
Semua pintu akses keluar maupun masuk dari setiap daerah-daerah di Albion City kini selalu di jaga oleh para polisi juga beberapa tentara yang ikut untuk menambahkan kekuatan.
Hal ini dilakukan agar aktivitas dari organisasi rahasia yang kini menjadi masalah utama di Albion City tidak terlalu luas. Dengan begitu jumlah kemungkinan korban akan menurun.
Mereka mengecek setiap kendaraan-kendaraan yang akan keluar mau pun masuk ke sebuah daerah, mengecek apakah ada benda-benda atau hal-hal berbahaya.
Keamanan yang sama juga di temukan di rumah beberapa orang penting di Albion City, mereka adalah orang-orang yang T.K tunjukkan fotonya kepada Lugh, Asyraf, Raizel, Karin juga Joo beberapa waktu yang lalu.
Karena bagian keamanan sudah diurus oleh para polisi juga tentara di Albion City, maka para detektif yang bekerjasama dalam menyelesaikan kasus ini bisa lebih leluasa untuk memikirkan sebuah rencana yang berguna.
......................
Saat sedang berbincang-bincang dan memikirkan sebuah rencana yang dapat membantu mereka mengalahkan organisasi rahasia ini, tiba-tiba saja ponsel milik T.K berbunyi. Dengan segera T.K langsung mengambil ponselnya lalu mengangkat telpon itu.
"T-tolong aku! Ku mohon. Aku sedang di kejar oleh organisasi rahasia yang sedang heboh dibicarakan itu..hiks tolong" ucap seorang wanita di balik telpon tersebut, jika dilihat dari suaranya, suara itu terdengar seperti sedang ketakutan juga diiringi oleh tangisan.
"Siapa dia detektif?" Tanya Asyraf bingung.
"Dia salah satu mantan rekan kerjaku. Aku sempat bekerja sama dengannya cukup lama, namun pada akhirnya aku memilih untuk tidak melakukan itu lagi karena setiap kali aku berada di dekatnya, aku selalu saja merasa ada yang aneh" jawab T.K
"Dan jika didengar dari suaranya tadi, sepertinya dia benar-benar sangat terdesak dan ketakutan, Aku akan pergi menolongnya dan kalian tetaplah di sini" lanjut T.K dan kemudian beranjak ingin pergi, namun yang lain menghentikannya, dan mengatakan bahwa jika T.K ingin pergi maka mereka harus pergi bersama. Karena bisa saja ini adalah sebuah jebakan, mereka berpikir bahwa feeling T.K tak pernah salah, jadi ketika T.K memang sudah merasa aneh maka itu memang lah hal yang harus diwaspadai.
Karena Lugh juga yang lainnya memaksa untuk ikut, maka T.K memperbolehkan mereka. Segera mereka bersiap-siap dan langsung masuk ke mobil masing-masing, lalu pergi menuju ke lokasi tempat wanita itu menelpon setelah mereka berhasil melacak lokasi wanita tersebut.
__ADS_1
Hingga akhirnya mereka telah sampai di depan sebuah pintu masuk basement. Saat melihat letak koordinat dari ponsel milik wanita yang menelpon T.K tadi semakin dekat, maka mereka langsung memarkirkan mobil mereka di luar dan masuk ke dalam basement itu.
Baru saja mereka masuk ke dalam, tapi tiba-tiba sudah terdengar suara tembakan. Mereka pun langsung berlari menuju asal suara itu.
"Tunggu sebentar!" ucap Joo pelan sambil mengarahkan tangannya untuk menahan yang lain agar tak melangkah maju lagi. Sontak mereka semua pun langsung terdiam dan tak bergerak. Jadi kini mereka sedang bersembunyi di balik sebuah tembok.
"Ada apa detektif?" bisik Karin sangat pelan. Joo membalas dengan bahasa isyarat tangan, menyuruh mereka untuk diam dan tunggu sebentar. Kemudian Joo sedikit mengintip melalui tembok itu.
Beberapa menit pun telah berlalu, dan akhirnya Joo pun berhenti mengintip apa yang ada di balik tembok tersebut. "ada seorang wanita disana, dan wajahnya sudah tak asing lagi bagiku, dia lah mantan rekan kerja T.K, aku mengetahuinya karena aku sudah pernah beberapa kali melihat dia bersama dengan T.K" seru Joo masih dengan suara yang pelan agar tak ada yang mendengar mereka.
