Moon And Sun

Moon And Sun
Eps 22. Pertanyaan dan Jawaban


__ADS_3

Lugh meletakkan pistol juga pisau yang dia pegang ke dalam saku bajunya, kemudian dia duduk bersilang di depan Hyuna yang sudah tak dapat berdiri lagi itu.


"Lakukanlah hal yang sama" ucap Lugh pelan.


Mendengar hal itu, Hyuna menurut begitu saja. Dia juga ikut meletakkan kedua senjata yang dia pegang itu ke balik jaket yang dia kenakan, kemudian berusaha untuk duduk menyilang mengikuti Lugh.


Kini keduanya pun saling bertatapan dan melihat satu sama lain. Beberapa detik kemudian Lugh menghela napasnya dalam-dalam, "Akan ada begitu banyak pertanyaan yang akan kutanyakan, kau akan menjawab semuanya?" Seru Lugh.


Hyuna mengangguk disertai dengan kata "iya" yang dia ucapkan dengan lirih.


"Ada berapa jumlah dari kalian semua?" Ucap Lugh langsung memulai pertanyaannya.


"Hanya sang pemimpin yang tau jumlah pasti dari kami semua, namun yang harus kau tau, semua anggota dari organisasi ini yang diperintahkan untuk menghabisi semua orang di Albion City saat ketujuh bom itu meledak, telah kalian tangkap semuanya" Jawab Hyuna.


"Lalu jika kau memang ingin tau berapa jumlahnya, maka hitunglah berapa orang yang kalian tangkap di tambah dengan jumlah kalian keenam detektif, juga para bagian militer yang ikut bergerak. Maka kurang lebih seperti itulah jumlah anggota dari organisasi ini" lanjutnya menjelaskan.


"Apa kau benar-benar tidak tahu siapa pemimpin dari organisasi rahasia itu?" Tanya Lugh untuk kedua kalinya.


"Kau tahu, jika aku menjawab ini dan dia tahu akan hal itu, maka aku akan mati. Tapi karena memang seharusnya aku mati setelah kau kalahkan, jadi aku akan menjawabnya. Namun sebelum itu boleh kah aku bertanya terlebih dahulu?" Balas Hyuna, Lugh pun mengangguk untuk merespon kalimat terakhir Hyuna.

__ADS_1


"Apa kau memiliki seorang kembaran?" Satu kalimat pertanyaan dari Hyuna membuat mata Lugh seketika terbelalak, dia kaget mendengar hal tersebut. "Mengapa kau menanyakan hal seperti ini?" Gumam Lugh yang bingung.


"Jawab saja!" Perintah Hyuna pelan namun terdengar begitu tegas. Lugh pun terintimidasi dengan suara Hyuna itu, atmosfer aneh yang tiba-tiba mengelilingi mereka saat ini membuat Lugh menjadi semakin tegang.


"Entahlah, antara ada atau tidak. Dari kecil aku tak pernah bermain atau pun merasakan kehadiran seseorang yang seusia ku. Namun ada kalanya ingatan samar-samar tentang masa kecil ku, saat aku berusia mungkin belum sampai satu tahun muncul, terkadang aku juga bermimpi, bahwa saat usia ku sekitar 10 bulan, aku bermain dengan seseorang yang usia dan wajahnya terlihat begitu sama dengan ku, namun aku tak tau siapa dia, aku pun juga tidak mengenal dan mengetahui siapa namanya" jelas Lugh panjang lebar. Hyuna pun sedari tadi mendengarkan penjelasan Lugh itu dengan begitu seksama.


"Ternyata kau memanglah mempunyai seorang kembaran, dan kembaran mu itulah pemimpin dari organisasi rahasia yang menjadi musuh mu saat ini" sahut Hyuna.


"Apa?!" Seru Lugh dengan suara yang keras dan tak percaya mendengar pernyataan gila yang baru saja Hyuna katakan itu.


"Kecilkan suara mu!" Ucap Hyuna sembari menutup mulut Lugh dengan tangganya.


"Aku mengenalnya lebih dulu dari pada mu, saat dia menyuruhku untuk menjadi seorang detektif agar dapat mengawasi pergerakan kalian, dia pernah berkata seperti ini, 'saat kau melihat ku selain di tempat ini, maka itu bukanlah aku, melainkan kembaran ku, jadi jangan sampai kau malah menyebut namaku saat berada di depannya, dan terus awasi saja dia.' Jadi seperti yang kukatakan tadi, singkat nya kau memiliki seorang kembaran, dan kembaran mu adalah pemimpin dari organisasi rahasia yang kini sedang menjadi musuh mu itu" lanjut Hyuna.


