambaran tentang kasus baru yang akan Lugh selidiki, setelah itu Lugh pamit pergi untuk segera melaksanakan misinya.
Misi yang Melinda berikan tersebut merupakan penyelidikan untuk kasus teror Presiden Albion City belakangan ini. Dia mengatakan sudah lebih dari seminggu Pak Franky yang merupakan Presiden Albion City diteror oleh surat-surat, boneka, ataupun kejadian misterius yang sangat menganggu nya, bahkan salah satu teror tersebut pernah membuat Pak Franky masuk ke rumah sakit.
Melinda menambahkan bahwa dalam kasus ini Lugh akan bertemu dengan salah satu rekan timnya saat menyelidiki tentang kasus pembunuhan berantai, tapi Melinda tak ingin memberitahu siapa orang itu.
Dengan antusias dan tak sabaran, juga tanpa istirahat setelah seharian berlatih bersama T.K Lugh langsung pergi menuju kantor presiden. Dan benar saja disana ternyata juga sudah ada orang yang cukup Lugh kenal karena telah menjadi rekan setimnya saat menyelidiki kasus pertama yang diberikan padanya.
"Hai Asyraf!" Seru Lugh sembari melambaikan tangganya dari kejauhan. Ya Asyraf lah yang akan menjadi rekan setim Lugh lagi kali ini.
Asyraf yang berhasil menemukan sumber suara yang memanggilnya, langsung membalas lambaian tangan tersebut dan pergi menghampiri.
__ADS_1
"Kita menjadi rekan lagi!". Asyraf menyapa Lugh dan kemudian merangkulnya. Asyraf pun membawa Lugh untuk masuk dan langsung ikut ke dalam penyelidikan.
"Ini adalah surat-surat teror yang pelayan rumah ini berikan padaku" ucap Asyraf sembari memberikan cukup banyak surat yang ada ditangannya kepada Lugh. Lugh pun mengambil surat-surat itu dan melihat isinya.
Setelah membaca satu persatu dari surat tersebut, wajah Lugh terlihat berubah. Hingga sampai pada surat terakhir, dan hal yang ada di dalam surat itu benar-benar membuat Lugh kaget. Perubahan wajah drastis dari Lugh membuat Asyraf akhirnya menanyakan apa yang terjadi.
"Aku pernah mendapat surat seperti ini sebelumnya, bukankah aku juga pernah menceritakan tentang surat itu padamu? Awalnya aku merasa ragu bahwa yang menulis surat ini sama dengan penulis yang menulis surat yang pernah aku ceritakan pada waktu itu, tapi setelah membaca surat terakhir ini aku menjadi yakin 100% bahwa mereka orang yang sama" jelas Lugh menjawab pertanyaan Asyraf.
Asyraf pun mulai mengingat-ingat tentang surat apa yang Lugh maksud. Hingga beberapa saat kemudian akhirnya dia teringat bahwa Lugh memang pernah bercerita padanya tentang teror surat yang Lugh temukan di dalam rumahnya.
Asyraf kembali melihat surat-surat yang dia berikan pada Lugh tadi, kemudian mengamati kembali setiap kata-kata dan juga penulisan dari surat itu.
Sesampainya mereka disana, dengan sangat cepat mereka masuk, dan Lugh pergi menuju kamarnya untuk mengambil surat yang menerornya dan masih dia simpan itu.
"Ini!" Seru Lugh keluar dari kamar sembari membawa secarik kertas dan memberikannya pada Asyraf, mereka berdua pun membanding kan antara surat yang meneror Lugh juga dengan yang meneror presiden.
"Gila! Ini benar-benar sama, sudah jelas yang menulisnya adalah seseorang yang sama" gumam Asyraf yang masih terus memandangi surat-surat ditangannya.
"Kalau begitu sebenarnya apa tujuan dari si peneror ini, mengapa dia juga meneror walikota? padahal aku pikir dia adalah seseorang dari masa laluku yang hanya akan mengganggu ku saja". Lugh terus berpikir keras tentang siapa orang yang telah memberikan surat-surat teroran itu sembari terus memandangi surat tersebut.
__ADS_1
Tapi disaat sedang fokus-fokus nya mengamati, tiba-tiba saja Lugh melihat seseorang dengan pakaian serba hitam muncul dari belakang pintu kamarnya dan mencoba untuk memukul tubuh belakang Asyraf. Dengan sigap Lugh langsung menarik tubuh Asyraf menjauh dari orang itu, dan berkat pelatihan dari T.K pula yang membuat Lugh bisa langsung menyerang orang itu dengan cepat.
Tersadar bahwa dirinya telah diselamatkan dari bahaya, Asyraf juga dengan sigap membantu Lugh untuk mengalahkan orang tersebut.
Dan akhirnya mereka berhasil, walaupun mereka kuat tapi ternyata musuh mereka tak lebih lemah dari mereka berdua, jadi memang membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mengalahkannya.
Lugh pun meletakkan orang yang ingin menyerang Asyraf itu di atas kursi lalu dia mengikatnya. Lalu setelah itu Asyraf membuka topeng penutup wajah yang digunakan oleh orang tersebut.
"Aku pernah melihat mu sebelumnya!" Seru Asyraf tiba-tiba setelah beberapa menit memandangi wajah penyusup itu.
"Ya benar! Kau salah satu pengawal dari walikota bukan? aku melihatmu hari ini dan beberapa hari yang lalu di kantor walikota!" Lanjut Asyraf dengan nada yang sangat yakin. Mendengar hal tersebut Lugh pun dibuat kaget. Pada akhirnya Asyraf mewawancarai si pengawal presiden yang telah menyusup ke dalam rumah Lugh.
.....
Beberapa jam telah berlalu sejak Asyraf mulai mewawancarai penyusup yang masuk ke rumah Lugh itu, dengan teknik yang pernah T.K ajarkan padanya selama pelatihan, Asyraf mampu mengorek informasi begitu banyak dari orang tersebut.
Salah satu informasi yang diberikan oleh orang itu pun sudah menjawab pertanyaan Asyraf dan Lugh sedari tadi tentang siapa pelaku peneror Lugh dan juga Presiden.
Salah satu jawaban orang itu berbunyi "aku hanyalah anggota tak penting yang dia miliki, jadi untuk lebih berguna baginya, aku memutuskan untuk menjadi orang dalam agar akses dia jauh lebih baik. Dialah yang meneror presiden, tapi aku pun tak tau pasti apa alasannya, aku hanya akan terus mematuhinya"
__ADS_1
Asyraf dan Kai sudah berusaha agar orang itu mau memberikan setidaknya sedikit clue tentang siapa yang orang itu sebut dengan 'dia'. Tapi orang tersebut tak membuka mulut sama sekali mengenai hal itu. Jadi mereka berdua membawanya ke kantor polisi untuk ditindak lanjuti, lalu setelah itu mereka pergi menemui presiden dan melaporkan apa yang telah mereka dapat hari ini, mendengar bahwa salah satu mata-mata dari si orang yang menerornya telah ditemukan, sang presiden setidaknya merasa lebih tenang.