"lalu apa yang sedang dia lakukan detektif?" tanya Raizel yang bingung.
"Aku melihatnya sedang berbicara dengan Hyuna disana" jawab Joo yang kemudian menunjuk suatu tempat. "Wanita itu sudah penuh dengan darah di tubuhnya, sementara Hyuna, dia terlihat sedang memegang sebuah pistol. Tapi aku tak dapat mendengar hal apa yang mereka bicarakan" lanjut Joo menjelaskan.
"Sepertinya begitu, tapi yang aneh mengapa Hyuna menembak dia? dia bukanlah tipe orang yang akan masuk ke dalam list target organisasi rahasia itu" sahut T.K yang merasa ada sedikit kejanggalan disini.
Mereka pun terdiam sejenak, sampai pada akhirnya sebuah suara mengagetkan mereka...
"Terimakasih karena sudah datang menemui panggilan ku" ucap suara itu yang keluar dari balik salah satu mobil yang terparkir di basement.
"kau?!" ucap T.K dan Joo kaget berbarengan.
Dan kemudian, ada seorang wanita lagi yang keluar dari tempat yang sama, tepat setelah beberapa detik wanita yang menelpon T.K tadi keluar.
__ADS_1
"Hyuna?!" Kaget Lugh, Asyraf, Karin, dan Raizel.
"Hai!" sapa Hyuna dengan senyum sembari melambaikan tangan. Disaat yang lain masih sangat kaget, tiba-tiba Hyuna mengeluarkan pistol yang dia sembunyikan di balik badannya dan menembak wanita tersebut.
"Aku mewakili wanita yang sudah mati itu, mengucapkan terimakasih sekali lagi kepada kalian. Karena jika kalian tidak datang kesini, maka bukan hanya wanita itu saja yang mati, melainkan seluruh keluarganya" lanjut Hyuna masih dengan senyum mengerikan nya itu.
"Hyuna apa yang kau lakukan?!" seru Lugh dengan menekankan setiap kata-kata nya.
"Yang kulakukan? yang mana? Jika yang kau maksud adalah kenapa aku membunuh wanita ini, maka ada 2 alasan. Pertama, dia tidak berguna dalam organisasi rahasia ku, justru makin kesini dia semakin menunjukkan sikap memberontak nya. Kedua, karena dia mantan rekan dari T.K, maka dia akan sangat berguna untuk memancing kalian kesini, tapi jika dia telah melakukan hal itu, dia kembali tak berguna lagi, maka aku membunuhnya" jawab Hyuna menjelas kan. Mendengar jawaban itu, mereka yang mendengar nya benar-benar dibuat marah. Hyuna yang mereka kenal begitu berbeda saat ini.
"Hyuna mengapa kau melakukan ini semua hah?! kami mempercayai mu, mengapa kau tega mengkhianati kami!!" Teriak Karin yang sudah sangat kesal dan geram.
"aku mengkhianati kalian? kurasa itu kurang tepat. Karena alasan ku sebenarnya bekerja bersama dan menjadi rekan kalian, hanya untuk mengelabui kalian semua. Lalu mendapatkan semua informasi-informasi selama ini. Singkat nya aku adalah mata-mata dari organisasi ini, yang ditugaskan oleh pemimpin ku agar bisa membatasi pergerakan kalian" seru Hyuna. Raizel yang juga semakin kesal, apalagi saat tau alasan Hyuna mengkhianati mereka, langsung ingin menyerang Hyuna, namun tiba-tiba saja.
DDOOORRRR..
"Raizel!" teriak semua nya saat melihat Raizel menerima tembakan di sekitar perutnya.
"Ahh, terimakasih Gildan" ucap Hyuna saat seorang pria keluar dari arah sisi kanan mereka.
"tentu saja Oliver, sudahlah kau pergi saja. Biar aku dan yang lainnya mengurus semut-semut kecil ini" balas Pria itu yang ternyata merupakan Gildan, pria yang pernah di hipnotis oleh Karin.
Hyuna pun langsung mengikuti kata Gildan itu, dan pergi meninggalkan keenam detektif tersebut. Saat Asyraf ingin mengejar Hyuna, tiba-tiba saja sebuah peluru juga di tembakan ke tubuhnya, untung nya Asyraf berhasil menghindar, alhasil hanya tangganya lah yang terkena tembakan itu.
__ADS_1