"Apa? Bagaimana mungkin hal seperti ini bisa terjadi?" Lirih Lugh yang dibuat benar-benar sangat bingung, dan tak mengerti dengan kenyataan aneh yang saat ini tengah dia hadapi.


"Kalau begitu, alasan mengapa aku pernah di teror oleh nya melalui sebuah surat, itu karena dia ingin menyakiti ku, sebagai seorang kembaran namun memiliki nasib dan jalan hidup yang berbeda?" ucap Lugh lagi sembari mencoba berpikir dan menggabungkan hal ini dengan semua hal yang telah dia dapat selama ini.


"Kurang lebih seperti itulah" balas Hyuna singkat.

__ADS_1


"Huft.. baiklah, aku akan mengesampingkan hal itu terlebih dahulu, karena bukan itulah pertanyaan utama yang ingin ku tanyakan padamu" seru Lugh sambil berusaha menenangkan dirinya. Hyuna yang mendengarnya pun mengernyitkan alisnya. "Bukan itu? Lalu apa?" Balas Hyuna.


"Dirimu Hyuna, mengapa kau mau masuk ke dalam organisasi rahasia itu? Jika hanya uang yang kau cari, maka aku tidak percaya dengan hal itu. Karena yang aku tahu, kau berasal dari keluarga yang memang sudah kaya raya" tanya Lugh untuk yang terakhir kalinya.


"Wajah, body, juga suara kau dan dia, benar-benar merupakan tipe ideal ku, aku bertemu dengannya beberapa tahun yang lalu, saat itu lah aku jatuh cinta dengannya. Dengan harta yang ku punya, aku menyuruh orang-orang untuk mencari tahu semua hal tentang kembaranmu itu. Banyak orang suruhan ku yang mati begitu saja saat melakukan apa yang kusuruh itu, tanpa aku tahu apa sebabnya. Lalu pada akhirnya aku tahu mengenai dirinya juga organisasi rahasia ini, itu sebabnya aku masuk dan bergabung dengan organisasi rahasia tersebut, karena aku ingin bersama dengan seorang pria yang membuat ku jatuh cinta untuk pertama kalinya. Mungkin jika aku bertemu denganmu terlebih dahulu, maka aku akan memilihmu dan tetap menjadi seorang detektif yang baik bersama mu, malangnya takdir berkata lain" jawab Hyuna lagi dan menjelaskan dengan begitu rinci.


Hyuna menjawab pertanyaan terakhir Lugh itu dengan begitu emosional, dia juga terus menatap mata Lugh dengan sangat dalam, membuat Lugh hanyut dalam setiap kata-kata nya.


"Tak bisakah kau keluar saja dari organisasi kejam itu? jika memang seperti yang kau katakan, maka tinggalkanlah dia, dan lawan dia bersama ku!" sahut Lugh saat Hyuna telah terdiam setelah menyelesaikan jawabannya.


"Kau menyukaiku?" lirih Hyuna sangat pelan.


"Kau pikir kenapa aku selalu berusaha untuk mengajak mu kembali bersama kami? Itu karena aku tak ingin berpisah denganmu, aku menyukai mu, dan aku tak bisa jika memang harus menjadikan mu sebagai musuhku. Ayolah Hyuna, kumohon, aku tak bisa menyakiti mu lebih dari ini lagi" balas Lugh dengan cepat.


Hyuna tersenyum mendengar perkataan Lugh itu, tanpa sadar setetes air mata jatuh dari matanya. "Tapi semuanya sudah terlambat, aku sudah terjerat oleh begitu banyak jaring yang dia tebar, sudah tak mungkin bagiku untuk keluar saat ini. Sudahlah Lugh, sebaiknya kau pergi dari sini sebelum dia datang dan malah menghabisi mu" seru Hyuna dengan tangan yang sudah bergerak untuk mengusir Lugh pergi.


"Jawab pertanyaan ku! apa ada cinta untuk ku di hatimu itu?" Tanya Lugh dengan menekankan setiap kata-kata nya itu.


"ada..." jawab Hyuna lirih.

__ADS_1


Lugh yang telah mendengar jawaban yang dia inginkan itu, langsung mengangkat tubuh Hyuna dan menggendongnya. "Aku akan melepaskan mu dari jeratan jaring-jaring itu, tak peduli bagaimana pun caranya" Gumam nya sembari terus berjalan meninggalkan tempat mereka tadi.


__ADS_2