
"aduh gimana nih, kalau memang benar yang dikatakan sama Hyuna semalam, berarti aku yang dapat giliran terakhir sedang tidak baik-baik saja dong". Lugh yang kini sudah berada di depan rumah T.K terus saja bergumam, dia sedikit grogi dan juga takut setelah mengingat-ingat apa yang dikatakan oleh Hyuna padanya. Lalu setelah mengumpulkan keberaniannya dia pun membunyikan bel rumah tersebut, selang beberapa menit T.K keluar dan membukakan pintu untuk nya.
"Ayo masuk Lugh" ucap T.K menyambut Lugh dengan ramah, melihat sikapnya T.K Lugh dibuat lega, karena ternyata Kai tak sedingin yang dikatakan oleh Hyuna, tapi kenapa T.K bersikap dingin kepada Hyuna?
"Terimakasih Detektif" balas Lugh dan mengikuti T.K masuk lebih dalam ke dalam rumah itu, T.K pun membawa Lugh pergi ke tempat latihan yang sama saat dia melatih Raizel dan juga Asyraf beberapa minggu yang lalu.
"Kau sudah siap?" Seru Kai setelah tiba di ruang pelatihan itu, dia pun mengambil ancang-ancang untuk melakukan serangan kepada Lugh. Tapi gerakan T.K selanjutnya dihentikan oleh perkataan Lugh.
"Maaf detektif, yang lain mengatakan bahwa dirimu mengajarkan hal yang berbeda-beda kepada kami, sesuai dengan ciri khas dan juga kemampuan diri kami masing-masing, lalu latihan seperti apa yang akan dirimu berikan padaku? Dan apakah sikap mu pada Hyuna juga merupakan pelatihan untuk dirinya?" Ucap Lugh panjang lebar.
"Banyak hal yang akan aku ajarkan padamu, mungkin dirimu lah yang akan mendapatkan pelatihan terbanyak dari yang lainnya, dan sebenarnya tak cukup hanya satu minggu untuk melakukan itu, tapi mari kita berusaha agar waktu itu pas. Dan untuk sikap ku terhadap Hyuna, sikap ku adalah cerminan lawan bicara ku, dengan kata lain perilaku ku selama ini akan selalu mengikuti dengan siapa aku berbicara, jika dia orang yang asik, maka aku juga akan menjadi asik, jika dia orang pendiam, maka aku juga akan menjadi pendiam, dan ini berlaku untuk semua hal" Balas T.K dengan kalimat yang lebih panjang, membuat Lugh harus mencermati setiap kata-katanya.
Kalimat T.K mengenai perilakunya terhadap Hyuna lah yang menjadi sorotan utama pikiran Lugh, apa maksudnya? Karena masih tak mengerti Lugh kembali bertanya...
"Cerminan lawan bicaramu? Apa maksud mu Hyuna adalah orang yang bersikap dingin sehingga sikap mu bercermin dari itu?" Tanya Lugh lagi yang semakin bingung.
"Aku hanya akan menjelaskan hal ini sekali. Hyuna, sifatnya di depan kalian saat ini berbeda dengan sifat aslinya, dan aku hanya bercermin dengan sifat asli seseorang, bukan topengnya. Aku tidak yakin akankah dia terus bersikap seperti sekarang, atau justru akan berubah kembali ke sikap aslinya itu. Aku hanya meminta kalian untuk berhati-hati mulai sekarang, musuh di depan semakin mendekat, bukan kalian yang menghampiri mereka, tapi mereka lah yang akan datang menghampiri kalian, dan akan menghancurkan kehidupan kalian." T.K menjelaskan dengan setiap kata-kata yang ditekankan agar perkataannya terdengar jelas.
__ADS_1
Ketika melihat wajah Lugh yang kembali ingin bertanya, sontak T.K mulai menyerangnya yang mengartikan bahwa dia tak ingin ada satu pun pertanyaan lagi. Lugh merespon serangan T.K dengan sangat cepat, dia yang mengerti kode itu pun mengurungkan niatnya untuk bertanya lagi.
.....
Satu, Dua, Hingga tiga hari telah berlalu. Tapi sampai sekarang belum ada hal lain yang T.K ajarkan kepada Lugh selain bertarung, Lugh pun sudah sangat sering menanyakan, tapi lagi dan lagi T.K menjawab dengan hal yang sama "kemampuan bertarung mu lemah!"
Dan saat ini sudah hari keempat pelatihan Lugh. Lugh datang ke rumah T.K dengan wajah yang murung, dia ingin mendapatkan pelatihan yang beragam sama seperti yang lainnya, walau sikap T.K masih ramah, namun saat sedang melatih bertarung dia benar-benar seperti orang yang berbeda.
