Moon And Sun

Moon And Sun
Eps 9. Mulai Curiga


__ADS_3

"Pak, dari hasil interogasi kami dengan pengawal anda itu, kami tau bahwa dialah yang selama ini memberikan anda surat-surat dan teror misterius tersebut, meski surat itu bukan tulisannya, tapi dia yang meletakkan surat-surat itu di tempat anda menemukannya, dia sendiri juga yang melakukan aksi teror lainnya di rumah anda". Lugh menjelaskan kepada Franky tentang hasil interogasi mereka dengan si pengawal itu.


Franky pun mengucapkan terimakasih kepada Lugh dan juga Asyraf karena bisa menyelesaikan misi dengan sangat cepat, meski dalang atau bos sebenarnya Pengawal tersebut belum ditemukan, tapi setidaknya orang yang akan menjadi perantara teror sudah tidak ada, jadi dia akan aman.


Karena misi Lugh dan juga Asyraf hanya untuk menemukan siapa yang melakukan teror di rumah presiden, maka dengan tertangkapnya si pengawal itu, misi mereka telah selesai.


Lugh dan Asyraf pun pergi meninggalkan rumah presiden menuju kafe tempat mereka biasanya mengobrol, karena akan ada sesuatu yang ingin mereka berdua sampaikan satu sama lain.


"Kau serius ingin mengobrol hari ini? Kau tak lelah?" Ucap Asyraf sebelum mereka masuk ke dalam mobil, Lugh menjawab bahwa dia belum lelah dan benar-benar ingin mengatakan sesuatu itu secepatnya, kemudian Asyraf menyuruhnya untuk jalan terlebih dahulu dan dia akan mengikuti dari belakang.


.....


"Baiklah kau boleh katakan terlebih dahulu". Kini Asyraf dan Lugh telah tiba di kafe tempat mereka sering berbincang bersama, setelah memesan minuman Lugh pun mulai mengatakan apa yang ingin dia sampaikan.


"Sebenarnya aku penasaran dengan sesuatu, ini tentang Hyuna. Malam sebelum aku mendapat kan pelatihan dari detektif T.K, aku bertemu dengan Hyuna, kami pun memutuskan untuk berbincang sebentar, dan Hyuna mengatakan bahwa selama latihan, detektif T.K sangat dingin terhadapnya. Awalnya aku mengira mungkin karena detektif T.K kelelahan, tapi besoknya saat aku bertanya padanya secara langsung, dia mengatakan bahwa dia bercermin dengan sikap lawan bicaranya. Kalimat-kalimat selanjutnya dari detektif T.K pun seperti mengatakan bahwa Hyuna bukanlah orang baik, dan suatu saat sifat aslinya akan ketahuan" Jelas Lugh panjang lebar dan Asyraf terlihat sangat mencermati.


"Apakah detektif T.K ada menyebutkan tentang pengkhianatan?" Tanya Asyraf sebelum dia menjelaskan masalahnya, dan Lugh menjawab iya, bahkan bukan sekali dua kali, melainkan sering sekali.


"Kalau begitu kurasa apa yang dikatakan oleh detektif T.K padaku dan padamu itu berhubungan, detektif T.K mengatakan padaku waktu itu bahwa dia mengajarkan ku bela diri agar saat salah satu dari kita berkhianat aku dapat mengalahkan nya dan melindungi yang lainnya. Setelah itu selama seminggu dia begitu sering memberitahu padaku untuk selalu berhati-hati pada orang terdekat ku sekalipun" lanjut Asyraf menjelaskan, lalu sejenak mereka berdua terdiam, mencoba mencari pola yang disebut oleh T.K


"Apa mungkin yang dimaksud oleh detektif T.K padamu adalah Hyuna?" Seru Lugh membuat Asyraf kembali mulai berpikir.


"Dia mengatakan padamu bahwa Hyuna hanya bersikap baik di depan kita? Dan mengatakan bahwa sifat aslinya berlawanan, lalu yang dia katakan padaku bahwa diantara dari kita bisa saja adalah pengkhianat". Asyraf mencoba menarik kesimpulan dari hal-hal yang dikatakan oleh T.K


Tapi karena hari sudah sangat larut malam, jam pun sudah menunjukkan pukul 11 lebih, mereka memutuskan untuk menyudahi nya terlebih dahulu dan akan melanjutkannya esok hari.

__ADS_1


Asyraf dan Lugh pun berpisah di kafe tersebut karena arah rumah mereka berlawanan. Dan selama perjalanan pulang mereka terus berkomunikasi karena ingin memanfaatkan waktu sebaik mungkin.


"Aku sudah tiba, kalau begitu aku akan beristirahat terlebih dahulu, hati-hatilah di jalan!" Seru Asyraf dari sana, dan kemudian mematikan radio komunikasi di mobilnya dan masuk ke rumah.


