Moon And Sun

Moon And Sun
Eps 17. Keputusan untuk bermusuhan


__ADS_3

Satu persatu muncul lah orang-orang yang merupakan anggota dari organisasi rahasia itu. Jadi selama ini mereka sudah bersembunyi di sekitar para detektif, dan keluar di momen yang tepat. Mereka semua pun segera mengepung Lugh dan yang lainnya.


"Kita dijebak!" Gumam Raizel sambil menahan rasa sakitnya akibat tembakan yang dilakukan oleh Gildan tadi.


"Karin, kau bantu Raizel untuk berlari. Lalu Asyraf karena tangan mu terluka, jadi kau ikut di posisi bersama Karin juga Raizel, jangan memaksa untuk menembak. Aku, Joo, juga Lugh akan menyerang mereka dan memberikan perlindungan kepada kalian, kita akan menyerang sekaligus pergi dari tempat ini, kita harus segera keluar dan membawa kalian berdua yang terluka ke rumah sakit" seru T.K memberikan arahan, semuanya pun mengangguk mengerti.


"Ayo cepat!" Lanjut T.K dan kemudian mereka pun langsung berlari saat T.K berhasil menembak 2 orang yang menghalangi jalan keluar mereka.


T.K berlari paling depan untuk membuka jalan, lalu Asyraf, Raizel dan Karin berada di posisi tengah, sementara Lugh juga Joo melindungi dari belakang.


Mereka berlari sekuat tenaga tanpa berhenti sama sekali. Terkadang ada beberapa peluru dari anggota organisasi rahasia itu yang mengenai mereka berenam, namun mereka mampu menghindar sehingga hanya mendapatkan sedikit goresan.


Kemampuan detektif mereka memang sudah sampai di level yang bisa melihat benda cepat bahkan peluru sekalipun, apalagi setelah pelatihan yang pernah T.K berikan.Tapi tetap saja mereka bukanlah robot yang memiliki kecepatan respon yang sangat cepat, sehingga tak mungkin untuk tak terluka sama sekali.


Mereka pun berlari, terus berlari. Meski sudah tergores oleh banyak luka, mereka tidak berhenti, karena jika sesaat saja mereka berhenti maka itu bisa menjadi kesempatan bagi para anggota organisasi rahasia tersebut, dan itu adalah sebuah kesalahan yang sangat fatal.


Sekitar 5 menit mereka berlari lurus ke arah jalan keluar, akhirnya mereka pun telah berhasil sampai tepat di depan pintu masuk basement.


Setelah mengetahui bahwa para anggota dari organisasi rahasia itu tidak mengikuti mereka lagi, juga karena mereka telah sampai di luar, mereka pun mulai berhenti berlari dan berjalan perlahan menuju mobil mereka yang diparkirkan sedikit jauh dari basement tersebut.


DDDDUUUUUUAAARRRRR...

__ADS_1


Baru saja beberapa langkah mereka menjauh dari basement, tiba-tiba saja sebuah ledakan besar terjadi di dalam basement itu, ledakan besar tersebut pun benar-benar menghancurkan satu basement, bahkan keenam detektif pun ikut terdampak ledakan itu.


Syukurnya, respon mereka yang cepat terhadap suara yang mulai aneh muncul dari dalam basement, langsung membuat mereka secara refleks menunduk tepat beberapa detik sebelum ledakan terjadi.


"Apa-apaan itu?" Seru Lugh dengan nada yang panik juga kaget, mereka yang sudah merasa aman pun kembali berdiri dan mengecek apa yang terjadi.


"Kita hampir saja mati karena ledakan ini, mungkin jika saja tadi kita tidak cepat memutus kan untuk terus berlari, dan malah melawan mereka. Maka nasib nyawa kita akan berbeda" gumam Joo dengan wajah yang merasa lega.


"Tapi bagaimana dengan orang-orang di dalam? Bukankah mereka ada di belakang kita? Tak mungkin mereka bisa kabur" sahut Karin bingung.


"Mereka mengorbankan anggota nya lagi" balas T.K dengan dingin sembari sedikit masuk ke dalam basement yang sudah hancur itu.