"Lugh masuklah, hari ini aku akan mengajarkan hal yang berbeda padamu". T.K yang sedari tadi melihat Lugh yang berhenti di depan pintunya dari jendela memutuskan untuk menghampiri Lugh, dia pun membukakan pintu dan mengatakan hal yang sudah sangat ingin Lugh dengar, wajah murung nya pun seketika berubah.
"Tempat apa ini detektif?" Gumam Lugh sembari melihat sekeliling ruangan gelap yang dia masuki itu.
"Ini adalah tempat saat aku dan rekanku sedang mencari informasi dari setiap misi yang kami dapatkan, tempat ini jugalah yang menjadi tempat aku membunuhnya". Ucapan yang baru saja di katakan oleh T.K langsung membuat Lugh kaget setengah mati, ketakutan Lugh pun tak dapat disingkirkan, mungkinkah dia akan dibunuh juga di tempat ini? Itu pikirnya.
"Dasar kau tak perlu setakut itu". Saat T.K menghidupkan lampu di ruangan gelap itu dia pun sedikit tertawa ketika melihat wajah Lugh.
"Apakah yang anda katakan benar?"
__ADS_1
"Aku tak suka berbohong, tapi ada alasan kenapa aku membunuhnya. Dia telah mengkhianati ku dan juga semua orang yang telah mempercayai nya, pada akhirnya aku diminta membawa dia kesini agar dia tak curiga jika aku akan membunuhnya. Dan mungkin suatu saat kau akan melakukan hal yang sama, ketika orang yang paling kau percaya tiba-tiba saja mengkhianati mu, maka apapun situasinya dan siapa pun orangnya, pada akhirnya kau harus melenyapkan dia, dengan cara membunuh atau mengusingkan nya." T.K menjawab pertanyaan Lugh sembari menjelaskan kisahnya, dia pun berjalan menuju suatu meja yang berada di bagian sudut ruangan itu.
"Ini meja kerjanya, kami dulu benar-benar sangat dekat, bahkan ketika dia mengkhianati ku aku tak pernah mau mempercayai situasi tersebut, hingga membuat ku sampai saat ini tak ingin lagi memberikan kepercayaan lebih dari kewajaran." Sambung T.K dan Lugh mulai mengerti dengan situasi yang dihadapi oleh T.K.
T.K pun membawa Lugh untuk tour mengelilingi ruangan itu, karena ketika lampu ruangan tersebut dinyalakan tadi, seketika terlihat lah ruangan yang benar-benar sangat luas dan ternyata terdapat ruangan lain di dalam ruangan itu yang merupakan ruangan rahasia, T.K juga membawa Lugh masuk ke dalam ruangan rahasia itu.
Hingga akhirnya selama sisa empat hari pelatihan dengan T.K, Lugh di ajarkan di dalam ruangan tersebut, T.K mulai mengajarkan kepada Lugh dari cara memahami sifat asli seseorang, menemukan sebuah jawaban dari bukti sekecil mungkin, berpikir cepat terhadap masalah yang ada di depan, memanipulasi pikiran lawan agar mau berkata jujur, dan masih banyak hal lainnya lagi.
Lugh yang sebelumnya merasa bahwa dia tak akan ada perkembangan selama berlatih dengan T.K pun merubah pendapat nya, setelah 3 hari penuh belajar bela diri dengan T.K, kemampuan Lugh menjadi sangat meningkat, ditambah lagi dengan hal lainnya yang T.K ajarkan selama sisa-sisa hari selanjutnya. Lugh merasa bahwa dia akan lebih siap untuk kasus selanjutnya yang akan diberikan padanya.
.....
"Terus latih lah kemampuan mu, pelatihan denganku memang hanya berakhir sampai hari ini, tapi kau masih bisa mencari pelatih yang lebih baik dariku, yaitu pengalaman dan juga keinginan dirimu sendiri. Dan terus ingatlah apa yang ku katakan padamu selama ini". Di hari ketujuh pelatihan Lugh dengan T.K, T.K memberikan kalimat-kalimat terakhirnya yang menandakan bahwa pelatihan tersebut sudah sampai pada akhirnya.
"Terimakasih Detektif T.K, kau sudah begitu banyak mengajarkan ku, aku merasa bahwa kemampuan ku sudah cukup meningkat, ini semua berkat dirimu, aku benar-benar berterima kasih" ucap Lugh sebelum pergi, T.K pun membalas dengan senyuman dan tak lama Lugh meninggalkan rumah itu.
"Tian, itu namaku...."
__ADS_1