Berapa menit setelah itu pun Lugh juga tiba dirumahnya, dia langsung masuk, membersihkan tubuhnya dan dengan sangat cepat sudah tertidur saat baru beberapa detik meletakkan tubuhnya di kasur.


.....


DRINGG...DRINGGG


terdengar suara panggilan masuk dari handphone milik Lugh, sebenarnya Lugh mendengar suara tersebut tapi karena masih sangat mengantuk dia mengabaikan nya.


Hingga saat deringan itu berhenti, beberapa saat setelah nya kembali berbunyi, jadi Lugh memutuskan untuk mengangkat panggilan tersebut karena dia pikir mungkin ini sesuatu yang penting.


"Lugh!"


"Ya ini aku, maaf telah membangun kan mu padahal aku tau kau telah bergadang semalam, tapi ada hal penting yang ingin ku sampaikan pada kalian semua, ya kecuali Hyuna. Aku juga sudah menghubungi Asyraf dan juga Karin, sekarang mereka sedang menuju ke tempat ini"


"Ada hal penting apa emangnya?"


"Sulit untuk menjelaskannya ditelepon, jadi kau bisa datang?"


"Baiklah aku segera kesana, di markas?"


"Jangan takut dia mengetahuinya, aku akan share lokasinya"

__ADS_1


"Baiklah aku akan segera bergegas"


Dan kemudian telpon pun dimatikan ...


Lugh adalah tipe orang yang akan selalu memastikan setiap kata-katanya benar, jadi dengan sangat cepat walau masih ada rasa ngantuk, dia pergi menuju tempat yang telah dikirim lokasinya oleh Raizel setelah dia membersihkan tubuhnya terlebih dahulu.


Tempat tersebut pun ternyata tak terlalu jauh dari rumah Lugh, jadi hanya membutuhkan waktu sebentar baginya untuk sampai disana, bahkan sebelum Asyraf dan Karin tiba.


"Ini benar lokasinya?" Gumam Lugh yang sedikit bingung, karena tempat tersebut adalah sebuah bar. Untuk apa mereka berbicara di bar?


"Oh kau sudah datang rupanya" teriak seseorang keluar dari bar tersebut, dia adalah Raizel. Kemudian mereka pun menunggu dua orang lainnya untuk datang sebelum akhirnya masuk bersama ke dalam.


"Kita akan mengobrol disini?" Karin yang baru datang pun langsung dibuat heran dengan tempat yang dipilih oleh Raizel.


"Karena hal yang ingin ku tunjukkan ada disini" balas Raizel dan kemudian mereka masuk ke dalam setelah Asyraf tiba tak lama setelah Karin.


Mereka pun duduk di salah satu meja yang letaknya sedikit di pojok dan tak terlalu ramai.


"Lihatlah pria disana!". Raizel menunjuk seorang pria yang sedang duduk dan berbincang dengan seorang wanita di meja yang sedikit jauh dari mereka. Lugh, Asyraf, dan Karin pun sontak melihat orang yang ditunjuk oleh Raizel itu.


"Dia adalah kenalannya Hyuna" lanjut Raizel membuat yang lainnya malah semakin bingung.


"Huft jadi gini, detektif T.K mengajarkanku bagaimana cara untuk bisa membaca gerak-gerik seseorang, ketika orang itu berbohong, jujur, atau pun sedang menutupi sesuatu. Selama pelatihan pun detektif T.K terus berbicara tentang pengkhianatan, dia mengatakan bagaimana jika aku dikhianati, oleh karena itu dia mengajarkan ku hal tersebut" jelas Raizel membuat yang lainnya langsung menjadi fokus mencermati.


"Kami juga!" Ucap Lugh, Asyraf, dan Karin secara bersamaan, lalu mereka berempat saling memandang satu sama lain. Lalu Karin pun menanyakan apa hubungannya Hyuna dengan pria yang ditunjuk oleh Raizel tadi.

__ADS_1


"Kemarin aku melihat Hyuna dengan pria itu sedang berbicara berdua di sebuah cafe, awalnya aku tak begitu tertarik tapi sekilas saat aku melihat gerak-gerik Hyuna aku menghentikan langkah kakiku. Dia terlihat lebih natural dalam menggerakkan tubuhnya dengan pria itu dibandingkan saat bersama kita, lalu aku mencoba mendekat untuk mendengar apa yang mereka berdua katakan, dan kalian tau apa yang Hyuna katakan dengan pria itu? 'aku sudah cukup dalam masuk ke dalam lingkaran mereka, dan sebentar lagi mungkin saatnya telah tiba'. Tapi aku tak tau apa maksud kalimatnya itu sebenarnya, hanya saja gaya bicara dia benar-benar sangat berlawanan dengan Hyuna yang kita kenal!" Jelas Raizel panjang lebar. Mendengar penjelasan dari Raizel itu pun mereka semua diam.


__ADS_2