"Lihatlah puing-puing yang terdapat noda darah ini, mereka semua mati" lanjut T.K


Kini mereka benar-benar tersadar, bahwa organisasi yang mereka hadapi adalah sebuah organisasi kejahatan gila. Organisasi ini sangat kuat, penuh dengan tipu muslihat, pemimpin mereka cerdik, mereka memiliki lebih dari seribu satu cara untuk menghancurkan target mereka, dan mereka tak akan segan-segan untuk mengorbankan nyawa anggota nya sendiri.


Disaat yang lain masih terdiam, tiba-tiba saja terdengar suara dua orang yang langsung mengagetkan mereka, membuat mereka secara spontan mencari sumber suara tersebut.


"Gildan?!"


"Hyuna?!"

__ADS_1


"Huft..Ternyata kalian masih bisa selamat dengan ledakan besar itu? Sepertinya kalian memang sangat tangguh dan sulit untuk dikalahkan" ucap salah satu dari kedua orang yang bersuara tadi, dan ternyata dia adalah Hyuna. Lalu siapa lagi yang ada di samping nya kalau bukan Gildan.


"Gildan? Mengapa kau bisa keluar?" Teriak Asyraf yang dibuat semakin bingung, "bukankah Gildan ada di dalam bersama anggota yang lainnya tadi?" Pikir Asyraf.


"Kalian tidak menyadari nya? Aku sudah tak mengejar kalian lagi saat kalian sudah dekat dengan pintu keluar, dan di menit-menit terakhir itulah aku kabur dari dalam basement" jawab Gildan santai.


"Lalu kenapa yang lainnya tidak melakukan hal yang sama?" Tanya Lugh lagi yang masih sangat penasaran.


Hyuna dan Gildan dibuat tertawa dengan pertanyaan-pertanyaan mereka, juga raut wajah yang begitu terlihat kebingungan.


"Karena mereka tidak tau bahwa sudah ada bom di dalam basement ini. Lagian mereka hanyalah anggota yang menepati posisi sebagai umpan dalan misi. Jadi memang sudah sepantasnya mereka mati disini demi keberhasilan organisasi tempat mereka bekerja." Jelas Hyuna dengan santai tanpa ada rasa bersalah sama sekali. Jawaban Hyuna itu benar-benar sudah sangat tidak berkemanusiaan lagi.


"Hyuna! Mengapa kau tega melakukan semua ini? Aku mengenal mu sebagai pribadi yang baik, mengapa..mengapa kau harus memiliki sifat yang begitu kejam seperti ini?!" Teriak Lugh dengan kesal juga penuh kekecewaan.


"Jika kau juga di ancam, maka katakanlah pada kami! Kami akan membantu mu untuk keluar dari organisasi gila itu." Lanjut Lugh lagi yang sebenarnya masih mengharap Hyuna kembali bersama mereka.


"Berhenti bercanda! Kalian benar-benar membuat ku tertawa sekarang. Di ancam? Ini kemauan ku sendiri, lagian menjadi detektif hanya akan mendapatkan bayaran yang kecil, meski akan ada bonus dari sana sini, namun gaji ku sebagai anggota dari organisasi rahasia ini tetaplah lebih besar. Jadi aku menikmati nya, lagi pula sudah berapa kali aku mengatakan nya? Inilah diriku yang sebenarnya" balas Hyuna, kemudian dia dan Gildan pun pergi lalu menghilang dari hadapan mereka semua.


"Sudahlah Lugh, aku tau apa yang kau coba untuk lakukan. Tapi Hyuna memang lah bukan orang yang baik, dia musuh kita. Sebagai seseorang yang bertugas untuk menyelamatkan kota, maka kita harus mengalahkan nya, tak peduli dengan semua kenangan baik yang pernah kita lalui bersamanya" seru Asyraf memberi nasihat kepada Lugh untuk tak berharap lagi agar Hyuna yang mereka kenal bisa kembali.


"Dia musuhku!" Ucap Lugh, Karin, juga Raizel yang secara kebetulan mereka ucapkan secara berbarengan.

__ADS_1


Dan mulai saat itu mereka benar-benar telah bertekad, Hyuna adalah musuh mereka, dan jika suatu saat mereka harus mengalahkan atau bahkan menghabisi nya, maka mereka akan melakukan hal itu.


__ADS_2